
#Terjebak Gairah Sang Mafia 2
Aqila marah
•
•
Queen bersama teman-temannya telah pergi dari rumah sakit, mereka kembali ke rumah tempat Queen tinggal untuk beristirahat. Namun, Dinda merasa khawatir jika ia terus tinggal disana sebab baik Tom maupun Jeevan sudah mengetahui alamat rumah Queen itu.
Dinda pun berbicara pada Queen, ia meminta untuk dipindahkan ke rumah yang lain. Sebenarnya Queen juga setuju karena ia tidak mau Jeevan terus-terusan mengganggunya, tapi Queen juga tak bisa meninggalkan rumah itu sebab ini adalah tanggung jawab yang harus dipikul olehnya.
"Queen, gimana menurut lu? Kayaknya kita udah gak aman deh tinggal disini, ada baiknya kita pergi dan cari tempat yang lain. Gue gak mau Jeevan atau Tom ganggu kita terus," ucap Dinda.
"Bener juga sih yang dibilang Dinda, kalian berdua udah gak aman disini. Gimana kalau kalian ikut gue aja tinggal di rumah gue?" usul Lova.
"Gak bisa Lova, gue bakal tetap disini. Gue harus urus bisnis bokap gue, kan dia udah kasih tanggung jawab ke gue buat urus semuanya. Masa gue tinggal gitu aja?" tolak Queen.
"Tapi Queen, kalau Jeevan balik lagi dan paksa lu buat ikut dia gimana?" tanya Aulia.
Queen menunduk bingung, ia tidak mau jika Jeevan memaksanya ikut dengannya. Tapi disisi lain, ia juga tak mungkin meninggalkan bisnis papanya. Queen pun terus berpikir keras, mencoba mencari solusi agar semua masalahnya bisa tuntas tanpa harus meninggalkan rumah itu.
"Kalian tenang aja, disini aman kok. Gue kan punya pasukan yang banyak, kalau Jeevan datang ya tinggal gue suruh anak buah gue buat serang dia," ucap Queen sambil tersenyum.
"Iya sih, tapi tetap aja kita gak tega lihat lu terus dibebani rasa takut. Terutama si Dinda, dia kan soalnya lagi hamil," ucap Nina.
"Betul tuh, gue setuju sama Nina!" sahut Aulia.
"Gue janji, gue akan jaga Dinda dengan sebaik mungkin. Gue gak bakal biarin Tom ataupun Jeevan buat usik Dinda lagi!" ucap Queen tegas.
"Iya Queen, gue percaya kok sama lu. Kalo gitu gue tetap tinggal disini deh," ucap Dinda.
"Hah? Lo serius Din? Kenapa lu gak tinggal di rumah gue aja? Biarin si Queen mah tetap disini urus bisnis papanya," ujar Lova.
"Enggak Lova, gue sama Queen kan sahabat, kita harus saling menjaga satu sama lain," ucap Dinda.
"Hadeh, disaat seperti ini masih aja lu ngomong begitu. Yakin nih lu mau tetap disini? Gak mau ikut sama gue aja gitu?" ucap Lova.
__ADS_1
"Iya Lova, sesuai yang gue bilang tadi gue bakal tetap tinggal disini sama Queen," ucap Dinda.
"Gapapa kok Din, kalau lu mau ikut sama Lova ya silahkan aja, gue gak ngelarang kok. Siapa tahu disana lu lebih aman, ya kan?" ucap Queen.
"Gak deh, gue pengen disini aja sama lu. Sorry ya Lova?" ucap Dinda.
"Oh okay, gak masalah. Gue sama yang lain juga bakal terus tengokin lu disini," ucap Lova.
"Iya tuh, dan kalau ada apa-apa jangan lupa kasih tau kita ya!" ujar Aulia.
"Pasti guys, thanks banget ya udah pada perduli sama gue? Gak tahu lagi deh gue harus ngapain buat balas kebaikan kalian," ucap Dinda.
"Gak usah lebay gitu lah Dinda, kita ini kan sahabat jadi udah sepatutnya kita saling membantu satu sama lain disaat membutuhkan," ucap Aulia.
"Iya, makasih banyak ya guys?" ucap Dinda.
Mereka pun saling berpelukan untuk menandakan persahabatan mereka, kelima gadis itu juga berjanji akan terus ada untuk satu sama lain.
•
•
"Aaarrgghh kurang ajar! Awas ya kamu Tom, saya pastikan hidup kamu akan hancur sebentar lagi! Kamu sudah berani main-main dengan saya, jadi jangan harap kamu bisa selamat!" geram Jeevan.
Tak lama kemudian, sebuah mobil muncul dan berhenti tepat di depannya. Jeevan mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam, ia berbalik dan melihat mamanya turun dari mobil itu bersama Caitlyn. Jeevan semakin bertambah kesal, ia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya disana.
"Jeevan! Darimana aja kamu? Kenapa kamu gak mau temenin Caitlyn?" tegur Aqila.
"Ma, aku banyak urusan. Mama kan tahu aku harus urus bisnis papa," ucap Jeevan.
"Urus bisnis papa apanya? Caitlyn bilang kok kalau kamu itu sibuk ngurus perempuan lain, si Queen itu kan? Ayolah Jeevan, mau sampai kapan kamu mikirin dia terus sih?" ujar Aqila.
Jeevan terdiam sesaat lalu berpikir. "Kok Caitlyn bisa tahu soal Queen sih? Siapa yang kasih tau dia coba?" batinnya.
"Kenapa diam? Benar kan yang mama bilang?" tegur Aqila dengan ketus.
"I-i-iya ma, aku minta maaf deh. Aku gak bisa lupain Queen, dia itu cinta abadi aku ma. Pokoknya aku akan lakuin berbagai macam cara, supaya aku bisa dapetin dia," ucap Jeevan.
__ADS_1
"Kamu ini gak waras apa gimana sih? Kok masih aja kamu kejar-kejar perempuan gak jelas itu? Sedangkan disini ada Caitlyn yang lebih mencintai kamu daripada dia," ucap Aqila.
"Aku tahu ma, tapi aku gak cinta sama Caitlyn. Aku cuma cinta sama Queen seorang," tegas Jeevan.
"Kamu betul-betul udah gak waras Jeevan, mama kecewa sama kamu! Sekarang kamu kasih tau mama, dimana alamat perempuan gak jelas itu?!" ucap Aqila.
"Hah? Mama mau ngapain lagi sih? Mama jangan macam-macam deh sama Queen!" ujar Jeevan.
"Mama pengen tegur dia, terus minta dia buat jauhi kamu. Kamu itu sudah mau menikah dengan Caitlyn," ucap Aqila.
"Apaan sih ma? Sejak kapan aku setuju buat nikah sama Caitlyn? Mama jangan ngada-ngada deh!" ucap Jeevan.
"Mau gak mau, kamu harus tetap menikah dengan Caitlyn!" tegas Aqila.
Jeevan menggeleng seraya mengusap wajahnya, "Aku gak akan pernah mau nikah sama dia ma, hanya Queen yang aku cinta dan gak ada wanita lain!" ujarnya.
Setelah mengatakan itu, Jeevan pun berbalik dan masuk ke rumahnya. Aqila hendak mengejar putranya, tetapi ditahan oleh Caitlyn yang memegangi lengannya. Caitlyn merasa sakit hati dengan perkataan Jeevan, namun ia juga paham kalau cinta tidak bisa dipaksakan.
"Tante, sudah jangan dikejar Jeevan nya! Aku rasa yang dibilang Jeevan tadi benar, cinta itu gak bisa dipaksa tante," ucap Caitlyn pelan.
"Maksud kamu apa sayang? Kamu juga setuju sama ucapan Jeevan tadi?" tanya Aqila.
Caitlyn mengangguk, "Iya tante, aku juga ngerasa gak nyaman kalau jadi Jeevan. Sebaiknya perjodohan ini dibatalkan aja ya tante?" jawabnya.
"Apa? Ta-tapi sayang.."
"Aku permisi tante, selamat sore!" sela Caitlyn yang langsung pergi begitu saja dari sana.
Aqila berusaha mengejar gadis itu, namun terlambat sebab Caitlyn sudah lebih dulu masuk ke mobilnya dan melaju kencang. Sepertinya Caitlyn sudah terlanjur kecewa dan tidak ingin memaksa Jeevan untuk menikah dengannya, akhirnya Aqila pun menyusul Jeevan ke dalam rumahnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...•...
...•...
__ADS_1
...Author lagi sakit, mohon doanya ya readers🤒...