
Kondisi Cillo memang sudah membaik namun dia disarankan oleh dokter untuk tinggal di rumah sakit beberapa hari lagi tentu agar dokter bisa mengecek kondisi Chillo dengan tuntas.
''Andinie apa kamu kesini langsung dari kantor ?'' tanya Chillo
''Benar Pak, memang saya langsung kesini sesudah membeli buah ini.'' jawab Andinie dan tangannya sibuk mengupas buah apel untuk Chillo makan.
''Kamu pasti lelah ya Dien, sorry ya kalau saya merepotkan.'' sesal Chillo
''Pak kenapa bicara seperti itu, Bapak sama sekali tidak merepotkan ini kan kemauan saya untuk datang kesini pak, oh ya saya juga mau minta maaf kalau saya baru bisa kesini sekarang menjenguk Bapak.'' ujarnya
''Tidak apa Dien, saya mengerti kamu pasti sibuk juga mengurusi perusahaan kan.''
''Hehe iya benar Pak, memang beberapa hari ini di kantor sangat sibuk.''
''Dinie.'' Chillo memanggilnya
''Iya Pak.'' mereka pun saling tatap
''Andinie terimakasih banyak.'' ucap tulus si pria seraya membawa tangan wanita itu dan di genggaman nya.
''Em, untuk apa ya pak? Maaf saya tidak paham maksud bapak.'' kata Andinie
''Iya saya benar-benar berterima kasih padamu Dien, pertama kamu ini adalah wanita yang pemberani kamu membuntuti dua orang sialan itu padahal kamu ini seorang wanita, tapi kamu begitu berjasa untuk perusahaan Dien.''
''Pak.''
''Kamu juga sudah bekerjasama untuk perusahaan ini, maka dari itu saya sangat berterima kasih padamu Dinie dan saya bangga sama kamu, rupanya sekertaris saya ini bukan penakut.'' tak henti nya Chillo memuji Andinie.
Hal ini seketika membuat pipi Andinie sedikit memerah dan juga ia merasa kehangatan tiba-tiba.
''Bapak tidak perlu memuji saya kaya gitu ah pak, saya rasa bukan hanya saya yang akan melakukan hal itu tapi pekerja yang lain pun sama Pak akan melakukan yang menurut mereka benar.''
''Mungkin saja iya Dien, oh ya saya jadi punya ide nih.''
''Ide, maksudnya ?'' Andinie menunjukkan kebingungan.
__ADS_1
''Ya ide, tiba-tiba saja saya ingin berlibur.''
''Liburan pak ?''
''Huum liburan, bagaimana ?''
''Eh ...''
''Iya bagaimana kamu mau tidak,''
''Kok bertanya pada saya Pak, bukankah --''
''Dinie kita akan pergi, kau dan aku akan liburan.''
''Hah, kenapa?''
''Ya karena saya ingin mengajak mu liburan Dinie, dan ini bukti saya memang sungguh berterima kasih padamu, kau mau kan?''
''Em tapi pak, saya menerima terima kasih bapak cuma menurut saya tidak perlu deh Pak harus pergi liburan segala kan.''
''Tapi Pak--''
''Tidak ada tapi tapian Andinie, keputusan saya ini sudah bulat dan kamu gak bisa menolaknya!'' kembali ujar Chillo
''Ya terserah.'' jawaban pasrah Andinie membuat senyum di bibir Chillo semakin merekah.
'Aneh ya tadi kan dia sendiri yang bertanya pendapat ku yang bilang Aku akan ikut tidak?Lalu saat aku jawab tidak usah eh sekarang malah dia bilang tidak boleh ada penolakan, benar-benar aneh. Terus ngapain meminta pendapat ku huuh.' omel Andinie tentu hanya dalam hati.
''Ssshhh.'' tiba-tiba Chillo mendesis
''Pak, kenapa?'' wanita itu panik
''Saya ingin ke toilet.'' beritahu Chillo menatap Andinie
''Oh ke toilet, tapi disini tidak ada kursi roda ya gimana dong.''
__ADS_1
''Memang gak ada kursi roda, tapi kan ada kamu.'' celetuk Chillo
''M-maksudnya.''
''Astaga ya kamu bantu saya ke kamar mandi dong kenapa bertanya lagi.'' cetus Chillo
''Kenapa masih diam kamu gak mau membantu saya hm?''
''I-iya baiklah Pak , saya bantu.''
Saat Andinie selesai mengatakan itu bertepatan dengan itu tangan Chillo sudah mendarat di pundak si wanita begitu cepat.
''Uhh!'' Andinie kaget
''Tolong Dien, saya masih terluka dan lemas!'' Chillo kini memelas
''Em iya, ayo saya bantu ke sana Pak.'' jantung Andinie tidak bisa berdetak santai apalagi saat jaraknya dan Chillo begitu dekat seperti ini.
Di tambah mereka sesekali bersentuhan tangan juga aroma wangi tubuh Chillo membuat pikiran Andinie melayang padahal Chillo tengah sakit.
'Ya Tuhan, Bos ku ternyata semakin tampan dan wangi bila dilihat dari dekat seperti ini.'
'Dia juga tampak keren, kau memang sempurna Pak Cillo, pasti nanti jodohmu akan bangga mendapatkan mu pak.'
'Kamu begitu seksi, juga dengan postur tubuh nya ini pasti wanita manapun akan terpuaskan hihihi.' Andinie terkikik dalam hati.
'Hah apa yang ku katakan, oh tidak tidak.' Andinie sadar dari pikirannya tentang Chillo.
'Tidak Dinie, sadarlah akan ucapanmu.'
'Ngapain kamu punya pikiran kotor pada bos mu '
''Kamu kenapa? Mukul kepala mu sendiri Dinie?''
''Eee .. bukan apa-apa Pak sa- saya tidak kenapa-kenapa Pak.''
__ADS_1
''Dasar aneh ''