
Reyhan sedang duduk bersama Calista di atas balkon depan rumah Bibi Mut. pria itu membawa tangan sang wanita lalu menggenggam nya erat. ''Nona mulai sekarang kita harus sama-sama berjuang ya untuk hubungan kita ini kau bersedia kan?'' ucap Rey menatap dalam wajah wanitanya ini.
Calista pun mengangguk, ''Baik aku berjanji aku akan berjuang untuk kita bersama, dan maaf ya Rey kalau tadi aku sempat menyerah itu karena aku gak mau kamu jadi anak gak nurut Rey.'' kata Calista mengatakan maksud dirinya tadi dengan menyuruh Reyhan memilih pilihan Papi nya bukan artinya dia tak ingin bersama Reyhan.
''Iya gak apa sayang, aku mengerti maksud mu kok aku paham.'' sahut Rey semakin mendekap erat tangan yang lembut dan putih itu.
''Apa sayang ?'' ulang Calista terkejut dia mendengar sepertinya pria itu menyebut dia dengan kata sayang kan?
''Kenapa, boleh kan aku menyebut mu sayang ?'' kembar ulang Rey
''B-boleh terserah kamu.'' Calista langsung menunduk malu dia jadi seperti anak muda lagi
''Eh kenapa dengan pipi mu sayang ?'' Rey pura-pura panik
''Hah, ada apa memangnya ?'' Calista meraba pipi nya
''Itu sayang pipinya kamu memerah kayak kepiting rebus tahu.'' ejek Rey
''Apa kepiting rebus, enak saja.'' omel Calista
''Iya memerah seperti malu.'' Rey semakin mengejek wanitanya ini
''Rey stoppp!'
''Biarin sayang, aku suka melihat malu-malu mu ini.'' Rey mencubit gemas pipi Calista
''Rey sakit ih!''
''Cih, gak keras-keras juga.''
Malam ini mereka pun bisa bernafas dengan lega karena keduanya sudah mengungkapkan isi hati juga perasaan masing-masing yang sudah saling jujur bahkan mereka memang memiliki perasaan yang sama..Yaitu sama-sama saling cinta.
''Oh iya Rey, sebelumnya kamu itu ada hubungan apa sih dengan Nayna ?'' tanya Calista ingin tahu yang sebenarnya.
''Dulu si neng cantik itu dia pernah bekerja di perkebunan teh milik Papi.'' jawab Rey memberitahu kenapa dia bisa jadi kenal Nayna.
''Oh Nayna pernah kerja di kebun teh, apa sama Bibi Sri ya Rey ?'' tebak Calista
''Iya benar si Neng Nayna kerja sama bibi, tapi tidak lama si neng kembali lagi ke kota lalu tiba-tiba aku mendengar dia akan menikah,'' kata Rey
Dan memang Menikah nya dengan Bima.'' lanjut Rey
__ADS_1
''Iy sih dan sebelumnya juga mereka sudah menikah siri.'' sahut Calista
''Eh iya mereka menikah siri karena apa ya? Ya maksudku mengapa tidak menikah resmi saja begitu.'' tanya Rey
''Karena dulu Bima sakit dia terkena lumpuh sementara, jadi saat itu Nayna merawat Bima dan aku dengar-dengar mereka selalu di pergoki oleh para tetangga saat berinteraksi yang terlalu dekat sehingga mereka di grebek dan menikah siri.'' Calista menjelaskan yang terjadi
''Ohh jadi gitu ya, mungkin kalau bukan karena Bima yang sakit si neng cantik akan menerima ku dulu ya.'' celetuk Rey
Sontak membuat Calista melotot, ''Apa itu maksudnya ? Kamu masih berharap pada si Nayna ?'' pekik Calista
''E-eh bukan gitu sayang.''
''Bukan gitu apa? Barusan kamu bilang kaya gitu..Kamu kalau masih mau dengan dia sudah sana pergi susul dia sana.'' usir Calista jadi marah
''Kok marah sih yang, mana ngusir gitu gak baik yank bukan begitu maksud aku beneran deh, itu kan andaikan bukan sungguhan gitu loh.''
''Menurut ku itu sama saja kamu masih berharap kembali padanya Rey.'' Calista coba meredam amarahnya
''Tidak ada, kan mulai detik ini hanya ada kamu di sini sayang!'' Rey membawa tangan Calista tepat di hatinya
''Cihh lebay kamu.'' tapi sebenarnya Calista tersenyum bangga
''Kamu percayalah kan , kalau dalam hati ini hanya ada kamu ?'' tanya Rey
''Iya baiklah, gak akan kaya gitu lagi. Beneran aku janji.'' ucap Rey
''Kamu sendiri apa iya kamu itu mantan nya Bima ?'' kini gantian Rey yang bertanya tentang Calista
Calista pun mengangguk, ''Benar.''
''Lalu tadi aku melihat mereka begitu marah padamu, kenapa ?'' tanya Rey
Kemudian Calista menceritakan yang terjadi dari awal, di mana wanita itu tidak suka pada Nayna karena terlalu cemburu melihat ada wanita lain di rumah itu tinggal satu atap dengan Bima.
Di tambah kenyataannya Nayna yang sendiri seorang janda, semakin membuat Calista cemburu dan takut kehilangan Bima juga ini karena banyak pesan negatif yang merasuki pikiran Calista dari Bibi nya juga dari Mami nya yang menyuruh dia untuk melawan Nayna, tidur boleh lengah dari pelakor. Padahal kenyataannya Nayna bukan Pelakor yang merebut Bima.
Tentang Jonathan, pria itu hanya cinta bermalam nya Calista bukan se-serius seperti bersama Bima. Namun sayang Calista terlalu naif dan bodoh dia meninggalkan Bima karena bujuk rayunya si brengsek Jonathan.
Rey jadi tahu alasan Calista berbuat jahat kepada Nayna ini di sebabkan karena orang-orang terdekatnya yang menyuruhnya juga memberikan asumsi yang salah terhadap wanita yang menjadi janda.
''Aku menyesal sudah berbuat jahat pada Nayna.'' Calista menyesali perbuatannya dulu
__ADS_1
''Sudah jangan terlalu di cemaskan, aku yakin neng Nayna dia sudah memaafkan mu, tapi kini kamu harus membuktikan pada Nayna dan Bima bahwa kamu sudah berubah bukan lagi Calista yang jahat.'' ucap Rey memberikan nasihat
''Rey ku mohon, bantu aku ya!''
''Iya tentu sayang.'' angguk Rey
**
''Ayah, satu Minggu lagi adalah empat bulan nya si utun adek bayi.'' ucap Nayna memberitahu Bima
''Oh ya Bun sudah mau empat bulan saja ya rupanya anak ayah ini, harus dilakukan syukuran ini mah Bun.'' ucap Bima antusias
my
''Iya kan itu maksudnya Bun juga Ayah, mau ngasih tau Ayah kalau kita harus merayakan acara syukuran empat bulan.'' ucap Nayna
''Yaudah nanti kita bicarakan ini juga sama Mama.'' kata Bima
''Iya Ayah, tapi Bun ingin mengundang mantan bos aku boleh kan Yah?'' ucap Nayna dan meminta ijin dari Bima
''Kenapa ngundang dia segala sih sayang.'' Bima keberatan
''Gak tahu deh, tapi mungkin ini keinginan anakmu Ayah.'' celetuk Nayna mengusap perut nya yang di dalamnya ada junior Bima
''Nak, kenapa kamu mau orang itu datang hm? Apa kamu gak tau Ayah ini gak suka dia berada di dekat Bunda kamu sayang.'' Bima mengajak bicara anaknya yang masih di perut Nayna.
Kemudian anaknya merespon dengan tendangan dan gerakan.
''Yah, kamu merasakan nya tidak tadi?'' tanya Nayna
''Iya, dia gerak kan tadi?'' Bima antusias bahagia
''Huum Yah, anak kita merespon tadi dan mungil ini artinya anak kita setuju Yah untuk mengundang Reyhan.'' tebak Nayna
''Jadi Benar sayang kamu ingin pria itu datang hm?'' tanya Bima berbisik di atas perut Nayna
Anaknya kembali bergerak, ''Tuh kan Yah, dia gerak lagi.''
''Ah mungkin itu perut kamu saja sayang cacing kamu kali yang gerak-gerik lapar.'' celetuk Bima
''Apaan sih, jelas itu anak kamu.''
__ADS_1
''Ya deh baiklah tapi untuk kali ini saja ya, lain kali Ayah gak akan mau menuruti keinginan yang menyangkut tentang pria itu.'' akhirnya Bima setuju
Dan keputusan nya Reyhan di undang kembali ke acara tasyakuran empat bulan kehamilan Nayna. Namun akan datang bersama Calista atau tidak kita lihat saja nanti,.