
Sebelum Papi, Calista juga Rey pergi Bibi memeluk Calista dulu untuk menguatkan sang ponakan yang perasaannya pasti sedang tidak baik-baik saja.
''Teh, yang sabar ya, Bibi doakan moga Arjuna cepat di ketemukan ya Teh, jaga diri Teteh.'' ucap bibi memeluk Calista
''Iya Bi amiin, makasih banyak bi.''
''Ya sayang maaf bibi gak bisa ikut.'' Karena bibi tengah sakit
''Gak apa bi.'' balas Calista
''Yaudah ayo, Sam, Mut kita pergi.'' Pamit Papi
''Iya mas hati-hati.'' balas Sam adik Papi Calista
''Nona, kau yakin akan ikut apa sebaiknya kamu tunggu di rumah aku takut kau kecapean.'' ucap Rey saat sudah mendekati mobil
''Tentu aku ikut Rey, ini Juna loh anakku. Aku gak bisa diam aja Rey,'' balas Calista sedikit tersinggung dengan pertanyaan pria itu
''Tapi aku gak mau kamu sakit.'' sebenarnya Rey hanya ingin Calista menunggu ia dan papi wanita ini yang akan mencari Juna, karena Rey juga mencemaskan keadaan Calista makanya ia menyuruh wanita itu untuk tinggal di rumah saja.
''Gak Rey, pokoknya aku ikut. Ya aku mengerti Rey kamu takut aku kecapean , tapi kalau hanya diam saja di rumah rasanya aku semakin tidak akan tenang Rey.'' ucap Calista meminta pengertian Rey
''Baiklah bila kamu kukuh ingin ikut mencari.'' akhirnya Rey mengalah dan memang mungkin Calista harus ikut ada benarnya juga ucapan wanita ini.
''Pi, tapi kita gimana bisa cari keberadaan Jo ?'' tanya Calista begitu mobil sudah melaju
''Kau tenanggg saja putriku, papi janji akan menemukan cucu Papi apapun itu caranya, dan papi sudah menyuruh anak buah Papi untuk menemukan Pria keparat itu.'' ucap Papi
''Oh ya, Nona kau bawa ponsel mu tidak ?'' tanya Rey tiba-tiba
''Bawa Rey, kenapa ?'' balas Calista
''Boleh ku pinjam.'' Rey meminta ponsel kekasihnya
''Iya ini, tapi mau apa Rey ?'' Calista penasaran
''Tunggu saja apa yang akan kulakukan.'' ucap Rey sambil mengotak-atik ponsel Calista
Dan wanita itu hanya diam sambil memperhatikan Rey.
''Nah, Sudah aku temukan jawabannya.'' pekik Rey ada nada senang terdengar dari mulut pria itu kemudian ia menatap Calista
''Ada apa Rey, jangan berbelit-belit deh.''
''Kita harus ke bandara sekarang, pak tolong pergi ke bandara ya!'' pinta Rey
__ADS_1
''ke bandara kenapa ?''
''Pria itu membawa Juna dan sekarang dia berada di sekitar bandara.'' ucap Rey
''Apa, di bandara beneran Rey ?'' pekik Calista cukup lega sekarang
''Ya lihat ini.'' Rey pun menunjukkan jejak di ponsel Calista dari nomor yang tadi mengubungi pacarnya ini dan dari sanalah Rey bisa menemukan keberadaan Jo yang membawa Arjuna.
''Rey, beneran ini Rey? J-juna ada di sana ?'' Calista senang sekali akhirnya ia sedikit lega karena menemukan Arjuna.
''Iya , Pak ayo cepat kita pergi ke bandara.'' kembali pinta Rey pada Sopir
''Baik mas.'' balas sopir dan melanjutkan arah jalan menuju Bandara
''Rey, aku ingin Juna ku kembali Rey.'' tangisnya Calista pun pecah lagi
''Iya kita pasti akan mendapatkan Juna lagi, kau berdoa lah.'' kata Rey
Calista mengangguk.
''Anak muda terima kasih banyak, dan kau sangat cerdik Nak.'' ucap Papi Sangat bangga pada Rey juga benar-benar bersyukur atas kehadirannya Reyhan
''Iya Om sama-sama, tapi kalau bisa jangan dulu berterima kasih padaku Om, kalau aku belum berhasil membawa Arjuna kembali.'' ucap Rey
''Papi.'' ucap Calista sedikit malu-malu
''Kenapa sayang, bukan kah yang Papi katakan tadi itu benar hm?'' papi sengaja menggoda Calista dan Rey
''Papi, udah ah aku malu.'' ucap Calista lirih
Papi ikut bahagia karena kini anaknya sudah dewasa dan telah menemukan tambatan hati yang terbaik. Papi nya pun bisa menilai bagaimana perangai Rey ini.
**
Sementara di tempat lain, Jo tengah membawa Arjuna si bayi yang masih kecil ini menuju bandara, entah mau membawa pergi kemana pria itu dengan tega nya memisahkan anak kecil yang masih butuh sosok Calista.
Sungguh manusia yang tidak memiliki hati, begitu nama yang cocok untuk Jo.
''Ayo cepat, kita harus segera sampai di bandara.'' perintah nya Jo pada sopir pribadinya ia akan langsung membawa Juna jauh sepertinya
''Baik Pak.'' balas sopir Jo dan menancapkan pedal gas semakin cepat
Dan di mobil nya Rey ia merasa sopir Papi Calista ini sangat lambat menjalankan kendaraan nya. Sehingga Rey memilih ia yang beralih untuk mengemudi.
''Pak, maaf kalau boleh biar saya yang menyetir.'' ucap Rey dia memilih untuk menyetir saja mobil yang sedang membawa nya untuk mengejar si penjahat Jo.
__ADS_1
Sopir menatap pada Tuan nya yaitu Papi Calista, dan Papi mengangguk mengijinkan. Hingga kini Rey lah yang mengendalikan kendaraan.
''Rey, tidak perlu mengebut.'' pesan Calista mengingatkan walaupun tak di pungkiri Calista mencemaskan Juna tapi tidak perlu mengebut juga pikir nya.
''Nona, kau tenang saja aku hati-hati kok.'' balas Rey
Tak lama sampai lah mobil yang di kendarai Rey di parkiran bandara, tak membuang waktu mereka bertiga pun masuk lalu akan mencari kebenaran Jo. Yang memang kini dari jejak Ponsel Sudah berada di tempat yang sama yaitu disini.
''ayo, kita cari dia. Aku lihat dia juga sudah disini.'' ucap Rey
Saat Rey menyebutkan hal itu, kaki Calista rasanya begitu lemas ia takut Arjuna di bawa pergi jauh dari kota ini dan di pisahkan dengan nya, tidak Calista gak mau itu terjadi.
''Sayang, you ok?'' tanya Papi cemas ketika Calista nampak kesusahan berjalan
Calista coba tenang dan ia mengangguk ''Yes Papi, i Ok.'' balas nya
''Ayo dia ada di sekitar sini '' ucap Rey
''Rey, aku gak mau Juna di bawa pergi.'' Calista pun mengatakan kecemasannya
''Sudah jangan pikiran itu Ok, aku disini aku tidak akan membiarkan itu terjadi kau percaya padaku kan sayang?'' Rey memeluk Calista untuk menenangkan kekasihnya ini yang pasti sangat kacau perasaannya.
''Kau sudah lebih tenang, kita bisa pergi?'' Rey memastikan kondisi Calista
''Hm ayo, aku udah baik.''
Dan mereka semua mulai lagi mencari keberadaan Jo, di tempat yang luas ini. Tapi Rey tidak patah semangat dan selalu berpikir positif bahwa ia pasti akan bisa menemukan Arjuna.
'Tuhan tolong Aku, berikan kekuatan untuk ku juga tunjukkan lah di mana pria kurang ajar itu berada, agar aku mudah menemukan nya.' batin Rey dengan meminta petunjuk pada yang maha kuasa
'Ya Tuhan ku, Aku mengaku Aku ini banyak salah Tuhan, mungkin aku tidak pantas bagi mu, tapi Tuhan ku mohon kali ini saja tolong kabul kan doa hamba, berikan petunjuk mu pada ku, agar aku bisa menemukan Arjuna dan tolong kembalikan anakku padaku lagi Tuhan.' doa Calista sambil mencari kesana sini
'Tuhan tunjukkan dimana cucuku, bila ia ketemu aku berjanji saaat itu juga aku akan membawa nya pulang serta ibunya Yaitu Calista, tapi Tolong Tuhan kembalian Arjuna pada ibunya.' pinta Papi
''Nona, terakhir kali hari ini Juna memakai pakaian apa?'' tiba-tiba tanya Rey
''Dia pakai baju warna biru dan hitam Rey, tapi pakai jaket pemberian mu waktu itu Rey.'' jawab Calista memberitahu pakaian yang tadi di pakai Arjuna
Kemudian setelah Calista menyebutkan ciri-ciri Pakaian yang Arjuna kenakan, tiba-tiba Rey pria itu berlari sangat kencang ke arah kanan dengan tak mengatakan apa-apa dulu pada Calista maupun pada Papi nya.
''Rey, kau mau kemana?'' teriak wanita itu bertanya dan terkejut saat pria nya mendadak lari kencang pada arah kanan mereka.
''Tunggu kau ...''
Mau kemana kah Mas Reyhan ini ya ?! Dan kira-kira apa mas Rey, melihat sesuatu? Sehingga berlari cepat kaya gitu?!
__ADS_1