Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia
Bab 58. Kamu itu adikku


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 2


Kamu itu adikku




Aulia tengah bersama Victor di sebuah taman. Mereka duduk berdampingan dan saling menatap wajah satu sama lain, Aulia masih bingung siapa sebenarnya Victor dan ada urusan apa pria itu mengajaknya berbincang. Apalagi Aulia merasa tidak pernah mengenal Victor sebelumnya dan ini kedua kalinya mereka bertemu.


Karena tak mempunyai waktu banyak, Aulia langsung mendekat ke arah Victor untuk menanyakan apa maksud pria itu mengajaknya datang kesana. Victor yang masih kagum pada kecantikan gadis itu, tidak bisa fokus dan hanya diam mengamati wajah Aulia yang sangat cantik.


"Hey, kamu kenapa malah diam aja? Ayo dong ngomong sekarang! Aku udah gak punya waktu banyak nih, aku harus balik ke kelas sebentar lagi," ucap Aulia menegur pria di sampingnya.


"Eh iya iya, aku minta maaf. Aku tadi gak fokus gara-gara wajah kamu benar-benar cantik, dan aku merasa gak asing lihatnya," ucap Victor.


"Maksud kamu gimana?" tanya Aulia heran.


"Iya Aulia, aku seperti melihat wajah adik aku yang sudah lama hilang. Makanya aku temuin kamu dan ajak kamu kesini, karena aku punya pikiran kalau kamu itu adik aku yang selama ini aku cari," jelas Victor.


Aulia tersentak kaget, "Mana mungkin kayak gitu? Aku tuh anak tunggal, aku gak punya saudara apalagi kakak. Mungkin kamu cuma salah kita," ucapnya.


"Enggak Aulia, aku yakin sekali sama perasaan aku ini. Aku tahu yang aku rasa ini gak salah, kamu mau kan bantu aku cari tau kalau kamu emang adik aku yang hilang?!" ujar Victor.


"Bukannya aku gak mau, tapi maaf aku gak ada waktu buat bantu kamu," tolak Aulia.


"Gak harus sekarang kok, bisa di lain waktu. Yang aku mau kan bantuan dari kamu," ucap Victor.


"Eee biar aku pikir-pikir dulu ya? Soalnya aku lagi banyak kesibukan nih," ujar Aulia.


"Aku tahu kamu pasti sibuk, kamu itu kan anak kuliahan. Tapi, kalau nanti kamu gak sibuk boleh kan kamu bantu aku?" ucap Victor.


"Kita lihat aja nanti ya? Lagian emang apa coba yang bisa aku bantu buat kamu?" tanya Aulia.


"Bantu aku cari bukti bahwa kamu memang adik aku Aulia, karena aku butuh itu untuk meyakinkan dugaan aku. Walaupun aku udah yakin sekali kalau kamu adik aku," jawab Victor.


"Kenapa kamu bisa seyakin itu sih? Cuma karena wajah aku mirip sama adik kamu?" tanya Aulia.


"Iya Aulia, saat pertama kali aku lihat kamu, yang ada di pikiran aku itu ya adik aku," jawab Victor.

__ADS_1


"Emangnya adik kamu itu kemana sih? Kok bisa hilang gitu?" tanya Aulia penasaran.


"Jadi gini, dulu itu sempat terjadi banjir bandang di kampung tempat aku tinggal. Aku terpisah sama adik aku ya dari situ, dan sampai sekarang aku belum bisa ketemu lagi sama dia," jelas Victor.


Aulia kembali terkejut mendengar cerita dari Victor, ia baru ingat kalau selama ini ia juga sering bermimpi tentang banjir yang sangat besar.


"Eee aku turut berduka ya?" lirih Aulia.


"Terimakasih Aulia, maaf karena udah ganggu waktu kamu. Kalau kamu mau pergi, silahkan aja!" ucap Victor.


"I-i-iya, sorry ya aku harus pergi sekarang? Kamu gapapa kan aku tinggal?" ujar Aulia.


"Gak kok, lagian kamu kan harus kuliah. Justru aku yang gak enak karena udah ganggu kamu," ucap Victor.


"Gak masalah, aku bantu doa semoga adik kamu cepat ditemukan ya!" ucap Aulia.


"Aamiin," ucap Victor mengaminkan.


Disaat Aulia hendak pergi, tiba-tiba saja Lova dan Alif muncul memanggilnya dengan nafas yang terengah-engah.


"Aulia!" teriak Lova dengan keras.




"Masa sih? Aku tetap sulit percaya sama kamu Jeevan, apalagi kemarin kamu langsung sentuh aku gitu aja dan bawa aku ke ranjang," ucap Queen.


"Lah kok kamu jadi salahin aku? Perasaan kamu sendiri yang ajak aku dan paksa aku buat puasin kamu, apa kamu lupa tentang itu sayang?" ucap Jeevan sambil tersenyum tipis.


"Emang iya, tapi kamu kalau emang tulus sama aku harusnya bisa tahan diri dong!" ucap Queen.


"Mana bisa aku tahan kalau sama kamu? Kamu itu menggoda banget sayang, lagian kalau aku gak gituin kamu nanti kamu tersiksa sendiri," ujar Jeevan.


"Yaudah, gausah dibahas lagi. Aku mau fokus jaga papa sampai papa sadar," ucap Queen.


"Kamu duluan yang bahas soal itu, aku mah udah lupain kejadian kemarin itu kok," ucap Jeevan.


"Iyain aja deh, mending kamu keluar dulu sana daripada bikin aku darah tinggi!" usir Queen.

__ADS_1


"Kamu usir aku? Aku kesini kan mau jenguk papa kamu, masa aku malah disuruh keluar?" protes Jeevan.


"Bodoamat, suruh siapa kamu ngeselin banget dan selalu bikin aku emosi?!" kesal Queen.


Jeevan menangkup wajah Queen sambil mengecup keningnya dengan lembut, "Aku minta maaf ya? Aku emang selalu bikin kamu emosi, tapi aku janji setelah ini aku akan selalu bahagiakan kamu sayang!" ucapnya penuh ketulusan.


Queen hanya diam menatap wajah Jeevan yang berada sangat dekat dengannya, jujur saja jantungnya saat ini berdetak tidak aman karena perlakuan manis lelaki itu.


"Uhuk uhuk uhuk.." tiba-tiba suara batuk yang berasal dari Salman mengejutkan keduanya.


"Loh papa?" Queen terkejut lalu reflek menjauh dari Jeevan dan mendekati papanya itu.


"Pa, papa udah sadar kan? Jawab aku dong pa!" ucap Queen dengan semangat.


Salman mengerjapkan matanya, ia tersenyum setelah melihat Queen berada di dekatnya. Ia pun sangat senang dengan kehadiran putrinya itu.


"Queen? Akhirnya kamu ada disini sayang, papa sudah kangen sekali sama kamu!" lirih Salman.


"Ah papa, aku juga kangen banget sama papa!" balas Queen.


Keduanya pun berpelukan selama beberapa menit disana, sampai Salman sadar dengan kehadiran sosok Jeevan di hadapannya saat ini. Ya tentunya Salman sangat tak menyukai jika Jeevan dekat dengan putrinya, apalagi secara terang-terangan datang ke depannya.


"Tunggu dulu sayang, kenapa kamu bisa sama dia? Apa kamu dan dia ada hubungan sampai dia bisa ada disini?" tanya Salman seraya menunjuk dan menatap ke arah Jeevan.


"Pa, biar aku jelasin dulu semuanya ya? Supaya papa gak salah paham juga," ucap Queen.


"Tentu Queen, kamu harus jelaskan semuanya! Kenapa bisa kamu datang kesini sama musuh besar papa?" ujar Salman dengan emosi.


"Pa, Jeevan itu cuma mau jenguk papa. Dia juga perduli loh sama papa," ucap Queen.


"Apanya sayang? Gak mungkin si Jeevan ini perduli sama papa, dia pasti punya rencana jahat buat papa. Lebih baik kamu usir dia sebelum dia melukai papa nantinya!" ucap Salman.


Queen pun terlihat bingung, ia melirik ke arah Jeevan dan dibalas dengan senyuman oleh pria itu. Lalu, Jeevan pun bergerak mendekati Salman.


"Halo om!" sapa Jeevan dengan ramah.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2