Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Siapa orang itu


__ADS_3

Wanita cantik dengan membawa dua anaknya itu pun turun dari mobil angkot yang barusan dia tumpangi untuk pergi ke suatu tempat yaitu rumah sang bibi.


Nanya menatap bangunan yang masih sama seperti beberapa tahun lalu ketika Nayna meninggalkan rumah ini.


Dulu Nayna masih sekolah, lalu ketika dia mulai bekerja Nayna pun pindah dan tak lagi menumpang di rumah sang bibi. Nayna mengontrak karena dulu dia bekerja.


Lalu tak lama Nayna ketemu dengan Bimo, sehingga mereka pun menikah. Dan Nayna pindah ke rumah Bimo yaitu rumahnya Mama Ayyu juga.


''Nak, ayo sayang kita pergi ke rumah itu.'' ucap Nayna pada dua anaknya ini.


Kedua anaknya hanya mengangguk saja.


Tok


Tok


Tok


Nayna mengetuk pintu.


''Assalamualaikum Bibi.'' salam Nayna


Ceklekkkkkkk pintu terbuka, ''Waalaikumsalah, Eh Nayna. Ini kamu Nak ?'' bibi nampak terkejut sekali karena ya Nayna sebelumnya tidak memberi tahu dulu soal kedatangan nya ini.


Dengan tersenyum Nayna pun mengangguk.


''Ya Tuhan, Nayna anakku anak bibi. Kenapa gak bilang kalau mau kesini sih Nay, bibi akan menjemput mu.'' bibi mengomel tapi dia senang.


''Iya maaf bi, Nay gak beritahu bibi dulu maaf ya bi. Bagaimana kabar bibi?'' tanya Nayna memeluk lagi sang bibi .


''Bibi baik Nay, gimana dengan kamu?'' tanya balik bibi


''Ya bi. Nay juga baik kok.''


''Ahh syukurlah, ehh ini siapa ? Apa anaknya kamu?'' bibi pun berjongkok dan dia menanyakan si kembar.


''Benar Bi, ini anak-anak nya Nay.''


''Anak-anak, iya Nay kamu ini mempunyai dua anak sekaligus Nay ? mereka kembar ?'' sungguh bibi begitu antusias.


''Iya bi, mereka kembar''.


''Aduh aduh, bibi ini sangat senang sekali. Bibi bisa bertemu juga dengan mu, bahkan kini sama anak mu juga bibi senang Nay. Ayo-ayo Nak masuk '' ajak bibi.


Bibi ingin menggendong dua anak kembar itu, tapi Cilla tidak mau. Dan akhirnya Cillo yang bibi gendong.


''Nay kenapa gak bilang dulu kamu mau kesini hm?'' kembali tanya bibi


''Ya maaf Bi, Nay sebenarnya mendadak kesini juga.''


''Ada masalah apa Nay ?'' tanya bibi cemas ketika Nayna seperti sedang ada masalah.


''Bi, apa boleh Nay tinggal di sini untuk sementara waktu sampai Nay punya pekerjaan ?'' ucap Nayna minta ijin


''Kamu ini, ya sudah pasti boleh dong Nay. tentunya boleh, jangan minta ijin begitu, sudah pasti bibi akan dengan senang hati menerima mu di rumah bibi. Tapi apa kau ada masalah dengan Mama mertua mu Nay ? Maaf bibi tanya ini, tapi setahu bibi bukannya Mama mertua mu itu sangat baik kan ? Gak mungkin kamu di usir nya kan Nay ?'' tanya bibi begitu penasaran bahkan bibi saja tak percaya kalau Nayna di usir Mama Ayyu karena memang semua tahu kalau Mama Ayyu itu sayang pada Nayna.


Di sini, bibi Nayna tahu soal meninggalnya Bimo suami Nayna. Dan bibi juga dulu mengajak Nayna untuk tinggal saja di rumah bibi, tapi dulu Mama menolak dan tak membiarkan Nayna ikut dengan bibi.

__ADS_1


''Bi, Mama gak mengusir aku. Bibi tahu sendiri kan Mama begitu baik. Hanya ada masalah sedikit bi.'' ucap Nayna


''Ada masalah apa Nay, ayo cerita ke bibi.''


''Bi, Nay gak sanggup hidup di sana lagi bukan karena Mama ataupun Bima bukan, hanya terlalu banyak omongan orang-orang yang sudah begitu menyakiti Nay bi, hiksss ... Nay tidak sanggup lagi menahan cemoohan dan hinaannya mereka.''


''Apa Nay apa yang mereka katakan dan sampai membuat mu begini ?'' tanya bibi sudah ingin marah


''Mereka menyebut Nay benalu karena hidup menumpang dengan Bima, juga hikssss ada yang bilang Nay ingin memanfaatkan keadaan dan juga merebut Bima. Katanya Nay ini janda tak tahu diri. Tidak bi, Nay gak seperti itu.'' Nayna pun menceritakan semuanya bagaimana tetangga itu menuduhnya sangat keji.


''Sudah Nay tenangkan dirimu, sudah ada bibi. Bibi akan memberikan pelajaran pada orang-orang itu, kau tenang lah.'' bibi mengusap punggung Nayna yang sedang memeluk nya


''Bunda ...'' dua anaknya ketakutan saat Nayna menangis.


''Sudah Nay tenang, tuh lihat anakmu akan ketakutan, kau tenang lah ok.'' bibi menenangkan


''Iya Bi, maafkan Nay ya bi Nayna datang ke sini di saat ada masalah.'' ucap Nayna lirih


''Tidak apa Nay, kenapa kau bicara seperti itu.'' bibi mengusap air mata di pipi Nayna.


Nayna mengangguk..


''Terima kasih bibi.''


''Ya, sebaiknya kamu istirahat lah. Bibi akan buatkan makan untuk kalian.''


''Bi, tidak usah repot-repot.''


''Tidak Nak, tidak sama sekali merepotkan.''


Nayna tersenyum.


''Oh ya Nak, sekarang kita akan tinggal di rumah ini ya, dan ini tuh rumah nya nenek Sri. Jadi yang tadi itu namanya nenek Sri.'' jelas Nayna mengenalkan bibi pada dua anaknya.


''Nenek sri?'' ulang Cillo dia masih bingung


''Abang, nenek Cilla.'' ralat Cilla dan menyebutku maksudnya nenek Ayyu bukan nenek Sri, memang Cilla tidak akan langsung paham apa yang di katakan para orang tua.


''Itu Cilla, nenek Sri.''


''Tidak Abang, nenek Cilla.''


''iya iya Sudah, itu sama saja. Nenek kalian juga Abang Adek.'' Nayna menengahi.


''Bunda, lapel.'' ucap Cilla memegang perutnya dan dia lapar.


''Iya iya lapar Bunda.'' pun sahut Cillo si Abang itu pun juga meminta makan.


''Ah kalian lapar ya, tunggu ya Nak.''


'Bagaimana ini aku lupa membeli buburnya mereka untuk makan.' ucap batin Nayna


''Bunda adek kapel Bunda, mam ... Mamm mamam.'' kekeh Cilla sudah mau menangis.


Kebetulan bibi sedang melewati dari dapur. ''Aduhh Nay, itu kenapa dengan anak mu? Dia menangis.'' tanya bibi khawatir.


''Em, ini anu bi.''

__ADS_1


''Kenapa Nay ?''


''Nenek lapar, Bunda.'' ucap Cillo niat memberitahu bibi


''Mau Mamam mamm'' kini seru Cilla


''Ohh cucu Nenek ini lapar iya, mau makan Nak ?'' tanya bibi


serempak dua anak kembar ini pun mengangguk begitu lucunya.


''Emm Lucunya cucu Nenek ini, mau makan . Eh Nay mereka suka makan apa ? Apa sudah di berikan nasi?'' tanya bibi karena dia tak tahu apa yang suka di berikan untuk si kembar makanannya.


''Masih aku berikan bubur bi.'' jawab Nayna


''Ohh bubur MPASI Nay ?''


''Hm iya bi.''


Bibi pun melihat kondisi Nayna yang tak membawa tas apapun, dan bibi pun berpikir pasti Nayna tidak punya dan membawa makanan untuk anaknya ini.


Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa dia tidak membawa apapun. Katanya dia tidak di usir tapi aku lihat dia tak membawa apapun. Bahkan baju ganti saja tidak bawa. Nay apa sebenarnya yang terjadi kepada mu ini.


...''Di warung sebelah ada kayaknya makanan untuk anak itu Nay, biar bibi belikan dulu ya.'' ...


''Em, bi.'' panggil Nayna menghentikan bibi yang sudah mau beranjak.


''Ada apa Nay ?''


''Itu bi, warungnya di sebelah mana. Dan biar Nay saja yang beli sendiri ya bi.'' ucapnya Nayna


''Loh gak apa-apa Nay, biar bibi yang belikan. Sudah kamu di rumah.''


''Bi, gak apa biar Nay yang beli oh apa itu warungnya ?'' Nayna menengok dari jendela rumah bibi


''Ya benar itu warungnya.''


''Yaudah biar aku yang beli ya bi, karena sebenarnya Nay ada yang ingin di beli juga bi.'' ucap Nayna dengan tersenyum malu-malu


''Kamu mau beli apa?''


''Em itu bi, kebutuhan wanita.'' jawan Nayna pelan malu ketahuan.


''Ohh itu, sini sama bibi gak apa Nay.''


''Tidak bi, biar Nay saja sekalian Nay ingin kenal dengan tetangga sini.''


''Ya baiklah bila kamu memaksa.''


''Terima kasih bi.''


Nayna pun keluar dari rumah bibi dan dia mulai berjalan menuju warung terdekat.


Tapi entah kenapa saat berjalan, Nayna seperti merasakan kaya ada yang melihatnya itu malah membuat Nayna sedikit was-was entahlah Nayna jadi merasa takuut.


''Hei siapa itu, di sana?'' Nayna berbalik badan dan dia melihat sekilas seperti ada orang yang lari dan sembunyi.


''Ya Tuhan siapa itu, membuatku takut saja.'' gumam Nayna dia pun lebih cepat ke warung.

__ADS_1


Astaga, siapa dia? kenapa ada bidadari turun ke dunia ini siang bolong begini. Dia sangat cantik..


__ADS_2