
#Terjebak Gairah Sang Mafia 2
Mencari alamatnya
•
•
Aqila kembali menghampiri putranya di dalam rumah, ia mencekal lengan Jeevan dari belakang dan meminta pria itu untuk duduk berbicara dengannya. Awalnya Jeevan menolak, tapi ia tak punya pilihan lain sebab mamanya memaksa. Ia pun menuruti kemauan Aqila dan duduk disana.
Tanpa banyak basa-basi, Aqila langsung berbicara pada intinya mengenai Queen. Ia ingin Jeevan memberitahu padanya dimana lokasi wanita itu tinggal sekarang, namun tentu Jeevan tak akan semudah itu memberitahu mamanya mengenai tempat tinggal Queen.
"Mama ngapain sih nanyain alamat Queen mulu? Aku gak mau ya kalau mama berbuat yang enggak-enggak ke Queen," ucap Jeevan.
"Udah kamu kasih tau aja dimana dia tinggal, mama cuma mau tau kok!" ucap Aqila.
"Aku gak percaya sama mama, aku yakin mama akan berbuat sesuatu pada Queen. Seperti dulu saat mama mengusir Queen dari rumah aku, hal itu gak akan terjadi lagi ma," ucap Jeevan.
"Kamu itu sulit sekali dibilangin ya? Baiklah, kalau kamu gak mau kasih tau mama dimana Queen tinggal, biar mama yang cari tau sendiri," ucap Aqila.
"Silahkan aja, aku gak yakin mama bisa tau dimana Queen sekarang ini. Udah ya ma, aku harus urus yang lainnya sekarang?" ucap Jeevan.
"Tunggu Jev!" Aqila kembali menahan putranya.
"Apa lagi sih ma? Aku males berdebat sama mama, terlebih soal yang gak penting," ucap Jeevan.
"Ini penting buat kamu, kamu harus kejar Caitlyn dan minta maaf sama dia!" ucap Aqila.
"Kenapa aku harus lakuin itu ma?" tanya Jeevan.
"Pake nanya lagi, ya karena kamu udah bikin dia sakit hati. Kamu gak sadar apa ucapan kamu tadi tuh bikin Caitlyn tersakiti? Kamu kejar dia sekarang, minta maaf dan bujuk Caitlyn buat mau nikah sama kamu!" jelas Aqila.
"Itu gak akan pernah terjadi ma, aku gak mau!" tolak Jeevan dengan tegas.
"Kamu gak boleh nolak, cepat lakukan yang mama suruh atau mama akan minta papa kamu buat cabut semua fasilitas kamu!" ancam Aqila.
__ADS_1
Jeevan tersentak kaget, "Mama kok gitu sih? Masa cuma gara-gara Caitlyn, mama tega buat cabut semua fasilitas aku?" ujarnya.
"Biarin aja, makanya kamu jangan bandel dan harus nurut sama mama!" ucap Aqila.
"Ah terserah mama deh, aku gak perduli mama mau cabut fasilitas aku atau enggak. Aku lebih pilih bersama Queen daripada Caitlyn, harusnya mama ngerti dong!" ucap Jeevan kesal.
"Jev, kamu mau kemana?" tanya Aqila saat Jeevan bangkit dan berniat pergi.
"Kemana aja ma, yang penting bisa bikin jiwa aku tenang. Udah ya aku pergi dulu?" jawab Jeevan.
Setelahnya, pria itu pun pergi dengan langkah cepat meninggalkan mamanya. Aqila menjadikan ini kesempatan untuk bertanya pada salah satu anak buah Jeevan mengenai tempat tinggal Queen, dan kebetulan ia bertemu dengan Fritzy yang baru keluar dari ruangannya.
"Eh Fritzy, sebentar sebentar saya mau bicara sama kamu!" ucap Aqila menegur gadis itu.
"Ah iya Bu Aqila, ada apa ya?" tanya Fritzy.
"Kamu tau dimana tempat tinggal Queen sekarang?" Aqila langsung menanyakan tentang Queen pada Fritzy.
"Umm, duh saya kurang tau Bu. Soalnya bos Jeevan gak pernah kasih tau ke saya tentang itu," ucap Fritzy.
"Masa sih? Kamu gak lagi bohongin saya kan?" ucap Aqila memastikan.
"Terus, kira-kira siapa yang tau?" tanya Aqila.
"Eee..." Fritzy berpikir sejenak, sampai ia melihat Alden yang tengah berjalan di depan sana.
"Nah, kayaknya dia tau tuh Bu," ucap Fritzy menunjuk ke arah Alden.
•
•
Sementara itu, Tom tengah merenung seorang diri di sebuah taman. Ia mengusap wajahnya kasar memikirkan Dinda yang sudah tidak ingin bertemu dengannya lagi, padahal Tom sangat ingin tinggal bersama Dinda dan mengurus calon anak mereka yang sedang dikandung wanita itu.
Disaat ia masih asyik membayangkan wajah Dinda di pikirannya, tiba-tiba saja seseorang menegurnya dan membuat ia sangat kaget. Tom menoleh dan bangkit dari duduknya, ternyata yang ada di dekatnya saat ini adalah Erick. Sontak Tom pun dibuat tak berkutik berhadapan dengan pria itu.
__ADS_1
"Eits, mau kemana kamu? Jangan berpikir kamu bisa lari dari kami!" Erick langsung menarik baju Tom dari belakang saat pria itu hendak pergi.
"A-ampun pak, saya benar-benar gak tahu Dinda ada dimana. Sejak saya bawa dia pergi dari rumah bapak, saya udah gak pernah ketemu lagi sama dia pak," ucap Tom berbohong.
"Jangan bohong kamu!" sentak Erick.
"Sumpah pak, saya gak bohong. Buat apa juga saya bohongin bapak? Buktinya saya disini sendiri kan? Gak sama Dinda," ucap Tom.
"Kamu pikir saya akan semudah itu percaya sama kamu? Enggak ya, saya tahu kamu itu licik dan kamu sudah mengerjai saya!" ucap Erick.
"Maksudnya gimana? Ngerjain apanya sih?" tanya Tom pura-pura tak mengerti.
"Halah, gausah sok polos kamu! Saya tahu kamu bukan anak buah Jeevan, dan waktu itu kamu mengaku sebagai utusan Jeevan padahal nyatanya tidak!" jawab Erick.
Tom terkejut bukan main, ternyata Erick sudah mengetahui semuanya dan pantas saja Erick sangat emosi padanya saat ini.
"Benar kan yang saya bilang barusan?" tanya Erick.
Bukannya menjawab, Tom justru menendang kaki Erick hingga pegangannya terlepas. Tom pun berhasil kabur dengan cepat, tapi tentunya Erick serta anak buahnya tidak akan semudah itu melepaskan Tom. Mereka bergegas mengejar Tom menuju ke luar taman sambil terus meneriakinya dan meminta Tom berhenti.
"Hey, berhenti kamu! Jangan lari! Kamu harus tanggung jawab karena sudah membohongi saya!" teriak Erick.
Tom tak perduli, ia terus berlari menuju mobilnya. Benar saja ka pun berhasil masuk ke mobil sebelum Erick dan para anak buahnya menyusul, tanpa berpikir panjang Tom langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat itu.
...Namun, mobil yang ia kendarai itu tanpa sengaja hampir bertabrakan dengan mobil dari arah berlawanan. Tom sontak kaget, beruntung ia masih sempat menginjak rem dan tabrakan itu tidak terjadi. Tom pun menoleh ke belakang untuk memastikan pasukan Erick sudah tidak mengejarnya, setelah merasa aman barulah Tom keluar menemui pemilik mobil di depannya....
"Huh kayaknya mereka gak kejar saya lagi, lebih baik saya temui pemilik mobil itu deh," ujar Tom.
Betapa terkejutnya Tom ketika melihat Aqila lah yang keluar dari mobil di depan sana, sontak Tom langsung merasa bingung dan khawatir kalau Aqila akan menangkapnya seperti Jeevan. Ia hendak kembali ke mobilnya, namun tertahan saat Aqila memanggilnya.
"Tunggu Tom, kamu gak perlu takut dan jangan lari! Saya ini bukan diminta Jeevan buat tangkap kamu kok, tapi kebetulan kita ketemu disini karena kita bisa bicara berdua," ucap Aqila.
"Hah? Bu Aqila mau bicara apa sama saya?" tanya Tom penasaran.
Aqila hanya tersenyum dan berjalan mendekati Tom, ia berhenti lalu bersandar pada badan mobil pria itu sambil menatapnya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...