
#Terjebak Gairah Sang Mafia 2
Ditolong Tom
•
•
Aqila membulatkan matanya, "Serius kamu sayang? Kapan kejadiannya?" tanyanya kaget.
"Waktu itu tante, terus tadi dia juga nabrak aku sampai belanjaan aku jatuh. Kayaknya dia ini emang pembawa sial deh, gak bener banget jadi orang! Kok bisa Jeevan tertarik sama dia?" jawab Caitlyn dengan sinis.
"Ohh, kamu itu benar-benar keterlaluan ya Queen! Kamu sudah menyakiti perasaan saya, lalu sekarang kamu juga ingin membuat Caitlyn tersakiti?" geram Aqila pada Queen.
Queen yang terus disudutkan seperti itu hanya bisa diam menahan emosi, ia tidak bisa melawan karena hanya akan membuang-buang waktu dan tenaganya. Dinda pun terus berusaha membuat Queen tenang, ia menepuk-nepuk bahu Queen berharap agar wanita itu bisa sabar.
"Queen, lu yang sabar ya! Gue bakal selalu ada buat lu disini," bisik Dinda.
Queen manggut-manggut menanggapi ucapan Dinda, ia menghela nafasnya agar tidak terpancing emosi saat berhadapan dengan Caitlyn dan Aqila. Ia tahu kedua wanita itu sangat benci padanya dan akan terus memancingnya, apalagi setelah ia tahu bahwa Caitlyn adalah gadis yang dijodohkan dengan Jeevan.
"Heh! Kenapa lu diam aja? Lo gak berani ngomel lagi kayak waktu itu? Ayo dong, keluarin kata-kata lu yang banyak! Jangan jadi pengecut Queen!" sentak Caitlyn.
"Maaf ya mbak Caitlyn, saya gak pernah lakuin apa yang mbak tuduhkan ke saya barusan. Jadi, tolong mbak jangan fitnah saya di depan tante Aqila! Sangat jelas kok, waktu itu mobil mbak yang salah dan hampir nabrak saya," ucap Queen.
"Lo nyalahin gue? Emang perempuan gak tahu diri!" Caitlyn bergerak maju dan menjambak rambut Queen begitu saja.
"Rasain ini sialan!" sambungnya yang terus menarik rambut Queen dengan kuat.
Queen tak bisa menahan diri lagi, ia membalas dan ikut menjambak rambut Caitlyn sehingga terjadi perkelahian disana. Dinda berusaha memisahkan mereka, namun apa daya ia tidak cukup kuat melerai perkelahian antara kedua gadis yang tengah emosi itu.
Sementara Aqila yang melihatnya sedikit tersenyum tanpa coba berniat memisahkan Caitlyn dan Queen dari perkelahian mereka, Aqila justru senang dan berharap Queen kapok berurusan dengan mereka. Aqila juga ingin Queen menurut untuk pergi jauh dari kehidupan Jeevan.
Tak lama kemudian, seorang security muncul dan meneriaki keduanya. Sontak Caitlyn serta Queen sama-sama berhenti bertengkar, kedua gadis itu menoleh ke asal suara dan menatap sang security. Tanpa menunggu lama, security itu juga mengusir keduanya agar tidak terjadi keributan lagi disana.
__ADS_1
"Sudah sudah, sana kalian berdua pergi dan jangan bikin ribut lagi disini!" ucap security.
"Bukan saya yang cari masalah pak, dia tuh!" ucap Caitlyn menunjuk ke arah Queen dengan emosi.
"Heh! Jelas-jelas lu duluan ya yang jambak rambut gue, lihat nih gue sampe acak-acakan gara-gara lu!" balas Queen tak terima.
"Lo pikir lu doang yang berantakan? Gue juga kali, dan baju gue sampe robek karena lu!" ucap Caitlyn.
"Biarin aja, suruh siapa lu ngajak gue ribut tadi!" sentak Queen.
"Cukup! Sekali lagi kalian berdua ribut, saya telpon polisi supaya kalian bisa dibawa ke kantor!" ancam security itu.
"Ja-jangan pak, iya deh pak saya pergi. Yuk Dinda!" ucap Queen mengalah.
"Yasudah, sana pergi! Ini itu tempat belanja, bukan tempat berkelahi!" kesal si security.
Akhirnya Queen dibawa pergi oleh Dinda sambil berusaha ditenangkan, sedangkan Caitlyn juga tengah merapihkan rambut serta pakaiannya yang berantakan akibat berkelahi tadi.
•
•
"Hey, terimakasih ya kamu sudah tolong saya! Omong-omong kamu siapa? Kenapa kamu pakai topeng?" ucap Jeevan.
Pria itu terlihat bingung saat hendak menjawabnya, sontak Jeevan mengarahkan tatapan penasaran ke arah mata pria bertopeng tersebut. Ia dapat melihat dengan jelas raut kekhawatiran disana, namun ia juga belum bisa memastikan siapa kiranya pria yang menolongnya itu.
"Kalau kamu gak mau kasih tahu saya juga gapapa, saya tetap berterima kasih sama kamu. Kalau tadi kamu gak datang, mungkin aja saya sudah habis dikeroyok sama mereka," ucap Jeevan.
"Sama-sama, sebaiknya anda pergi yang jauh dari sini! Saya rasa orang-orang tadi tidak akan melepaskan anda begitu saja," ucap orang itu.
"Ya kamu memang benar, saya akan segera pergi sekarang. Lalu, kamu sendiri mau pergi kemana?" ucap Jeevan.
"Saya pulang pastinya," jawab orang itu singkat.
__ADS_1
Jeevan menatap dengan penasaran dan sangat ingin tahu siapa sebenarnya orang dibalik topeng yang saat ini ada di hadapannya, ia menahan pria itu saat hendak pergi dengan cara memegang pundaknya. Sontak pria itu terkejut dan khawatir mengapa Jeevan malah menahannya.
"Ini ada apa ya? Kenapa saya ditahan begini? Saya harus pergi sekarang pak," ucap orang itu.
"Kamu itu siapa sebenarnya? Saya curiga sama kamu, sepertinya saya kenal sama kamu. Cepat buka topeng kamu itu!" ucap Jeevan.
"Maaf pak, tapi saya gak bisa buka topeng saya sekarang. Lagian kita gak saling kenal kok," ucap orang itu.
"Jangan bilang begitu! Saya yakin sekali kamu pasti orang terdekat saya, cepat buka atau saya paksa!" ancam Jeevan.
"Tidak pak, kalau anda memaksa jangan salahkan saya jika bapak terluka!" ucap orang itu.
"Sialan!" Jeevan mengumpat dan hendak menarik topeng itu dari wajah si pria, namun tangannya dicekal dan tubuhnya didorong sampai hampir terjatuh.
"Hey, jangan lari!" Jeevan berusaha mengejar orang itu yang berlari dengan kencang, ia tak akan membiarkan dia lolos begitu saja.
Orang itu sudah lebih dulu berlari menjauh, sedangkan Jeevan tertinggal di belakang sana. Namun, Jeevan tak menyerah dan terus mengejarnya sampai berhasil. Jeevan menarik kaos pria itu hingga hampir terlepas dan membuat sang pemilik berhenti berlari.
"Mau kemana lagi kamu? Sudah saya bilang, jangan berani-berani lari dari saya! Kamu itu sebenarnya siapa? Cepat jawab!" sentak Jeevan.
"Saya sudah tolong anda, jadi seharusnya anda berterima kasih dan bukan malah mengejar saya seperti ini! Cepat anda lepaskan saya, atau saya akan teriak!" ucap orang itu.
"Tidak akan, saya gak akan lepasin kamu sebelum kamu buka topeng kamu!" ucap Jeevan.
Jeevan kembali berniat membuka topeng orang itu, namun dicekal dan akhirnya terjadilah perkelahian disana. Jeevan sempat tersudut, sebelum akhirnya ia berhasil mengalahkan orang itu dan merobek paksa topeng yang tertempel di wajah orang itu.
Srek
Seketika orang itu langsung berbalik dan mencoba menutupi wajahnya dengan telapak tangan, namun Jeevan masih dapat mengenali siapa yang ada di hadapannya saat ini.
"Tom??" Jeevan benar-benar terkejut melihat mantan asistennya lah yang telah menolongnya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...