Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia
Bab 40. Alia adikku


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 2


Alia adikku..




Aulia yang masih syok, menemui teman-temannya di taman kampus, yakni Lova dan Nina. Mereka berdua pun terlihat heran saat Aulia datang dengan wajah syok nya disertai nafas yang terengah-engah, tentu saja keduanya langsung menghampiri Aulia dan bertanya apa yang terjadi pada gadis itu.


"Eh Aul, lu ngapa ngos-ngosan gini? Darimana aja sih lu emang sampe bisa kecapekan banget?" tanya Lova terheran-heran.


"Haaahhh haaahhh.." Aulia coba menetralkan nafasnya terlebih dulu, ia membungkuk memegangi lututnya yang terasa letih.


Setelah dirasa kuat, barulah Aulia kembali berdiri tegak menatap kedua sahabatnya itu. "Jadi gini guys, gue itu barusan abis ketemu sama perampok di kampus kita ini." jelasnya.


Sontak Lova dan Nina terkejut bukan main, mereka kompak berkata. "Hah rampok??" Aulia mengangguk mengiyakan ucapan mereka.


"Seriusan lu Aul? Kok bisa di kampus ini ada rampok? Jangan ngada-ngada deh lu, keamanan disini kan ketat banget!" ucap Nina tak percaya.


"Ih serius Nina, gue aja tadi tabrakan sama tuh rampok. Dia cowok, terus masih muda gitu. Malah dia sempat peluk gue juga sebelum akhirnya kabur gara-gara dikejar satpam kampus," ucap Aulia.


Tiba-tiba Lova dan Nina kompak saling pandang sambil terkekeh kecil, yang membuat Aulia merasa keheranan.


"Kenapa kalian ketawa? Apa yang lucu emangnya?" tanya Aulia tak mengerti.


"Hehe, gue sama Nina tahu nih yang lu maksud Aul. Pasti rampoknya itu ganteng kan? Terus lu suka sama dia gitu?" kekeh Lova.


"Ahaha, aduh Aulia Aulia... jomblo sih boleh, tapi gak rampok juga lu incer kali," cibir Nina.


"Apaan sih kalian? Gak jelas banget jadi orang, gue cerita apa malah pada bahas apa. Gue bukan suka sama dia, yang gue masalahin disini tuh gue kayak pernah ketemu sama tuh cowok. Soalnya waktu dia peluk gue, itu gue ngerasa ada yang aneh gitu dari cara dia natap gue. Tatapannya kayak pernah gue lihat, tapi gue gak tahu kapan," ucap Aulia.

__ADS_1


"Umm, mungkin cuma perasaan lu aja kali Aul. Atau emang lu pernah ketemu sama dia, tapi lu lupa. Coba aja lu ingat-ingat lagi gih!" ucap Lova.


"Daritadi juga gue udah coba, tapi tetap gak berhasil. Gue gak tahu tuh cowok siapa, dan perasaan juga baru kali ini kok gue ketemu sama dia," ucap Aulia.


"Ya kalo gitu berarti perasaan lu salah kali Aul, udah sih gausah dipusingin begitu. Lagian emang lu mau kenal sama rampok?" ucap Nina.


"Ya enggak lah, ogah banget gue punya kenalan kayak tuh orang. Gue yakin dia itu udah biasa ngerampok kayak gitu, tapi untung aja tadi dia gak apa-apain gue," ucap Aulia.


"Eh iya bener tuh, syukur banget lu gak diculik atau diapain gitu sama dia! Biasanya kan kalo di film-film misal lu ketemu sama orang jahat, pasti lu bakal disandera atau diculik," ucap Nina.


"Itu dia, makanya gue lega banget karena dia gak apa-apain gue tadi," ucap Aulia.


"Yaudah, sekarang kita ke kantin aja yuk!" ajak Lova mengalihkan pembicaraan.


Aulia mengangguk setuju, lalu ketiga gadis itu memutuskan pergi ke kantin sesuai ajakan Lova. Meskipun Aulia masih belum bisa melupakan kejadian saat ia berpelukan dengan Victor.




Meski begitu, Victor tetap merasa lega sebab ia dan Danish tidak tertangkap tadi. Memang benar julukan yang diberikan orang-orang pada mereka, yakni sang predator yang lincah. Tentu saja itu karena mereka bertiga belum pernah ada yang ditangkap polisi secata langsung sampai sekarang.


"Bro, lu aman kan? Gak ada apa-apa yang luka gitu? Soalnya tadi pas gue udah di dekat mobil, eh lu malah gak tahu kemana," tanya Danish.


"Gue aman, lu tenang aja kali bro!" jawab Victor.


"Serius lu? Terus tadi lu kemana dulu sih emang?" tanya Danish penasaran.


"Ohh, iya itu gue gak sengaja nabrak mahasiswi di kampus itu. Terus ya gue tolongin dulu dia, eh hampir aja gue ketangkap sama si satpam," jawab Victor santai.


"Ya ampun bro, lu ceroboh banget sih! Harusnya kalo lu nabrak, yaudah lu gausah tolongin lah! Tinggal kabur aja kan beres, daripada lu ketangkap," ucap Danish.

__ADS_1


"Bukan itu yang jadi masalahnya bro, tapi si cewek yang gue tabrak ini tuh beda gitu. Gue ngerasa kayak gue pernah kenal sama dia sebelumnya, tapi gue gak tahu dia siapa. Makanya daritadi gue terus mikirin dia," ucap Victor.


"Hah? Mungkin bisa aja lu pernah gak sengaja papasan sama dia waktu dimana gitu, udah lah gausah terlalu dipikirin!" ucap Danish.


"Mana bisa sih bro? Gue yakin banget firasat gue gak mungkin salah, gue sama tuh cewek kayak punya ikatan gitu," ucap Victor.


"Maksud lu? Bilang aja karena cewek yang lu tabrak itu cantik, ya kan? Makanya lu ngerasa aneh pas peluk dia," cibir Ellia.


"Iya sih dia cantik, gue akui itu. Cuma tetap aja gue ngerasa kayak gue sama tuh cewek ada hubungan gitu, mungkin gue harus ketemu lagi sama dia buat mastiin," ucap Victor.


"Yaudah bro, lu temuin dia aja kapan-kapan nanti. Sekarang kita fokus dulu bawa barang-barang yang udah kita rampas ini ke markas!" ucap Danish.


Victor mengangguk setuju, mereka bertiga pun tidak berbicara lagi. Terlebih Victor yang fokus pada wanita yang tadi ia temui di kampus, Victor jadi teringat kembali pada Alia, adiknya yang hilang dan entah dimana saat ini. Ia berpikir mungkinkah wanita itu adalah adiknya.


Sementara Ellia yang duduk di depan, sesekali menoleh ke belakang memastikan kondisi Victor. Ia sebenarnya cemburu ketika Victor membahas wanita lain di depannya, tapi ia juga tak mungkin emosi dan menyuruh Victor melupakan wanita itu, sebab ia bukanlah siapa-siapa bagi lelaki itu.


"El, lu ngapain bengong aja sambil ngeliatin si Victor? Awas naksir loh!" tegur Danish.


"Hah? Ngomong apaan sih lu? Gue cuma kasihan aja lihat si Victor bengong terus tuh!" sentak Ellia.


"Buset galak amat sih, biasa aja kali. Gue kan cuma bercanda El," kekeh Danish.


"Kalian jangan pada ribut dong! Gue lagi mikir nih!" geram Victor.


"Mikir apa sih Vic? Cewek tadi yang lu tabrak?" tanya Ellia sedikit tak suka.


"Iya, gue ngiranya dia itu Alia, adik gue yang hilang. Soalnya gue ngerasa kenal banget sama mata itu, mata yang indah," jawab Victor.


Ellia hanya terdiam, sedangkan Victor masih terus memikirkan mengenai wanita yang dia kira sebagai Alia sang adik.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2