Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia
Bab 55. Tom datang lagi


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 2


Tom datang lagi




Bruuukkk


Tiba-tiba saja, tubuh Victor ditabrak dari belakang oleh seorang wanita yang berjalan sambil memegang ponsel. Sontak Victor terkejut lalu reflek melepaskan Ellia dari rangkulannya.


"Hey, jalan hati-hati dong! Gak lihat apa ada orang disini?" tegur Victor.


"Ma-maaf bang, sorry!" ucap wanita itu gugup.


Dan saat itulah Victor bertambah kaget, ia bertemu kembali dengan wanita yang selama ini ia cari-cari. Ya Aulia kini berdiri di depannya dengan wajah tak enak setelah menabrak Victor.


"Eh iya, gapapa kok. Kebetulan banget kita ketemu lagi disini, aku udah cari-cari kamu loh dari kemarin," ucap Victor sangat senang.


"Eee kamu siapa ya? Kenapa cari saya? Apa kita saling kenal?" tanya Aulia kebingungan.


"Kamu ingat gak waktu itu kita pernah ketemu dan tabrakan juga?" ujar Victor.


Aulia coba mengingat peristiwa itu berdasarkan ucapan Victor, barulah ia ingat saat dimana dirinya pertama kali bertemu dengan Victor dan bertabrakan dengannya di dalam kampus.


"Ohh, iya iya kamu yang waktu itu lari-lari di kampus kan? Kamu tuh siapa sih sebenarnya?" tebak Aulia.


"Benar banget, kenalin nama aku Victor! Terus ini teman-teman aku, Danish sama Ellia," ucap Victor mengenalkan diri.


"I-i-iya, terus ada apa kalian nyariin aku? Apa aku punya salah ya sama kalian?" tanya Aulia gugup.


"Eh eh, gak kok kamu gak ada salah sama kita. Justru aku cari kamu karena aku mau ngobrol sama kamu, kira-kira kamu bisa gak?" jawab Victor.


"Ngobrol soal apa ya?" tanya Aulia penasaran.


"Kayaknya kita cari tempat ngobrol yang agak enak deh, by the way nama kamu siapa? Tadi kamu belum sebut soalnya," ucap Victor sambil tersenyum.

__ADS_1


"Oh iya, namaku Aulia kak. Salam kenal ya?" ucap Aulia.


Victor terkejut, nama gadis itu sangat mirip dengan nama adiknya. Victor pun semakin yakin jika yang berdiri di hadapannya ini adalah Alia, adiknya yang telah lama hilang.


"Oh Alia, apa ini benar kamu sayang?" batin Victor.


Melihat Victor yang hanya terdiam, Aulia pun kebingungan dan coba menyadarkan pria itu dari lamunannya.


"Hey, halo! Kamu kenapa ya? Ada yang salah sama nama aku?" tegur Aulia.


"Ah iya iya, maaf aku tadi kagum aja sama nama kamu. Aulia, mau kan ikut sama aku sebentar? Aku cuma mau ngobrol aja kok," ucap Victor gugup dan coba menahan air matanya.


"Eee gimana ya? Sebetulnya sih aku gak bisa, karena aku ada kelas sebentar lagi," ucap Aulia.


"Yah ayo dong Aulia, kamu mau ya ngobrol sama aku sebentar aja!" bujuk Victor.


"Umm.." Aulia terlihat kebingungan sambil melihat ke sekeliling dan menghentak-hentak kakinya.


"Aku janji gak akan apa-apain kamu, aku cuma mau bicara sama kamu Aulia. Kita bicaranya gak jauh dari kampus kok," ucap Victor.


"Yaudah deh, aku mau bicara sama kamu. Tapi, kita ngobrolnya di taman depan sana aja ya?" ucap Aulia.


"Eh kenapa pake digandeng segala?" heran Aulia.


"Hah??" Victor tersentak kaget, lalu reflek melepas pergelangan tangan gadis itu darinya.


"Ma-maaf ya Aulia? Tadi itu aku beneran gak sengaja," sambungnya.


"Iya gapapa kok," singkat Aulia.


Victor tersenyum tipis, kemudian mengajak Aulia pergi dari sana setelah pamit pada teman-temannya. Akan tetapi, tiba-tiba seorang lelaki meneriaki nama Aulia dari belakang dan membuat keduanya terkejut.


"AULIA!" mereka berdua kompak menoleh dan menghentikan langkahnya.



__ADS_1


Sementara itu, Dinda yang keluar dari rumah Queen untuk membuang sampah justru tanpa sengaja malah bertemu dengan Tom. Sontak Dinda terkejut dan berniat masuk kembali ke dalam rumah itu, namun Tom berhasil menahannya dan mencekal lengan Dinda agar gadis itu tetap disana.


Dinda emosi dan coba berontak dari genggaman pria itu, namun tenaganya kalau kuat dibanding Tom sehingga usahanya pun sia-sia saja. Tom pun mencoba menenangkan Dinda agar tidak terus berontak dan mau berbincang dengannya, tentu saja Tom tidak ingin ada yang salah paham nantinya.


"Hey hey, kamu tenang dulu dong sayang! Aku gak akan nyakitin kamu, aku cuma mau ngomong sebentar sama kamu sayang!" ucap Tom.


"Kamu apaan sih Tom? Kenapa kamu masih aja datang kesini? Aku kan udah bilang, aku gak mau ketemu sama kamu lagi. Harusnya kamu ngerti dong perasaan aku!" sentak Dinda.


"Dinda, kamu sampai kapan mau marah terus sama aku sayang? Aku minta maaf sayang, aku sadar sama kesalahan aku dan aku janji gak akan ulangi lagi perbuatan aku itu!" bujuk Tom.


"Kamu bohong aja Tom, aku gak percaya sama janji dan kata-kata kamu itu! Kamu tuh gak bisa dipercaya tau, aku benci sama kamu!" ujar Dinda.


"Aku bukan orang yang begitu sayang, aku bisa berubah kok jadi lebih baik. Kamu mau kan maafin aku sayang? Aku udah gak kuat lagi harus jauh-jauh dari kamu," ucap Tom.


"Omong kosong, kamu pergi dari sini sebelum aku suruh orang buat usir kamu!" sentak Dinda emosi.


"Seberapa keras pun kamu usir aku, aku gak akan pernah pergi sebelum dapat maaf dari kamu sayang. Aku akan tetap disini, karena aku benar-benar sayang sama kamu Dinda!" ucap Tom dengan tegas.


"Kamu selalu aja ngomong kayak gitu, tapi nyatanya kamu gak beneran sayang sama aku. Kalau kamu emang sayang, harusnya kamu gak kasih tahu alamat rumah ini ke Jeevan!" ucap Dinda.


"Ya sayang, untuk yang itu kan aku udah akui kalau aku emang salah. Tapi, aku janji gak akan mengulangi itu lagi sayang!" ucap Tom.


"Iyalah, kan kamu udah kasih tau ke si Jeevan. Udah ah jangan ganggu aku!" ujar Dinda.


"Aku gak mau ganggu kamu Dinda, kan udah dibilang kalau aku cuma pengen bicara sama kamu. Ayolah, masa kamu gak mau sih bicara sebentar aja sama aku!" paksa Tom.


"Kenapa kamu maksa banget? Kalau aku bilang gak mau, ya gak mau. Justru kalau kamu begini, aku makin sulit buat maafin kamu Tom. Lepasin aku cepat!" ujar Dinda.


Tom mengalah dan akhirnya melepaskan tangan Dinda, tapi ia tak membiarkan wanita itu pergi begitu saja sebab ia langsung menahan gerak Dinda dengan berdiri di hadapannya. Dinda pun memutar bola mata dan menggeleng kesal, ingin sekali rasanya ia memukul pria itu saat ini.


"Ngapain sih kamu? Jangan halangi aku! Awas ah aku mau masuk!" sentak Dinda.


"Bentar dulu, kita ngobrol sebentar aja sayang! Aku mau selesaikan masalah kita, semua demi anak di kandungan kamu Dinda!" ucap Tom.


Dinda terdiam, menatap perutnya dan mengusapnya disertai tetesan air mata. Memang benar anak itu adalah anak Tom, tapi Dinda sudah bertekad akan membesarkan anak itu tanpa bantuan Tom sedikitpun, karena ia sudah terlanjur benci dengan pria itu.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2