Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia
Bab 77. Tom vs Erick


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 2


Tom vs Erick




Tom langsung panik dan berusaha menjelaskan pada Dinda, tetapi wanita itu sudah terlanjur emosi dengan apa yang dilakukan Tom. Ini kedua kalinya Tom berkhianat darinya dan tentu sangat sulit bagi Dinda untuk bisa menerima Tom kembali di hidupnya, apalagi ikut bersamanya.


"Sayang, kamu dengerin aku dulu! Semua yang dia bilang itu gak bener, aku aja gak pernah ketemu dia sebelum ini sayang!" ucap Tom.


Plaaakk


Tanpa diduga, Dinda justru menampar wajah Tom dengan keras sampai memerah. Wanita itu tampak sangat emosi terlihat dari raut wajahnya saat ini, sedangkan Queen yang menyaksikan itu cukup terkejut sebab tak biasanya Dinda sampai semarah ini dan menampar seorang lelaki.


"Kamu masih berani panggil aku sayang setelah semua pengkhianatan yang kamu lakukan ke aku? Dimana otak kamu Tom? Dimana?!" sentak Dinda penuh emosi.


"Okay, aku paham kamu marah karena aku udah kasih tau alamat rumah Queen ke Jeevan. Tapi, kali ini aku serius sayang, bukan aku yang kasih tahu tempat ini ke dia! Kamu masa lebih percaya dia dibanding aku?" ucap Tom membela diri.


"Eh Tom, lu gausah ngelak terus deh. Mending lu ngaku aja sekarang sama kita!" ujar Queen.


"Tolong kamu jangan ikut campur Queen! Bukan saya yang beritahu dia, kenapa sih kalian gak percayaan banget sama saya?" ucap Tom kesal dan beralih menatap ke arah Erick berada.


"Heh anda! Kenapa anda sebut nama saya, ha? Apa maksud anda bilang begitu? Anda mau memecah belah saya dengan Dinda?" sambungnya sambil menunjuk wajah Erick.


Erick tersenyum datar, "Kamu tidak usah berkelik Tom, kamu kan memang yang kasih tahu saya tempat Dinda berada sekatang," ucapnya.


"Kurang ajar!" Tom menggeram emosi, dengan tangan terkepal ia maju mendekati Erick dan berniat menghajar pria itu.


Queen serta Dinda dibuat melongok lebar melihat Tom menghampiri Erick di depan sana, mereka yakin akan terjadi pertengkaran hebat sebentar lagi diantara kedua pria itu. Namun, entah kenapa Dinda merasa khawatir pada Tom sebab ia tahu seberapa kuatnya Erick beserta pasukannya.

__ADS_1


"Mau apa? Anda mau apa, ha? Berkelahi? Hey dengar ya, saya bukan tipe orang yang suka berkelahi di jalanan seperti ini! Jika anda mau, mari kita cari tempat bertarung di dekat sini dan selesaikan semuanya!" ucap Erick.


"Tidak perlu, saya akan menghajar anda saat ini juga!" ucap Tom yang kemudian langsung melayangkan pukulan ke wajah Erick.


Tetapi pukulannya melesat sebab Erick menghindar, Tom pun mencoba melakukan lagi dan hasilnya masih sama, yakni meleset. Erick tertawa meledek, membuat Tom makin geram dan coba melayangkan pukulan berikutnya. Kali ini Erick sigap menangkap telapak tangan Tom yang hendak meninju wajahnya, dia justru berbalik memukul wajah Tom tepat mengenai hidungnya.


Bugghhh


Tom sampai terhuyung ke belakang memegangi hidungnya yang mulai mengeluarkan darah meski hanya sekali pukulan, tapi itu tak membuat amarah Tom padam, ia malah maju kembali dan berkelahi dengan Erick disana. Pertarungan satu lawan satu pun terjadi, Tom terus melayangkan serangan demi serangan yang mudah ditahan oleh Erick.


"Hahaha, anda ini terlalu lemah untuk menjaga Dinda! Anda tidak pantas untuknya!" ujar Erick.


"Diam! Orang seperti anda tidak bisa menilai saya pantas atau tidak untuk Dinda, karena anda jauh lebih tidak pantas!" geram Tom.


"Berhenti!!" Dinda berteriak lantang membuat kedua pria itu menoleh bersamaan ke arahnya.


Tampak Dinda berjalan mendekati keduanya dan memisahkan perkelahian diantara mereka, ia sudah tak tahan lagi melihat apa yang ada di depan matanya tadi.




Ia terus melangkah sampai berhasil menjauh dari perumahan tempatnya tinggal, kini Lova pun merasa lega karena tidak ada siapapun yang tahu bahwa ia sudah pergi dari rumah. Lova tersenyum dan memutuskan berhenti sejenak di sebuah gang sempit yang cukup sepi itu, ia duduk sebentar pada kursi disana bermaksud memesan taksi.


Akan tetapi, sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Lova berdiri saat empat orang pria berpakaian aneh datang menghampirinya sambil tertawa, Lova tentu saja merasa takut dan berusaha melarikan diri agar tidak tertangkap oleh mereka. Namun terlambat, orang-orang itu sudah berhasil berdiri di depannya dan menghalanginya untuk lari.


"Wah wah, mantap banget nih bos gak dicari datang sendiri cewek cantik. Bisa kali kita ajak main dulu sebentar," ujar salah satu dari mereka.


"Kalian siapa? Jangan macam-macam ya! Gue bisa beladiri, nanti gue bakal bikin kalian pincang dan berakhir di penjara. Awas ah gue mau lewat!" ucap Lova dengan sedikit gemetar.


"Hahaha, kamu gak boleh kasar-kasar gitu cantik, lagian kita juga gak akan nyakitin kamu kok. Kita justru mau ajak kamu main," ucap si pria sembari meraih lengan Lova.

__ADS_1


"Ih lepasin, jangan kurang ajar ya atau gue teriak nih!" ujar Lova sambil menghentak tangan lelaki itu agar lepas darinya.


"Santai dong cantik, yuk main sama kita yuk! Kita janji bakal bikin kamu puas dan teriak-teriak keenakan, kamu pasti belum pernah kan digituin?" ujar si pria.


"Bos, kayaknya gue kenal nih sama ini cewek bos," sahut pria yang lain.


Sontak pria yang dipanggil bos itu terkejut, lalu menoleh ke arah anak buahnya. "Maksud lu apa? Lu kenal sama dia? Siapa dia?" tanyanya.


"Iya bos, dia ini kayaknya anak salah satu pengusaha yang ada di komplek sebelah itu bos. Dia bisa kita jadiin ladang uang bos," jawab si pria.


"Yang bener lu? Waw untung banyak dong kita," kekeh si bos.


"Kalian gausah ngarep deh bakal dapat uang dari bokap gue! Sekarang mending kalian minggir sebelum kesabaran gue habis!" ucap Lova yang nekat pergi dari sana.


Namun, belum sempat melangkah tubuhnya sudah lebih dulu didekap oleh keempat pria tersebut sehingga ia tidak bisa kemana-mana.


"Eits mau kemana cantik? Kamu gak bisa lepas dari kita, kamu harus turutin semua kemauan kita baru deh kamu bisa pergi. Sekarang ayo kamu ikut sama kita!" ucap si bos.


"Lepasin gue, gue gak mau ikut kalian! Tolong! Tolong!" teriak Lova meronta-ronta.


"Hahaha, gak bakal ada yang tolongin kamu! Udah deh mending kamu pasrah aja cantik!" ucap si bos.


"Gue gak sudi, lepasin gue!" sentak Lova.


Disaat nereka hendak membawa pergi Lova dari tempat itu, tiba-tiba sebuah teriakan lantang mengagetkan keempatnya. Bahkan Lova juga terkejut dan reflek menoleh ke asal suara tersebut.


"WOI! LEPASIN DIA!" disana lah Arul berdiri dan meneriaki mereka dengan lantang.


"Arul?" lirih Lova yang tampak sangat senang melihat bodyguardnya datang kesana.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2