
''Cillo.'' ucap Bima yang baru sampai di rumah sakit dan juga di ruangan Cillo anaknya
Andinie langsung menoleh dan perlahan berdiri dari duduknya .
''Pak Presdir.'' ucap Andinie pelan
''Apa yang terjadi pada putraku hah ? Kenapa bisa dia seperti ini '' teriak Bima menatap Andinie tajam
''Yah, tenang dulu.'' ucap Nayna menenangkan Bima
''M-maafkan saya Pak, i-ini memang salah saya '' ucap Andinie menunduk menyesal
''Jelaskan semuanya kenapa bisa terjadi?'' Bima masih terlihat marah pada Andinie sekertaris anaknya
''Saat itu saya dan Pak Cillo merasa ada kejanggalan di perusahaan tentang keuangan lalu kemudian hari saya melacaknya dari cctv dan hari itu saya pun menemukan semua bukti nya rupanya memang ada yang melakukan kecurangan dan ternyata pelakunya adalah Pak Yoshua dia sekongkol bersama mantan clien nya Pak Cillo yaitu Roy.'' Andinie menjelaskan semuanya
''Lalu kenapa bisa anak saya terkena tembakan ini?'' kembali tanya Bima amarahnya semakin memuncak namun Nayna sigap mengusap bahu Bima agar suaminya meredam emosinya.
''Saat saya tahu mereka berdua melakukan kecurangan ini saya pun membuntuti mereka malam tadi begitu pulang dari kantor saat itu s-saya memberitahu Pak Cillo dan menyuruhnya datang, t-tapi saya tidak tahu dan gak menyangka kalau Roy akan membawa senjata tajam sehingga menembakkan nya ke arah saya tapi ternyata terkena Pak Cillo, hikkks. Saya minta maaf ini semua salah saya, seharusnya saya tidak menghubungi Pak Cillo maafkan saya Pak Presdir.'' jelas Andinie dengan menangis.
Cilla pun buru-buru mendekati Andinie dan merangkul nya untuk menenangkan.
''Sudahlah tidak perlu menyalahkan diri mu, mungkin memang semua harus terjadi.'' ucap Cilla bijak
''Tapi Nona, kalau bukan karena kecerobohan saya yang membututi mereka mungkin ini tidak akan terjadi, dan seharusnya saya tidak menelpon Pak Cillo saat itu.'' kukuh Andinie menyalahkan dirinya sendiri
__ADS_1
''Jangan salah kan dirimu Dien, kau melakukan itu karena kau peduli pada perusahaan dan pada Abang.'' sahut Cilla
''Saya akan melakukan apapun bila itu benar menurut saya dan bila ini menyangkut tempat kerja saya.'' tegas Andinie
Bima kini sedikit tenang dan dia tak semarah tadi apalagi melihat kesungguhan Andinie Bima cukup lega.
Ya mungkin ini tidak seratus persen kesalahan Andinie yang melakukan ini semua untuk perusahaan nya juga Bima berpikir justru dia harus berterima kasih atas usaha Andinie .
''Sekarang dimana para bajingan itu? Saya harus memberikan pelajaran yang setimpal untuk mereka?'' ucap Bima
''Mereka sudah berada di kantor polisi.'' jawab Andinie
'Di penjara tidak cukup bagi mereka yang sudah membuat putra ku terluka , lihatlah pembalasan ke nanti.' batin Bima dengan penuh dendam.
Dua hari kemudian ...
Kondisi Cillo memang masih belum sembuh total bahkan luka nya masih belum kering tapi untunglah Cillo telah sadarkan diri.
''Sayang kamu sudah sadar Nak.'' ucap Nayna begitu senang dan bersyukur Nayna cepat mendekati Cillo
''Bun ah ... Di mana ini?'' ucap Cillo sambil meringis
''Hati-hati Nak pelan-pelan, kau masih terluka dan ini di rumah sakit.'' jawab Nayna
''Rumah sakit '' gumam Cillo kemudian seketika dia teringat pada kejadian beberapa hari lalu dan pemuda itu menatap sekeliling ruangan.
__ADS_1
''Bun, dimana Andinie Bunda? Dimana dia?'' tanya Cillo cemas
''Andinie dia tidak ada disini Nak.''
''Kemana dia? Dan bagaimana kondisinya apa dia baik-baik saja kan dia tidak terluka kan Bun?''
''Tidak nak, tidak sayang. Andinie dia baik-baik saja sekarang ini mungkin dia sedang di perusahaan Andinie tidak terluka sama sekali, kamu tenanglah.'' beritahu Nayna
''Oh syukurlah, Aku takut dia terluka oleh dua bajingan itu Bun.'' Cillo mulai tenang
''Dia WANita yang kuat dan hebat tentu dia akan baik-baik saja apalagi bila ada kamu yang menolongnya Nak, tapi Cillo Bunda tidak mau terulang kembali kejadian seperti ini Nak, Bunda gak sanggup kehilangan mu, Bang.'' Nayna memegang kedua pundak Cillo sambil menangis
''Dengar Nak, Bunda tidak masalah kehilangan semuanya uang, dan harta kita. Tapi Nak Bunda gak akan pernah bisa kehilangan mu sayang Bunda gak bisa, hikks tolong jangan berbuat hal ini lagi membahayakan nyawa mu Cillo.'' mohon Nayna
''Bun , maafkan Abang. Abang janji ini yang terakhir dan tidak akan pernah lagi ada kejadian seperti ini lagi Bun, Abang janji padamu.'' janji Cillo ia tidak bisa melihat ibunya menangis
''Ya nak, berjanji lah pada Bunda jangan lagi membahayakan nyawa mu ini, ingat kau masih memiliki Bunda ayah serta adik adikmu.''
Cillo langsung menganggukkan kepalanya dia tidak akan lagi seceroboh ini.
Beberapa saat telah berlalu kini Cillo tengah melamun seorang diri dan sebenarnya sedari tadi dia sedang menunggu dan berharap kedatangan seseorang untuk menjenguknya namun sampai malam orang yang dia harapkan tidak juga kunjung datang.
Dimana dia? .
Kenapa aku mendadak sangat merindukan nya, Aku berharap dia datang. lanjut batin nya.
__ADS_1