
Nayna ingin dia yang datang langsung ke kota Reyhan untuk memberitahu kan undangan atas syukuran empat bulan kehamilan nya nanti Minggu ini kepada Reyhan.
Nayna di antar oleh Bima, dan saat bersiap untuk pergi kembar jadi ingin ikut.
''Ma, aku sama Nayna mau pergi ke kota B sekarang.'' ucap Bima
''Oh jadi pergi kalian apa gak bisa kirim undangan lewat ponsel saja?'' tanya Mama dengan bermaksud takut Nayna kelelahan perjalanan yang cukup jauh itu.
''Ma, aku yang mau kita memberitahu nya dengan langsung pergi.'' ucap Nayna memang ini inginnya
''Mama hanya khawatir kamu kecapean Nay.'' ucap Mama memberikan perhatian
''Insyaallah aku baik baik saja ya Ma.'' kata Nayna
''Yaudah tapi hati-hati ya, eh si kembar ikut gak ?''
''Ikut MA, itu sudah di mobil mereka udah stand by mau pergi.'' jawab Nayna
''Yaudah ayo ke sana Mama mau melihat dulu si kembar.'' ajak Mama, Nayna mengangguk lalu mereka pun berjalan menuju mobil.
''Nenek, adek mu temu Om Nek.'' serunya Cilla begitu senang entah beneran karena akan bertemu Reyhan atau karena memang dia ikut jalan-jalan.
Mama membalas dengan senyuman ikut bahagia, ''Adek sama Abang mau ikut? Emang gak akan lelah capek gitu sayang?'' tanya Mama
''Tidak Nek, karena aku mau main juga ingin jalan-jalan iya kan bang.'' meminta pendapat Cillo
''Iya benar Nenek, Abang juga senang ikut Bunda sama Ayah.'' sahut Cillo ia juga menampilkan wajah bahagianya
''Yaudah kalau itu membuat kalian pada senang, tapi jangan rewel kalau mau apa-apa bilang Ayah kalian.''
''Baik nenek.'' angguk si kembar
Mama mencium kening collapse juga Cillo, kemudian Bima dan Nayna mereka berpamitan pada Mama Ayyu.
''Bun, capek gak?'' tanya Bima di tengah perjalanan
Nayna menggeleng, ''Gak Yah, aku baik-baik saja.''
''Kalau pegal kita istirahat dulu .''
Nayna mengangguk.
''Ayah, Ayah adek lapel.'' ucap Cillo sungguh lucu anak itu dia mengatakan laparnya sambil mengusap perutnya dan ini karena tadi dia sempat melihat makanan kesukaan nya yaitu masakan seafood yang terlewati oleh mobil Bima.
''Kamu lapar Cill? Ya udah ayo kita makan saja dulu.'' ucap Bima
Kemudian mereka pun memilih untuk makan siang dulu dan setelah selesai makan siang, Bima melanjutkan lagi perjalanan nya ke kota Reyhan di mana Bibi Nayna masih bekerja di sana.
Di lain tempat, Reyhan sedang mencari tempat baru untuk nya dengan di temani Paman Sam, pamannya Calista.
Karena sejak kejadian di mana Papi nya marah besar kemarin itu, Reyhan udah gak tinggal di rumah sang Papi. Bahkan tidak membawa sepeserpun uang Papi nya.
Walaupun begitu Reyhan memiliki pekerjaan nya sendiri, dan pekerjaan nya itu hasil kerja keras nya selama ini bukan karena ikut campur tangan sang Papi.
Reyhan memiliki toko besar di kota sebelah yang di kelola temannya, dan kini itu lah properti yang Reyhan miliki untuk menampung hidupnya mungkin akan bersama calistung juga Arjuna nanti.
__ADS_1
''Rey, Paman sangat bangga dengan kamu.'' ucap Paman di perjalanan
''Hm kenapa Paman ?'' Rey belum mengerti maksud Paman nya ini
''Iya Paman bangga kamu mau sama ponakan Paman Calista, kamu belain dia dan memilihnya dari pada pilih Papi kamu Rey. Jadi Paman merasa kamu itu patut di acungi jempol dan juga kebaikan mu patut di contoh orang-orang di luar sana Rey, Om sangat berterima kasih padamu Rey, kamu mau menerima Ponakan Om dengan anaknya.'' jelas Paman Sam yang memang Paman Reyhan juga.
''Hehe Om, ah Om terlalu berlebihan Om muji saya, iya Om sama-sama ini saya lakukan juga karena demi cinta saya sama si neng bule Om. Ya karena saya gak mau kehilangan wanita yang membuat saya nyaman untuk kedua kalinya.'' ucap Rey
''Wanita kedua kalinya, bagaimana ?''
''Dulu aku pernah suka dengan perempuan yang bekerja di kebun nya Papi, tapi sayangnya aku telat menyatakan perasaanku. Sehingga dia keburu di ambil orang lain.'' cerita Rey
''Sabar Rey, Sekarang kan sudah ada ponakan Om.'' Paman menepuk pundak Rey
''Iya Om, makanya aku melakukan ini karena gak mau kehilangan kedua kalinya lagi.''
''Iya, Om akan selalu mendoakan hubungan kalian agar bisa di jalani untuk selamanya.''
''Amiin makasih ya Om.''
Akhirnya Reyhan dan Om Sam, membuahkan hasil juga dan kini Reyhan telah memiliki rumah untuknya tinggal. Bibi Rey menyuruh Rey untuk tinggal di rumahnya juga bareng-bareng
Namun Rey menolak dan tak mau Karena tidak baik orang yang tak punya mahram hidup satu atap tanpa ikatan.
Sesudah menemukan tempat tinggal yang baru, Rey pun kembali lagi namun bukan ke rumah sang bibi melainkan ke rumah Bibi Sri, bibinya Nayna karena dia mendapat kabar bahwa Nayna datang bersama si kembar juga Bima.
''Om, aku kesini dulu ya Aku ada urusan sebentar.'' ucap Rey pada Paman Sam yang mengantarkan sampai rumah Bibi Sri.
''Iya Rey, nanti mau Om jemput lagi ?'' Om menawarkan
''Yaudah Om balik lagi ya Rey.''
''Iya Om, sekali lagi makasih Om.''
''Iya iya .'' paman Sam pun berlalu
Di depan halaman sudah terlihat ada mobil milik Bima juga terdengar ada suara anak kecil mungkin itu Cilla dan Cillo.
Dan Rey berjalan memasuki teras kediaman Bibi Sri kemudian mengucap salam.
''Assalamualaikum.'' ucap Rey di depan rumah
''Waalaikumsalam mas Rey , ayo masuk itu di dalam udah ada Nayna mas.'' ucap Bibi
''Mereka udah sampai Bi, tapi ada acara apa nih Bi Sampai mengundang ku segala ya Bi?'' tanya Rey dan masuk ke dalam
''Katanya sih mau mengundang mas Rey, ke Acara nanti empat bulanan nya Nayna.'' ucap bibi
''Empat bulan ?'' Rey kebingungan
''Iya si Nay dia kan sebentar lagi mau mengadakan acara syukuran empat bulan kehamilan nya dia mas.''
''Jadi Nayna lagi hamil bi?'' wah Rey Sangat terkejut
''iya benar mas, apa mas baru tahu ?''
__ADS_1
Rey pun mengangguk.
''Mas Rey, kami datang dan mengundang mas kesini karena ingin mas hadir ya nanti di Acaranya empat bulanan.'' ucap Nayna
''Oh baiklah nanti saya datang ya neng kalau tidak ads halangan.'' kata Rey
''Harus datang dong ya Mas.''
''Iya neng aku usahakan deh buat neng mah.''
''Kaga usah genit gitu muka nya bisa kan?'' tegur Bima masih menatap permusuhan dengan Reyhan
'Cih, ini juga biasa kok..Situ aja yang berlebihan.''balas Rey dia tidak mengalah
''Udah dong kenapa ribut Mulu kalau lagi ketemu, ayo saling bermaafan dan jadi kan hubungan pertemanan ayo, ayo cepat!'' Nayna membawa tangan Bima dan tangan Reyhan untuk bersalaman.
''Nah gitu enak di lihatnya, benar kan bi?'' Nayna menatap Bibi
''Iya kamu benar Nay, bibi juga senang kalau lihat seperti ini.'' ucap Bibi mendukung
''Hei Cilla Cillo apa kabar hm?'' Rey menyapa dua bocah itu
''Baik Om, adek juga baik Om Ley.'' jawab mereka
''Sykur lah kalau pada baik mah Om senang dengarnya, oh ya kalian suka adik kecil tidak ?'' tanya Rey
''Suka Om, suka!''
''Mau gak main sama Arjuna bocah kecil masih imut belum ada gigi nya.'' ucap Rey
''Capa itu Om ?'' tanya Cilla
''Itu Arjuna, dia dekat sama Om pokoknya dia lucu kaya kalian.''
''Anak siapa itu mas Rey ?'' tanya Nayna menyahut
Tapi Rey hanya tersenyum.
''Itu Anaknya mantan pacar suamimu.'' Bibi yang bersuara
''Oh Juna yang anaknya Calista ? Beneran mas ?''
Rey mengangguk juga,
''Mas, kalian masih sedekat itu atau mungkin lebih dekat ?'' tebak Nayna
''Iya, gak apa kan?'' ucap Rey
''Ya tidak apa-apa, kenapa bertanya pada Nayna dia gak masalah kok, malah aku senang.'' sahut Bima
Rey langsung mencebik-kan bibirnya.
''Apa kalian sudah menjalin hubungan yang serius Mas ?''' tanya Nayna kembali
Rey jadi senyum-senyum, ''Selamat mas, aku ikut bahagia.'' ucap tulus Nayna
__ADS_1
''Makasih loh neng cantik.'' balas Rey dan Nayna mengangguk.