Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia
Bab 75. Tom ternyata...


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 2


Tak mau lagi




Dean langsung menatap wajah istrinya, ia juga memandang kesal ke arah Surya dan Rezham seolah siap menerkam kedua pria itu karena emosinya. Dean tak percaya jika ada seseorang di dalam sana yang mungkin sengaja disembunyikan oleh Surya serta Rezham darinya.


"Itu suara siapa, ha? Apa tikus ada yang bersuara kayak gitu? Kalian berdua benar-benar kelewatan, siapa orang di dalam itu?!" bentak Dean.


"Ma-maaf bos, kami benar-benar gak tahu apa-apa. Ini semua perintah dari bos Jeevan," ucap Surya.


"Apa? Ohh, jadi ini ulah dia? Kalian memang keterlaluan! Sekarang berikan saya kunci kamar ini!" ucap Dean.


"Tapi bos, sebaiknya jangan masuk bos! Nanti kita bisa dimarahi bos Jeevan," ucap Surya.


"Kamu lebih takut sama Jeevan daripada saya, ha? Lagian kamu itu harus ingat, si Jeevan sudah bukan bos kamu lagi karena dia udah keluar dari bisnis kita!" sentak Dean.


Surya dan Rezham pun saling menatap kebingungan, mereka tak tahu harus apa sebab Dean terlihat benar-benar emosi saat ini.


"Kenapa kalian malah diam? Cepat serahkan kunci kamar ini ke saya! Kalau kalian tidak mau, nanti kalian tanggung sendiri akibatnya karena saya tidak akan segan-segan pecat kalian!" ujar Dean.


"Hah? Waduh jangan dong bos! Iya deh bos, ini saya kasih kuncinya bos," ucap Rezham ketakutan.


Akhirnya Rezham terpaksa menyerahkan kunci kamar tersebut kepada Dean, dengan cepat Dean mengambilnya dan membuka pintu kamar dengan kunci itu. Tanpa menunggu lama, Dean dan Aqila pun masuk ke dalam untuk mengecek siapa yang ada disana. Betapa terkejutnya mereka saat melihat Caitlyn berada disana dengan keadaan terikat dan mulut tersumpal.


"Mmppphhh mmppphhh!!" Caitlyn berusaha bersuara untuk meminta pertolongan kedua orang yang baru datang itu.


"Caitlyn?" kaget Aqila.


Tanpa berlama-lama lagi, Aqila serta Dean langsung berlari menghampiri tempat Caitlyn berada dengan wajah panik. Mereka tak percaya jika Caitlyn ada di dalam sana dengan kondisi yang begitu memprihatinkan, mereka pun heran siapa yang melakukan itu pada Caitlyn.


"Ya ampun Caitlyn, kenapa kamu bisa ada disini sayang?!" ujar Aqila terheran-heran.

__ADS_1


"Ma, kita bukain aja dulu ikatannya baru bisa kita ajak dia ngobrol!" usul Dean.


"Iya pa," Aqila mengangguk setuju.


Lalu, keduanya melepaskan tubuh Caitlyn dari ikatan tersebut. Tak lupa penyumpal di mulut Caitlyn juga mereka lepas agar Caitlyn bisa berbicara dengan mudah dan menjawab apa yang mereka tanyakan, jujur saja mereka penasaran apa yang terjadi sebenarnya.


"Tante, aku takut banget tante!" Caitlyn langsung berdiri memeluk Aqila dan menangis ketakutan.


"Iya iya, kamu tenang ya sayang! Tante ada disini buat kamu, jadi kamu gak perlu takut lagi ya sekarang!" ucap Aqila coba menenangkan.


"Iya Caitlyn, kamu harus bisa tenangin diri kamu! Supaya kamu bisa jelasin ke kami ada apa sebenarnya," timpal Dean.


Caitlyn mengangguk sembari melepaskan pelukannya, Aqila menangkup wajah gadis itu dan mengusap air mata disana sampai tak bersisa sambil membelai rambutnya berusaha menenangkan gadis yang baru saja mereka selamatkan dari penculikan itu.


"Jadi gimana Caitlyn, siapa yang ngelakuin ini ke kamu? Kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Dean.


Caitlyn yang masih trauma pun terisak dan sulit bicara, Aqila membantunya untuk duduk sejenak di pinggir ranjang yang tersedia sembari berusaha menenangkannya. Aqila tahu betul bagaimana perasaan Caitlyn saat ini, gadis itu pasti sangat ketakutan setelah mengalami penculikan.


"Hiks hiks, a-aku diculik sama Jeevan om.." Caitlyn menjawab dengan sesenggukan.




Mendengar itu, seketika senyum di bibir Tom merekah puas. Tom sangat bahagia kalau memang Dinda mau menerimanya kembali dan ikut dengannya, sedangkan reaksi Queen justru tak terima jika Dinda memilih ikut dengan Tom yang sudah mengkhianatinya.


"Iya Queen, abisnya gue gak mau ngerepotin lu terus disini. Ya gue ikut sama Tom aja buat cari tempat penginapan dekat sini," ucap Dinda.


"Aduh Dinda! Lu gak boleh ambil keputusan cepat kayak gitu dong, lu harus pikir-pikir lagi! Gimana kalo si Tom nyakitin lu?" ucap Queen kesal.


"Nona Queen yang terhormat, anda jangan berasumsi yang tidak-tidak seperti itu ya! Saya gak mungkin nyakitin my Dinda yang cantik jelita ini," ucap Tom membela diri.


"Halah diem lu Tom! Pasti gara-gara lu sering kesini nih, jadinya si Dinda terpengaruh dan mau ikut sama lu!" ujar Queen.


"Lah bagus dong, emang Dinda itu cocoknya sama saya daripada anda. Lagian saya yang selalu bantu Dinda selama ini kok," ucap Tom.

__ADS_1


"Ih udah udah, kenapa pada ribut sih? Ayolah kalian jangan berantem terus! Gue ikut sama Tom cuma buat cari penginapan kok," ucap Dinda menengahi.


"It's okay, yang penting kamu mau ikut sama aku. Nanti aku akan bawa kamu ke penginapan yang bagus dan mewah, supaya kamu bisa tinggal nyaman disana," ucap Tom sambil tersenyum.


"Heh, lu jangan macam-macam ya sama Dinda! Gue bakal awasin terus lu dari jauh!" ancam Queen.


Tom hanya terkekeh tanpa berkata apapun, ia sepertinya sudah terbawa bahagia karena Dinda memilih kembali bersamanya. Tom pun berinisiatif membawakan tas milik Dinda, lalu mereka melangkah ke luar dengan Queen mengikuti dari belakang dan masih tampak tak terima.


"Din, lu yakin mau ikut sama Tom? Gue khawatir banget sama lu tau," tanya Queen sekali lagi.


Dinda tersenyum mendekati Queen, "Iya Queen, gue yakin kok. Udah ya lu gak perlu cemas gitu, gue percaya sama Tom kalau dia gak bakal nyakitin gue," jawabnya.


"Tapi Din—" ucapan Queen terhenti saat sebuah mobil hitam berhenti di dekatnya dan sosok pria berkumis keluar dari dalam mobil tersebut.


"Si-siapa itu??" lirih Queen.


Dinda pun sangat kaget melihat pria tersebut muncul di depannya dengan senyum seringai, begitu juga dengan Tom yang langsung reflek berdiri melindungi Dinda dari orang yang hendak mendekati mereka itu. Tentunya Tom tak mau kehilangan Dinda untuk kesekian kalinya.


"Mister Erick??" lirih Dinda dengan rahang gemetar menahan ketakutannya.


"Halo Dinda sayang! Apa kabar? Akhirnya ya kita bisa ketemu lagi disini, saya benar-benar rindu sama kamu cantik!" ucap Erick.


"Ka-kamu mau apa? Kenapa kamu datang lagi kesini? Darimana kamu tau tempat ini?" tanya Dinda sambil melangkah mundur.


"Hahaha, tentu saja saya kesini karena saya ingin jemput kamu Dinda. Dan asal kamu tahu, saya tahu keberadaan kamu itu dari lelaki yang ada di dekat kamu. Dia yang beritahu saya kalau kamu ada disini sayang," jawab Erick menunjuk ke arah Tom.


"Hah??" Dinda terkejut dan sontak menatap wajah Tom seolah tak percaya.


"Kamu, jadi ternyata kamu masih tega berkhianat dari aku Tom? Ini yang katanya kamu udah berubah?" ujar Dinda.


Tom langsung panik dan berusaha menjelaskan pada Dinda, tetapi wanita itu sudah terlanjur emosi dengan apa yang dilakukan Tom. Ini kedua kalinya Tom berkhianat darinya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2