Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia
Bab 87. Ditinggal Queen


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 2


Ditinggal Queen




Jeevan kembali ke rumahnya setelah mengantar Queen sampai bandara, pria itu tampak lesu dan terduduk di sofa sembari menutupi wajahnya. Ia sangat sedih, bayangan wajah Queen selalu muncul di dalam kepalanya. Jeevan memang sangat mencintai Queen, tetapi entah kenapa sangat sulit baginya untuk bisa memiliki wanita itu dan hidup bersamanya, karena selalu saja ada rintangan yang menghadang.


Disaat ia sedang melamun di sofa, tiba-tiba Fritzy muncul mendekatinya dan ikut duduk di sebelahnya. Dengan hati-hati Fritzy coba menegur pria itu dan menaruh tangannya di pundak sang bos, Fritzy tampak bingung melihat sikap Jeevan yang seperti tengah mengalami masalah dan kesedihan yang amat sangat di dalam hidupnya.


"Bos, ada apa ini? Kenapa bos kelihatan sedih banget setelah pulang dari luar? Bos lagi ada masalah ya?" tanya Fritzy penasaran.


Jeevan menggeleng pelan, ia membuka kedua tangannya dari wajah dan menatap Fritzy yang tepat berada di sampingnya. Jeevan juga meraih tangan Fritzy di pundaknya, lalu menaruh kembali pada tubuh Fritzy. Sepertinya Jeevan tak ingin disentuh oleh wanita lain saat ini, sebab yang ia inginkan hanya Queen seorang.


"Saya gapapa, kamu gausah khawatir kayak gitu sama saya! Ingat Fritzy, saya ini cuma mencintai Queen dan sampai kapanpun akan terus begitu! Saya minta kamu jangan berharap lebih dari saya!" ucap Jeevan dengan ketus.


Sontak Fritzy syok mendengar kata-kata yang dilontarkan Jeevan barusan, menurutnya itu amat sangat pedih dan menusuk ke jantung. Padahal selama ini Fritzy juga tahu batasan, ia hanya tidak ingin melihat Jeevan bersedih seperti itu dan bermaksud mencoba menghiburnya.


"Maaf bos, kalau bos tidak senang dengan kehadiran saya disini," ucap Fritzy.


"Bukannya saya gak senang, tapi waktunya aja gak tepat buat kamu hampiri saya. Sekarang saya lagi sedih, jadi tolong kamu pergi dan biarkan saya sendiri!" ucap Jeevan.


"I-i-iya bos, abis ini saya pergi kok. Tapi, kalau bos mau cerita ke saya tentang masalah bos, saya siap kok dengerin," ucap Fritzy.


"Untuk sekarang gak perlu, saya mau sendiri dulu. Kamu paham kan bahasa itu Fritzy?!" ucap Jeevan memberi tatapan tajam pada sekretarisnya itu.


Fritzy manggut-manggut paham, lalu ia bangkit dari sofa dan memilih pergi untuk menghindari keributan. Namun, ia justru dicegat oleh Alden yang kebetulan memantau dari jauh saat Fritzy tadi mendekati Jeevan, tampak Alden penasaran dengan apa yang terjadi pada mereka berdua.


"Eh eh Fritzy, aku mau tanya sesuatu dong sama kamu," ucap Alden.

__ADS_1


"Apaan sih Alden? Awas deh kamu jangan halangi aku buat lewat! Aku lagi kesal banget deh, minggir ah!" sentak Fritzy.


"Kamu tuh kenapa sih? Akhir-akhir ini kok gampang banget emosi atau nangis? Ada masalah?" tanya Alden sembari memegang dua pundak Fritzy.


Fritzy menggeleng, "Enggak, aku gak ada masalah. Aku cuma belum nyangka aja kalau kita bakal kembali ke bisnis ini lagi," ucapnya bohong.


"Masa? Tapi, aku gak yakin kalau cuma soal itu. Pasti ada yang lain kan yang bikin kamu sedih?" ucap Alden tak percaya.


"Gak ada Alden, kamu gak percayaan banget sih!" ucap Fritzy kesal.


Alden langsung melepaskan pundak Fritzy dari cengkeramannya, ia membiarkan wanita itu pergi begitu saja tanpa menghalanginya lagi. Ia rasa ini saatnya untuk Fritzy menyendiri dan menenangkan dirinya, karena ia paham betul Fritzy tengah mengalami masalah yang tak mau dia ceritakan.


"Huft, Fritzy kenapa ya? Sejak menginap di tempat waktu itu, kok dia jadi gini ya?" gumam Alden.




Mereka tiba di depan rumah Queen yang besar dan luas seperti istana itu, dengan tidak sabaran Aulia selaku pimpinan di kelompoknya bergerak maju mendekati pagar lalu memanggil nama Queen. Tak kunjung ada balasan dari dalam, sampai Jago yang berjaga disana pun menghampiri mereka semua.


"Eh ternyata kalian toh, ada apa kalian rame-rame kesini? Terus kenapa panggil-panggil nama nona Queen?" tanya Jago penasaran.


"Hadeh, mau ngapain lagi kita kalau bukan ketemu Queen? Udah sana cepat panggilin Queen atau bukain pintunya biar kita bisa masuk ke dalam!" suruh Aulia.


"Hah? Kalian mau ketemu nona Queen? Memangnya kalian gak tahu ya?" heran Jago.


Aulia sontak menatap teman-temannya dengan wajah bingung, "Enggak, kita gak tahu. Emang ada apa sih?" ujarnya penasaran.


"Ya nona Queen udah berangkat ke new York dari kemarin atuh neng, sekarang mah nona Queen gak ada di dalam," jawab Jago.


"A-apa??" Aulia serta yang lainnya terkejut bukan main mendengar perkataan Jago barusan.

__ADS_1


"Heh! Lo jangan main-main ya! Gak mungkin Queen pergi tanpa bilang ke kita, pasti lu mau ngerjain kita kan!" geram Lova.


"Iya, udah deh buruan lu kasih tau dimana Queen!" sahut Nina ikut emosi.


"Sa-sabar semuanya, saya serius kok gak bohong!" ucap Jago gemetar.


"Maksud lu gimana sih Jago? Beneran Queen pergi ninggalin kita? Tapi, kenapa dia gak pamit ke kita?" tanya Aulia penasaran.


"Iya beneran neng Aulia, saya kok yang antar sendiri nona Queen ke bandara kemarin," jawab Jago.


Sontak Aulia, Lova dan juga Nina langsung bersedih memegangi dada masing-masing. Bahkan, nyaris saja Aulia terjatuh jika di belakangnya tidak ada Victor yang menahan tubuhnya. Mereka semua tampak tak percaya jika Queen akan pergi meninggalkan mereka tanpa pamit.


"Alia, kamu sabar ya! Kamu gak boleh sedih kayak gini sayang!" ucap Victor.


"Kak, teman aku kak. Di-dia pergi ke new York tanpa kasih tahu kita," ucap Aulia.


"Sssttt iya iya, aku paham kok. Tapi, kamu gausah sedih gini sayang, nanti aku jadi ikutan sedih lihatnya," ucap Victor.


"Hiks hiks.." Aulia justru menangis dan memeluk kakaknya itu dengan erat.


"Udah udah, ayo kita pulang aja yuk! Teman kamu kan udah ke new York, buat apa kita masih disini?" ucap Victor.


Aulia menggeleng, "Aku mau ketemu Queen kak, aku pengen lihat dia," ucapnya.


"Gimana caranya sayang? Kamu mau kita susul dia ke new York gitu?" tanya Victor yang kemudian diangguki Aulia.


Tentu saja Victor meneguk ludahnya, mana mungkin ia bisa membawa adiknya itu ke new York saat ini. Mungkin bisa saja, tetapi tentu ia harus merampok lebih dulu agar mendapatkan banyak uang dan bisa mengajak Aulia pergi ke new York nantinya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2