Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia
Bab 46. Minum sembarangan


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 2


Gairah Tak Tertahan




Jeevan menatap dengan penasaran dan sangat ingin tahu siapa sebenarnya orang dibalik topeng yang saat ini ada di hadapannya, ia menahan pria itu saat hendak pergi dengan cara memegang pundaknya. Sontak pria itu terkejut dan khawatir mengapa Jeevan malah menahannya.


"Ini ada apa ya? Kenapa saya ditahan begini? Saya harus pergi sekarang pak," ucap orang itu.


"Kamu itu siapa sebenarnya? Saya curiga sama kamu, sepertinya saya kenal sama kamu. Cepat buka topeng kamu itu!" ucap Jeevan.


"Maaf pak, tapi saya gak bisa buka topeng saya sekarang. Lagian kita gak saling kenal kok," ucap orang itu.


"Jangan bilang begitu! Saya yakin sekali kamu pasti orang terdekat saya, cepat buka atau saya paksa!" ancam Jeevan.


"Tidak pak, kalau anda memaksa jangan salahkan saya jika bapak terluka!" ucap orang itu.


"Sialan!" Jeevan mengumpat dan hendak menarik topeng itu dari wajah si pria, namun tangannya dicekal dan tubuhnya didorong sampai hampir terjatuh.


"Hey, jangan lari!" Jeevan berusaha mengejar orang itu yang berlari dengan kencang, ia tak akan membiarkan dia lolos begitu saja.


Orang itu sudah lebih dulu berlari menjauh, sedangkan Jeevan tertinggal di belakang sana. Namun, Jeevan tak menyerah dan terus mengejarnya sampai berhasil. Jeevan menarik kaos pria itu hingga hampir terlepas dan membuat sang pemilik berhenti berlari.


"Mau kemana lagi kamu? Sudah saya bilang, jangan berani-berani lari dari saya! Kamu itu sebenarnya siapa? Cepat jawab!" sentak Jeevan.


"Saya sudah tolong anda, jadi seharusnya anda berterima kasih dan bukan malah mengejar saya seperti ini! Cepat anda lepaskan saya, atau saya akan teriak!" ucap orang itu.


"Tidak akan, saya gak akan lepasin kamu sebelum kamu buka topeng kamu!" ucap Jeevan.


Jeevan kembali berniat membuka topeng orang itu, namun dicekal dan akhirnya terjadilah perkelahian disana. Jeevan sempat tersudut, sebelum akhirnya ia berhasil mengalahkan orang itu dan merobek paksa topeng yang tertempel di wajah orang itu.


Srek


Seketika orang itu langsung berbalik dan mencoba menutupi wajahnya dengan telapak tangan, namun Jeevan masih dapat mengenali siapa yang ada di hadapannya saat ini.


"Tom??" Jeevan benar-benar terkejut melihat mantan asistennya lah yang telah menolongnya.

__ADS_1


"Jadi, kamu yang tolong saya dari serangan Erick dan pasukannya?" tanya Jeevan memastikan.


Akhirnya pria itu terpaksa menurunkan tangannya dan menunjukkan wajahnya pada Jeevan, ia sedikit merunduk karena tak berani bertatapan langsung dengan Jeevan. Tom juga khawatir Jeevan akan memberitahu Erick jika ia ada disini dan menangkapnya.


"Kenapa kamu harus sembunyikan wajah kamu tadi? Lalu kenapa juga kamu bisa ada disana? Darimana kamu tahu kalau saya sedang diserang anak buah Erick?" tanya Jeevan lagi.


"Saya gak sengaja lihat pak Jeevan dalam bahaya tadi, makanya saya putusin buat bantu anda. Saya lihat juga anda kesulitan tadi," jawab Tom pelan.


"Kamu tahu saya kesulitan gara-gara siapa? Karena kamu Tom, kamu yang udah bikin saya susah! Mereka itu incar kamu, tapi jadi saya yang kena!" sentak Jeevan.


"Maafin saya pak, saya benar-benar gak berniat buat bikin bapak jadi kesulitan seperti sekarang. Saya cuma mau bantu Dinda keluar dari rumah itu, gak ada maksud lain pak," ucap Tom.


"Saya gak perduli apapun alasan kamu, yang saya mau kamu menyerahkan diri ke mereka sekarang juga! Jika tidak, maka saya akan seret paksa kamu ke depan mister Erick!" suruh Jeevan.


"Maaf pak, saya tidak bisa. Permisi!" setelah mengatakan itu, Tom langsung berlari kencang.


"Heh Tom, tunggu Tom!" teriak Jeevan yang berusaha mengajar pria itu, tetapi gagal.




Sementara itu, Queen masih nampak kesal karena kejadian yang terjadi di supermarket tadi. Ia benar-benar tak menyangka bahwa gadis yang pernah hampir menabraknya itu adalah Caitlyn, si cewek yang dijodohkan dengan Jeevan. Tentu saja Queen sangat membenci wanita itu.


"Udah Queen, lu gak perlu mikirin hal tadi terus! Kalau enggak, lu malah makin tambah emosi nantinya!" ucap Dinda membujuk Queen.


"Mau gimana lagi Din? Gue kesel banget sama tuh cewek asli, bisa-bisanya dia kompor dan adu domba gue di depan tante Aqila, mamanya si Jeevan itu!" geram Queen.


"Sabar Queen! Gue juga kesel banget sama tuh cewek, dia kayaknya emang pengen lu sama tante Aqila musuhan deh," ucap Dinda.


"Yaudah lah, gue malas bahas dia lagi. Gue mau ke dapur dulu ya cari minuman?" ucap Queen.


"Iya iya, mau gue anterin gak?" tanya Dinda menawarkan diri.


"Gausah, gue sendiri aja bisa kok," jawab Queen sambil bangkit dari duduknya.


Queen pun melangkah menuju dapur sembari mengusap-usap keningnya, rasanya kepalanya itu ingin meledak akibat mengingat perbuatan Caitlyn saat di supermarket tadi. Jika saja tidak ada security yang memisahkan, mungkin Queen akan terus berkelahi dengan Caitlyn sampai sekarang.


Saat di dapur, Queen membuka kulkas dan mengambil sebuah botol minuman tanpa perduli apa yang ada di dalamnya. Queen pun langsung menenggaknya sampai sisa separuh, ia benar-benar haus dan rasa minuman itu sangat enak sampai membuat Queen ketagihan.

__ADS_1


"Ahh enak banget nih rasanya, minuman apa coba ini? Kok gue jarang lihat di toko atau minimarket ya? Siapa coba yang beli?" gumam Queen.


"Nona!" panggil Reza secara tiba-tiba yang membuat Queen menoleh karena terkejut.


"Ish, apaan sih lu? Bisa gak jangan ngagetin gue!" kesal Queen.


"Maaf nona, tapi nona jangan minum itu! Itu tuh minuman saya nona," ucap Reza menunjuk ke arah botol di tangan Queen.


"Yah elah pelit banget sih lu, bagi sedikit aja masa gak boleh! Lagian gue disini bos lu, jangan pelit sama bos sendiri Reza!" sentak Queen.


"Bukan begitu nona, tapi itu—"


"Ah udah udah bodoamat, nih gue balikin punya lu! Baru gue minum setengah kok, masih banyak lah," sela Queen seraya memberikan botol minuman itu pada Reza.


Sontak Reza terbelalak, "Apa nona? Nona sudah minum minuman ini?" tanyanya dengan kaget.


"Iya, emang kenapa sih? Lo gausah lebay gitu kali, gue ganti deh nanti!" ujar Queen.


"Bukan masalah gantinya nona, tapi harusnya nona gak minum minuman ini!" ucap Reza panik.


"Lah kenapa sih emang? Itu minuman apa sampai gue gak boleh minum?" tanya Queen penasaran.


"Eee ini tuh minuman..."


"Duh duh, kok tiba-tiba jadi panas banget ya disini? Lo ngerasain juga gak sih?" ucap Queen sambil mengipas-ngipas tubuhnya yang terasa panas dan mulai berkeringat.


Reza menepuk jidatnya, ia panik karena kinerja minuman itu sudah bereaksi di tubuh Queen. Ia sungguh bingung harus berbuat apa saat ini.


"Mampus saya! Apa yang harus saya lakukan ke nona Queen sekarang? Gak mungkin dong saya bantu dia buat hilangin rasa panas itu di tubuhnya?" batin Reza merasa panik.


"Anjir panas banget! Dah ah gue mau ke kamar aja, lain kali pasang AC yang banyak ya disini!" ucap Queen.


"I-i-iya nona," Reza mengangguk gugup.


Queen pun melangkah pergi melewati lelaki itu masih sambil mengipas-ngipas lehernya, tangannya juga berupaya melonggarkan baju yang ia kenakan agar rasa panas itu berkurang. Namun, yang terjadi justru tubuhnya makin memanas terutama di bagian intinya.


"Ahh, ini gue kenapa sih? Apa gara-gara minuman itu ya?" gumam Queen merasa bingung.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...NEXT ADA PLUS PLUS😀...


__ADS_2