
#Terjebak Gairah Sang Mafia 2
Pengganti Gatra
•
•
Jeevan dipanggil ke markas besar oleh papanya setelah peristiwa penembakan Gatra sebelumnya, ia terpaksa datang kesana karena tidak ingin membuat papanya kecewa. Meskipun Jeevan tadi berniat untuk menemui Queen dan membujuk wanita itu kembali.
Jeevan pun memasuki ruangan papanya, terlihat disana cukup banyak anak buah Dean yang tengah diberi beberapa kalimat oleh lelaki itu. Melihat kedatangan putranya, Dean langsung menyuruh seluruh anak buahnya untuk keluar karena ia ingin bicara berdua dengan Jeevan disana.
"Duduk Jeevan!" setelah semuanya keluar, kini Dean meminta Jeevan duduk bersamanya.
"Iya pa." Jeevan mengangguk menurut dan ikut duduk di sebelah papanya.
"Kamu habis darimana Jeevan? Kok keringetan begitu?" tanya Dean.
"Eee langsung pada intinya aja pa! Soalnya aku buru-buru dan gak bisa lama disini. Jadi, papa minta aku kesini buat apa?" ucap Jeevan
Dean membungkuk sedikit ke depan dan menaruh satu tangannya di paha Jeevan, "Buru-buru apa? Mau urus apa kamu?" tanyanya.
"Pa, aku kan udah minta langsung ke intinya aja!" kesal Jeevan.
"Soal Queen kan? Pasti kamu mau cari dia dan ajak dia buat nikah sama kamu lagi? Mau sampai kapan sih kamu begini Jeevan? Ingat, kamu sudah ada Caitlyn!" ujar Dean.
"Apaan sih pa? Caitlyn itu bukan siapa-siapa aku, dan aku juga tolak perjodohan yang papa sama mama buat itu. Lagian papa tau darimana coba soal Queen?" ucap Jeevan.
"Mama kamu sudah kasih tau semuanya, bahkan dia bilang kalau dia juga sudah ketemu sama Queen secara langsung," jawab Dean.
Deg!
Mata Jeevan terbelalak mendengarnya, ia sangat khawatir jika mamanya bertemu dengan Queen, karena pasti mamanya akan menghasut Queen untuk menjauh darinya.
"Mama ketemu sama Queen? Kenapa mama gak ada bilang sama aku?" heran Jeevan.
"Sudahlah, gausah bahas gadis itu lagi. Kamu nikah aja sama Caitlyn, Jeevan!" pinta Dean.
"Sampai kapanpun, aku gak pernah mau terima perjodohan ini dan nikah sama Caitlyn! Cintaku itu cuma untuk Queen seorang, pa!" ucap Jeevan dengan tegas.
"Baiklah, terserah kamu. Kamu boleh menolak perjodohan itu, tapi kamu gak boleh punya hubungan sama Queen. Ingat Jeevan, kamu tau kan Queen itu anak siapa? Dia anak musuh kita, apa kamu mau jadi pengkhianat?" ujar Dean.
__ADS_1
Jeevan terdiam memalingkan wajahnya, ia sendiri pun bingung harus bagaimana dengan hubungan ia dan Queen yang memang terlarang.
"Kalau kamu tetap mau lakukan itu, artinya kamu sudah tidak menganggap saya sebagai papa kamu lagi Jeevan. Dan itu sungguh sangat menyakitkan," ucap Dean.
"Pa, aku emang anak papa. Tapi, apa selamanya aku harus turutin kemauan papa yang gak masuk akal itu? Aku gak cinta sama Caitlyn, gimana caranya aku bisa nikah sama dia?" ujar Jeevan.
"Lupakan, kita bahas yang lain saja! Papa minta kamu kesini karena papa ingin kamu mencari pengganti Gatra secepatnya! Dia harus tegas dan mampu memimpin dengan baik!" ucap Dean.
Jeevan terkejut mendengarnya, "Pengganti Gatra? Memangnya dia kenapa, pa?" tanyanya heran.
"Gatra sudah mati, dia tidak bekerja di bisnis ini lagi. Untuk itu kamu cepat cari pengganti yang lebih baik daripada dia!" jawab Dean.
"Kenapa harus aku pa? Kenapa gak papa aja? Aku sibuk, aku gak bisa cari pengganti Gatra dalam waktu dekat ini," ucap Jeevan.
"Sibuk apa sih? Bujuk Queen supaya balik sama kamu? Udah deh Jeevan, urusan ini lebih penting daripada itu!" sentak Dean.
"Iya pa iya.." Jeevan pun pasrah dan tak mampu melawan papanya lagi.
•
•
Lova datang ke parkiran kampus karena semua mata pelajarannya sudah ia ikuti, disana tampak sosok Arul yang masih setia menunggunya. Lova pun tersenyum, lalu menghampiri pria itu. Ia menyapa juga memberi senyuman pada Arul, yang membuat pria itu sedikit salah tingkah.
"Lo kenapa? Gak suka sama senyuman gue? Maunya gue jutekin terus gitu?" tanya Lova.
"Gak gitu nona, tapi kalau nona senyum tuh rasanya saya gimana gitu. Saya juga kan cuma pengawal, gak pantas lah disenyumin sama nona," jawab Arul.
"Yaudah, berarti gue jutek aja terus sama lu. Supaya lu gak ngerasa aneh gara-gara senyuman gue, ya kan?" ucap Lova.
"Jangan jutek juga nona!" ucap Arul memelas.
"Ah udah lah bodoamat! Sekarang ayo kita pulang, gue capek banget sumpah!" sentak Lova.
"Sebentar nona, saya mau tanya satu hal. Nona baik-baik aja kan?" tanya Arul.
"Gue baik kok, emang kenapa?" jawab Lova.
"Ya soalnya tadi saya dengar ada kemalingan di kampus ini, saya khawatir aja kalau nona kenapa-napa karena maling itu," ucap Arul.
Lova menjadi salah tingkah dibuatnya, pipinya memerah menahan rasa bahagia karena Arul begitu mengkhawatirkannya. Walaupun ia tahu, Arul bersikap seperti itu lantaran dia adalah pengawal yang harus selalu menjaga Lova dimana pun dan kapanpun.
__ADS_1
"Oh soal itu, gue baik-baik aja kok. Udah yuk kita pulang sekarang!" ucap Lova berusaha menahan apa yang ia rasakan saat ini.
"Baik nona, silahkan!" ucap Arul patuh.
Dengan cekatan Arul bergerak dan membukakan pintu untuk Lova, namun disaat Lova hendak masuk tiba-tiba Aulia dan Nina datang menyapa dirinya sambil berlari terengah-engah. Tentu saja Lova mengurungkan niatnya dan beralih menatap kedua sahabatnya yang tengah menuju ke arahnya.
"Lova tunggu!" teriak Aulia serta Nina dari kejauhan, keduanya berlari dan berhenti begitu sampai di dekat Lova.
"Haaahhh haaahhh.." kedua gadis itu tampak ngos-ngosan karena kelelahan.
"Hadeh, ini kalian kenapa lari-larian begitu sih? Ada apaan?" tanya Lova keheranan.
"Gu-gue sama Nina mau nebeng dong sama lu, soalnya kita berdua daritadi order taksi online tapi gak dapat-dapat. Please, boleh ya Lova!" jawab Aulia memohon.
"Yah elah cuma gitu? Pasti boleh dong guys, masa iya gue larang sahabat gue sendiri buat bareng sama gue?" ucap Lova.
"Seriusan lu Va? Kita berdua diizinin buat ikut sama lu?" tanya Aulia memastikan.
"Iyalah serius Aulia, ngapain juga gue bercanda soal beginian? Udah ayo ayo, kalian berdua ikut sama gue pulangnya!" jawab Lova.
"Yes asik! Thanks banget ya Lova!" ucap Aulia yang langsung mencium-cium tangan Lova.
"Ish, apa-apaan sih lu? Gausah pake cium-cium tangan gue segala kali!" ujar Lova.
"Hehe, abisnya gue senang banget sih Va. Anterin gue sama Nina sampe ke rumah dengan selamat ya?" ucap Aulia.
"Iya Va, nanti gue bayar deh," timpal Nina.
"Bayar bayar matamu! Gausah pake bayar, gratis ayo masuk! Kalian berdua duduk di belakang aja, biar gue di depan," ucap Lova.
"Ah siap Lova!" ucap Aulia dan Nina bersamaan.
Kedua gadis itu pun masuk ke dalam mobil Lova dengan bersemangat, sedangkan sang pemilik masih berada di luar dan menghela nafasnya. Arul yang melihatnya pun mendekat untuk coba bertanya pada nona nya itu.
"Non, kenapa?" tanya Arul penasaran.
"Gak kok, udah yuk pergi sekarang gue udah pusing banget pengen rebahan!" ucap Lova.
"Baik nona!" Arul menurut saja dan membuka pintu depan untuk Lova.
Wanita itu masuk ke dalam, disusul dengan Arul yang duduk di kursi kemudi. Mereka langsung pergi dari sana sesuai perintah Lova.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...