
#Terjebak Gairah Sang Mafia 2
Tom terdesak
•
•
Lova bersama Arul kini telah tiba di area perumahan tempat Queen tinggal, wanita itu masih memasang ekspresi yang sama seperti tadi. Ya rasa jengkelnya pada pria di sebelahnya itu belum juga hilang, walaupun berulang kali Arul berusaha untuk membuat Lova memaafkan dirinya.
"Non, kok nona masih ngambek aja sih sama saya? Saya kan sudah minta nona, harusnya nona mau dong maafin saya," tegur Arul.
Lova hanya terdiam, ia menghela nafas dan melipat kedua tangannya di depan. Sedangkan Arul menghentikan mobilnya secara tiba-tiba di pinggir jalan, Lova pun terkejut dan reflek menatap ke arah Arul dengan wajah heran. Arul kemudian tersenyum sehingga Lova makin dibuat keheranan.
"Lo kenapa berhenti? Rumah Queen masih ada di depan ya, buruan jalan!" ujar Lova.
"Saya baru akan jalan, kalau nona mau maafkan saya. Jujur aja nona, saya ngerasa bersalah banget loh karena udah bikin nona ngambek terus kayak gini sama saya," ucap Arul.
"Lo kok tiba-tiba jadi baperan gitu sih? Gue udah maafin lu, puas kan? Udah ayo jalan, jangan bikin gue kesal deh!" ucap Lova.
"Beneran nona?" tanya Arul tak percaya.
"Iyalah bener, lu gak percaya sama gue? Heh dengar ya, gue tuh bos lu dan lu harusnya nurut sama gue!" kesal Lova.
"Saya gak percaya nona, buktinya nona masih marah-marah sama saya. Kalau nona emang udah maafin saya, coba dong nona senyum buat saya!" pinta Arul.
"Lo gausah ngada-ngada ya, gue ogah banget senyum buat cowok kayak lu!" sentak Lova.
"Yah emang saya kenapa nona? Perasaan saya cowok baik-baik deh," heran Arul.
"Baik-baik darimana? Udah buruan lu jalan, atau gue turun nih sekarang juga!" ancam Lova.
"Eh eh jangan nona! Iya nona, saya jalan sekarang deh. Nona ini mainnya ngancem sih," ujar Arul.
"Suka-suka gue lah, suruh siapa lu bawel banget jadi orang! Gue tuh gak suka sama orang yang banyak omong, sekarang buruan jalan!" ujar Lova.
"Iya iya non," ucap Arul patuh.
__ADS_1
Arul pun kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia tentu tak mau jika Lova semakin marah dan cuek padanya. Namun, Arul masih terus memandangi wajah Lova dari samping disertai senyum yang merekah. Hal itu membuat Lova risih dan berbalik menatapnya.
"Heh! Lo ngapain ngeliatin gue kayak gitu? Jangan macam-macam ya Arul!" sentak Lova.
"Maaf non, saya cuma tunggu senyum dari nona sesuai yang saya minta tadi," ucap Arul.
"Haish, dasar gila!" kesal Lova yang langsung membuang muka.
Arul pun terkejut, tapi ia kemudian tersenyum sembari menggelengkan kepalanya. Sikap Lova saat sedang ngambek berhasil membuatnya merasa gemas.
•
•
Sementara itu, di rumah Queen masih terjadi keributan antara Jeevan dan Tom. Queen yang kesal sontak maju memisahkan kedua pria itu, ia mendorong tubuh Jeevan dengan kasar dan membuat pria itu hampir terjatuh.
"Kamu apa-apaan Queen? Kenapa kamu dorong saya?" protes Jeevan.
"Pergi lu dari rumah gue Jeevan! Gue gak suka lihat lu ada disini, cepat pergi!" usir Queen.
"Kok kamu cuma usir saya? Tom gimana? Dia juga gak berhak ada disini sayang, asal kamu tahu dia loh yang kasih tau ke saya dimana kamu tinggal. Dia berkhianat dari kamu Queen!" ucap Jeevan.
"Duh, saya nyesel udah kasih tau alamat rumah Queen ke bos Jeevan. Kalau tahu bakal jadi begini, saya pasti gak akan bantu dia. Bos Jeevan emang benar-benar licik!" batin Tom.
Queen maju mendekati Tom, satu tangannya ia gerakkan mencengkram kerah baju Tom sehingga pria itu menoleh ke arahnya.
"Apa benar yang dibilang Jeevan tadi? Lo yang udah kasih tau alamat rumah gue ke dia?" tanya Queen pada Tom dengan tegas.
"Eee sa-saya.." Tom terlihat gugup dan tak mampu menjawab pertanyaan Queen.
"Jawab! Jangan diam aja! Kalau emang yang dibilang Jeevan benar, gue kecewa sama lu Tom! Gue pikir lu udah berubah, tapi ternyata lu masih kerjasama sama si Jeevan!" sentak Queen.
"Enggak nona, saya gak kerja sama dia lagi. Saya cuma gak sengaja ketemu Jeevan sewaktu saya belanja di minimarket, dia mengancam akan melukai saya jika saya tidak mau memberitahu dimana Dinda," ucap Tom menjelaskan.
Dinda yang mendengarnya pun terkejut, rupanya memang benar bahwa Tom lah yang sudah memberitahu Jeevan mengenai alamat Queen.
"Jadi benar kamu yang kasih tau ke Jeevan tentang alama rumah Queen? Tega ya kamu Tom, aku udah percaya sama kamu, tapi ternyata kamu malah berkhianat dari aku!" ucap Dinda.
__ADS_1
"Gak gitu Dinda, aku terpaksa kasih tau alamat Queen supaya Jeevan gak ngincar kamu. Aku gak pengen kamu kenapa-napa Dinda, apalagi kalau sampai kamu dibawa lagi sama mister Erick!" ucap Tom coba menjelaskan.
"Apapun alasan kamu, tetap aja kamu gak seharusnya kasih tau alamat Queen ke Jeevan! Ini sama aja kamu bahayain dia tau, kamu ngerti gak sih!" bentak Dinda.
Tom menunduk lesu menyesali perbuatannya, sedangkan Queen sudah sangat emosi. Gadis itu mengusir Tom serta Jeevan dari rumahnya, namun tentunya Jeevan tetap kekeuh dan tidak mau pergi dari sana.
"Kalian kenapa masih disini? Udah sana pergi, jangan pernah muncul lagi!" usir Queen.
"Enggak Queen, saya akan tetap disini. Kecuali kamu mau ikut sama saya, baru saya pergi dari tempat ini," ucap Jeevan.
Queen menggeleng dan melayangkan tamparan keras ke wajah pria itu.
Plaaakk
Seketika semua orang disana terkejut, syok dengan apa yang barusan terjadi antara Queen dan Jeevan. Mereka tak menyangka jika Queen mampu melakukan hal itu pada Jeevan.
"Kamu tampar saya Queen? Kok bisa kamu ngelakuin itu?" ujar Jeevan.
"Kenapa harus gak bisa? Gue sekarang bukan gue yang dulu, gue udah gak takut lagi sama lu Jeevan!" tegas Queen.
"Saya gak perlu ditakuti, yang saya mau kamu ikut dengan saya sekarang Queen!" ucap Jeevan.
"Lo keras kepala ya?" Queen semakin emosi, ia pun mengambil ponselnya dan menghubungi anak buahnya untuk berkumpul disana.
📞"Halo! Lu kumpulin semua anak buah lu kesini, cepat!" ucap Queen di telpon.
Jeevan sedikit kaget, apa maksud Queen mengatakan itu dan darimana Queen bisa memiliki anak buah. Hal tersebut terus terpikirkan di dalam hati Jeevan, ia penasaran apakah Queen sekarang yang menjadi pemimpin kelompok walters.
"Queen, kamu panggil anak buah kamu? Kamu pengen suruh mereka buat hajar saya gitu?" tanya Jeevan sedikit panik.
"Kalau lu gak mau pergi juga, itu yang bakal gue lakuin!" jawab Queen.
Tak lama kemudian, sekumpulan pria berbaju hitam muncul dan mengelilingi mereka. Tampak senjata juga berada di tangan orang-orang itu dan berhasil membuat Jeevan angkat tangan.
"Menyerah saja Jeevan!" ujar Queen.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...