Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia
Bab 13. Perjodohan


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 2


Perjodohan




"Akh sshh!!" Jeevan memekik keras saat luka di tubuhnya tengah diberi obat oleh Fritzy.


Ya Jeevan telah kembali ke markas dengan kondisi terluka setelah berkelahi dengan para anggota gangster di tempat mereka tadi, Jeevan memang kalah sebab pasukan yang ia bawa tak sebanyak para gangster disana. Akibatnya, ia dan yang lainnya pun terluka lumayan parah. Bahkan sampai ada yang pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.


"Pelan-pelan dong Fritzy, kamu jangan bikin saya kesakitan!" ujar Jeevan.


"Maaf bos, tapi saya juga daritadi udah pelan-pelan kok. Mau sepelan apa lagi bos?" ucap Fritzy.


"Akh, tapi ini masih sakit. Kamu gak ngerasain jadi saya sih," ucap Jeevan.


"Ya emang enggak bos, kalau saya yang sakit pasti bos gak bakal mau obatin saya," ucap Fritzy.


Jeevan melirik sinis ke wajah Fritzy, "Jelaslah, ngapain saya harus obatin kamu? Disini yang bosnya itu saya atau kamu?" geramnya.


"Hehe, iya iya bos. Yaudah saya lanjut obatin ya? Ini takutnya infeksi tau bos," ucap Fritzy.


"Iya cepetan!" suruh Jeevan.


"Yakin nih bos cepetan? Bukannya tadi bos bilang pelan-pelan ya?" tanya Fritzy memastikan.


"Cepet tapi pelan," jawab Jeevan.


"Gimana caranya tuh bos?" heran Fritzy.


"Ah tau lah, udah kamu buruan obatin saya!" geram Jeevan.


"Iya iya bos.." Fritzy mengangguk patuh.


Lalu, gadis itu pun kembali mengobati luka di wajah serta lengan dan kaki Jeevan dengan obat merah yang sudah disiapkan. Ia melakukannya dengan perlahan, agar tidak membuat Jeevan merasa sakit. Tapi tetap saja, Jeevan selalu meringis kesakitan saat lukanya diobati.


"Andai ada kamu disini Queen, pasti saya akan suruh kamu buat obatin saya," batin Jeevan sambil membayangkan wajah Queen.


Tak lama kemudian, ponsel miliknya berdering secara tiba-tiba. Membuat Jeevan sedikit kaget, lalu memerintahkan Fritzy berhenti sebentar agar ia bisa mengangkat telpon itu. Fritzy menurut dan membiarkan Jeevan mengangkat telpon lebih dulu, karena Jeevan sudah penasaran.

__ADS_1


📞"Halo! Ada apa kamu hubungi saya? Masalah serangan di lelang? Saya lagi cari tau," ujar Jeevan.


📞"Bukan pak Jeevan, tapi ini soal klien kita yang komplain karena wanita yang dia beli dibawa pergi oleh salah seorang utusan anda," ucap Sandro.


Jeevan terbelalak lebar, tak mengerti siapa orang yang mengaku sebagai utusannya dan membawa kabur wanita miliknya dari sang klien.




Sementara itu, Queen menjenguk papanya di rumah sakit sembari membawakan bunga yang sudah dirakit dengan indah. Queen menyapa sang papa dan duduk di sebelahnya, tersenyum lebar lalu mengusap wajah pria itu.


Melihat kehadiran putrinya, Salman sontak membuka mata dan menatap ke arahnya. Ia tersenyum lalu berniat bangkit, tapi dengan cepat Queen menahannya karena memang kondisi sang ayah saat ini belum pulih benar dan masih harus banyak istirahat.


"Eh pa, udah papa tiduran aja jangan banyak gerak dulu!" ucap Queen dengan cemas.


"Papa udah gapapa sayang, papa bisa kok kalau cuma duduk mah. Lagian bosan tau tiduran terus kayak gini," ucap Salman.


"Pa, dengerin aku ya! Aku gak mau papa kenapa-napa lagi, nurut aja ya pa!" ucap Queen.


"Iya deh, papa nurut aja kalau sama kamu. Makasih ya sayang udah mau jenguk papa disini, papa kesepian tau daritadi sendirian," ucap Salman.


"Iya pa, aku kan juga kangen sama papa. Maaf ya aku baru bisa datang sekarang, soalnya aku kan harus urus bisnis papa," ucap Queen.


"Baik kok pa, perlahan-lahan aku udah mulai ngerti juga cara ngurusnya. Sekarang papa fokus aja sama kesembuhan papa ya! Urusan bisnis papa, biar aku yang urus," ucap Queen.


"Makasih ya sayang, papa beruntung punya anak seperti kamu!" ujar Salman.


"Sama-sama pa," Queen tersenyum dan memeluk tubuh papanya yang terbaring disana.


"Uhuk uhuk uhuk.." tiba-tiba Salman terbatuk-batuk dan membuat Queen cukup panik.


"Hah pa? Papa kenapa pa??" kaget Queen.


"Eee papa gapapa sayang, tadi cuma batuk aja. Kamu gausah khawatir gitu dong, lihat kan papa gak kenapa-napa?" ucap Salman tersenyum.


"Ih papa, kalau ada yang sakit bilang dong jangan disembunyiin begitu! Biar aku panggil dokter aja ya?" ucap Queen.


"Jangan sayang! Papa kan udah gak kenapa-napa, papa cuma butuh pelukan dari kamu. Sini dong peluk papa lagi!" pinta Salman.


"Iya iya papa.." Queen tersenyum tipis, lalu memeluk papanya sambil mengusap lembut.

__ADS_1




TOK TOK TOK...


Aqila melangkah ke depan pintu dan membukanya perlahan, ia melihat Caitlyn berdiri disana menatapnya sambil tersenyum. Aqila sontak tersenyum lebar, lalu memeluk Caitlyn erat sangking senangnya dengan kedatangan gadis tersebut ke rumahnya.


"Duh duh duh, tante senang banget kamu datang lagi kesini sayang!" ucap Aqila penuh ceria.


"Ahaha, iya tante aku juga senang kok. Aku sengaja datang soalnya aku masih kangen sama tante dan Jeevan," ucap Caitlyn.


"Yah tapi sayang banget, Jeevan lagi di luar sayang. Gapapa deh, nanti biar tante suruh dia pulang. Yuk kamu masuk sayang!" ucap Aqila.


Caitlyn mengangguk disertai senyum tipisnya, ia melangkah masuk ke dalam rumah itu bersama Aqila yang menggandeng tangannya. Mereka lalu menuju ruang tamu dan duduk di sofa untuk mulai melanjutkan obrolan mereka, tak lupa Aqila juga menyuruh pelayannya membuatkan minuman.


"Sayang, ada sesuatu yang tante mau ucapin ke kamu. Tadinya tante malah mau ke rumah kamu, eh tapi kamu udah datang duluan kesini," ujar Aqila.


"Ahaha, iya tante gapapa biar aku aja yang kesini. Emangnya ada hal apa ya tante sampai tante mau ke rumah aku? Apa yang tante mau omongin ke aku?" tanya Caitlyn penasaran.


"Begini Caitlyn, tante dan papanya Jeevan sudah setuju untuk menjodohkan kalian berdua. Tinggal kita bicara sama kalian apakah kalian setuju atau enggak," jawab Aqila.


Caitlyn terbelalak kaget, "Serius tante? Aku gak yakin deh kalau Jeevan mau terima perjodohan ini," ucapnya.


"Loh kenapa sayang?" tanya Aqila heran.


"Ya kan tante tahu sendiri sikap Jeevan kayak apa, dia gak suka dipaksa apalagi soal jodoh. Aku khawatir aja dua malah marah nanti," ucap Caitlyn.


"Ya tante ngerti, tapi Jeevan itu kan anak tante. Jadi dia harus nurut sama apa yang tante mau, dia gak boleh nolak perjodohan ini!" ucap Aqila.


"Eee kalo gitu aku ngikut tante aja deh, aku juga sebenarnya emang suka sama Jeevan sejak dulu. Tapi, Jeevan kelihatannya mah enggak," ucap Caitlyn.


"Jangan putus asa dulu Caitlyn! Cinta itu bisa tumbuh seiring waktu, yang penting kamu setuju sama perjodohan ini," ucap Aqila.


"Aku setuju tante," ucap Caitlyn pelan.


Aqila sontak tersenyum dan memeluk tubuh Caitlyn, disini keduanya sama-sama bahagia. Aqila memang sejak dulu ingin sekali menjodohkan Jeevan dengan Caitlyn, begitupun Caitlyn yang juga sudah memendam rasa pada Jeevan sejak lama.


"Akhirnya sebentar lagi kamu bakal jadi milik aku Jeevan, i can't wait for it." batin Caitlyn dengan seringaian kecilnya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2