Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia
Bab 52. Menerimanya kembali?


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 2


Menerimanya kembali?




Aqila terus memacu mobilnya dengan cepat, hingga mereka pun tiba di halaman rumah Queen yang besar dan luas itu. Aqila langsung menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Queen, ia dan Caitlyn pun turun dari mobil bersama-sama lalu melangkah menuju pagar.


"Tan, beneran ini rumahnya Queen? Kok bisa besar banget begini sih? Dia anak koruptor apa gimana?" tanya Caitlyn terkejut.


"Bukan sayang, tapi si Queen ini anaknya musuh keluarga tante," jawab Aqila.


"Apa tante??" Caitlyn terkejut sekali mendengar jawaban dari Aqila barusan.


"Iya sayang, kamu kaget kan pasti? Nah, tante juga begitu waktu pertama kali tau kalau Queen tuh anak musuh keluarga tante. Tapi, si Jeevan malah gak perduli dan tetap aja kejar-kejar dia," ujar Aqila.


"Duh, kok Jeevan gitu sih? Apa jangan-jangan si Queen udah pake guna-guna makanya Jeevan terus aja kejar-kejar dia?" ucap Caitlyn.


"Entahlah, udah yuk kita masuk!" ajak Aqila.


Caitlyn mengangguk setuju, mereka pun memanggil salah seorang penjaga disana dan meminta bertemu dengan Queen. Karena tak ingin berdebat, si penjaga itu memilih langsung pergi untuk menemui Queen di dalam. Sedangkan Caitlyn serta Aqila tetap menunggu disana.


"Kira-kira Queen mau gak ya ketemu sama kita, tante? Apa dia bakal sembunyi karena takut sama kita?" tanya Caitlyn pada Aqila.


"Tante gak tahu sih sayang, tapi kalaupun dia gak mau keluar dan ketemu sama kita, yaudah kita aja yang masuk ke dalam!" jawab Aqila santai.


"Benar juga, tante kok bisa pintar banget kayak gitu sih?" ucap Caitlyn.


"Hahaha, kamu juga harus begitu sayang kalau kamu mau masuk ke keluarga tante! Dan tante yakin kamu pasti bisa!" ucap Aqila.


"Pasti tante, pokoknya demi Jeevan aku bakal lakukan apapun itu," ucap Caitlyn.


Aqila tersenyum senang, lalu tak lama Queen muncul bersama Jeevan di sebelahnya. Keduanya berdiri di hadapan Caitlyn maupun Aqila, tentu saja Aqila langsung tercengang melihat keberadaan putranya disana.


"Ma, mama mau apa lagi sih datang kesini? Mama pasti pengen hasut Queen kan? Itu gak akan berhasil ma, karena disini ada aku!" ujar Jeevan.


Aqila sampai geleng-geleng dibuatnya, kelakuan putranya itu semakin membuatnya jengkel dan ingin terus marah-marah. Caitlyn pun juga menatap tak suka melihat Jeevan berdekatan dengan wanita lain di hadapannya, jujur saja ia merasa cemburu pada Queen.


"Ternyata benar kamu ada disini Jeevan? Pantas aja sewaktu mama dan Caitlyn ke rumah, kamu gak ada disana," ucap Aqila.


"Iya ma, aku emang disini sama Queen. Terus kenapa mama dan Caitlyn nyariin aku? Ada yang mau mama bicarakan?" tanya Jeevan.


"Tadinya iya, tapi karena sekarang kamu sama Queen disini, jadinya sekalian aja mama mau tegur dia supaya gak dekat-dekat lagi sama kamu!" sentak Aqila.


"Mama bicara apa sih? Aku yang selama ini deketin Queen, dan Queen sama sekali gak pernah godain aku ma. Kalau mama kesini cuma mau cari ribut, mending mama pulang deh!" ucap Jeevan.

__ADS_1


"Kamu keterlaluan ya Jeevan! Kamu lebih bela cewek itu daripada mama kandung kamu sendiri?" kesal Aqila.


"Bukan begitu ma, aku cuma mengatakan yang sejujurnya. Queen gak salah, tapi kenapa mama selalu aja nyalahin dia? Padahal dari awal, aku yang paksa Queen buat nikah sama aku. Itu semua aku lakukan karena aku cinta sama dia," ucap Jeevan.


"Disitulah bodohnya kamu Jeevan! Kamu sudah terpengaruh oleh guna-guna perempuan ini! Ayo, sekarang kamu ikut mama!" ucap Aqila.


"Enggak ma, aku masih mau disini sama Queen. Mama pergi aja sama Caitlyn sana!" ujar Jeevan.


"Jev, lebih baik kamu pergi deh. Aku gak mau ada keributan disini, bawa juga mama kamu dan perempuan itu pergi dari sini ya!" ucap Queen pada Jeevan dengan dingin.


"Tapi Queen—"


"Kita bisa ketemu lagi kapanpun kamu mau, yang penting sekarang kamu pergi dan bawa mereka sekalian!" sela Queen.


Jeevan tersenyum mendengarnya, ia seperti diberi harapan kembali oleh Queen untuk mengulang hubungan mereka. Memang saat ini Queen sedang bimbang, ia tidak tahu apakah ia harus menerima Jeevan kembali karena mereka bahkan sudah berhubungan badan, atau ia tetap pada keputusan awalnya yakni menolak pria itu.


"Kamu serius Queen? Kamu gak nolak lagi kan buat ketemu sama saya?" tanya Jeevan memastikan.


"Iya, aku gak bohong kali ini Jeevan. Kamu bebas ajak aku ketemu, tapi jangan sampai bikin keributan!" jawab Queen.


"Tentu baby, aku pastikan gak bakal ada keributan lagi disini. Yaudah, aku nurut sama kamu kali ini, yang penting kamu udah mau terima aku lagi," ucap Jeevan sumringah.


Queen hanya mengangguk tanpa bersuara, ia membukakan pintu gerbang agar Jeevan bisa keluar dan mengajak Aqila serta Caitlyn pergi.


"Ma, ayo kita pulang sekarang!" ajak Jeevan.


"Iya iya ma, kita bicarain itu nanti aja ya di rumah? Gak enak lah sama Queen!" pinta Jeevan.


"Kamu kenapa sih Jeevan? Mama gak mau pulang, biarin mama bicara sama perempuan gak tahu diri ini dulu!" sentak Aqila.


"Cukup ma! Jangan merendahkan Queen terus kayak gitu! Aku gak suka ya ma!" ucap Jeevan.


"Kamu berani bentak mama, Jeevan? Cuma gara-gara perempuan ini? Keterlaluan kamu Jeevan! Lihat aja, mama akan adukan semua ini ke papa kamu supaya kamu dihukum!" ujar Aqila.


Setelahnya, Aqila yang emosi itu tampak berbalik dan kembali ke mobilnya. Caitlyn pun dibuat bingung tak tahu harus apa.


"Eh tante, tante mau kemana?" tanya Caitlyn.


"Ayo kita pulang sayang! Tante udah gak tahan ada disini," jawab Aqila.


"Ta-tapi tante—"


"Cepat ikut tante, kalau emang kamu pengen dapat tumpangan!" potong Aqila.


"I-i-iya tante iya.." Caitlyn pasrah dan akhirnya pergi mengikuti Aqila menuju mobilnya.


Jeevan yang melihat itu pun mengusap wajahnya kasar, ia benar-benar tak tahu harus apa lagi untuk bisa membuat mamanya mau menerima Queen di dalam keluarga mereka.

__ADS_1


"Sabar ya Jev! Mending kamu susulin deh mereka, kasihan mama kamu tuh nangis!" ucap Queen.


"Iya Queen, aku pasti susul kok dan minta maaf sama mama nanti. Tapi, sekarang aku mau tanya satu hal sama kamu. Apa kamu udah mau terima aku lagi di hidup kamu Queen? Kamu mau kembali sama aku lagi kayak dulu?" ucap Jeevan.


"Umm, gak tahu deh gausah dibahas sekarang. Udah sana buruan pergi susulin mama kamu, jangan ditunda-tunda!" ucap Queen.


"Iya iya, kamu mau tinggal jawab aja susah banget sih Queen," ujar Jeevan.


"Hehe.." Queen tersenyum lebar sembari menundukkan wajahnya.


Jeevan benar-benar dibuat terpesona oleh senyuman gadis itu, setelah sekian lama akhirnya ia bisa kembali melihatnya dan sungguh senyuman Queen sudah berkali-kali lipat berubah dari sebelumnya. Jeevan pun sangat bersyukur atas kejadian yang tadi ia alami bersama Queen.


"Gara-gara minuman panas itu, sekarang saya bisa lihat kamu senyum lagi Queen. Oh emang saya sangat beruntung hari ini," batin Jeevan.




Singkat cerita, Queen kembali ke dalam rumahnya setelah Jeevan memutuskan pulang. Ia menemui teman-temannya yang masih ada disana dan ikut duduk di sofa dengan perasaan bimbang, tampak Lova serta yang lain langsung menghampirinya dan terlihat bingung dengan ekspresi Queen.


"Queen, lu kenapa ngelamun aja begitu? Si Jeevan nyakitin lu lagi ya? Atau emaknya yang ada ngomong aneh-aneh ke lu? Bilang ke gue Queen, biar gue hajar mereka!" tanya Aulia.


"Hahaha, gak kok guys gue gapapa. Gue lagi mikirin sesuatu aja," jawab Queen terkekeh.


"Mikirin apa Queen sobat gue yang paling cantik?" tanya Lova dengan penasaran.


"Gue masih ragu buat terima Jeevan balik, kira-kira menurut kalian gimana ya? Gue takut banget dia bakal jahatin gue lagi," jelas Queen.


"Hadeh Queen, ini nih yang gue heran dari lu. Udah jelas-jelas si Jeevan tuh gak bener, kenapa lu masih aja berharap sama dia?" ucap Aulia.


"Iya Queen, saran gue mah yaudah lu gausah mikir buat balikan sama dia lah!" sahut Nina.


"Betul tuh, nanti malah lu yang repot sendiri kalo lu masuk ke keluarga dia. Kan lu tau sendiri keluarga dia kayak apa," timpal Lova.


"Masalahnya gue udah terlanjur berhubungan badan lagi sama dia, misalnya gue hamil lagi nanti gimana?" ucap Queen lirih.


Deg!


Keempat sahabatnya itu sama-sama terkejut, mereka kompak menganga mendengar ucapan Queen barusan.


"Hah? Emangnya si Jeevan semprul itu keluarin di dalam tadi?" tanya Dinda.


Queen hanya mengangguk sebagai jawaban, ia ingat betul bagaimana Jeevan mengeluarkan laharnya banyak sekali di dalam rahimnya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2