
#Terjebak Gairah Sang Mafia 2
Caitlyn & Queen
•
•
Queen sedang menemani Dinda berbelanja di minimarket untuk keperluannya, tentu Queen tidak ingin Dinda kenapa-napa karena wanita itu tengah mengandung saat ini. Apalagi Queen sendiri sudah berjanji akan selalu menjaga Dinda kemanapun dan dimana pun wanita itu berada.
"Din, udah lu gausah bawa-bawa trolinya. Biar gue aja yang dorong ya? Lu kan lagi hamil, jadi gak boleh kecapekan Dinda. Ingat loh calon ponakan gue itu gak boleh sampe kenapa-napa!" ucap Queen mengingatkan.
"Iya iya Queen, lu perhatian banget sih sama gue. Lagian cuma dorong beginian mah gak bakal capek kali," ucap Dinda.
"Tetap aja lu gak boleh terlalu capek, udah ah nurut aja sama gue biar gue yang bawa tuh troli!" ucap Queen langsung menyerobot troli yang dibawa Dinda.
"Hahaha, iya Queen iya.." Dinda tergelak dengan sikap Queen yang begitu protektif padanya.
"Yaudah, yang pertama mau lu beli apa?" tanya Queen pada Dinda.
"Umm.." Dinda berpikir sejenak sebelum memilih ingin membeli apa disana.
Disaat mereka tengah asyik memilih barang, Queen tanpa sengaja menyenggol keranjang belanjaan seorang wanita di sebelahnya sampai beberapa isi di dalamnya terjatuh. Queen pun langsung bergerak cepat membantu wanita itu memungut barang yang terjatuh tersebut.
"Eh eh, duh sorry ya saya gak sengaja mbak!" ucap Queen sambil berjongkok di lantai.
"Gimana sih mbak? Yang bener dong kalo jalan, lihat kanan kiri depan belakang atuh!" protes wanita yang ditabrak Queen barusan.
"Iya mbak, ini barangnya." Queen menyerahkan barang itu pada pemiliknya.
Namun, wanita yang ada di hadapannya itu justru tercengang melihat Queen saat ini. Ya wanita itu terus menatap ke arah Queen dengan mulut terbuka seolah tidak percaya, hal itu membuat Queen merasa heran sekaligus penasaran mengapa wanita tersebut menatapnya seperti itu.
"Eee mbak, maaf kenapa ya? Kok daritadi mbaknya lihatin saya terus kayak gitu? Mbaknya marah ya sama saya karena hal tadi? Sa-saya minta maaf lagi deh mbak, saya gak sengaja," ucap Queen.
__ADS_1
"Gak gak, bukan karena itu. Kamu ini perempuan yang waktu itu hampir tabrakan sama mobil saya kan? Tapi kamu malah gak terima disalahin dan maki-maki saya," ujar wanita itu.
Queen terkejut, ia baru teringat kembali dengan peristiwa itu. Oh ia sungguh menyesal karena harus bertemu lagi dengan wanita yang sangat menyebalkan seperti dia, ya siapa lagi dia kalau bukan Caitlyn.
"Oh iya, saya ingat banget kok mbak peristiwa itu. Apa kabar mbak?" ucap Queen ramah.
"Gausah basa-basi ya kamu, dari kejadian tadi aja udah ketahuan kalau kamu itu lalai dan emang selalu gak pernah fokus!" ujar Caitlyn.
"Ih maksud mbak apa sih? Tadi dan waktu itu jelas beda dong, mana bisa disamain gitu aja?" heran Queen.
"Sudahlah, saya malas bicara sama orang seperti kamu yang gak tahu diri!" ucap Caitlyn.
Queen benar-benar tak mengerti dengan ucapan Caitlyn, ia sangat heran mengapa Caitlyn berkata seperti itu. Disaat mereka hendak bubar, tiba-tiba saja Aqila datang tanpa diduga dan membuat Queen terkejut bukan main. Lagi-lagi Queen harus berhadapan dengan ibu dari Jeevan tersebut.
"Loh Caitlyn, kamu kok bisa sama dia sih? Ngapain kamu harus berurusan sama dia sayang?" tanya Aqila terheran-heran.
"Eh tante, emangnya tante kenal sama dia?" Caitlyn malah balik bertanya pada Aqila terkait Queen.
"Ya pasti lah tante kenal, dia ini Queen wanita yang dikejar-kejar Jeevan," ucap Aqila.
•
•
Disisi lain, Victor kembali mendatangi kampus tempat kemarin ia dan teman-temannya merampok. Victor ingin memastikan bahwa wanita yang ia temui saat itu memang benar adiknya atau hanya sekedar mirip saja, meski Victor yakin kalau dia adalah adiknya yang hilang.
Namun, sesampainya disana ia sama sekali tak menemukan keberadaan wanita itu. Ia juga bingung mengapa kampus sampai sepi sekali seperti sekarang, padahal sebelumnya saat ia terakhir kali datang kesana, kondisi kampus itu sangat ramai dan penuh orang.
"Ini pada kemana ya semua? Kampusnya libur apa gimana? Tapi masa iya sih, sekarang kan bukan tanggal merah. Terus kenapa kampus bisa sepi kayak gini ya?" gumam Victor kebingungan.
"Eh Victor!" Danish dan Ellia tiba-tiba datang sambil menepuk pundak Victor dari belakang.
"Hadeh, lu berdua ini pada ngagetin gue aja. Kenapa kalian ngikutin gue kesini sih?" ujar Victor.
__ADS_1
"Gue khawatir sama lu Vic, apalagi si Ellia nih. Dia sampe maksa-maksa gue buat ikutin lu supaya dia tahu lu baik-baik aja atau enggak," ucap Danish.
Ellia reflek mencubit pinggang Danish sampai pria itu mengaduh kesakitan, "Lu apa-apaan sih? Ngapain pake dikasih tau segala?" geramnya.
"Hehe, emang kenapa Ellia? Lu takut ya si Victor tau kalo lu suka sama dia?" goda Danish.
"Gila lu ya? Gue gak suka sama Victor, sembarangan aja kalo ngomong lu!" elak Ellia.
"Halah gak mau ngaku, beneran Vic si Ellia ini khawatir banget sama lu. Gue yakin dia ini suka sama lu bro," ucap Danish.
"Jangan ngada-ngada ya lu! Vic, udah si Danish mah gausah dipercaya! Sekarang gimana, lu udah ketemu sama cewek itu belum?" ucap Ellia
Victor menggeleng, "Belum El, gak tahu gue dia dimana sekarang. Lihat aja tuh kondisi kampus sepi gini," jawabnya.
"Lah iya ya, pada kemana tuh mahasiswa kampus yang jumlahnya banyak banget kemarin? Kok sekarang kosong banget begini?" heran Danish.
"Gak tahu Dan, daritadi gue juga mikirin soal itu. Apa iya gara-gara kemalingan terus kampus ditutup gitu?" ujar Victor.
"Bisa jadi sih, mungkin pihak kampus takut kita bakal datang lagi dan bikin bahaya mahasiswa atau mahasiswinya," tebak Ellia.
"Terus gue harus cari cewek itu kemana ya? Gue yakin banget dia tuh Alia adik gue!" ucap Victor.
"Segitu yakinnya lu bro? Kalau dugaan lu gak kebukti gimana? Toh belum tentu juga cewek itu beneran adik lu kan?" ujar Danish.
"Ya iya sih, tapi gak tahu kenapa gue yakin aja dia tuh adik yang selama ini gue cari. Soalnya dari matanya, gue bisa lihat kalau itu dia," ucap Victor.
Ellia mendekat dan menepuk-nepuk bahu Victor untuk menenangkannya, "Santai dulu Vic! Lo gak boleh terlalu gegabah, cari tau dulu buktinya jangan sampai lu salah kira!" ucapnya.
"Satu-satunya cara buat gue tahu ya cuma dengan gue ketemu sama dia, tapi masalahnya gue gak tahu dia tinggal dimana sekarang," ucap Victor.
"Lo bisa tanya ke pihak kampus," usul Danish.
Victor melotot ke wajah Danish, tidak mungkin ia bertanya pada pihak kampus sebab ia sendiri tak memiliki foto atau apalah yang bisa ia bawa untuk ditanyakan ke pihak kampus.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...