Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Kegundahan Calista


__ADS_3

Suara ayam berkokok membangun pria yang lagi tidur nyenyak itu, ''Hoamm, rupanya sudah pagi.'' ia bergumam karena sambil menguap


''Eh, rupanya gue lagi di rumah.'' ujarnya terkekeh saat menatap ruangan yang dominan abu itu, yang memang kamarnya Reyhan.


''Berarti yang kemarin itu bukan mimpi, yang Papi gue katakan adalah nyata. Hufft, padahal gue berharap itu semua hanya mimpi.'' lanjutnya berbicara sendiri sambil mengingat perkataan Papi nya yang tiba-tiba marah, lalu dengan seenaknya menyuruh Reyhan menjauhi Calista, dan lebih parahnya lagi Papi nya itu ingin menjodohkan Reyhan dengan anak clien sang Papi.


''Oh ya ponsel.'' Reyhan mencari ponselnya yang lupa dari semalam tak dia lihat karena ketiduran.


''Astaga, banyak sekali pesan dari si Nona bule, hahaaa pasti dia semalam NUnggu balasan ku,dan mungkin dia kesal karena tidak aku balas. Sorry Nona, aku tertidur pulas.'' ucap Rey ketika membawa banyak pesan dari Calista.


Tut


Tut


Tak membuang waktu Reyhan dia menelpon nomor Calista, karena untuk berbalas pesan saja Rasanya tidak puas.


[Ada apa ?] Suara cetus terdengar di telinga Reyhan


[Kok jutek amat sih, Mama Arjuna.] goda Rey


[Mau apa jangan banyak bicara deh.]


[Pertama, aku ingin minta maaf ya aku gak balas pesan mu karena semalam aku ketiduran lupa ngabarin kamu dulu,aku capek habis perjalanan jauh. Dan yang kedua aku kangen sama Juna. Jadi jangan marah cemberut begitu ah, nanti manisnya hilang.] Reyhan menjelaskan agar Calista tak berpikir aneh tehadapnya.


[Oh Yasuda, siapa yang marah gak ada.] ucap Calista ada rasa tenang setelah mendengar penjelasan Reyhan yang dia khawatirkan dan tunggu-tunggu kabarnya.


[Tidak perlu mengelak Nona, aku bisa melihat dari sini itu wajahmu sangat jutek banget Nona sama aku, tapi sekarang jangan cemaskan aku , oh ya di mana Juna ku?] tanya Rey mengalihkan pembicaraan


[Tuh ada, lagi sama Sani.] Calista memperlihatkan Arjuna di gendongan Sani di layar ponselnya pada Reyhan, Sani masih sepupu Reyhan juga,


[Halo sayang, lagi main sama onty Sani ya Nak, Juna ini om.] panggil Rey


Arjuna langsung menolehkan kepalanya pada ponsel ketika mendengar suara Rey.


[Duh Juna, baru saja beberapa jam belum hari, tapi Om sudah rindu kamu Om jadi pengen kesana lagi Juna.] ucap Rey


[Rey, Juna ada yang jagain kok di sini, tuh lihat dia anteng sama Sani, kamu di sana fokus pada pekerjaan mu Rey.] Calista niat mengingatkan dan mendukung Reyhan.


[Iya aku ingat Koo, tapi beneran ternyata aku gak bisa jauh dari Arjuna.] kukuh Rey


[A, makanya cepat selesaikan pekerjaan di kebun teh nya, agar kembali lagi kesini A.] sahut Sani

__ADS_1


[Iya San, secepatnya Aa akan kesana lagi kok.] kata Reyhan


[Tapi A, jangan dulu kemana-mana A, kalau pekerjaan mu belum beres kecuali mau di omelin si Om juragan, hahaa.] ejek Sani


[Awas kamu, berani ejek AA ya.]


Kemudian mereka berlanjut mengobrol di ponsel, dan siang harinya Reyhan sudah kembali ke perkebunan untuk mengecek semua yang dia tinggalkan beneran hari kemarin.


Tok


Tok


Ada yang mengetuk pintu ruangan Reyhan,


''Siapa?'' teriak Rey bertanya


Pintu terbuka dan ada seorang wanita cantik yang menengokan kepalanya ke dalam.


''Permisi apa ini ruangan nya Aa Rayhan ?''.tanya wanita itu


''Ya, kenapa ?'' Rey kebingungan ada wanita asing mencarinya


''Hm silahkan.''


''Sebelumnya perkenalkan A, saya Anisa anaknya Papa Heru.'' ucap perempuan itu ketika mendekati Reyhan


''Oh ada keperluan apa ya?'' Rey masih lupa dengan nama wanita ini


''Ini A, saya bawakan sarapan siang untuk Aa, ini saya loh yang masak A.'' ujar wanita itu memberikan paper bag pada Reyhan


''Kenapa repot-repot Neng, dan apa sebelumnya saya minta , tidak kan?''


''Gak apa-apa A, karena mulai sekarang aku akan sering dan Setiap hari menyiapkan sarapan siang nya Aa.'' ucapnya tersenyum ramah


''Loh kenapa begitu, tidak perlu Neng karena saya akan merasa tidak enak.'' Rey benar-benar kebingungan


''Tapi ini akan tugas saya A, karena saya ini kan calon istrinya Aa.'' ucapan wanita itu sangat mengejutkan


''aapa calon istri ?'' Rey kaget


''Iya AA, kenapa ya?'' Anisa juga kaget dengan reaksi Reyhan yang terkejut

__ADS_1


''Tadi siapa namamu ?'' Rey memastikan


''Anisa!''


Kamu sudah Papi jodohkan dengan anaknya clien papi, yaitu Anisa namanya. begitu yang Reyhan ingat kembali kata-kata sang Papi.


Oh tidak, apa Anisa itu ini orangnya, tapi apa maksudnya semua ini, kenapa tiba-tiba dia datang dan mengatakan akan membawakan makanan siang ku. Apa ini rencana Papi. batin Rey menebak


Karena tidak enak, Reyhan menerima masakan yang di bawa oleh Anisa. DAN ternyata masakan Anisa enak juga.


**


''Teh, Teteh sudah sedekat itu sama si Aa?'' tanya Sani kini serius


''Kenapa memangnya San, ada apa kamu terlihat cemas ?'' tanya balik Calista


''Teh, Teteh kenal orang ini gak?'' Sani tiba-tiba menunjuk foto pria yang lagi duduk bersama pria baya tapi seperti mirip Reyhan


''Kamu kenapa bisa dapat foto dia?'' Calista terkejut lalu menatap Sani


''Kemarin pria itu datang ke rumahnya Om, Papi nya Aa Rey, yang ini Teh.'' menunjukkan pria baya


''Mau apa San?''


''Dia mengatakan kalau dia itu mantan nya Teteh, dan dia menjelekkan Teteh pada Om, katanya Teteh begini dan begitu Teh, Teteh sudah memperalat dia menjebak nya, tapi Sani gak ngerti jebak apa, Terus Sani dengar juga dia mengaku Teteh lagi jebak si Aa katanya, Dan parahnya Om percaya dengan kata-kata pria itu, nah si Aa pulang ya karena Om yang nyuruh dan terhasut omongan orang ini Teh, tapi apa benar yang dia bilang Teh ? Tapi Sani gak percaya.'' ucap Sani menjelaskan yang dia lihat dan dengarkan kemarin.


''Iya dia mantan Teteh, tapi omongan nya yang lain itu salah San, Sebenarnya dia yang jahat gak mau tanggung jawab, dia itu Ayahnya Juna San, tadi dulu bahkan dia gak mengakui Juna San, tapi kemarin kami bertemu di sini rumah sakit ini. San dan lebih parahnya dia ingin menculik Juna dari Teteh San, tapi untungnya ada Rey kemarin nolongin Arjuna. Teteh gak tau dan gak nyangka dia bisa datang ke orangtuanya Reyhan, padahal sebelumnya dia tak mengakui Juna, mau apa dia sampai membawa-bawa Reyhan.'' ucap Calista


''Jadi itu ayahnya Juna ya Teh, kook jahat sekali ya mau culik anaknya padahal gak mengakui kemarin-kemarin ya Teh, iya dia datang ke rumah Om, dan menjelekkan Teteh, katanya Teteh membawa pengaruh buruk bagi si Aa, dan parahnya ya Teh, si Om percaya karena si Aa gak juga pulang beberapa hari ini, jadi si Om Anggap omongan Pria itu benar tentang Teteh , tapi Teh lebih parahnya nih ya aku dengar-dengar si Aa akan di jodohkan sama rekan kerja nya si Om Teh.'' beritahu Sani


''Apa San, di jodohkan ?'' Calista Kembali terkejut


''Iya Teh, dan ini gara-gara pria itu menjelekkan Teteh di depan si Om, yang jadi imbasnya itu si Aa. Padahal AA gak akan pernah mau di jodohkan begitu Teh.''


Reyhan di jodohkan, dan ini karena ulahnya si Jonathan, sebenarnya apa sih mau pria itu. Kenapa harus bawa-bawa keluarga Reyhan yang baik itu. Reyhan, apa kamu akan menerima perjodohan itu Rey? Kok aku merasakan tidak rela sih. batin Calista


Calista langsung berpikir keras tentang suatu kenyataan, kalau pria baik itu akan menikah dengan orang lain, dengan pilihan orangtuanya. Ini membuat Calista tidak percaya diri, dan mungkin dia perlahan mundur selangkah demi selangkah.


'Rey, sepertinya orangtua mu benar, kamu tidak pantas untukku, dan kamu memang harus mendapatkan wanita yang baik dalam segala hal Rey, tidak seperti ku yang tidak jelas dan juga penuh masalah ini.'


''Rey, terima kasih banyak ya kamu baik untuk Juna dan aku..Semoga kamu bahagia dengan pilihan orangtua mu. Aku mencintaimu Reyhan.'

__ADS_1


__ADS_2