
#Terjebak Gairah Sang Mafia 2
Biar aku bantu merawatnya
•
•
Dinda langsung melongok lebar, "Darimana kamu tahu nama aku? Siapa sebenarnya kamu?" tanyanya pada si pria dengan bingung.
Sontak pria itu membuka topengnya, Dinda yang melihat bagaimana rupa pria itu langsung dibuat terkejut dan tak percaya. Ia sangat bingung apa yang terjadi sehingga bisa sosok itu ada di depan matanya saat ini, padahal sebelumnya mereka sudah berpisah cukup lama.
"Ini aku Dinda, pasti kamu masih mengenal siapa saya bukan?" ucap pria itu sambil tersenyum.
"Tom??" lirih Dinda sembari menggeleng pelan karena dibuat tak percaya olehnya.
"Iya Dinda, baguslah kamu masih mengenali aku. Aku sangat rindu padamu Dinda, akhirnya kita bisa bertemu lagi sekarang," ucap Tom.
Dinda masih terus menggeleng heran, "Gak mungkin, gimana kamu bisa ada disini? Kamu kan seharusnya di Indonesia," ucapnya.
"Iya, tapi aku memilih mengikuti kamu sampai kesini sayang. Aku cinta sama kamu, aku gak mau kamu terus tinggal sama si Erick tua bangka itu," ucap Tom menjelaskan.
"Enggak, kamu gak bisa bawa aku pergi dari sini Tom. Aku nyaman kok tinggal sama mister Erick, dia baik dan tulus sama aku. Gak kayak kamu yang pengkhianat!" ucap Dinda.
"Kenapa kamu bicara begitu sayang? Aku tulus sama kamu, justru dia yang gak tulus dan cuma mengincar tubuh kamu. Kamu percaya dong sama aku Dinda!" ucap Tom.
"Buat apa aku percaya sama kamu? Kamu aja udah khianati aku dua kali loh Tom, apa aku masih harus percaya sama kamu?" ucap Dinda.
"Dinda, kali ini aku jujur sama aku kalau aku gak akan pernah berkhianat dari kamu. Bukan aku yang kasih tau alamat Queen ke Erick, aku juga gak tahu kenapa dia bisa ada disana," ucap Tom.
Dinda terdiam memikirkan perkataan Tom, ia mulai berpikir apakah mungkin Tom memang bukan orang yang memberitahu alamat Queen ke Erick. Namun, entah mengapa sulit sekali rasanya bagi Dinda untuk bisa percaya pada Tom setelah apa yang lelaki itu lakukan sebelumnya.
"Aku bingung harus percaya atau enggak sama kamu, jujur aja aku sulit buat percaya sama kamu sejak kejadian waktu itu. Karena biasanya, sekali berbohong maka orang akan terus berbohong," ucap Dinda dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Aku tahu itu sayang, tapi kali ini aku jujur sama kamu bukan aku yang kasih tau alamat rumah Queen ke mister Erick," ucap Tom tegas.
"Terserah kamu deh, terus sekarang kamu mau apa bawa aku kesini? Katakan maksud kamu!" ucap Dinda.
"Jelas aja aku pengen bawa kamu pergi dari si orang tua mesum itu, aku gak terima kamu terus-terusan jadi bahan hasrat dia yang gak tahu diri itu! Aku sayang sama kamu Dinda!" ucap Tom.
Dinda menggeleng pelan, "Mister Erick gak kayak gitu kok, dia bukan jadiin aku pemuasnya. Malahan dia berlaku baik banget ke aku dan anggap aku seperti kekasihnya sendiri," ucapnya.
"Kamu terus aja belain dia, padahal kamu tau kalau dia bukan laki-laki yang baik!" ucap Tom.
"Terus kamu merasa diri kamu itu laki-laki yang baik dibanding mister Erick, iya? Cih sok banget kamu!" cibir Dinda.
"Bukan gitu sayang, maksud aku tuh aku pengen kamu hidup normal lagi seperti dulu," ucap Tom.
"Sekarang aku normal kok, aku senang malah tinggal sama mister Erick dibanding kamu," ucap Dinda.
Tom tersentak, Dinda sepertinya sudah sangat benci padanya sampai-sampai wanita itu terang-terangan membela Erick di depannya. Padahal dulu Dinda sangat tidak menyukai Erick.
•
•
Lalu, tanpa diduga Jeevan menemukan sebuah surat yang ada di tangan Fritzy. Karena penasaran, Jeevan mengambil surat tersebut begitu saja sampai membuat Fritzy syok. Ya itu merupakan surat dokter yang berisi keterangan mengenai kehamilan Fritzy yang berusia tiga Minggu itu.
"Ini pasti hasil tes medis kamu kan? Saya mau lihat, saya pengen tahu kamu itu sakit apa sih," ucap Jeevan.
"Bos, jangan bos!" mohon Fritzy.
"Ah diam kamu Fritzy? Saya cuma mau lihat kok, kenapa kamu kayak ketakutan gitu? Saya jadi makin penasaran tau," ucap Jeevan sembari membuka surat tersebut.
Fritzy hanya bisa pasrah saat surat itu sudah terbuka, Jeevan membacanya dan seketika matanya melotot lebar melihat isi surat tersebut.
"Ka-kamu hamil??" lirih Jeevan.
__ADS_1
Fritzy mengangguk perlahan, ia mengiyakan pertanyaan Jeevan karena memang benar dirinya saat ini tengah mengandung anak dari lelaki itu. Sontak Jeevan mengusap wajahnya kasar, ia semakin menyesal karena telah menodai Fritzy sampai membuat wanita itu hamil.
"Ya ampun, saya harus bagaimana sekarang? Pasti anak yang kamu kandung itu anak saya, sial!" ujar Jeevan tampak menyesal.
"Eee bos, sudah bos tidak perlu terlalu pusing memikirkan kehamilan saya! Saya bisa urus semuanya sendiri kok, saya janji tidak akan merepotkan bos nantinya!" ucap Fritzy.
"Gak bisa Fritzy, itu kan anak saya!" ucap Jeevan.
Fritzy terdiam tak mampu menyangkal, memang benar anak yang dikandungnya adalah anak hasil dari perbuatannya dengan bosnya itu. Fritzy pun tidak bisa berkata apa-apa lagi, sedangkan Jeevan bergerak mendekat lalu menarik dagu Fritzy agar bisa menatapnya dengan jelas.
"Kamu harus izinkan saya merawat anak saya Fritzy, saya tidak mungkin menelantarkan dia begitu saja!" ucap Jeevan.
"Bos, ta-tapi bagaimana kalau ada yang curiga? Alden sudah tahu tentang kehamilan saya, dia pasti bakal mikir yang enggak-enggak nanti," ucap Fritzy.
"Biarin aja, gak ada yang salah kalau misal Alden tahu saya ayah dari anak kamu itu," ucap Jeevan.
"Saya gak enak aja bos, nanti orang-orang bisa mikir yang enggak-enggak tentang bos. Atau saya yang nanti dikira wanita gak benar, saya gak mau itu terjadi bos," ucap Fritzy.
"Kamu gausah cemas, saya akan lindungi kamu dan bela kamu di depan mereka!" tegas Jeevan.
"Jangan bos! Saya malah tambah gak enak kalo gitu, udah ya bos biarin saya aja yang jaga dan rawat anak ini. Saya janji akan rawat dia dengan baik," ucap Fritzy.
"Kenapa sih kamu ngeyel banget? Saya mau bantu kamu Fritzy, lagian itu kan anak saya. Udah pokoknya jangan larang saya buat bantu kamu!" ujar Jeevan.
Fritzy hanya bisa terdiam meneguk ludahnya, tatapan tajam Jeevan ke arahnya membuat ia tak bisa berkutik dan pasrah saja dengan apa yang dikatakan Jeevan. Lagipun, ini semua terjadi juga karena hasrat Jeevan yang tidak bisa ditahan sehingga Fritzy pun harus mengandung anaknya.
Tanpa disadari oleh mereka, Alden rupanya tak sengaja mendengar percakapan Jeevan dengan Fritzy barusan. Alden pun terkejut bukan main, ia tak menyangka kalau ternyata anak yang dikandung Fritzy adalah anak Jeevan, bos mereka.
"Gak disangka, ternyata yang hamilin Fritzy itu bos Jeevan. Pantas aja dia jadi perhatian banget sama si Fritzy," gumam Alden dalam hati.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1
...VOTE JUGA YA BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT...