
#Terjebak Gairah Sang Mafia 2
Panas banget
•
•
Saat di dapur, Queen membuka kulkas dan mengambil sebuah botol minuman tanpa perduli apa yang ada di dalamnya. Queen pun langsung menenggaknya sampai sisa separuh, ia benar-benar haus dan rasa minuman itu sangat enak sampai membuat Queen ketagihan.
"Ahh enak banget nih rasanya, minuman apa coba ini? Kok gue jarang lihat di toko atau minimarket ya? Siapa coba yang beli?" gumam Queen.
"Nona!" panggil Reza secara tiba-tiba yang membuat Queen menoleh karena terkejut.
"Ish, apaan sih lu? Bisa gak jangan ngagetin gue!" kesal Queen.
"Maaf nona, tapi nona jangan minum itu! Itu tuh minuman saya nona," ucap Reza menunjuk ke arah botol di tangan Queen.
"Yah elah pelit banget sih lu, bagi sedikit aja masa gak boleh! Lagian gue disini bos lu, jangan pelit sama bos sendiri Reza!" sentak Queen.
"Bukan begitu nona, tapi itu—"
"Ah udah udah bodoamat, nih gue balikin punya lu! Baru gue minum setengah kok, masih banyak lah," sela Queen seraya memberikan botol minuman itu pada Reza.
Sontak Reza terbelalak, "Apa nona? Nona sudah minum minuman ini?" tanyanya dengan kaget.
"Iya, emang kenapa sih? Lo gausah lebay gitu kali, gue ganti deh nanti!" ujar Queen.
"Bukan masalah gantinya nona, tapi harusnya nona gak minum minuman ini!" ucap Reza panik.
"Lah kenapa sih emang? Itu minuman apa sampai gue gak boleh minum?" tanya Queen penasaran.
"Eee ini tuh minuman..."
"Duh duh, kok tiba-tiba jadi panas banget ya disini? Lo ngerasain juga gak sih?" ucap Queen sambil mengipas-ngipas tubuhnya yang terasa panas dan mulai berkeringat.
__ADS_1
Reza menepuk jidatnya, ia panik karena kinerja minuman itu sudah bereaksi di tubuh Queen. Ia sungguh bingung harus berbuat apa saat ini.
"Mampus saya! Apa yang harus saya lakukan ke nona Queen sekarang? Gak mungkin dong saya bantu dia buat hilangin rasa panas itu di tubuhnya?" batin Reza merasa panik.
"Anjir panas banget! Dah ah gue mau ke kamar aja, lain kali pasang AC yang banyak ya disini!" ucap Queen.
"I-i-iya nona," Reza mengangguk gugup.
Queen pun melangkah pergi melewati lelaki itu masih sambil mengipas-ngipas lehernya, tangannya juga berupaya melonggarkan baju yang ia kenakan agar rasa panas itu berkurang. Namun, yang terjadi justru tubuhnya makin memanas terutama di bagian intinya.
"Ahh, ini gue kenapa sih? Apa gara-gara minuman itu ya?" gumam Queen merasa bingung.
Tak lama kemudian, Dinda muncul dan keheranan melihat apa yang dilakukan Queen saat ini. Tampak Queen tengah melepaskan kancing bajunya dan mengipas-ngipas lehernya disana, sontak Dinda bingung mengapa Queen bertingkah seperti itu. Dinda pun langsung bergerak menghampiri Queen untuk bertanya pada wanita itu.
"Eh Queen, lu ngapain buka kancing baju lu kayak gitu? Lu mau telanjang disini? Gila lu ya, kalau ada yang lihat gimana?" tanya Dinda.
"Gak Din, gue cuma pengen ngilangin rasa panas di tubuh gue. Kayaknya gue salah minum deh, soalnya tiba-tiba gue ngerasa panas banget kayak gini, apalagi bagian bawah gue," jawab Queen.
"Hah? Ya ampun Queen, emangnya lu minum apa coba?" kaget Dinda.
Reza pun menghampiri Queen dengan rasa bersalahnya, melihat Reza justru membuat Queen makin bergairah dan ingin segera menuntaskan semua itu bersamanya. Queen sudah benar-benar kehilangan kesadarannya saat ini.
"Maafkan saya nona, saya yang salah karena menaruh minuman itu sembarangan. Itu adalah minuman penambah gairah nona," ucap Reza.
"Apa??" Dinda terkejut mendengarnya, begitupun dengan Queen yang sudah menggeliat kepanasan.
Kemudian, tanpa aba-aba Queen langsung memeluk Reza dan menyerbu tubuh lelaki itu. Ia seperti cacing kepanasan saat ini yang meminta dipuaskan, dan Reza sangat kebingungan.
"Kamu harus tanggung jawab, bantu saya!" ucap Queen dengan suara serak.
Reza melotot kaget, Dinda yang mendengarnya juga tak percaya jika Queen bersikap seperti itu. Tentu saja karena semuanya akibat pengaruh minuman tersebut.
•
•
__ADS_1
Jeevan datang ke depan rumah Queen, tampak bekas luka masih terlihat di kedua pipinya akibat perkelahian ia dengan pasukan Erick tadi. Jeevan sengaja datang kesana kali ini, sebab ia ingin meminta maaf pada Queen atas apa yang sudah mamanya katakan sebelum ini.
Sesuai pengetahuannya, Aqila memang datang menemui Queen dan pastinya melabrak wanita itu. Jeevan tentu khawatir jika sampai Queen bertambah membencinya karena kelakuan mamanya, ia tidak mau kesempatan untuk mendekati wanita itu semakin hilang dan ia tidak akan bisa mendapatkan hati Queen lagi.
"Huft, saya harus bisa ketemu sama Queen hari ini. Saya yakin dia ada di rumah, karena mobilnya juga ada. Tapi, dimana ya dia?" gumam Jeevan.
Saat Jeevan melangkah ke dekat pagar, ia langsung dihadang oleh Jago bersama beberapa anak buahnya yang berjaga disana. Sontak Jeevan panik, pasalnya ia datang seorang diri dan sama sekali tidak membawa senjata. Namun, Jeevan berusaha tetap bersikap tenang kali ini.
"Mau ngapain kamu kesini lagi? Jangan pernah ganggu nona Queen!" sentak Jago.
"Tenang dulu, saya cuma mau ketemu sama Queen. Dia pasti ada di dalam kan? Tolong, bantu saya ketemu dengan dia!" pinta Jeevan.
"Nona Queen tidak ingin bertemu dengan kamu lagi, jadi lebih baik kamu pergi dari sini!" usir Jago.
"Saya gak akan pergi, sebelum saya ketemu sama Queen. Cepat kalian panggilkan dia dan bawa dia kesini, atau saya yang akan masuk ke dalam!" ucap Jeevan.
"Kamu berani buat masalah disini? Apa kamu ingin mati, ha? Ingat Jeevan, kamu sendiri dan kami disini ada banyak!" ucap Jago.
"Saya tidak takut dengan kalian, pokoknya saya mau ketemu sama Queen dan saya tidak akan pernah pergi!" tegas Jeevan.
"Dengar ya Jeevan, nona Queen tidak pernah mau ketemu sama kamu! Jadi, lebih baik kamu pergi dan jangan berharap yang tidak pasti!" ucap Jago.
"Saya sudah katakan tadi, saya akan tetap disini sampai saya bisa bertemu dengan Queen. Ayolah, kalian panggilkan Queen karena saya benar-benar ingin ketemu sama dia!" bujuk Jeevan.
"Kamu ini keras kepala sekali ya? Baiklah, saya akan panggil nona Queen. Tunggu sebentar!" ujar Jago.
"Iya iya," Jeevan mengangguk antusias.
Jago pun masuk ke dalam mencari-cari keberadaan Queen, sedangkan Jeevan tetap disana bersama dua orang penjaga yang terus siaga memegang senjata. Jeevan sangat senang sebab ia akan bertemu dengan Queen sebentar lagi, meski ia tak tahu jika di dalam sana Queen tengah berjuang melawan hasratnya yang menggebu-gebu itu.
"Queen, cepatlah kamu keluar sayang! Saya akan bawa kamu pergi dari sini, kita pulang sama-sama ya Queen!" batin Jeevan.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1