Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Aku mau lagi! Bima ketagihan.


__ADS_3

Suara Nayna menangis setelah melakukan hal yang seharusnya ini membuat Bima keheranan. Bima yang baru selesai membersihkan diri itu keluar dari kamar mandi langsung terkejut ketika Nayna menangis di balik selimut tebal.


''Huhuhu ...Huhuhuuh''


''Sayang kau kenapa ? ada apa ?'' Bima panik


''Bim, kita kenapa melakukan itu.'' dalam isakkan nya Nayna menjawab


''Hah memang kenapa? Oh gini deh kamu yang tenang dulu ya, bicara pelan-pelan.'' Bima dengan sabar mendengarkan penjelasan Nayna.


''Huhuhuu Bim, harusnya kita melakukan setelah menikah resmi, bukan kah itu yang selalu kamu bilang. Ta-tapi kamu malah melakukan nya.'' ucap Nayna


Bima menggaruk tengkuknya dia benar-benar kebingungan, dimana salahnya, toh mereka sudah sah walaupun siri.


''Tapi kan sayang, aku sudah sah jadi suami mu loh .'' ucap Bima


''Iya tapi kan masih Menikah siri, dan aku- aku gak mau itu.'' ujar Nayna


''Kenapa ? kenapa gak mau?'' tanya Bima


''Bim, apa kamu gak tau bagaimana resiko nya wanita yang menikah siri, mereka gak akan dapat apa-apa, lalu gimana kalau aku hamil, tapi kita cuma nikah siri. Kalau ada apa-apa anak ku gak bisa mendapatkan hak nya, aku gak mau itu, huhuhu.'' Nayna mengatakan kecemasannya.


''Ohh masalah itu.'' lalu Bima membawa Nayna dalam pelukannya, menenangkan isterinya. ''Nayna istriku, iya aku minta maaf ya. Meminta hak ku sekarang, dan aku gak bisa nahan sampai nunggu kita melakukan pernikahan yang sah, tapi mau gimana lagi dong sayang, habis aku sudah gak kuat. Aku gak bisa nahan lama lagi Bun. Aku menginginkan mu, aku ini pria dewasa dan normal. Sudah jangan marah lagi ya.'' Bima menjelaskan dengan pelan dan juga mengatakan yang dia tahan selama ini.


''Iya tapi kan, aku tetep takut.''


''Oh masalah itu kamu gak perlu takutkan sayang, kita akan segera melakukan resepsi yang mewah dan megah, juga kamu jangan salahkan aku sepenuhnya Bun.'' ujar Bima


''Loh apa maksudnya ? Kau mau mengatakan aku juga salah?'' kata Nayna


''Ya bukan salah sih Tapie ya aku ingin kau gak menyudutkan padaku saja, karena kamu harus sadar juga ingat sayang, kau tadi itu menikmati juga. Sampai kamu uhh ahh di bawahku, dan kamu sampai menggigit bibir bawah mu ini. Mmmuuacchh! Tuh kan, aku jadi pengen cium lagi.''


''Ihhh Bima, kamu nyebelin.'' Nayna menimpuk Bima pelan dan rasanya sangat speechless.


''Pipi mu kenapa itu sayang?'' Bima mencolek hidung Nayna


''Tau ah, kamu gitu.'' Nayna jutek ๐Ÿ˜ untuk menyembunyikan rasa malu nya.


''Kesini sayang, pokoknya dengarkan ini baik-baik. Aku akan segera menikahi mu secara resmi, dan ya bila kecebong ini sudah bersarang maka itu bagus, si kembar akan segera punya adik lagi. Dan ya, kamu gak perlu cemaskan soal dia, karena anak kita akan mendapatkan harta yang layak karena orang tuanya akan segera menikah resmi, kau percaya padaku kan?'' ucap Bima mantap sambil memeluk Nayna.


''Iya aku percaya, terima kasih Bim.. Sudah menenangkan aku.''


''Sama-sama, dan terima kasih juga karena sudah mau melakukan nya, mungkin akan lagi dan lagi ya.'' kata Bima


''Hah? Lagi dan lagi.''

__ADS_1


***


Mama Ayyu begitu bersyukur karena beliau sudah melihat kedekatan Bima dan Nayna ini semakin intens saja setiap harinya.


Mama selalu mendoakan mereka, agar tetap bahagia dan hidup bersama selamanya. Juga Mama mendoakan Bima agar selalu sayang pada Nayna dam si kembar itu sudah pasti.


Kini waktu sudah menunjukkan pukul lima pagi.


Bima memeluk posesif Nayna seolah takut untuk kehilangannya.


''Bim berat.'' Nayna menyingkirkan kaki Bima


''Masa sih berat sayang, padahal hanya kaki doang kok.'' kata Bima


''Emang iya Bim. Kaki mu berat kan kamu ini laki-laki.''


''Sama saja lah sayang.'' dengan iseng Bima menciumi leher Nayna


''Ahh Bim, geli.'' Nayna kegelian tapi bagi Bima suara Nayna tadi itu terdengar menantang.


''Kenapa harus mendesah sih sayang ?''


''Ih siapa yang mendesah gak ada.'' balas Nayna tak merasa


''Tadi aku dengar loh, kamu bilang ah geli.'' Bima mengulang


''Sudah ah, ini dah pagi aku mau mandi dan sholat.'' Nayna sudah ingin beranjak


''Tunggu dulu sayang.''


''Kenapa lagi ?'' Nayna menoleh


''Bun, kita main lagi sekali lagi yuk Bun.'' ajak Bima dengan tangan sudah kemana-mana.


''Takut kesiangan.''


''Gak akan, janji main nya cuma sebentar.'' bujuk Bima


''Beneran ya?''


''Iya Bunda, gak akan lama.''


Bima kembali membaringkan tubuh Nayna, dan ia pun langsung melanjutkan hasrat nya menyalurkan pada yang seharusnya.


Bima mencium bibir Nayna yang bewarna merah menggoda ini. Sambil mencium bibir itu tangan Bima sudah menari-nari di area puncak gunung dua indah yang terdapat di tubuh Nayna.

__ADS_1


''Ahhh Nay, kau- begitu nikmat sayang.''


Nayna semakin menekan cengkraman tangannya di kepala Bima, saat Bima ******* pucuk buah kembar nya. ''Ssshhhh mmmmhh ahhh.''


Lagi, untuk kedua kalinya. Bima memasuki sesuatu hal yang hangat dan memabukkan. Bima jadi ketagihan ingin lagi dan lagi.


''Bim, ahh.''


''Nay, Nayna aku- menyesal Nay ahh.''


''Apa maksudmu menyesal ?'' Nayna melotot tapi Bima tersenyum menggoda sambil tetap me maju mundurkan di bawah sana.


'Iya Nay, aku menyesal sekali. Kenapa baru sekarang aku melakukan nya dengan tak Menikahi mu sedari dulu Nay. Kalau ternyata seenak ini, ahhh.''


''Oh jadi kamu hanya ingin merasakan nya saja ?''


''Bukan hanya ingin itu nya doang tapi ingin memiliki mu juga Nay. Kalau saja tahu akan sehebat ini, iya aku dulu akan menuruti Mama untuk menikahi mu.''


'Aku gak mau ah, kalau hanya nafsu doang๐Ÿ˜'' Nayna cemberut dan menjadi jutek


''Gak lah bukan begitu, hanya aku nyesel gitu baru menikah itu saja kok., dan ya ternyata punya istri menyenangkan juga. mmuahhhh.''


''Ah yang benar ?''


''Iya lah masa bohong sih.'' Bima meyakinkan


''Ahhh Bim, ahhh Ahhhh.'' ketika Bima menghentakkan semakin cepat, Nayna pun menikmati dan mencengkeram erat bahu Bima.


''Terima kasih Nay.'' Mereka pun sudah keluar lagi sama-sama.


Pagi ini di awali dengan gaya yang panas-panas. Padahal hari masih pagi. Setelah menunaikan kewajiban kewajiban yang memang wajib. Nayna pun kembali mengerjakan tugas nya yaitu menyiapkan sarapan pagi.


''Loh Nay, sudah kamu duduk saja biar Mama atau bibi yang masak.'' tegur Mama ketika Mama datang ke dapur dan melihat Nayna sudah siap memasak


''Hehe ma, iya gak apa-apa ma. Nay udah biasa kan setiap hari juga kaya gini kok ma.'' balas Nayna


Lalu Mama tidak sengaja melihat rambut Nayna yang masih bercucuran air sehabis mandi. Mama jadi senyum-senyum sendiri nih.


Apalagi saat Anaknya Bima datang dengan rambut yang sama basah nya, membuat dugaan Mama semakin besar saja.


''Pagi ma.''


''Iya pagi Bim.'' balas Mama dengan penuh kebahagiaan pagi ini.


Alhamdulillah Sepertinya mereka sudah ketahap yang lebih lanjut. Aku begitu bersyukur bila mereka melakukan nya dan berharap ini awal yang baik bagi mereka berdua. Bim Mama bangga padamu. bisik batin Mama.

__ADS_1


๐Ÿฅ€


Selamat Malam Jumat, Uhukkk!


__ADS_2