
#Terjebak Gairah Sang Mafia 2
Mengalah
•
•
Queen menggeleng dan melayangkan tamparan keras ke wajah pria itu.
Plaaakk
Seketika semua orang disana terkejut, syok dengan apa yang barusan terjadi antara Queen dan Jeevan. Mereka tak menyangka jika Queen mampu melakukan hal itu pada Jeevan.
"Kamu tampar saya Queen? Kok bisa kamu ngelakuin itu?" ujar Jeevan.
"Kenapa harus gak bisa? Gue sekarang bukan gue yang dulu, gue udah gak takut lagi sama lu Jeevan!" tegas Queen.
"Saya gak perlu ditakuti, yang saya mau kamu ikut dengan saya sekarang Queen!" ucap Jeevan.
"Lo keras kepala ya?" Queen semakin emosi, ia pun mengambil ponselnya dan menghubungi anak buahnya untuk berkumpul disana.
📞"Halo! Lu kumpulin semua anak buah lu kesini, cepat!" ucap Queen di telpon.
Jeevan sedikit kaget, apa maksud Queen mengatakan itu dan darimana Queen bisa memiliki anak buah. Hal tersebut terus terpikirkan di dalam hati Jeevan, ia penasaran apakah Queen sekarang yang menjadi pemimpin kelompok walters.
"Queen, kamu panggil anak buah kamu? Kamu pengen suruh mereka buat hajar saya gitu?" tanya Jeevan sedikit panik.
"Kalau lu gak mau pergi juga, itu yang bakal gue lakuin!" jawab Queen.
Tak lama kemudian, sekumpulan pria berbaju hitam muncul dan mengelilingi mereka. Tampak senjata juga berada di tangan orang-orang itu dan berhasil membuat Jeevan angkat tangan.
"Menyerah saja Jeevan!" ujar Queen.
"Jadi ternyata kamu sekarang pemimpin walters? Pantas aja ada yang beda dari kelompok kalian, saya benar-benar gak nyangka," ucap Jeevan.
"Kalau iya kenapa? Lo takut berhadapan sama gue langsung? Gue bakal bikin kelompok walters makin maju, dan lu gak akan bisa apa-apa lagi Jeevan!" ucap Queen dengan pede.
Jeevan tersenyum lebar, "Baiklah, saya tidak mau ada kekerasan disini. Untuk itu saya memilih mengalah dan akan pergi," ucapnya.
"Yasudah, sekarang lu pergi dan jangan balik lagi!" usir Queen.
"Saya akan pergi, tapi saya akan kembali lagi nanti untuk membawa kamu dan juga Dinda. Tunggu saja waktunya sayang!" ucap Jeevan tersenyum.
__ADS_1
"Cih, lo gak akan bisa bawa gue atau Dinda pergi dari sini! Sekali lagi lu balik kesini, gue gak akan segan-segan buat hajar lu!" ucap Queen.
"Iya iya, saya mengerti Queen. Kalau begitu saya permisi, sampai ketemu lagi nanti!" pamit Jeevan.
Queen menggeleng, Jeevan pun berbalik dan pergi dari sana meninggalkan wanitanya. Walau sangat berat, namun Jeevan terpaksa harus pergi karena ia hanya sendiri datang kesana.
"Tunggu saja Queen, saya pasti akan kembali untuk kamu!" batin Jeevan.
Setelah Jeevan pergi, tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan mereka. Lova turun dari mobil tersebut dan berjalan mendekati Queen dengan wajah bingung, pasalnya saat ini masih banyak pasukan walters berdiri disana.
"Queen, ini ada apa? Kok pada tegang banget kayak gini? Gue ketinggalan apa?" tanya Lova penasaran.
•
•
Disisi lain, Fritzy terkejut saat membuka pintu dan menemukan seorang wanita berdiri disana. Siapa lagi wanita itu jika bukan Caitlyn, ya dia datang dengan alasan ingin bertemu dengan Jeevan. Sontak Fritzy pun merasa tidak nyaman ketika bertatapan langsung dengan Caitlyn disana.
"Heh, Jeevan ada di dalam kan? Panggilin dong!" ucap Caitlyn.
"Kamu gak sopan banget sih jadi orang! Kalau bertamu itu yang sopan dong, ini rumah orang lain bukan rumah kamu sendiri!" tegur Fritzy.
"Yah elah, gausah lebay deh. Toh ini juga bukan rumah kamu ya kan? Udah sana cepetan panggilin Jeevan!" ucap Caitlyn.
"Serius? Jangan bohong kamu! Masa iya Jeevan gak ada di dalam sih?" ucap Caitlyn tak percaya.
"Iyalah, buat apa juga aku bohong? Bos Jeevan emang gak ada di dalam, kalau gak percaya sana lihat aja sendiri!" ucap Fritzy.
"Oke!" singkat Caitlyn.
Tanpa aba-aba, Caitlyn langsung masuk begitu saja ke dalam rumah dan melewati Fritzy yang berdiri di depan pintu. Caitlyn mengelilingi rumah itu, mencari dimana Jeevan. Namun, bukannya Jeevan yang ia temui malah ia bertemu dengan Alden serta beberapa anak buah Jeevan disana.
Sontak Caitlyn merasa jengkel, ternyata benar kalau Jeevan memang tidak ada disana. Padahal Caitlyn sangat ingin bertemu dengan Jeevan kali ini, tapi mau bagaimana lagi pria itu sedang pergi dan tidak ada di rumah. Caitlyn pun kembali ke depan dengan perasaan kecewa.
"Gimana mbak? Benar kan yang saya bilang tadi?" ucap Fritzy sambil tersenyum.
"Mbak mbak, emangnya aku kakakmu apa? Panggil aku nona karena aku ini calon istrinya bos kamu!" ucap Caitlyn.
"Ya nona, bagaimana? Apa bos Jeevan nya ada di dalam?" ucap Fritzy bermaksud meledek.
"Gausah nanya-nanya gitu deh, kamu niat mau ledek aku kan? Awas ya, nanti aku bakal laporin ke Jeevan kalau kamu itu gak bener!" ucap Caitlyn.
"Loh saya cuma nanya non, apa salahnya? Lagian kan nona sendiri yang gak percayaan," ujar Fritzy.
__ADS_1
"Yaudah, terus kamu tahu gak Jeevan perginya kemana?" tanya Caitlyn.
"Eee kalau untuk itu saya kurang tahu non, coba aja nona telpon bos Jeevan!" jawab Fritzy.
"Gak ah, mending aku tunggu sini aja. Kamu sana gih buatin minuman buat aku! Yang enak ya?" ucap Caitlyn tersenyum lebar.
Fritzy mendengus kesal, dengan terpaksa ia pun menuruti kemauan Caitlyn dan bergegas pergi membuatkan minuman. Sedangkan Caitlyn menunggu di sofa seorang diri sembari memainkan ponselnya, ia berharap Jeevan bisa segera pulang kesana.
•
•
Jeevan tiba di rumahnya, namun ia masih belum tahu bahwa Caitlyn berada disana. Alden sang asisten pun bergerak cepat menghampiri bosnya itu, terlihat raut wajah Jeevan yang masih kesal sebab Queen menolak ajakannya untuk pulang dan ikut bersamanya.
"Bos, ada apa ini? Kenapa muka bos kelihatan kesel gitu?" tanya Alden.
"Rasanya saya pengen bunuh orang, saya lagi kesel banget sekarang. Kamu mau gak saya bunuh?" ucap Jeevan.
"Waduh, ya jelas gak mau lah bos. Saya masih pengen hidup, saya kan punya keluarga juga bos yang harus dinafkahi. Gimana mereka bisa hidup nanti kalau saya meninggal bos?" ujar Alden.
"Kamu serius banget sih Alden, saya cuma bercanda. Saya emang lagi kesal, tapi gak mungkin lah saya bunuh kamu," ucap Jeevan.
"Ohh, hahaha bos lucu ya?" kekeh Alden.
"Yasudah, saya mau masuk dulu. Kamu jaga-jaga aja disini jangan sampai lengah!" titah Jeevan.
"Baik bos! Eee tapi, itu di dalam ada nona Caitlyn yang nungguin bos. Dia katanya pengen ketemu sama bos," ucap Alden.
"Hah Caitlyn? Hadeh, mau apa lagi sih dia? Kenapa kamu gak usir aja dia coba?" geram Jeevan.
"Maaf bos, saya gak berani kalau ngusir orang. Nanti dikiranya saya ini sok banget lagi, padahal saya kan cuma anak buah," ucap Alden.
"Malesin banget sih, udah saya lagi kesel terus sekarang tambah kesel! Oh ya, kamu kumpulin seluruh anak buah kamu dan latih mereka terus sampai jago!" ucap Jeevan.
"Emangnya ada apa ya bos? Apa bos lagi pengen nyerang pasukan orang lain?" tanya Alden penasaran.
"Iya, saya mau serang markas walters," jawab Jeevan dingin dan singkat.
Seketika Alden terkejut mendengar jawaban bosnya, ada rasa cemas sekaligus tak percaya karena selama ini Jeevan masih belum berhasil menemukan lokasi markas kelompok walters. Lalu, bagaimana mungkin mereka akan menyerang pasukan walters nantinya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1