
#Terjebak Gairah Sang Mafia 2
Saling memuaskan
•
•
Queen pun melangkah pergi melewati lelaki itu masih sambil mengipas-ngipas lehernya, tangannya juga berupaya melonggarkan baju yang ia kenakan agar rasa panas itu berkurang. Namun, yang terjadi justru tubuhnya makin memanas terutama di bagian intinya.
"Ahh, ini gue kenapa sih? Apa gara-gara minuman itu ya?" gumam Queen merasa bingung.
Tak lama kemudian, Dinda muncul dan keheranan melihat apa yang dilakukan Queen saat ini. Tampak Queen tengah melepaskan kancing bajunya dan mengipas-ngipas lehernya disana, sontak Dinda bingung mengapa Queen bertingkah seperti itu. Dinda pun langsung bergerak menghampiri Queen untuk bertanya pada wanita itu.
"Eh Queen, lu ngapain buka kancing baju lu kayak gitu? Lu mau telanjang disini? Gila lu ya, kalau ada yang lihat gimana?" tanya Dinda.
"Gak Din, gue cuma pengen ngilangin rasa panas di tubuh gue. Kayaknya gue salah minum deh, soalnya tiba-tiba gue ngerasa panas banget kayak gini, apalagi bagian bawah gue," jawab Queen.
"Hah? Ya ampun Queen, emangnya lu minum apa coba?" kaget Dinda.
"Gak tahu, gue cuma minum minuman di kulkas kok. Aaarrrgghhh makin panas aja!" ujar Queen.
Reza pun menghampiri Queen dengan rasa bersalahnya, melihat Reza justru membuat Queen makin bergairah dan ingin segera menuntaskan semua itu bersamanya. Queen sudah benar-benar kehilangan kesadarannya saat ini.
"Maafkan saya nona, saya yang salah karena menaruh minuman itu sembarangan. Itu adalah minuman penambah gairah nona," ucap Reza.
"Apa??" Dinda terkejut mendengarnya, begitupun dengan Queen yang sudah menggeliat kepanasan.
Kemudian, tanpa aba-aba Queen langsung memeluk Reza dan menyerbu tubuh lelaki itu. Ia seperti cacing kepanasan saat ini yang meminta dipuaskan, dan Reza sangat kebingungan.
"Kamu harus tanggung jawab, bantu saya!" ucap Queen dengan suara serak.
Reza melotot kaget, Dinda yang mendengarnya juga tak percaya jika Queen bersikap seperti itu. Tentu saja karena semuanya akibat pengaruh minuman tersebut. Dinda sontak mendekat lalu menarik tubuh Queen agar menjauh dari Reza, ia tak mau jika sahabatnya melakukan hal yang seperti itu.
"Queen jangan! Lo gak boleh kayak gini, lu sadar dong Queen!" ujar Dinda dengan tegas.
"Eengghh gimana lagi Dinda? Gue beneran gak tahan, ini panas banget!" racau Queen.
__ADS_1
"Betul nona, minuman itu memang memiliki khasiat yang luar biasa. Siapa saja orang yang meminumnya, dia akan langsung kepanasan. Dan itu cuma bisa dihilangkan setelah melakukan hubungan badan," ucap Reza.
"Jangan macam-macam ya lu! Gue gak akan biarin lu sentuh Queen!" ucap Dinda.
"Eh te-tenang nona Dinda, saya juga gak mungkin berani menyentuh nona Queen kok. Saya masih bisa tahan diri nona, walaupun nona Queen yang terus saja menggoda saya," ucap Reza gugup.
"Duh, akh panas! Tolongin gue dong anjir panas banget ini gak tahan!" Queen terus meracau dan menggeliat tak tertahan merasakan panas di tubuhnya yang makin menjalar.
"Iya iya Queen, kita ke kamar lu aja ya? Siapa tahu disana lu bisa lebih tenang, yuk Queen!" usul Dinda yang diangguki saja oleh Queen.
Namun, tiba-tiba Jago muncul disana.
"Permisi nona, maaf kalau saya ganggu!" ucap Jago dengan nafas tersengal.
"Ada apa? Queen lagi sakit, cepat kamu bicara!" ucap Dinda.
"I-i-iya nona, saya cuma mau kasih tau kalau di luar ada Jeevan yang mencari nona Queen. Dia memaksa ingin bertemu dengan nona Queen," jelas Jago.
"Hah? Jeevan datang lagi?" kaget Dinda.
Sementara Queen justru tersenyum, lalu melepaskan diri dari dekapan Dinda dan berjalan begitu saja meninggalkan mereka.
•
•
Sementara itu, Jeevan masih setia menunggu di luar rumah Queen. Pria itu berharap-harap cemas menanti kehadiran Queen yang sudah sangat ia rindukan, Jeevan tidak sabar ingin segera bertemu dengan Queen dan memaksa gadis itu ikut bersamanya pulang ke rumah.
Tak lama kemudian, seseorang yang ia tunggu akhirnya muncul dan membuat Jeevan berhasil tersenyum lebar melihatnya. Queen datang dengan tingkah anehnya, sebab ia masih menahan rasa panas dan gatal yang menjalar. Melihat itu, gairah Jeevan seketika mencuat.
"Hai Queen! Kamu kenapa? Gak biasanya kamu acak-acakan kayak gini, apa kamu lagi sakit?" tanya Jeevan penasaran.
"Kebetulan banget lu datang kesini, lu bantuin gue dong Jeevan! Gue butuh banget bantuan dari lu buat ngilangin rasa panas di dalam tubuh gue, please Jeevan mau ya!" ucap Queen dengan nada memohon.
Jeevan mengernyit heran, "Maksud kamu gimana sih Queen? Saya gak ngerti apa yang kamu minta, coba dong kamu jelasin pelan-pelan!" ucapnya.
"Ahh gue tadi gak sengaja minum sesuatu yang bikin gue panas kayak gini, gue yakin lu pasti tau. Sekarang cuma lu yang bisa bantu gue, karena lu udah pernah lakuin itu ke gue," ujar Queen.
__ADS_1
"Hah? Kamu serius Queen? Kamu minta saya buat sentuh kamu lagi?" tanya Jeevan memastikan.
Queen mengangguk sembari menekan squishy miliknya sendiri, "Iyaahh cepat Jeevan, ayo masuk!" ucapnya sangat bergairah.
"Of course baby, saya pasti akan lakukan apapun yang kamu inginkan sayang," ucap Jeevan.
Disaat Queen hendak membuka gerbang dan mengajak Jeevan masuk, tiba-tiba saja Dinda muncul lalu menghalangi itu semua.
"Tunggu!" teriak Dinda.
"Aih Dinda, lu kenapa sih? Jangan halangi gue kali ini! Gue butuh Jeevan buat puasin gue, lu diam aja deh gausah ikut campur! Tadi kan lu larang Reza buat sentuh gue, sekarang lu jangan larang Jeevan juga dong!" ucap Queen.
"Queen, jangan gegabah! Jangan sampai lu nyesel nantinya karena lu udah kasih tubuh lu lagi ke si Jeevan!" ucap Dinda memperingatkan.
"Gue gak perduli, yang gue butuhin sekarang kepuasan. Gue harus segera cari pelepasan supaya tubuh gue gak panas lagi!" tegas Queen.
"Tapi Queen—"
"Dinda, kamu tenang aja! Saya gak akan sakiti Queen kok, saya cuma mau bantu dia sampai dia merasa lebih baik. Kamu bisa pegang kata-kata saya ini Dinda," sela Jeevan.
"Iya Dinda, gue udah gak tahan banget. Ini rasanya panas banget anjir," sahut Queen.
Dinda terdiam sesaat, ia memang kasihan pada sahabatnya yang harus merasa tersiksa menahan gairah di tubuhnya itu. Namun, Dinda juga tidak mau jika nantinya Queen menyesal karena sudah membiarkan Jeevan menyentuhnya lagi. Dinda benar-benar berada dalam situasi yang membingungkan saat ini.
"Ah kelamaan mikir lu! Ayo Jeevan kita ke kamar gue sekarang!" Queen langsung membuka pagar dan menarik tangan Jeevan, membawa pria itu masuk ke dalam rumahnya.
Dinda terkejut, berusaha menahan mereka tetapi gagal sebab Queen sudah lebih dulu pergi bersama Jeevan. Dinda pun memilih diam membiarkan mereka melakukan apa yang mereka inginkan, Dinda juga berharap Queen tidak akan menyesal seperti yang ia bayangkan.
Setibanya di kamar, Jeevan mengunci pintu dan kembali menatap Queen yang sudah setengah telanjang. Saat ini Queen terbaring di ranjang dengan pose menggoda, melihat itu benar-benar membuat Jeevan tidak tahan. Jeevan pun melepas pakaiannya sendiri dan lalu bergerak menindih tubuh Queen di atas ranjang.
"Ini yang sudah aku nantikan sejak lama, Queen. I love you, aku akan memuaskan kamu kali ini!" bisik Jeevan sensual.
"Mmhhh mari kita saling memuaskan sayang!" balas Queen yang sudah terbawa arus gairah.
Mereka pun bercumbu, Jeevan sangat senang bisa merasakan ini kembali setelah sekian lama. Begitu juga dengan Queen, tubuhnya yang panas dan gatal itu sudah tidak sabar ingin disentuh.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...