Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Rupanya Ayah Bima sakit


__ADS_3

Amora juga Desi dipersilahkan masuk kedalam rumah oleh Nathan.


''Ayo Amora, Des, silahkan duduk.'' ucap Nathan


''Iya thanks Nat.'' sahut Amora dan Desi mengangguk saja


''Oh ya tadi kalian kesini gak nyasar kan ?'' tanya Nathan iseng


''Kesasar sih enggak hanya tadi agak susah nyari nya karena rumah mu ini terhalang pabrik ya.'' kata Desi


''Iya Des kamu benar, yaudah kita mau lanjut membahas materi ?'' ucap Nathan


''Hm sekarang ajah.''


Dan mereka pun mulai melakukan aktivitas dalam kerjasama.


**


''Bang, lagi apa?'' Amira datang menghampiri Cillo sehingga mengagetkan pria itu yang tak tahu kedatangan Amira


''Astaga Mira, kamu ini ngagetin sih.''


''Apa sih Bang lebay amat, em itu foto siapa bang ngomong-ngomong ?'' tadi Amira sempat melihat wajah seorang wanita kalau tidak salah


''Bukan siapa-siapa, sudah anak kecil mah gak usah tahu.'' balas Cillo memasukkan foto tersebut kedalam saku celananya


''Cihh, aku ini sudah gede aku bukan anak kecil lagi Abang.'' Amira setengah merengek kesal pada Cillo


''Hehe, tapi kamu ini paling terakhir di antara kami Amira.'' kekeh Cillo


''Ah cuma beda lima menit doang Bang dari si Amora.'' balas Amira kemudian ia duduk di depan Cillo


''Eh Mir, kamu gak ikut dengan si Amora ?'' ucap Cillo


''Emang dia kemana bang?'' tanya balik Amira


''Ya katanya sih mau ngerjain tugas kuliah di rumah temannya.''

__ADS_1


''Temannya yang mana ?''


''Abang gak tahu, lupa nanya.''


''Oh, aku gak ikut lah beda jurusan kan.'' seru Amira


''Iya juga Mir.''


''Rumah sepi amat ya Bang, Bunda sama Ayah kapan balik nya Bang ?'' tanya Amira mendadak sendu


''Abang juga gak tahu dek, mungkin sebentar lagi.''


''Tapi Bang, kenapa mereka lama ya di sana nya Mira padahal sudah sangat rindu Bang.''


''Sama Mir, Abang rindu juga dengan Bunda ya tapi mau gimana lagi kalau mereka masih belum bisa pulang.''


''Ini sih pasti ulah Ayah, yang ingin selalu ditemani Bunda mana jauh lagi aku gak bisa kesana.'' kembali Amira mengeluh


''Sabar ya Dek, nanti kalau libur Abang bakal ajak kalian temui Bunda.'' janji Cillo


''Serius Bang ?''


''Asikkk.'' Amira jadi sedikit senang


**


''Uhukk uhukk..''


''Yah, ini minum dulu.'' ucap si istri lalu membantu suaminya minum


''Uhukk Bun, Ayah ingin ke kamar mandi.'' pinta si suami


''Oh iya Yah ayo Bunda antarkan.'' Nayna pun memapah Bima menuju kamar mandi


''Bun, maafkan Ayah ya.'' ujar Bima saat sudah kembali ke tempat duduk


''Ayah kenps minta maaf, Ayah gak ada salah.'' sahut Nayna

__ADS_1


''Tidak Bun, kamu pasti capek seharian merawat Ayah kan yang sakit sakit-an ini, oh ya kalau kamu ingin pulang dulu juga gak apa-apa Bun,. biar Ayah disini sama --''


''Ayah stop jangan diteruskan, kenapa Ayah punya pikiran kesana hm? Aku gak pernah merasa capek ngurusi Ayah, aku iklhas kok aku ingin disini temani kamu, di sana kan ada Cillo.'' Nayna segera memotong ucapan Bima yang selalu begitu


Sebenarnya Bima dan Nayna pergi keluar negeri itu bukan hanya untuk liburan saja seperti yang mereka katakan pada anak-anak, tapi rupanya Bima punya penyakit yang serius dan tak mau anak-anak nya tahu tentang ini..


Sehingga dengan terpaksa Nayna tak mengatakan yang sebenarnya tentang kondisi Bima.


Yang anak-anak tahu mereka tengah bulan madu lagi, padahal kenyataannya Bima sakit .


''Iya Bun, Ayah hanya tidak ingin kamu bosan disini terus.''


''Tidak Yah, tolong jangan banyak berpikir seperti itu, aku ini isteri mu aku akan selalu bersama mu apapun yang terjadi.'' Nayna berujar dengan mantap dan ia menggenggam tangan Bima erat agar suaminya ini sadar ada dia yang menunggu kesembuhan Bima.


''Alhamdulillah kalau begitu, terima kasih Bunda.''


''Sama-sama Ayah.'' Bima membawa Nayna dalam pelukannya.


Dua bulan kemudian..


Cilla dapat melihat perubahan dari sikap Zaki, bukan perubahan yang Negatif melainkan cukup positif, yaitu Zaki sudah jarang berkumpul dengan teman-temannya bahkan kini Zaki lebih sering berada di kantor milik ayahnya.


''Kak, tadi Abang bertemu si Zaki.'' ucap Cillo pada Cilla saat mereka makan malam


''Dimana Bang ?''


''Di cafe tapi kayaknya dia lagi ketemu clien nya juga, oh ya dia sudah mulai bekerja ?''


''Oh iya sih akhir-akhir ini memang dia mulai fokus di kantor.'' kata Cilla


''Ya baguslah kalau begitu, Abang cukup senang mendengarnya.'' ucap Cillo


''Tuh benar yang aku bilang kan bang, Zaki itu gak seperti yang Abang kira dia itu walaupun nongkrong tapi dia gak pernah neko-neko Bang.''


''Bagus dong jadi Abang gak akan mengganggu hubungan kalian lagi, Cilla ingat Abang seperti ini karena sayang kamu khawatirkan kamu bukan Abang gak ingin kamu bahagia Kak.'' ucap Cillo menjelaskan tujuannya kalau selalu bertanya ini itu dan ingin tahu tentang sang kembaran


''Iya bang, aku ngerti kok aku juga sadar kemarin aku salah padamu, aku udah keterlaluan maaf ya bang.'' Cilla menyesali perbuatannya kemarin karena sudah mengatai Cillo iri padanya.

__ADS_1


''Gak apa Kak, ITS Ok.'' balas Cillo


''Kau memang Abang ku yang paling baik.'' kini mereka saling memuji dan berbaikan,


__ADS_2