Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Kalian harus menikah, dan di laporkan kepada Lurah


__ADS_3

Perempuan mana yang tidak akan merasakan senang bila tiba-tiba di berikan kado atau surprise seindah ini. Bunga, dan kalung. Sungguh semua juga akan senang dan bahagia.


Begitu juga dengan Nayna, dia langsung menunjukan ekspresi yang berbunga-bunga ''I-ini kalung dan bunga, dari siapa?'' ucapnya senang tapi bertanya-tanya


''Bim, ini siapa yang kirim pada-ku.'' saat Nayna berbalik pada arah Bima berada di sana sudah ada Bima tentu dan juga ada Mama sama si kembar.


''Ma.'' Nayna menunjuk senyum bahagia


''Mbak, terima kasih banyak atas pengorbanan mu, tolong di terima itu ya.'' ucap Bima


''Hah, ya Tuhan. A-apa ini ... '' Nayna baru ingat, kemudian dia membaca lagi yang ada dalam isi note tersebut.


Terima kasih banyak untuk wanita hebat, dan maafkan atas sikap ku membuat mu kewalahan, terima kasih kau mau menemani kamu. Mbak Nay, thanks you ... sudah jelas berarti itu dari Bima!


''Benar Mbak, itu dari aku ya sebagai tanda kalau aku serius berterima kasih padamu. Mbak Nay, kau wanita yang baik kau begitu tulus. Terima kasih.'' ucap Bima mantap


Nayna menggeleng dan terharu, mendapatkan kado Seperti ini. ''Aku ikhlas kok melakukan nya, ya walaupun aku memang suka kesal padamu hikksss, ta-tapi ya aku menyayangi kalian.'' Nayna Sampai mengeluarkan Air mata bahagia.


''Kok nangis sih mbak? Apa kau tak bahagia?'' goda Bima


''Aku bahagia, sangat bahagia.''


''Nayna , terima kasih ya sayang. Sudah ikhlas mengurusi kami.Kau memang yang terbaik Nak.'' seru Mama


''Tidak ma, aku masih banyak kekurangan.'' ujar Nayna


''Tapi bagi kami, kau sangat sempurna.'' puji Mama ini serius


''Ma.''


''Iya Mbak, kau wanita hebat. Kau begitu mempunyai sabar dan kasih sayang.'' sahut Bima


''Bim, kau terlalu berlebihan ah.'' Nayna jadi malu


***


Kini sudah sore hari,


Bima tak lagi menyuruhnya ini, dan itu. Juga membiarkan hari ini Nayna istirahat.


Nayna sedang di kamar nya, dia menatap pemberian dari Bima. Adik suami nya.


Bunga cantik ini, Nayna dekap dengan erat. "Bima, rupanya dia bisa romantis juga ya."


"hehehe, aku tidak menyangka sebelumnya, dia akan memberikan hadiah ini untuk ku.''


"Kalung ini, apa aku harus memakai nya. Rasanya ini terlalu indah." Nayna meraba-raba kalung itu. Tapi kemudian ada yang jatuh seperti kertas yang di bungkus kantong kecil.


"Apa ini? Hah ... Ya Tuhan, ini ... Ini sangat mahal, hah tidak! Aku tak bisa memakai nya, Lima ratus ju-juta!" harga kalung tersebut.


__ADS_1


"Ini Sangat mahal, Aku takut ini hilang .Ya Tuhan, lima ratus juta ." Nayna sedikit enggan untuk memakai pemberian Bima kali ini.


Nayna, lebih memilih mendekap erat bunha nya saja. "ini sangat wangi, hmm." Nayna menghirup aroma bunga itu, di kamar nya.


Kemudian, Nayna jadi ingat pada suaminya, dia pun berniat untuk pergi ke makam almarhum Bimo. Nayna sudah meminta ijin Mama Ayyu, tentu Mama mengijinkan.


Nayna ingin membagi kebahagiaan ini pada suaminya. Yang sudah jauh di alam sana.


Sampai lah sore itu Nayna di makam Bimo. Nayna berjongkok lalu memberikan doa-doa untuk almarhum Bimo.


''Assalamualaikum mas Bimo.'' ucapnya.


''Mas, ini Nay..Nay ingin memberikan rasa bahagia Nay dengan mas, Nay ingin mas dapat merasakan nya kami bahagia mas, mas aku tahu walaupun kau jauh, tapi kau melihat ku, kan mas.''


Mas Bimo, aku merindukan mu. Sangat rindu. Aku ingin mengatakan, kalau hari ini adikmu memberikan surprise istimewa dan katanya itu untukku mas. Mas padahal aku ikhlas menjalani ini, tapi dia sampai begitu mas, aneh kan adikmu.'' Nayna menceritakan semuanya dengan kadang tertawa kadang juga sedih.


Tiba-tiba ada yang menepuk pundak Nayna.


''Astaghfirullah.'' Nayna terkejut


''Maaf Dek, mengagetkan mu. Ini makam siapa ?'' tanya seorang ibu berpakaian muslimah.


''Ini makam almarhum suami saya Bu.'' jawab Nayna


''Ohh begitu, kau pasti begitu mencintainya, kapan suami mu ini meninggal ?''


''Mau empat tahun ini, Bu.'' balas Nayna


''Kau punya anak?'' Nayna mengangguk ''Ada dua Bu.''


''Apa kau, ada kepikiran untuk menikah kembali ?'' Nayna diam , yang artinya mungkin tidak.


Ibu itu mengusap punggung Nayna, ''Lihat lah.'' menunjuk pada satu makam, Nayna ikut melihat ke arah sana


''Itu sama, makam almarhum suami saya. Sepuluh tahun lalu..Aku sama seperti mu. Aku dulu di tinggal pergi oleh suamiku. Tapi seiring berjalannya waktu, dan tentu hidup ini harus di jalani, aku awalnya tidak ingin menikah lagi. Tapi mungkin ada jodoh ku yang lain.


Hingga akhirnya aku memutuskan menikah kembali, aku meneruskan hidupku. Aku pun kini bahagia bersama suami ku, dia masih saudara pria ku. Walaupun begitu, tapi aku tetap suka ke sini dia masih ada di hatiku. Aku tidak bermaksud untuk kau seperti ku, tapi pikirkan lah. Anak mu butuh sosok Ayah yang nyata yang masih hidup. Aku doakan kamu Nak, mendapatkan jodoh yang baik sangat baik.'' ucap dan menasehati beberapa hal penting pada Nayna


''Terima kasih Bu .'' ucap Nayna


**


Malam ini, Nayna tidak bisa tidur dia jadi guling ke sini dan ke sana. ''Ya Tuhan, aku jadi susah tidur. Kenapa aku memikirkan ucapan nya ibu tadi ya. Aku jadi gelisah.'' ucap hati Nayna


Dan akhirnya Nayna jadi telat bangun pagi ini, dia kesiangan ini gara-gara memikirkan kata-kata ibu yang kemarin dia lihat di makam umum.


''Bunda, bunda bangun Bun.'' samar-samar Nayna mendengar suara anak nya menyuruh nya bangun


''Emmmhh, eh sayang.''


''Bun, itu siang.'' tunjuk nya pada jendela

__ADS_1


''Ya ampun Nak, bunda kesiangan sayang.'' Nayna jadi panik


''Sayang tunggu ya, bunda mandi dulu ok.''


Cillo balas dengan anggukan.


''Mbak Nay, mana ma?'' tanya Bima belum melihat Nayna pagi ini


''Masih di kamar nya Bim.''


''Kok tumben ya, dia kesiangan ma.''


'Iya benar Bim, Mama juga merasa aneh.''


''Mama, maaf ya Nay bangun kesiangan.'' Nayna datang ke ruang makan dengan tergesa-gesa


''Ya ampun Nay, kamu ini kenapa sampai lari-lari. Mama gak akan hukum kamu .''


''Hehe iya ma.''


''Kenapa telat Mbak?'' tanya Bima


''Em itu, banyak nyamuk.'' Nayna beralasan , dan ketika ingat Ucapan ibu yang kemarin, Nayna jadi berpikir ini ada Hubungannya sama Bima, tapi entahlah.


Pagi ini, Nayna menemani Bima berjemur dan kata dokter Bima di latih untuk berjalan tentu di bantu Nayna ini melatih otot kaki Bima.


''Ayo Bim, aku bantu berdiri.'' Nayna membantu Bima dengan menahan tubuh Bima agar dapat berdiri.


Bima kali ini dia berusaha, dan dia merangkul Nayna dengan sedikit memeluk Nayna. ''Ayo Bim, sedikit lagi.'' Nayna lupa tidak mempedulikan keadaan mereka yang menempel, seolah tengah melakukan hal yang iya-iya.


Di luar gerbang, tak sengaja ada ibu-ibu yang melihat tak lama ibu-ibu itu berpapasan dengan pak RT. Mereka langsung melaporkan pada RT.


''Maaf, tapi ini kalian sedang apa?''


''Apa kalian ini suami istri? Apa , kalian juga telah menikah? Kenapa berpelukan di luar seperti itu?'' suara bapak RT mengagetkan Bima dan Nayna.


''P-pak, ini tidak seperti yang bapak kira.'' Nayna membela diri


''Saya tanya, kalian ini suami istri apa bukan?'' tegas RT


''Bukan.'' jawab Bima lantang


''Oh bukan, tapi kenapa tadi melakukan hal seperti itu. Maaf menurut saya ini tidak pantas, apalagi Mbak nya wanita berhijab. Apa tidak mengerti soal muhrim dan dosa?''


''Bu-bukan begitu pak .''


''Saya tidak ingin warga saya tercemar dengan pemandangan seperti tadi, maka dengan terpaksa kalian harus DI NIKAHKAN!'' tegas RT


''A-apa Pak, ti-tidak Mungkin.'' Nayna menggeleng


''Ya, hari ini juga saya harus lapor Pak lurah, dan akan mengusulkan kalian ini harus MENIKAH SEKARANG JUGA! Karena telah melakukan hal hal yang iya-iya.'' ucap pak RT.

__ADS_1


__ADS_2