
#Terjebak Gairah Sang Mafia 2
Meresahkan
•
•
Erick mengangguk pelan dan merangkul Dinda sembari membelai rambutnya, ia memperlakukan wanita itu dengan penuh kelembutan karena ia tak ingin Dinda kabur lagi dari rumahnya atau memilih pergi bersama Tom. Tampaknya Erick memang sudah jatuh cinta pada Dinda, sehingga ia tak bisa jauh dari wanita itu.
"Kamu kenapa bisa capek begini honey? Apa kamu habis melakukan sesuatu?" tanya Erick.
"Gak juga sih mister, mungkin ini efek kehamilan aku. Biasanya kan ibu hamil memang gampang capek," jawab Dinda sambil mengusap perutnya.
Seketika wajah Erick berubah terkejut, ia tak mengira jika Dinda saat ini tengah hamil, padahal seingatnya ia belum pernah meniduri wanita itu karena sejak membelinya mereka hanya baru saling mencium bibir. Erick pun penasaran siapa lelaki yang menghamili wanitanya itu.
"Kamu hamil honey? Kok bisa sih? Saya kan belum pernah tidur sama kamu, gimana caranya kamu bisa hamil? Siapa laki-laki itu?" tanya Erick.
"Eee iya aku minta maaf mister, aku hamil anak Tom karena dia yang pertama kali tidurin aku waktu itu," jawab Dinda.
"Apa? Jadi si Tom itu yang udah hamilin kamu honey? Kurang ajar!" geram Erick.
"Mister, saya mohon mister jangan bertindak yang aneh-aneh sama Tom! Biar gimanapun saya juga gak mau mister atau Tom kenapa-napa, biar aja ya semuanya seperti ini?" bujuk Dinda.
"Kamu masih perduli sama lelaki biadab yang sudah menghamili kamu itu honey? Dia harus dikasih pelajaran loh!" ujar Erick.
"Gak perlu mister, tolong mister turutin kata-kata aku dan jangan lakukan apa yang aku gak mau!" ucap Dinda memohon.
Erick menggeleng heran seraya mengusap wajahnya kasar, "Baiklah, saya gak akan lakukan itu demi kamu honey," ucapnya.
"Terimakasih mister, aku emang gak salah pilih tinggal sama mister lagi," ucap Dinda sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Erick merasa sangat senang saat Dinda menempelkan wajahnya di lengannya, ia spontan mengusap kening wanita itu dan mengecupnya sekilas. Dinda memejamkan mata merasakan kehangatan yang diberikan Erick, ia sadar sesuatu yang seperti ini sangatlah ia butuhkan.
Ceklek
"Mas Erick!" keduanya sangat kaget ketika tiba-tiba seorang wanita masuk begitu saja ke dalam unit apartemen mereka dan menegurnya.
Itu adalah Ariana, yang merupakan mantan dari Erick yang tentunya tinggal satu gedung dengan pria tersebut. Ariana tampak tak percaya melihat Erick duduk disana dengan seorang perempuan yang belum ia kenal sebelumnya, sontak saja Ariana bergegas menghampiri mereka.
"Mas, kamu apa-apaan? Siapa perempuan ini mas?" tanya Ariana.
Erick sontak beranjak dari sofa dan menatap ke arah Ariana dengan bingung, sedangkan Dinda juga tampak tak mengerti apa yang terjadi dan ia pun sangat bingung siapa perempuan yang baru datang tersebut dan terlihat emosi.
"Riana, kamu kenapa masuk apartemen aku gak pake ketuk pintu dulu? Kamu gak punya hak disini Riana!" kesal Erick.
"Aku gak sengaja mas, tadi aku lihat pintu kamu gak kekunci jadi aku buka aja. Aku juga gak tahu kalau kamu lagi sama cewek lain disini, siapa lagi dia mas? Partner ranjang baru kamu?" ujar Ariana.
"Kamu salah paham Riana, dia ini calon istri aku alias pengganti kamu!" ucap Erick.
Ariana terkejut mendengarnya, begitupun dengan Dinda yang tak menyangka jika Erick akan berkata demikian. Sebenarnya Dinda mau-mau saja menikah dengan Erick, namun ia masih belum yakin jika Erick benar-benar akan menikahinya yang hanya wanita kotor ini.
•
•
"Duh, cari kemana lagi ya ini? Gue bingung banget sumpah, kenapa sih lu mau-mau aja ikut sama dia Dinda?!" gumam Queen.
"Queen!" tiba-tiba Tom datang memanggilnya, membuat Queen menghela nafas seraya memutar bola matanya malas.
"Hadeh, ada apa lagi sih lu samperin gue? Belum puas lu udah serahin Dinda ke cowok tadi, ha? Sekarang ngapain lu kesini? Biar gue percaya gitu kalo bukan lu yang kasih tau ke si Erick itu tentang lokasi rumah gue?" ketus Queen.
"Tenang Queen, saya cuma mau tanyakan kabar Dinda ke kamu! Apa kamu sudah berhasil melacak keberadaan Dinda sekarang?" ucap Tom.
__ADS_1
"Hah? Seenaknya aja lu kalo ngomong, lu pikir gampang lacak keberadaan orang tanpa petunjuk?" sewot Queen.
"Saya tahu itu tidak mudah, saya kan cuma tanya. Barangkali kamu sudah berhasil tahu dimana Dinda tapi kamu gak mau kasih tahu ke saya," ucap Tom.
"Ya emang, gue gak bakal kasih tau ke lu kalaupun nanti gue tahu dimana Dinda. Buat apa juga gue kasih tahu lu? Toh lu yang udah bikin Dinda ditangkap sama si Erick," ketus Queen.
"Kamu jangan gitu dong! Dalam urusan ini kita harus kerjasama, supaya Dinda bisa cepat ditemukan!" ucap Tom.
"Gue gak perduli!" ucap Queen dengan tegas.
"Saya mohon sama kamu, saya ini juga gak suka Dinda dibawa sama si Erick yang tua itu!" mohon Tom.
Queen malah membuang muka dan tidak meladeni pria itu lagi, ia juga meminta pada Jago untuk lanjut melajukan mobilnya dan pergi dari sana. Jago pun menurut, tetapi Tom juga masih kekeuh tidak mau pergi dan berusaha menghalangi mobil tersebut untuk melaju.
"Lu apa-apaan sih Tom? Minggir deh, jangan sampe kita tabrak lu!" geram Queen.
"Saya gak mau minggir Queen, sebelum kamu setuju buat bekerjasama dengan saya. Ayolah, hanya itu yang saya mau Queen!" pinta Tom.
"Hadeh, nyusahin banget sih lu!" kesal Queen.
"Nona, gimana ini? Apa saya tabrak aja dia? Soalnya saya juga kesal sama dia," tanya Jago.
"Hus ngaco aja lu! Gue gak mau masuk penjara karena membunuh orang, itu gak keren! Apalagi mau puasa, masa gue lebaran di penjara?" jawab Queen dengan sewot.
"Hehe iya nona, kirain saya nona gak bakal puasa," kekeh Jago.
Queen memutar bola matanya, lalu karena kesal ia pun turun dari mobil menghampiri Tom yang berdiri di depan mobilnya. Queen berusaha meminta Tom untuk menyingkir, namun pria itu masih saja kekeuh dan bertahan disana. Queen terbawa emosi dan menendang tulang kering pria itu dengan ujung sepatunya, Tom pun reflek meringis kesakitan sambil memegangi tulang keringnya yang terasa sakit.
"Awhh sakit banget! Kok kamu tendang saya sih? Saya kan cuma minta buat kerjasama, apa saya salah?" protes Tom.
Wanita itu hanya diam dengan kedua tangan terlipat, lalu tak lama kemudian seorang pria yang sangat ia benci justru muncul di hadapannya dan mendekati mereka. Sontak Queen merasa heran, ia tak menyangka bisa bertemu kembali dengan pria tersebut disana.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...