
#Terjebak Gairah Sang Mafia 2
Pertemuan Jeevan & Tom
•
•
Hari demi hari berganti, tanpa disengaja Tom justru berpapasan dengan Jeevan saat sedang berada di sebuah minimarket. Sontak keduanya sama-sama terperangah, Tom sungguh tak menyangka bahwa dirinya akan bertemu kembali dengan mantan bosnya itu.
Sementara Jeevan justru merasa senang, orang yang selama dia cari-cari akhirnya dapat ditemukan walau secara tidak sengaja. Tanpa basa-basi lagi, Jeevan langsung mendekat ke arah Tom dan menatap tajam wajah pria itu. Ia dapat melihat raut kecemasan yang terpampang disana.
"Halo Tom! Apa kabar? Cukup lama juga kita gak ketemu ya?" ujar Jeevan dengan senyum smirk.
"Eee iya bos, lumayan lah. Bos lagi apa disini? Belanja? Kok bukannya Fritzy atau yang lain aja yang belanja?" ucap Tom berusaha ramah.
"Kamu gausah sok ramah deh, saya ini bukan bos kamu lagi. Jadi, kamu jangan berani-berani panggil saya bos!" sentak Jeevan.
"Maaf pak, iya saya tau kalau saya hujan anak buah anda lagi. Kalau begitu saya permisi pak, semoga hari anda menyenangkan!" ucap Tom pamit.
"Tentu saja ini akan menyenangkan, karena saya bisa ketemu dengan kamu disini. Serahkan Dinda ke saya sekarang juga Tom!" ucap Jeevan.
"Dinda? Saya tidak tahu menahu tentang Dinda, anda salah orang pak," elak Tom.
"Cih, kamu pikir saya mudah dikelabui? Serahkan Dinda sekarang, atau saya akan habisi kamu disini juga!" ancam Jeevan.
"Saya benar-benar tidak tahu pak, lagian bukannya Dinda itu sama anda ya?" ucap Tom.
"Masih aja ngelak kamu, mister Erick kemarin datang ke tempat saya dan bilang kalau Dinda dibawa kabur oleh orang yang mengaku sebagai suruhan saya. Orang itu adalah kamu Tom, jadi jangan mengelak lagi!" ujar Jeevan.
Tom terdiam menunduk, rupanya Jeevan sudah mengetahui semua yang ia lakukan terhadap Dinda. Kini ia pun bingung dan tak tahu harus melakukan apa untuk menyelamatkan diri.
"Kenapa? Benar kan yang saya bilang? Kamu itu memang dasar pengkhianat Tom!" ucap Jeevan.
"Ya pak, saya yang sudah membawa kabur Dinda dari rumah mister Erick. Itu semua saya lakukan karena saya cinta sama Dinda," tegas Tom.
__ADS_1
"Bagus, akhirnya kamu mengaku juga. Sekarang katakan dimana Dinda!" pinta Jeevan.
"Saya tidak akan melakukan itu pak, saya mencintai Dinda dan saya akan lakukan apapun untuk melindungi dia. Asal anda tahu, selama ini saya juga tidak punya niatan untuk berkhianat. Saya hanya ingin menjaga Dinda karena saya mencintai dia pak," ucap Tom.
"Ah bullshit! Ayo ikut saya!" Jeevan emosi dan langsung menarik paksa tubuh Tom ke luar minimarket agar lebih leluasa.
•
•
Sementara itu, Dinda masih berada di rumah Queen bersama sahabatnya yang lain. Mereka kini tengah asyik berkumpul ria sambil berbincang mengenai semua yang terjadi pada mereka belakangan ini, dari mulai permainan truth or dare sampai membawa petaka yang sangat besar.
Namun, mereka bersyukur sebab kini mereka sudah bisa kembali berkumpul seperti semula setelah sempat berpisah sangat lama. Queen pun juga berhasil menguatkan dirinya dari trauma yang ia alami karena perlakuan buruk Jeevan, ia sudah melupakan semua kenangan pahit itu.
"Eh guys, kita main apa nih ya enaknya biar gak bosen gitu?" tanya Queen.
"Eee gimana kalau truth or dare aja? Pasti seru tuh itung-itung mengenang masa lalu, gimana guys?" usul Nina.
"Gila ya lu Nin! Kalau misal masa lalu kita yang kelam itu terulang lagi gimana? Lu mau?" ujar Aulia.
"Hehe, ya kalo diulang lagi mah gak mau Aul. Maksudnya kan buat seru-seruan aja gitu, lagian kali ini dare nya gak macam-macam deh," ucap Nina sambil nyengir.
"Betul tuh, gue sekarang juga udah kehilangan kesucian gue sejak kejadian itu. Gue gak mau ah mainan truth or dare lagi," sahut Dinda.
"Yaudah iya yang trauma, terus sekarang kita mau ngapain dong enaknya? Gak asik tau cuma diam aja sama ngobrol-ngobrol gak jelas kayak gini," ujar Aulia.
"Ya ngapain aja kek, eh btw si Lova kemana sih? Dia kenapa gak datang kesini ya?" heran Queen.
"Lu kayak gak tahu aja Queen, si Lova kan sekarang dikekang banget sama ortunya. Dia gak boleh keluar sembarangan, terus sekarang juga dia kan ditemani bodyguard terus tuh," ucap Nina.
"Iya sih, gak enak juga jadi Lova. Kalau gue jadi dia, palingan gue gak sanggup," ucap Queen.
"Tapi, rasanya beda banget gak ada Lova disini. Biasanya kan dia yang selalu bikin ceria dan bikin suasana jadi makin hidup," ucap Aulia.
"Cie cie, giliran gak ada orangnya aja lu puji puji," cibir Nina.
__ADS_1
"Diem lu!" sentak Aulia.
"Hahaha.." keempat wanita itu tertawa bersamaan, sudah lama momen seperti ini tidak terjadi dan Queen sangat senang bisa mengulangnya kembali.
•
•
Jeevan berhasil membawa Tom ke luar dari minimarket, ia menatap tajam wajah pria itu dan langsung mencengkram kerah bajunya. Jeevan tidak ingin bertele-tele, yang ia inginkan saat ini hanyalah Dinda dan Tom harus memberikan Dinda padanya jika tak ingin hidupnya sengsara.
"Sekali lagi saya minta, serahkan Dinda pada saya atau kamu akan saya habisi!" ujar Jeevan.
"Maaf pak, saya benar-benar tidak bisa mengatakan itu sama bapak. Dinda adalah wanita yang saya cintai, dan saya gak mau kehilangan dia. Saya mohon bapak mengerti kondisinya!" ucap Tom.
"Kurang ajar! Tidak ada kata-kata cinta di dunia ini Tom, kamu berikan Dinda maka hidup kamu akan selamat!" ucap Jeevan tegas.
"Seperti bapak yang mencintai nona Queen, saya pun juga begitu pak. Saya cinta dengan Dinda dan saya gak mau dia terluka," ucap Tom.
"Kamu gausah bawa-bawa Queen disini! Dia itu sudah tidak ada lagi, saya gak tahu kemana dia pergi. Jadi, yang saya inginkan sekarang hanyalah Dinda!" ucap Jeevan.
"Kalau bapak ingin tahu, saya bisa beritahu dimana Queen berada pak. Tapi ada syaratnya, bapak harus lupakan Dinda dan biarkan Dinda hidup bersama saya!" ucap Tom.
"Maksud kamu apa? Memangnya kamu tahu dimana Queen sekarang?" tanya Jeevan.
"Iya pak, saya sudah tahu dimana nona Queen berada. Saya yakin sekali, pasti bapak juga ingin tahu bukan?" jawab Tom.
"Kamu jangan main-main ya sama saya! Kamu pikir saya akan semudah itu percaya dengan kamu setelah kamu berkhianat dari saya?" geram Jeevan.
"Terserah anda aja, yang penting saya sudah katakan dengan jujur. Saya tahu dimana nona Queen tinggal, tapi saya gak akan kasih tau ke bapak sebelum bapak janji sama saya untuk tidak ganggu Dinda lagi!" ucap Tom.
Jeevan terdiam sejenak, jujur ia sangat ingin tahu dimana Queen berada. Namun, ia sendiri masih ragu dan belum percaya seratus persen pada apa yang dikatakan Tom.
"Baiklah, saya gak akan ganggu Dinda. Lalu dimana Queen sekarang?" ucap Jeevan.
Tom menyeringai, ia menyingkirkan tangan Jeevan dari tubuhnya dan mengatakan dengan jujur dimana Queen saat ini pada lelaki itu.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!...