
#Terjebak Gairah Sang Mafia 2
Tom dan Dinda
•
•
Dinda manggut-manggut saja dengan ucapan Queen, lalu tak lama Tom muncul dan langsung meneriaki namanya sembari berjalan mendekati ke arahnya.
"Dinda!" teriak Tom dengan lantang yang membuat kedua wanita itu terkejut.
"Hadeh Tom Tom, mau sampai kapan sih lu terus datang kesini dan ganggu hidup Dinda? Lu gak puas apa?" ucap Queen.
"Saya sudah bilang, saya tidak akan berhenti sampai keinginan saya terwujud untuk bisa membawa Dinda dari rumah ini," ucap Tom.
"Apa sih? Aku gak mau ikut sama kamu Tom, jangan paksa aku terus dong!" sentak Dinda.
"Oh ya? Saya akan terus paksa kamu Dinda, karena saya ingin kamu ikut dengan saya. Tolong dong kamu mau nurut dan tinggal bareng saya lagi seperti dulu Dinda!" ucap Tom.
"Tapi aku gak pengen tinggal sama kamu Tom, harusnya kamu paham dong!" tegas Dinda.
"Iya Tom, kalau emang lu cinta dan sayang sama Dinda, lu gak boleh dong paksa-paksa dia kayak gini!" sahut Queen.
Tom beralih menatap Queen dengan tatapan tajam, namun hanya sebentar sebab ia kembali menoleh ke arah Dinda dan malah menghampiri wanita itu. Tentu saja Dinda reflek menjauh menghindari telapak tangan Tom yang hendak menyentuhnya.
"Ish, kamu jangan kurang ajar ya! Aku gak mau disentuh sama kamu, jadi kamu harus tahu batasan!" sentak Dinda.
Tom hanya tersenyum dan terus memberikan tatapan hangat ke wajah Dinda.
"Mau sampai kapanpun kamu tolak aku, aku gak akan pernah bisa melupakan kamu dan aku akan terus kejar kamu sayang. Kecuali kamu mau ikut dengan aku, maka aku baru puas," ucap Tom.
Dinda menggeleng cepat, "Aku udah bilang berkali-kali, aku gak mau ikut lagi sama kamu!" ucapnya tegas.
"Tom udah, cukup ya lu paksa-paksa Dinda kayak gini! Gue mau lu keluar sekarang dari rumah gue!" sentak Queen.
"Sebentar aja Queen, saya yakin Dinda mau ikut sama saya karena buktinya dia sudah menyiapkan barang-barangnya di tas itu. Ayolah Dinda, kamu gausah malu-malu gitu!" ucap Tom.
__ADS_1
"Apa sih? Aku emang pengen pergi dari sini, tapi bukan berarti aku mau ikut sama kamu. Mending kamu pulang aja deh sana, jangan harap aku mau ikut sama kamu!" ucap Dinda.
"Gapapa Dinda, aku bisa terima kamu kok. Kamu ikut sama aku dan aku jamin hidup kamu akan aman sayang!" ucap Tom.
"Apa? Yakin lu bisa jagain dia? Waktu itu aja lu udah kasih tau alamat rumah ini ke Jeevan, dasar pengkhianat!" ujar Queen.
Tom terdiam selama beberapa detik, lagi-lagi ia harus menerima kenyataan bahwa ia memang sempat memberitahu dimana keberadaan Dinda dan Queen pada Jeevan hanya untuk menyelamatkan dirinya. Sungguh Tom menyesal telah melakukan itu, tapi ia sudah berjanji tidak akan mengulangi kejadian itu lagi.
"Saya memang pernah bersalah, tapi saya sudah meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi. Setiap orang pasti punya dan pernah melakukan kesalahan," ucap Tom.
"Tidak ada kata maaf untuk sebuah pengkhianatan, Tom!" tegas Queen.
"Lo salah Queen!" tiba-tiba Dinda menyela dan menatap wajah Queen tajam.
Sontak Queen terkejut mendengarnya, ia tak mengerti mengapa Dinda malah berbicara seperti itu seolah sedang membela Tom.
"Maksud lu apa sih Dinda?" tanya Queen heran.
"Iya lu emang salah, buktinya lu masih bisa maafin Jeevan dan malah balik lagi sama dia. Harusnya lu jauh-jauh dong dari dia Queen, jangan sampai dia manfaatin lu lagi!" jawab Dinda.
Queen terdiam bingung, sedangkan Tom yang ada di dekatnya hanya tersenyum penuh harap.
•
•
"Umm, ma-maaf aku gak sengaja. Tadi aku reflek aja karena kamu gemesin banget," ucap Victor.
"Iya gapapa, tadi aku juga cuma kaget karena jarang ada cowok yang pegang-pegang pipi aku kayak barusan," ucap Aulia.
"Oh ya? Bagus dong, jadi perempuan itu gak boleh gatal. Kamu harus bisa jaga diri supaya gak mudah disentuh sama cowok-cowok," ucap Victor.
"Iya, tapi cowoknya juga harus jaga tangan kali. Kayak contohnya kamu barusan," cibir Aulia.
"Hehe, aku kan udah minta maaf Aulia. Masa kamu gak mau maafin aku sih?" ucap Victor.
"Maafin gak ya??" Aulia sengaja meledek Victor agar lelaki itu jengkel.
__ADS_1
"Harus maafin dong, aku bawain kue pukis loh buat kamu. Siapa tahu kamu lapar belum sarapan, jadi kue ini bisa kamu jadiin santapan," ucap Victor.
"Iya iya, aku maafin kok. Makasih juga kue pukisnya ya kak?" ucap Aulia.
"Sama-sama adikku sayang," ucap Victor spontan mengelus puncak kepala gadis itu.
Lagi dan lagi Victor tidak bisa mengontrol diri, itu membuat Aulia merasa canggung dan bingung sendiri harus apa. Terlebih Victor memanggilnya dengan sebutan adikku sayang, tentu saja Aulia jadi semakin tersipu.
Tin tin...
Keduanya dikagetkan dengan suara klakson yang muncul secara tiba-tiba itu, Victor pun reflek melepas tangannya dan menoleh ke arah mobil disana itu. Tak disangka, seseorang turun dari mobil tersebut sembari melepas kacamatanya. Victor hanya diam tak mengenal siapa lelaki yang baru hadir tersebut.
"Kak Rifan??" ucap Aulia lirih saat melihat pria yang tengah berjalan ke arahnya.
"Hai Aulia, morning!" sapa lelaki bernama Rifan itu sambil tersenyum lebar.
"Morning too kak, ada apa kesini?" tanya Aulia.
"Aku mau ajak kamu ke kampus bareng, kamu udah siap kan?" ucap Rifan santai.
"Oh iya, ini juga aku mau berangkat. Tapi, kenapa kamu gak ngabarin dulu sebelumnya?" ucap Aulia.
"Sengaja buat surprise," ucap Rifan.
"Ah kak Rifan bisa aja!" Aulia tersipu dan wajahnya memerah, Victor yang melihat itu seolah tak suka sekaligus tak terima.
"Ehem ehem.." Victor berdehem kecil mengganggu momen Aulia dan Rifan yang tengah berbincang.
Sontak kedua orang itu menoleh ke arah Victor bersamaan, Aulia menatap bingung begitupun dengan Rifan yang masih belum mengenal siapa Victor. Namun, Rifan berpikir bahwa Victor ada hubungan khusus dengan Aulia dan mungkin saja mereka berpacaran.
"Eh iya, aku lupa masih ada kamu disini. Eee kenalan dulu kak sama kating aku di kampus, namanya kak Rifan!" ucap Aulia.
"Halo! Gue Rifan, kakak tingkat Aulia di kampus!" ucap Rifan mengenalkan diri sembari mengulurkan tangan ke arah Victor.
"Victor!" balas Victor meraih tangan Rifan.
Saat bersalaman, Victor dengan sengaja menekan telapak tangan Rifan dan membuat pria itu harus menahan sakit yang amat sangat. Sepertinya Victor sangat emosi sampai ia tega melakukan itu pada Rifan di hadapan Aulia.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...