
#Terjebak Gairah Sang Mafia 2
Permainan panas
•
•
Lova, Aulia dan Nina datang ke rumah Queen. Mereka tak sengaja bertemu dengan Jeevan yang sedang duduk sendirian di sofa ruang tamu, tentu saja ketiganya sama-sama kaget plus tidak percaya kalau Jeevan bisa berada di dalam sana tanpa ada seorangpun yang menjaganya.
Tanpa basa-basi lagi, mereka bertiga langsung menghampiri Jeevan dengan wajah penasaran serta raut emosi yang terpampang. Jeevan masih tak sadar dengan kehadiran gadis-gadis bar bar itu, sebab yang ada di pikirannya hanyalah Queen dan bagaimana ia menikmati tubuh wanita itu sebelumnya.
"Heh Jeevan!" tegur Lova dengan tegas sambil menepuk pundak Jeevan dari belakang.
Sontak Jeevan terkejut dan menoleh ke belakang, matanya melongok lebar menangkap sosok Lova dan teman-temannya ada disana. "Kalian? Mau apa kalian datang kesini?" tanyanya dengan bingung.
"Hah? Lo gak salah nanya begitu ke kita? Harusnya kita yang tanya kayak gitu, ngapain lu disini? Jelas-jelas Queen gak mau ketemu dan terima lu lagi, emang lu gak dengar apa perkataan dia sebelumnya?" ucap Lova.
"Saya tahu kok, tapi saya kesini justru disuruh sama Queen. Jadi, kalau kalian gak tahu apa-apa mending kalian diam aja deh!" ucap Jeevan santai.
Ketiga gadis itu sontak terkejut dan saling menatap satu sama lain, tidak semudah itu bagi mereka untuk percaya dengan apa yang dikatakan Jeevan, terlebih Jeevan memang sering memanipulasi dan bersikap licik. Lova pun melangkah semakin dekat dengan Jeevan dan melotot tajam ke arahnya.
"Lo pikir kita bakal percaya sama lu? Enggak, gue sama sekali gak percaya sama apa yang lu bilang barusan!" tegas Lova.
"Terserah Lova, kamu cuma teman Queen aja kok berasa paling berkuasa sih disini? Sadar diri dong Lova!" ujar Jeevan.
"Lah? Lu tuh yang harus sadar diri, karena Queen udah gak mau sama lu lagi!" ucap Lova.
"Kata siapa? Kalian gak tahu kan apa yang udah saya lakuin bareng Queen tadi sebelum kalian datang?" ucap Jeevan menyeringai.
"Maksud lu? Emang lu abis ngapain sama Queen?" tanya Aulia penasaran.
"Hahaha, penasaran ya? Pengen tahu? Tapi, jangan pingsan ya kalau kalian tau saya habis bercocok tanam dengan Queen!" jawab Jeevan sambil terkekeh.
__ADS_1
Jawaban Jeevan berhasil membuat tiga gadis itu tergelak keras, mereka sama sekali tak percaya dengan apa yang dikatakan Jeevan.
"Lo kayaknya udah gak waras ya Jev?" kekeh Nina.
"Iya tuh, mana mungkin Queen mau begituan lagi sama lu? Ngeliat lu aja dia udah muak kok," timpal Aulia.
"Nah kan, udah saya duga kalau kalian gak akan percaya sama kata-kata saya. Padahal semua yang saya bilang itu benar loh," ucap Jeevan.
"Lo gausah ngada-ngada deh, kita gak bakal percaya sama lu!" ucap Aulia.
"Terserah, intinya emang saya baru aja selesai bikin Queen puas sampai pingsan. Dia ketagihan sama tubuh saya loh Aulia," ucap Jeevan dengan pede.
"Kurang ajar! Jangan ngerendahin Queen kayak gitu di depan kita!" sentak Aulia.
"Dia ini kayaknya emang benar-benar minta dihajar deh Aul, udah lah kita panggil aja anak buah Queen buat usir dia!" sahut Lova.
"Bener tuh, dia mah gak perlu kita ladenin lagi!" ucap Nina tak mau kalah.
Jeevan hanya menyeringai dan tidak takut sama sekali dengan ucapan ketiga gadis itu, bahkan ia malah kembali duduk di sofa seolah tak terjadi apa-apa disana.
"Aulia tunggu!" tiba-tiba saja Dinda muncul dan menghalangi niat Aulia.
•
•
Flashback
Jeevan bangkit sejenak untuk melepas celana panjang miliknya sambil terus memandangi wajah Queen yang sudah sangat bergairah di atas ranjang, posisinya wanita itu sudah telanjang sepenuhnya dan membuka lebar kedua pahanya sehingga Jeevan semakin tersungut api gairah.
Queen bahkan menaruh sendiri tangannya di area **** * miliknya, ia usap-usap perlahan sembari menggigit bibir bawahnya dan bersuara merdu. Jeevan sangat-sangat tergoda melihatnya, ia sampai tidak fokus melepas celana yang melekat di kakinya saat ini.
"Jeevan, ayo cepat sini puaskan aku! Kamu gak lihat apa punya aku ini udah basah banget? Dia pengen kamu puasin sayang," ucap Queen.
__ADS_1
Jeevan menggeleng pelan, "Kamu yakin Queen? Kamu gak akan menyesal nantinya?" tanyanya.
Queen manggut-manggut disertai suara lenguhan tipis dan tubuh menggelinjang, yang membuat pria di hadapannya itu semakin tak tahan. Jeevan langsung saja meloloskan segitiga tipis yang ia kenakan, sehingga terpampang lah junior yang sudah mengeras dan mengacung tegak itu.
"Wow big!" ucap Queen spontan saat melihat milik Jeevan keluar dari sangkarnya.
"Yes baby, dia akan selalu besar ketika bersama kamu. Dia juga sudah rindu dengan rumahnya, mau dimulai sekarang sayang?" ucap Jeevan.
"Of course," jawab Queen singkat.
Jeevan naik ke ranjang dan menyingkirkan tangan Queen dari lembah yang sudah basah itu, ia menggantikannya dengan jari-jari miliknya yang langsung bermain-main disana. Queen pun dibuat bergetar hebat saat dua jari Jeevan menusuk area miliknya dengan sangat cepat.
"Aakkhh Jeevan aakkhh.." Queen sampai berteriak ketika meraih pelepasan pertama yang sudah sangat ia nantikan.
"Banyak sekali, kamu pasti sangat bergairah ya sayang?" goda Jeevan.
"Hu'um, cepat sentuh aku lagi sayang! Aku belum puas kalau hanya sekali, masukkan punya kamu yang besar itu Jeevan!" ujar Queen.
"Kamu tenang aja sayang, aku pastikan kamu puas hari ini dan aku pun juga akan puas!" ucap Jeevan.
"Yeah itu bagus, aku gak sabar mau ngerasain punya kamu di dalam punya aku!" ucap Queen.
Akhirnya Jeevan mengeluarkan jarinya, ia berganti menghisap cairan milik wanita itu dengan lidahnya. Lagi-lagi Queen bergerak tak karuan di atas ranjang menikmati setiap sedotan yang dilakukan Jeevan, ia benar-benar merasakan sesuatu yang sedari tadi ia ingin rasakan.
Queen sudah tak mampu lagi menahan diri, ia kembali mencapai puncaknya hanya dengan mulut dan jari Jeevan. Tampak kini pria itu sudah bangkit dan menempatkan miliknya di depan lembah yang lembab itu, Queen sedikit terengah-engah saat Jeevan menggesek-gesek dua bagian itu.
Tanpa menunggu lama, penyatuan akhirnya terjadi. Jeevan berhasil melesak masuk hanya dengan sekali hentak, sebab milik Queen sudah sangat licin dan memudahkan miliknya untuk masuk. Jeevan juga langsung saja bergoyang membuat Queen terus berteriak keenakan.
Permainan panas itu terus berlangsung selama beberapa jam, Jeevan tak membiarkan Queen istirahat meski wanita itu sudah memohon untuk berhenti sejenak. Jeevan kini yang lupa diri, ia dibuat sangat bergairah hingga tak bisa berhenti menghujam milik Queen di bawah sana.
Karena tak tahan, Queen pun pingsan akibat Jeevan yang terlalu kasar. Lelaki itu memang tidak pernah berubah, sejak dulu dia selalu bermain kasar saat di ranjang dan membuat lawan mainnya tak berdaya, sama seperti Queen saat ini yang sudah pingsan kelelahan.
Flashback end
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...