
#Terjebak Gairah Sang Mafia 2
Melindungi mereka
•
•
Queen tersenyum miring, dan tak lama sebuah mobil muncul lalu berhenti di dekat mereka. Queen serta Aulia pun terkejut, mereka menatap ke arah mobil dengan wajah bingung.
"Queen, itu mobil taksi yang lu pesan bukan?" tanya Aulia berbisik di telinga sahabatnya.
Queen menggeleng, "Bukan, mobilnya gak kayak gini. Lagian ini terlalu bagus kali buat dijadiin taksi online," jawabnya.
"Iya sih, terus ini mobil siapa dong?" heran Aulia.
"Mana gue tahu Aul? Kita tunggu aja sampe si pemilik mobil keluar!" ucap Queen.
"Iya deh," singkat Aulia.
Lalu, seorang pria keluar dari mobil tersebut. Queen langsung terkejut bukan main ketika melihat Jeevan lah yang muncul disana, begitupun dengan Aulia yang sama kagetnya dengan Queen. Kedua gadis itu benar-benar tak menyangka dengan kehadiran Jeevan disana.
"Hai Queen! Kamu apa kabar? Semoga kamu baik-baik aja ya sayang! Akhirnya kita bertemu lagi disini sekarang," ucap Jeevan tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Gue baik, lu tahu darimana rumah gue disini? Siapa yang udah kasih tau ke lu?" tanya Queen dengan ketus.
"Itu gak penting Queen, saya ini kan punya banyak kenalan dan anak buah. Saya bisa tahu dengan mudah dimana kamu tinggal sayang, ayo sekarang kamu ikut saya kembali ke rumah!" ucap Jeevan.
"Jangan ngarep ya lu! Gue gak akan pernah mau balik sama lu!" tegas Queen.
"Emang kamu gak kangen apa sama saya? Kita kan udah lama banget loh gak ketemu, rasanya itu sangat sulit bagi saya hidup tanpa kamu," ujar Jeevan.
"Lo gausah ngada-ngada! Gue sampai kapanpun gak akan mau ikut sama lu, jadi lu sekarang pergi atau gue bakal usir lu secara paksa!" sentak Queen.
"Heh Jev, lu mending pergi aja sana deh jangan sampai Queen marah dan suruh anak buahnya buat hajar lu!" sahut Aulia.
"Apapun yang mau kamu lakukan Queen, saya gak perduli. Pokoknya saya akan tetap berusaha untuk bisa membawa kamu kembali ke rumah saya, jadi kamu jangan nolak ya sayang!" paksa Jeevan.
__ADS_1
"Ini rumah gue, jadi disini lah gue tinggal. Lu gak bisa paksa gue buat pindah dari sini dan ikut sama lu!" ucap Queen.
"Saya mau kamu ikut sama saya sayang, ayolah jangan tolak saya Queen!" ucap Jeevan.
Jeevan mendekat, berusaha meraih tangan Queen untuk digenggam. Namun, Queen justru mengelak dan menepis tangan Jeevan dengan kasar.
"Jangan sentuh-sentuh gue!" ujar Queen.
"Kamu gak berubah ya sayang? Masih tetap lucu seperti dulu," ucap Jeevan.
"Heh! Lo jangan macam-macam ya sama sohib gue!" ucap Aulia berusaha melindungi temannya.
Jeevan hanya tersenyum, tak ada sedikitpun rasa takut di hatinya pada ancaman Aulia barusan. Justru Jeevan merasa semakin ingin membawa pergi Queen ke rumahnya seperti dulu.
•
•
Tom membantu Dinda keluar dengan cara menuntun gadis itu, Nina juga berada di sebelahnya berjaga-jaga jikalau Dinda mengalami sesuatu. Mereka pun menemui Queen serta Aulia yang ada disana, tapi mata kedua gadis itu terlihat syok saat melihat kehadiran Jeevan.
"Hah itu kan si Jeevan? Di-dia kok bisa ada disini sih guys? Tahu darimana coba dia rumah Queen?" kaget Nina seolah tak percaya.
Sedangkan Tom hanya diam gelagapan mencoba berpura-pura tidak mengetahui apapun.
"Tom, itu bos lu ngapain disini? Jangan-jangan lu ya yang kasih tahu alamat rumah Queen sama dia?" ucap Nina menegur Tom.
"Hah? Ya bukan lah, buat apa juga saya kasih tau ke Jeevan? Lagian saya udah bukan anak buahnya lagi kok," bohong Tom.
"Iya Nin, Tom gak mungkin lakuin itu," ujar Dinda.
"Yaudah, sekarang kita samperin aja mereka. Gue gak mau si Jeevan maksa Queen lagi buat ikut sama dia," ucap Nina panik.
Dinda mengangguk pelan, mereka bertiga pun kembali melangkah mendekati Queen serta Jeevan yang tengah berbincang dingin di depan sana. Nina langsung berdiri di depan Jeevan dan memberikan tatapan tajamnya, seolah ia menunjukkan bahwa ia tak suka dengan kehadiran pria itu disana.
"Lo ngapain lagi sih nyamperin Queen? Terus lu tau darimana coba rumah Queen?" tegur Nina.
"Eh kalian, jadi ternyata kalian semua ada disini? Pantas aja waktu lelang itu kalian tiba-tiba menghilang," ucap Jeevan tersenyum.
__ADS_1
Jeevan juga menatap Dinda dengan wajah senang, ia merasa puas sebab berhasil bertemu dengan Queen dan Dinda sekaligus disana.
"Baguslah kamu juga ada disini Dinda, jadi saya bisa sekalian bawa kamu dan Queen," ucap Jeevan.
"Jangan mimpi ya lu! Gue gak akan biarin lu bawa teman-teman gue!" ucap Aulia tegas.
"Iya, gue sama Aulia bakal jagain Queen dan Dinda. Lo gausah berharap yang gak pasti deh, mereka bakal tetap disini!" sahut Nina.
"Hahaha, kalian yakin? Saya ini Jeevan, saya bisa melakukan apapun yang saya mau dengan mudah. Termasuk tentunya membawa pulang Queen dan juga Dinda," ucap Jeevan.
Tiba-tiba saja, Tom bergerak mendekati Jeevan seraya menatap tajam ke wajah pria itu. Ia seperti memberi isyarat pada Jeevan bahwa dia tidak akan bisa membawa Dinda pergi dari sana, karena tentunya Tom yang akan berdiri paling depan untuk melindungi gadisnya.
"Anda tidak mungkin bisa membawa Dinda maupun Queen, mereka akan tetap disini dan anda gak boleh paksa mereka untuk ikut dengan anda!" tegas Tom.
"Oh oh oh, sekarang udah ada yang berani ikut campur urusan saya ya? Kamu mau halangi saya Tom? Jangan mimpi! Dari dulu kamu itu cuma kacung yang gak berguna, jadi jangan berpikir kalau saya akan takut dengan kamu!" ujar Jeevan.
"Saya gak mengharapkan ketakutan anda, tapi saya hanya ingin melindungi orang yang harus saya lindungi. Anda itu tidak punya hak untuk memaksa mereka pergi dari sini!" ucap Tom.
"Kamu mau cari mati Tom?" geram Jeevan.
Tampak kedua tangan pria itu sudah terkepal hebat, ia tak terima jika ada satu orangpun yang menghalangi niatnya seperti yang dilakukan Tom saat ini. Meski sebelumnya Tom memberitahu alamat rumah Queen padanya, namun Jeevan tentu tak perduli dan akan tetap menghajar pria itu jika dia masih menghalangi niatnya.
"Saya tidak takut pak, saya sudah lama bekerja dengan anda dan saya tahu setiap kelemahan anda. Sebaiknya anda berpikir dua kali sebelum melawan saya," ucap Tom pede.
Jeevan tersenyum miring, "Cih, kamu pikir saya tidak tahu kelemahan kamu?" ujarnya.
Queen yang kesal sontak maju memisahkan kedua pria itu, ia mendorong tubuh Jeevan dengan kasar dan membuat pria itu hampir terjatuh.
"Kamu apa-apaan Queen? Kenapa kamu dorong saya?" protes Jeevan.
"Pergi lu dari rumah gue Jeevan! Gue gak suka lihat lu ada disini, cepat pergi!" usir Queen.
"Kok kamu cuma usir saya? Tom gimana? Dia juga gak berhak ada disini sayang, asal kamu tahu dia loh yang kasih tau ke saya dimana kamu tinggal. Dia berkhianat dari kamu Queen!" ucap Jeevan.
Queen terkejut dan langsung menatap ke arah Tom, sedangkan Tom sendiri hanya bisa menunduk menyesal perbuatannya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...