Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia
Bab 32. Tidak ada siapapun


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 2


Tidak ada siapapun




Jeevan bergegas pergi, namun Caitlyn dengan sigap mencekal lengannya dan menahan pria itu untuk tetap disana. Kekesalan Jeevan makin memuncak, ia sampai hampir memukul wajah gadis di hadapannya karena tidak mampu lagi menahan emosinya.


"Kamu tuh kenapa sih? Saya harus pergi, saya gak mau bicara sama kamu!" sentak Jeevan.


"Aku gak akan lepasin kamu, sebelum kamu jelasin ke aku ada urusan apa kamu di luar sana! Aku ini calon istri kamu Jev, kamu terbuka dong sama aku!" ucap Caitlyn.


"Hah? Kamu kalau ngarang itu jangan kebangetan deh Caitlyn! Sejak kapan saya setuju buat nikah sama kamu?" ujar Jeevan.


"Aku gak perduli, mau kamu setuju atau enggak pokoknya tetap kita bakal menikah!" tegas Caitlyn.


Jeevan menggeleng, "Kamu udah benar-benar stress Caitlyn, saya gak mau nikah sama kamu sampai kapanpun!" ucapnya.


"Apa ada wanita lain yang bikin kamu gak bisa terima aku? Siapa dia Jeevan? Siapa?" tanya Caitlyn penasaran.


"Kamu gak perlu tau, intinya dia lebih dulu ada di sisi saya sebelum kamu datang. Jadi, kamu gak bisa salahin dia kalau saya lebih cinta sama dia dibanding kamu," jawab Jeevan.


Setelah mengatakan itu, Jeevan menyingkirkan tangan Caitlyn dari lengannya. Dengan cepat pria itu pergi bersama anak buahnya dan masuk ke mobil, Caitlyn pun dibuat kesal tapi tak tahu harus berbuat apa untuk saat ini. Jeevan kini telah pergi, meninggalkan Caitlyn sendirian disana.


"Huft, siapa sih cewek yang bikin Jeevan berpaling dari aku? Padahal aku kan niatnya mau curhat soal kejadian di jalan tadi, eh dia malah gak mau dengerin aku!" gumam Caitlyn.


Tak lama, Fritzy datang menghampiri Caitlyn dan menyapa gadis itu.


"Halo mbak Caitlyn!" sapa Fritzy dengan ramah.


"Eh kamu, kebetulan ada kamu disini. Kamu pasti tahu kan perempuan yang lagi didekati sama Jeevan?" ucap Caitlyn.


Fritzy menatap heran, ia terdiam seketika sembari memalingkan wajahnya.


"Heh! Kenapa kamu malah diam? Kalau ditanya itu jawab dong Fritzy, jangan bikin saya kesal deh!" sentak Caitlyn.


"I-i-iya mbak, saya tuh lagi mikir tadi," gugup Fritzy.


"Yaudah, terus kamu tau gak siapa wanita yang lagi dideketin sama Jeevan?" tanya Caitlyn.


"Eee kalau itu sih saya gak tahu ya mbak, tapi dulu bos Jeevan pernah tergila-gila sama satu wanita gitu. Sampai tuh cewek dibawa kesini sama bos Jeevan," jawab Fritzy.


"Hah serius? Siapa wanita sialan itu? Kamu kasih tau saya Fritzy!" ujar Caitlyn.


"Namanya Queen, dia anak dari bos musuh kami. Entah kenapa bos Jeevan malah tertarik sama wanita itu," jelas Fritzy.


Caitlyn terkejut mendengarnya, ia berpikir untuk mulai mencari tahu tentang Queen dan menemukan wanita itu.




Queen dan Aulia telah tiba di rumah sakit, tanpa basa-basi mereka langsung menghampiri Lova serta Nina yang tengah duduk di depan ruang tempat Dinda diperiksa. Queen sangat penasaran dengan kondisi Dinda, ia pun bertanya pada Lova dan berharap Dinda baik-baik saja.


"Lova, kondisi Dinda sekarang gimana? Dia sakit apa Va?" tanya Queen cemas.


"Lo tenang dulu Queen! Dinda gak sakit kok, dia baik-baik aja," jawab Lova.


"Apa maksud lu? Kalau Dinda gak sakit, terus kenapa dia bisa pucat banget sama lemas kayak tadi?" tanya Queen heran.


"Eee Dinda.." Lova gugup dan terlihat bingung saat hendak menjawabnya.


"Ada apa Lova? Kasih tau aja ke gue, gue pengen tahu juga kali apa yang terjadi sama Dinda!" pinta Queen.


"Iya Va, gak cuma Queen tapi gue juga," sahut Aulia.

__ADS_1


"Kalian berdua tenang ya! Dinda itu gak sakit tapi dia—" Lova menggantung ucapannya dan malah melirik ke arah Nina.


"Dia apa? Kenapa? Kalo ngomong jangan setengah-setengah dong Lova!" ujar Queen.


"Dia hamil, Dinda hamil Queen. Usianya udah empat minggu," sambung Lova.


"Apa? Serius lu Va? Jangan bercanda deh lu! Mana mungkin coba Dinda hamil?" kaget Queen.


"Gue gak bohong Queen, buat apa juga gue bohong? Kalau lu gak percaya, tanya aja tuh sama Nina!" ucap Lova.


Queen beralih menatap Nina, "Beneran Nin? Dinda hamil?" tanyanya memastikan.


"Iya Queen, barusan kita dapat kabar dari dokter ya kayak gitu. Dinda hamil dan usia kandungannya udah empat Minggu," jawab Nina.


"Ya ampun, terus siapa yang hamilin Dinda coba? Kok bisa dia sampai hamil?" tanya Queen.


"Gue curiga ini ulah si Tom, mereka kan udah sering bercinta," tebak Aulia.


"Bener juga yang dibilang Aulia, pasti tuh anak yang dikandung Dinda anaknya si Tom!" ujar Lova.


"Kurang ajar emang dia! Kita harus minta tanggung jawab dari tuh cowok, supaya dia bisa bantu Dinda urusin anaknya!" ucap Nina.


"Jangan guys! Gue gak mau berurusan lagi sama pengkhianat kayak Tom, dia kan yang udah bocorin alamat rumah gue sama Jeevan," ucap Queen.


"Tapi Queen, gimana sama Dinda? Anaknya itu butuh sosok ayah loh," ucap Lova.


"Itu nanti gue yang urus aja, sekarang gue mau ketemu sama Dinda dong. Boleh gak?" ucap Queen.


"Boleh boleh, lu masuk aja Queen! Kita sih tadi udah ketemu sama dia," ucap Lova.


"Terus gimana perasaan Dinda setelah tahu dia hamil anaknya Tom?" tanya Queen penasaran.


"Dinda kelihatan terpukul banget, mungkin awalnya dia senang sebelum tahu Tom ternyata berkhianat juga dari kita. Tapi, sekarang dia kelihatan gak mau terima kehadiran anaknya itu," jawab Nina.


"Yaudah, gue ke dalam dulu ya? Yuk Aul!" ucap Queen.


Aulia mengangguk, ia bersama Queen pun masuk ke dalam ruangan Dinda. Sedangkan Lova serta Nina tetap menunggu di luar.




"Bos, kok bisa ada si Tom disini? Apa dia sudah membelot ke kelompok musuh?" tanya Alden berbisik di telinga Jeevan.


"Tidak tahu, saya gak perduli sama dia. Sekarang yang harus kita cari itu Queen, kita tangkap dan bawa dia ke markas!" ucap Jeevan singkat.


"Baik bos!" ucap Alden patuh.


Saat mereka hendak melintas, Tom dengan gagahnya menghadang dan tak memberi izin bagi mereka semua untuk masuk. Sontak kelakuan Tom itu membuat Jeevan menggeram kesal, ia mengepalkan tangannya seraya menatap wajah Tom dengan penuh amarah.


"Apa-apaan kamu Tom? Jangan halangi jalan saya, atau kamu juga akan saya habisi!" ujar Jeevan.


"Tahan pak, sebaiknya anda jangan membuat kerusuhan disini! Tidak mungkin pasukan anda bisa menang melawan pasukan walters, lebih baik kalian kembali ke markas!" ucap Tom.


"Siapa kamu berani mengatur-atur kami? Kamu itu cuma seorang pengkhianat, dan kamu gak ada tempat lagi di tim saya! Jadi, kamu gausah ikut campur urusan kami lagi!" sentak Jeevan.


"Saya cuma gak mau ada keributan pak, apalagi ini rumah orang dan seharusnya anda juga tahu diri lah," ucap Tom.


"Maksud kamu apa? Saya tahu apa yang harus saya lakukan, jadi kamu gak perlu nasehati saya! Sudahlah, kamu menyingkir sebelum saya marah dan hajar kamu!" geram Jeevan.


"Saya tidak akan menyingkir pak, saya akan terus disini menjaga rumah Queen!" tegas Tom.


"Kamu benar-benar bikin saya emosi, ayo semuanya masuk dan temukan Queen sampai dapat!" ujar Jeevan.


"Tunggu dulu pak, dengarkan saya dulu!" ucap Tom kembali menghalangi jalan pasukan Jeevan.


"Kamu mau apa lagi sih? Sudah saya bilang, jangan halangi saya!" geram Jeevan.

__ADS_1


"Saya cuma mau bilang, kalau Queen sedang tidak ada di rumah. Percuma juga kalian mencarinya ke dalam," ucap Tom.


"Jangan bohong kamu Tom!" sentak Jeevan.


"Saya berkata jujur pak, memang tadi Queen pergi bersama teman-temannya mengantar Dinda ke rumah sakit," ucap Tom.


"Rumah sakit mana?" tanya Jeevan.


Tom menunduk, "Maaf pak, saya kali ini gak mau kasih tau lagi keberadaan mereka ke anda," ucapnya.


"Kurang ajar!" Jeevan emosi dan langsung menarik kerah baju Tom dengan kuat.


"Kemana Queen pergi? Cepat jawab!" pinta Jeevan.


Karena tak kunjung ada jawaban, Jeevan pun memukul wajah Tom sampai pria itu tersungkur ke aspal.


Bugghhh


"Jawab Tom!" bentak Jeevan.


"I-i-iya pak, Queen dan yang lainnya pergi ke rumah sakit mutiara citra," jawab Tom lirih.




Caitlyn yang kesal dengan perlakuan Jeevan padanya, memilih pergi ke rumah Aqila untuk menemui wanita itu. Sekaligus Caitlyn juga hendak menanyakan mengenai perempuan yang tengah diincar Jeevan saat ini, dan Caitlyn mengetahuinya bernama Queen.


"Halo tante!" Caitlyn menyapa Aqila yang baru keluar dari rumahnya dengan senyuman tipis.


"Eh Caitlyn? Halo sayang!" Aqila merasa senang, ia pun memeluk Caitlyn dengan erat sembari mengusap punggungnya.


"Tante, aku lagi sedih nih," ucap Caitlyn merengut.


"Loh loh, kenapa sayang? Kok calon menantu tante yang cantik ini sedih? Ada apa Caitlyn?" tanya Aqila cemas.


"Iya tante, semua gara-gara Jeevan yang milih buat ngejar cewek lain dibanding aku," jawab Caitlyn.


"Hah? Siapa sayang? Kenapa tante gak tau apa-apa ya?" kaget Aqila.


Caitlyn menggeleng pelan dengan wajah cemberut, "Aku juga gak tahu tante, tapi pas aku tanya ke Fritzy katanya nama cewek yang lagi dikejar Jeevan itu Queen," ucapnya.


"Apa??" Aqila kaget bukan main, lagi-lagi ia mendengar nama itu.


"Kenapa tante? Kok tante kaget gitu pas dengar nama Queen? Apa tante kenal sama dia?" tanya Caitlyn heran.


"Iya sayang, jelas tante kenal. Dia itu emang wanita yang nyebelin, dia udah guna-guna Jeevan sampe Jeevan tergila-gila sama dia," jawab Aqila.


"Kok bisa gitu sih tante?" ujar Caitlyn.


"Eee kita bicaranya di dalam aja ya? Gak enak disini sambil berdiri, nanti kamu kecapekan lagi. Biar sekalian kita minum juga," ajak Aqila.


"Boleh deh tante, kebetulan aku haus habis panas-panasan tadi," ucap Caitlyn.


Aqila tersenyum, kemudian mengajak Caitlyn masuk ke rumahnya. Mereka pun duduk di sofa, dengan dua gelas minuman yang baru disediakan oleh pelayan disana. Tanpa menunggu lama, Caitlyn kembali bertanya mengenai Queen kepada Aqila karena ia sangat penasaran.


"Tante, jadi Queen itu siapa sebenarnya? Kok dia bisa muncul di hidup Jeevan?" tanya Caitlyn.


"Ya Caitlyn, awalnya tante juga gak tahu kejadian sampai Jeevan bisa bawa Queen ke rumahnya itu kayak gimana. Tapi, yang pasti waktu itu tiba-tiba aja Jeevan bilang kalau dia akan menikah dengan Queen," jawab Aqila.


"Hah? Menikah? Masa baru ketemu aja langsung mau nikah sih tante? Apa gak salah tuh Jeevan?" kaget Caitlyn.


"Itu dia yang tante juga heran, terus Queen bawa orangtuanya buat ketemu sama tante dan papanya Jeevan disini. Eh setelah ditelusuri, ternyata itu bukan orang tua kandungnya Queen," ucap Aqila.


"Waduh, itu penipuan dong tante! Jahat banget tuh cewek, kalo gitu aku gak bisa biarin Jeevan dekat-dekat sama dia!" ucap Caitlyn.


Aqila mengangguk setuju, semua tentang Queen yang ia ketahui pun diceritakan pada Caitlyn. Membuat gadis itu semakin emosi dan ingin segera bertemu dengan Queen, begitupun dengan Aqila sendiri yang sudah tidak sabar untuk melabrak wanita itu kembali.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2