
#Terjebak Gairah Sang Mafia 2
Papa kenapa?
•
•
Jeevan hanya tersenyum tipis memandang wajah wanitanya itu, "Kamu kalo lagi marah-marah begini tuh tambah lucu deh, aku jadi gak sabar buat nikahin kamu," ucapnya seraya mencolek pipi Queen dengan lembut.
"Ish, gausah sentuh-sentuh aku deh! Sana kamu pergi, sekalian nih kamu bawa asisten kamu yang nyebelin ini!" ketus Queen.
"Loh kenapa emang sama si Tom? Dia bikin kamu kesal? Yaudah, biar aku kasih pelajaran ke dia!" ucap Jeevan.
"Gausah, mending kamu pergi aja deh dari sini!" usir Queen.
"Kamu itu kenapa sih sering banget usir aku? Ayolah Queen, kasih aku kesempatan untuk buktiin ke kamu kalau aku masih cinta sama kamu!" ucap Jeevan memaksa.
"Iya aku percaya, tapi masalahnya aku udah gak ada rasa sama kamu Jeevan. Bahkan, dari dulu juga aku gak cinta sama kamu," ucap Queen.
Deg!
Jeevan sedikit syok mendengarnya, tapi ia coba menguatkan diri dan meraih satu tangan wanita itu. Perlahan Jeevan merendahkan posisinya dan berlutut di hadapan Queen dengan tangan saling menggenggam, pria itu mendongak menatap wajah Queen disertai senyuman yang membuat Queen amat penasaran.
"Kamu apa-apaan sih? Ngapain kamu pake kayak gini segala?" ujar Queen.
"Aku serius sama kamu, Queen. Aku cinta dan aku sayang sama kamu, aku pengen memiliki kamu seutuhnya!" ucap Jeevan dengan serius.
Queen mendecak kesal, ia berusaha melepaskan diri dari genggaman pria itu tetapi gagal. Jeevan malah semakin kuat menggenggamnya dengan satu tangan merogoh saku bajunya seolah hendak mengambil sesuatu, mata Queen terbelalak saat melihat kotak cincin keluar dari dalam sana.
"Quennara Azwa Walters, dengan cincin ini saya mau kamu terima saya untuk jadi pendamping di hidup kamu. Apakah kamu bersedia sayang?" ucap Jeevan.
Queen menggeleng dengan mata berkaca-kaca, ia masih tak percaya akan dilamar oleh pria itu. Apalagi yang melamarnya saat ini adalah sosok pria yang sangat ia benci karena sudah melecehkan dan banyak membuat hidupnya hancur, sungguh Queen rasanya ingin memaki tindakan pria itu yang tidak tahu malu.
"Kamu nanya? Jelas-jelas kamu udah tahu jawabannya, mana mungkin aku mau nikah sama kamu Jeevan?!" sentak Queen.
"Kali ini aku serius sayang, aku gak mau main-main lagi sama kamu. Aku beneran tulus cinta sama kamu dan mau kamu jadi milik aku seutuhnya, please terima cinta aku ya Queen!" bujuk Jeevan.
__ADS_1
"Udah cukup ya Jeevan! Kamu gausah drama di depan aku kayak gini, aku gak akan kasihan sama kamu!" tegas Queen.
"Siapa yang drama sayang? Aku beneran pengen kamu jadi istri aku, aku janji akan selalu menyayangi kamu sepenuh hati! Kamu mau ya nikah sama aku?" ucap Jeevan memohon.
Namun, Queen justru menggeleng dan menarik tangannya dari genggaman Jeevan. Wanita itu sudah terlanjur kesal dan tidak ingin menerima Jeevan lagi, ia juga tak mau terjadi masalah diantara dirinya dengan keluarga pria itu. Apalagi ia yakin tak mungkin keluarga Jeevan mau menerimanya menjadi menantu.
"Kamu gausah mimpi deh Jeevan, kita gak mungkin bisa nikah karena orang tua kamu pasti gak akan setuju!" tegas Queen.
"Itu urusan mudah sayang, lagipun aku udah keluar dari rumah dan bisnis papa. Sekarang ini aku bukan lagi anggota keluarga mereka, aku hidup sendiri Queen. Makanya aku berani buat lamar kamu kayak gini," ucap Jeevan.
"Tetap aja gak bisa, kamu pikir gampang menikah tanpa restu kedua orang tua?" ujar Queen.
Jeevan terdiam, lalu ponsel milik Queen tiba-tiba berbunyi dan membuat wanita itu mengangkatnya dengan segera. Ternyata itu telpon dari rumah sakit tempat ayahnya dirawat, tentu Queen sangat penasaran apa yang terjadi sampai pihak rumah sakit menelponnya saat ini.
📞"Halo! Ada apa ya? Papa saya gak kenapa-napa kan sus?" tanya Queen dengan cemas.
📞"Hah apa??" Queen langsung terkejut begitu mendengar kabar mengenai papanya, sontak teriakan Queen itu turut membuat Jeevan penasaran.
📞"Iya iya sus, saya langsung kesana sekarang. Terimakasih infonya ya sus!" ucap Queen dan lalu mengakhiri telponnya.
"Queen tunggu! Kamu mau kemana? Ada apa sama papa kamu sampai kamu panik begitu?" tanya Jeevan penasaran.
"Haish, aku gak ada waktu buat jelasin ke kamu. Aku harus ke rumah sakit sekarang!" sentak Queen.
"Iya aku tahu, tapi ada apa sih Queen? Kamu masih tahu dong ke aku sayang!" pinta Jeevan.
"Kamu ngertiin perasaan aku dong Jeevan! Papa lagi dalam bahaya, aku harus kesana sekarang! Lepasin ah!" kesal Queen.
Akhirnya Jeevan melepaskan tangan Queen dan membiarkan wanita itu pergi dengan tergesa-gesa, Jeevan pun ikut merasa cemas setelah mendengar kalau kondisi papa Queen dalam bahaya. Pria itu berniat menyusul Queen pergi ke rumah sakit untuk memastikan semuanya.
"Bos, saya bisa minta tolong?" tanya Tom yang tiba-tiba mendekat.
"Gak!" jawab Jeevan dengan ketus dan langsung pergi meninggalkan mantan asistennya itu.
•
•
__ADS_1
Queen kini telah sampai di rumah sakit tempat papanya dirawat, ia turun dari mobil dengan tergesa-gesa dan langsung melangkah masuk ke dalam rumah sakit itu untuk segera menemui papanya. Jujur Queen sangat cemas, ia tak mau sampai terjadi sesuatu yang buruk pada papanya yang sangat ia cintai itu.
Sementara Jeevan yang tadi menyusul dari belakang, juga telah tiba di tempat itu. Ia pun bergegas mengikuti Queen karena penasaran dengan kondisi sang ayah dari wanita itu, namun langkahnya justru dihentikan oleh Jago serta Reza yang berjaga di depan sana.
"Tunggu, anda tidak boleh masuk ke dalam kalau ingin membuat masalah!" larang Reza.
"Apaan sih? Saya cuma mau masuk dan cek kondisi papa Queen, kalian jangan larang saya! Lagian ini kan tempat umum, jadi kalian gak bisa larang saya buat masuk!" ujar Jeevan.
"Kalau kami bilang gak boleh, ya gak boleh! Anda gak bisa memaksa, tolong anda pergi dari sini dan jangan buat keributan!" sentak Jago.
Jeevan menggeleng tak perduli, ia memaksa masuk meskipun dihalangi oleh kedua pria itu. Jeevan pun terpaksa berkelahi dengan mereka dan berhasil menjatuhkan Reza serta Jago ke aspal, setelahnya ia dengan mudah masuk ke dalam rumah sakit untuk menemui Queen.
Tampak Queen sudah berada di depan ruang IGD yang mana papanya tengah diobati, ia mencoba masuk ke dalam sana untuk melihat papanya secara langsung. Namun, tiba-tiba sang dokter keluar dari ruangan itu mencegah Queen agar tidak masuk kesana.
"Eh dok, kebetulan dokter keluar. Gimana kondisi papa saya dok? Beliau baik-baik aja kan?" tanya Queen tampak cemas.
"Eee yang sabar ya non! Saya akan beritahukan kondisi pak Salman sekarang, tapi saya mohon non jangan kaget dan bersedih! Apa non sudah siap?" ucap dokter itu.
Queen pun mengernyit heran, "Maksud dokter apa? Emangnya papa saya kenapa?" tanyanya penasaran.
"Iya non, tadi kondisi pak Salman tiba-tiba drop dan kehilangan kesadaran. Kami sudah berupaya untuk menyelamatkan beliau, tetapi Tuhan berkehendak lain. Sekarang pak Salman sudah tidak bisa kami selamatkan non," jelas dokter.
"Apa? Ma-maksud dokter? Dokter jangan bercanda deh! Saya gak suka ya diginiin!" ujar Queen.
"Saya minta maaf non, tapi kami tidak bisa melakukan apa-apa lagi jika ini sudah takdir. Saya harap non bisa sabar ya!" ucap dokter.
Queen menggeleng tak percaya, tetesan air mata mengguyur wajahnya dan seketika keseimbangannya hilang. Ia hampir terjatuh, beruntung Jeevan cepat muncul memeganginya dari belakang dengan wajah bingung. Jeevan juga belum mengerti apa yang terjadi pada wanita itu.
"Queen, ya ampun kamu kenapa Queen? Apa yang terjadi? Papa kamu baik-baik aja kan?" tanya Jeevan panik.
"Jev, papa..." Queen menangis histeris dan tak mampu melanjutkan kata-katanya.
Jeevan pun reflek memeluk erat tubuh Queen, membiarkan wanita itu melepaskan kesedihannya disana. Queen benar-benar sedih, ia telah kehilangan sosok ayah yang selama ini ia sayangi dan sangat perduli padanya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1