Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia
Bab 20. Tanpa sengaja


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 2


Tanpa sengaja




Lova telah selesai membeli novel yang ia inginkan, kini gadis itu berada di sebuah restoran mahal untuk sekedar mengisi perutnya. Seperti biasa, Arul selalu bodyguardnya selalu mengikuti kemana ia pergi. Bahkan, Arul juga ikut berdiri di sebelah Lova saat gadis itu tengah menikmati makanannya.


Sungguh Lova merasa risih, dengan keberadaan Arul tentunya membuat Lova mulai kehilangan segala aktivitasnya yang bersifat privasi. Ia tidak bisa berbuat banyak, sudah berbagai macam cara ia lakukan untuk mengusir Arul, tetapi tak mempan sebab pria itu terus saja kekeuh mengikutinya.


"Arul, lu gak mau ikut makan sini sama gue? Daritadi kan lu belum makan, pasti lu lapar. Apalagi lu temenin gue terus, sini duduk terus pesan aja apa yang lu mau biar gue traktir!" ucap Lova.


"Eee maaf nona kalau saya lancang, tapi ini benar nona tawarin saya makan? Bukannya tadi nona gak suka ya sama saya?" heran Arul.


"Ish, dibaikin malah kayak gini. Lo tuh sebenarnya maunya apa sih? Gue jadi bingung deh sama lu, digalakin salah dibaikin juga salah. Terus gue harus gimana coba sama lu?" kesal Lova.


"Maaf nona, saya kan cuma heran. Abisnya sikap nona barusan itu beda banget dari sebelumnya, saya jadi kaget nona," ucap Arul.


"Dih, lu jangan kege'eran dulu ya! Gue tawarin lu makan biar lu gak sakit aja, nanti kalo lu sakit kan repot urusannya. Pasti bokap gak bakal kasih izin gue buat pergi ke luar kalau gak ada lu," ucap Lova.


"Tenang aja nona, saya akan selalu siap buat kawal nona kemanapun dan kapanpun nona!" ucap Arul.


"Yakin? Sekuat-kuatnya manusia, pasti dia bakal sakit juga. Udah deh buruan sini duduk terus makan bareng gue!" ucap Lova.


"Jangan deh nona, saya gak enak. Masa pengawal makan sama majikannya?" ujar Arul.


"Loh kenapa? Kita tuh sama-sama manusia, jadi gak masalah kali makan bareng mah. Ayo mumpung gue belum berubah pikiran!" ucap Lova.


"Iya iya non.." Arul menurut dan akhirnya ikut duduk di sebelah Lova walau sedikit canggung.


"Lo mau makan pake apa? Pilih aja tuh yang ada di menu!" ujar Lova.


"Eee saya.."


Selagi Arul memilih menu, Lova mengedarkan pandangannya. Tanpa sengaja, dirinya menangkap sosok wanita mengenakan masker serta hoodie abu-abu yang baru memasuki restoran itu. Yang menjadi masalahnya adalah, pria yang bersama wanita itu dapat dikenali oleh Lova sebagai Tom alias asisten pribadi Jeevan.

__ADS_1


"Itu kan si Tom, kok dia disini?" batin Lova.


Karena penasaran, Lova memilih bangkit dari duduknya dan menghampiri pria itu. Namun, lengannya dicekal oleh Arul yang masih terduduk disana.


"Tunggu non, nona mau kemana?" tanya Arul.


"Ih lu diam dulu deh, gue cuma mau kesana tuh nyamperin orang!" ujar Lova.


"Tapi, dia siapa nona?" tanya Arul penasaran.


"Teman gue, udah ah lepasin!" kesal Lova.


Arul melepas pegangannya, kemudian Lova pun bergerak cepat menghampiri pria yang diduga Tom tersebut. Ia menyapa pria itu dan tersenyum ke arahnya, membuat sang pemilik nama terkejut lalu spontan menoleh ke wajahnya.


"Heh Tom!" sapa Lova.


"Hah??" Tom terkejut bukan main, ia bertemu dengan salah satu sahabat dari Dinda disana.


"Lova?" Dinda yang masih mengenakan masker itu spontan mengucap nama sohibnya, sehingga Lova pun beralih menatapnya.


Perlahan Dinda melepas maskernya, betapa terkejutnya Lova ketika melihat wajah sahabat yang selama ini ia cari-cari.


"Dinda?!" ucap Lova spontan.




Jeevan masih terjebak bersama Caitlyn di rumahnya, ia mengurungkan niatnya untuk keluar rumah dan justru kembali ke dalam menemani Caitlyn yang baru datang.


"Jev, kamu pasti udah tau kan kabar mengenai perjodohan kita?" tanya Caitlyn sambil tersenyum.


"Kalau kamu kesini mau bahas soal itu, maaf saya gak ada waktu. Lagipun, saya juga sudah menolak perjodohan kita," jawab Jeevan tegas.


Caitlyn terbelalak lebar, "Maksud kamu apa Jev? Masa kamu tolak perjodohan kita sih? Kamu gak sayang ya sama aku?" ujarnya kaget.


"Emang sejak kapan saya bilang kalau saya sayang sama kamu Caitlyn? Selama ini saya cuma anggap kamu sebagai sahabat kok," ucap Jeevan.

__ADS_1


"Ohh, ya gapapa deh sahabat juga. Mungkin nanti lama-lama kamu bakal sadar dan bisa jatuh cinta sama aku Jev," ucap Caitlyn tersenyum.


"Jangan berharap terlalu tinggi Caitlyn, nanti jatuhnya sakit loh!" ucap Jeevan.


Caitlyn hanya tersenyum, kemudian ia melingkarkan tangannya di sela-sela lengan Jeevan dan menaruh kepalanya pada bahu si pria. Mendapat perlakuan seperti itu, hanya membuat Jeevan terdiam tanpa melakukan perlawanan.


"Aku bakal buktiin ke kamu Jev, kalau aku bisa bikin kamu jatuh cinta sama aku. Sekarang kita jalan-jalan yuk Jev!" ucap Caitlyn dengan manja.


"Saya banyak urusan, kalau kamu mau jalan-jalan ya sana jalan aja sendiri gih! Saya harus urus urusan saya, sekarang permisi ya saya mau keluar dulu?" ucap Jeevan.


"Ah jangan pergi dulu Jeevan! Aku masih pengen sama kamu tau disini, sebentar ya temenin aku!" pinta Caitlyn.


"Kalau kamu masih mau disini, yaudah silahkan aja kamu boleh kok tetap disini. Tapi, saya gak bisa temani kamu Caitlyn. Sudah ya saya pergi dulu?" ucap Jeevan.


"Ish, aku maunya sama kamu Jev. Please lah kamu disini dulu sebentar ya!" ucap Caitlyn.


"Saya gak bisa Caitlyn, saya harus keluar sekarang. Kamu tolong deh jangan bikin saya tambah pusing!" kesal Jeevan.


"Aku cuma pengen sama kamu, gini aja deh gimana kalau aku ikut kamu pergi? Siapa tahu aku bisa bantu kamu kan?" ucap Caitlyn.


"Enggak ah, saya mau pergi sendiri aja. Kamu mending pulang atau tetap disini, daripada nanti repotin saya," ucap Jeevan.


"Aku janji kok gak akan ngerepotin kamu, aku cuma mau bantu kamu. Ayolah Jeevan, boleh ya aku ikut sama kamu!" mohon Caitlyn.


"Kamu apa sih Caitlyn? Urusan saya ini berbahaya loh, emang kamu mau nanti terjadi apa-apa sama kita berdua?" ujar Jeevan.


Caitlyn menggeleng, "Justru itu aku gak mau biarin kamu pergi sendiri Jeevan, kamu harus ada yang nemenin dan itu aku," ucap Caitlyn.


"Saya udah ada banyak pengawal, jadi kamu gak perlu repot-repot temenin saya. Udah ah jangan halangi saya lagi!" kesal Jeevan.


"Tunggu Jeevan!" Caitlyn kembali menahan Jeevan seolah tak ingin pria itu pergi darinya.


Jeevan yang kesal akhirnya mendorong tubuh Caitlyn begitu saja, sampai gadis itu terjatuh ke sofa dan meringis kesakitan. Jeevan tak perduli dengan rintihan gadis itu, ia malah pergi dari sana meninggalkan Caitlyn sendirian.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2