Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia
Bab 86. Hari terakhir


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 2


Aishiteru




Nina dan Lova pasrah saja mendengar perkataan Aulia barusan, mereka membiarkan Aulia pergi bersama Victor walau agak ragu karena khawatir terjadi sesuatu pada gadis itu. Namun, Aulia sendiri tidak merasa cemas dan percaya seratus persen pada Victor untuk saat ini.


Kini mereka sampai di taman kampus, Victor langsung terduduk bersama Aulia disana berdampingan sambil tersenyum. Aulia tampak menoleh ke arah pria itu sembari bertanya-tanya ada apa, ia sungguh penasaran mengapa Victor sampai datang ke kampusnya hari ini.


"Kak, ada apa kamu ke kampus aku sekarang?" tanya Aulia penasaran.


"Aku mau tunjukin sesuatu ke kamu Aulia, aku yakin kamu pasti senang," jawab Victor.


"Sesuatu apa itu kak?" tanya Aulia.


Victor tersenyum dan menunjukkan sebuah kalung di tangannya kepada gadis itu, seketika Aulia terperangah mengetahui kalung tersebut adalah miliknya saat tinggal di panti asuhan. Ya Aulia masih ingat betul, sebab kalung itu memang lain daripada yang lain dan mungkin hanya satu di dunia.


"Hah? I-itu kok kayak kalung punya aku ya sewaktu tinggal di panti? Kenapa bisa sama kamu kak? Seingat aku, kalung itu aku tinggal di panti deh," ucap Aulia terheran-heran.


"Ya Aulia, aku yang ambil ini dari Bu panti tempat kamu dirawat. Ini adalah bukti kalau kamu adik aku," jawab Victor.


Aulia terbelalak tak percaya mendengar jawaban pria itu, bagaimana bisa kalung tersebut dijadikan sebagai barang bukti yang menyatakan bahwa dirinya adalah adik dari Victor. Ia sungguh tak mengerti apa yang dimaksud pria itu, tapi kemudian Victor tampak mengeluarkan sebuah foto yang ia simpan sebelumnya.


"Lihat ini Aulia, kamu lihat kan apa yang ada di foto ini?" ucap Victor sembari menunjukkan sebuah foto bayi di tangannya kepada gadis itu.


"Hah? Ini foto bayi, terus kenapa ya kak? Sumpah deh aku bingung," heran Aulia.


"Coba kamu perhatiin lagi deh di leher bayi itu ada apa!" ucap Victor.

__ADS_1


Aulia pun membuka matanya lebar-lebar untuk memastikan apa sebenarnya yang ada di foto tersebut, dan ia menemukan sebuah kalung yang sangat mirip dengan miliknya. Aulia langsung terperangah tak percaya, ia juga coba membandingkan kalung miliknya dengan yang di foto itu dan ternyata memang sama.


"Lah kok dia bisa pake kalung aku sih kak? Dia ini siapa? Gak mungkin bu panti kasih kalung ini gitu aja ke orang lain, ini kan kalung kesayangan aku tau," ujar Aulia.


"Dia bukan orang lain sayang," ucap Victor sambil tersenyum.


"Ma-maksud kamu apa? Terus dia siapa dong?" tanya Aulia terheran-heran.


Victor tersenyum dan meraih satu tangan Aulia, ia menaruh telapak tangan gadis itu di dada lalu berkata, "Dia itu kamu sayang, kamu sewaktu masih berumur dua tahun." sontak Aulia terbelalak mendengarnya.


"Hah? Jadi, bayi di foto ini aku? Wah selama ini aku gak pernah lihat foto masa kecilku, ternyata aku imut juga ya?" ucap Aulia tak menyangka.


"Ya sayang, kamu memang imut dan menggemaskan. Makanya kakak sayang banget sama kamu," ucap Victor.


"Tapi kak, hubungan kalung dan foto ini sama kita apa ya?" tanya Aulia pada lelaki itu.


"Kamu masih belum paham? Kalung ini kan milik kamu sewaktu kecil, dan yang di foto ini tuh kamu saat berumur dua tahun. Itu artinya kamu adik kandung aku yang hilang, Aulia. Semua sudah terbukti sekarang," jelas Victor.




Esoknya, Jeevan buru-buru datang ke rumah Queen untuk menemui wanita itu terakhir kalinya sebelum pergi ke new York. Jeevan juga ingin mengantar Queen menuju bandara dan menikmati saat-saat terakhir mereka bersama hari ini disana, terlihat ia sudah membawakan bunga di tangan yang akan ia berikan kepada Queen.


Tak lama akhirnya Queen muncul, dengan antusias Jeevan pun menyambutnya dan menyodorkan bunga di tangannya itu ke hadapan Queen. Sontak Queen terkejut, ia tak menyangka Jeevan akan datang lagi ke rumahnya setelah kemarin ia berpamitan pada pria itu.


"Jev, kamu ngapain lagi kesini? Kita kan udah pamitan kemarin, kamu tahu kan hari ini aku mau kemana?" ucap Queen.


"Ya saya tahu Queen, itu alasannya saya datang kesini bawain kamu bunga. Saya mau antar kamu ke bandara sayang, karena jujur saya belum bisa jauh-jauh dari kamu," ucap Jeevan.


Queen menggeleng pelan, "Kamu ngaco Jev! Aku gak perlu diantar sama kamu, karena aku udah punya anak buah yang bisa antar aku," ucapnya.

__ADS_1


"Gapapa kan kalau aku ikut antar kamu juga? Toh gak ada larangannya, justru malah tambah bikin kamu aman sayang. Lagian aku juga pengen buktiin ke kamu kalau aku cinta mati sama kamu," ucap Jeevan.


"Kamu gak perlu buktiin itu ke aku, Jeevan. Aku juga gak akan pernah balas cinta kamu, jadi lebih baik kamu belajar mencintai Caitlyn dan menikah dengan dia," ucap Queen.


"Caitlyn udah gak ada Queen, cuma kamu yang sekarang ada di hati aku," ucap Jeevan.


"Gausah gombal deh, aku gak bakal percaya sama kata-kata rayuan kamu!" sentak Queen.


"Disini aku gak gombal kok, aku cuma menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi. Kamu satu-satunya wanita yang aku cintai Queen, aku gak mungkin bisa berpisah dengan kamu walau sebentar," ucap Jeevan.


"Terserah kamu, aku harus pergi sekarang dan gak punya banyak waktu. Tolong kamu minggir, jangan halangi jalan aku!" ucap Queen tegas.


Jeevan terdiam, sesaat kemudian ia memeluk erat tubuh Queen dan membuat sang empu terkejut. Jeevan tampak menghirup aroma tubuh sang wanita dengan sangat kuat seolah ia menyukai wangi yang ia cium tersebut, sedangkan Queen hanya bisa melongok tak percaya mendapat perlakuan seperti itu dari pria yang ia benci.


"Aku sayang sama kamu Queen, aku cinta sama kamu! Tapi, aku gak bisa paksa kamu untuk tetap disini sama aku. Aku akan relakan kamu pergi, walau itu sangat berat buat aku," ucap Jeevan.


Tanpa sadar, Queen meneteskan air mata mendengar kalimat yang diutarakan lelaki itu. Entah kenapa ia jadi ikut bersedih seperti yang dirasakan Jeevan, hati kecilnya seolah berkata bahwa dirinya masih mencintai Jeevan dan sulit untuk melupakan pria itu.


"Jeevan cukup, aku harus pergi!" ucap Queen seraya mendorong tubuh Jeevan dan menyeka air matanya.


"Iya Queen, aku gak akan tahan-tahan kamu lagi kok. Jika ini memang sudah keputusan kamu, aku bisa apa? Aku cuma berharap semoga kamu bahagia disana sayang!" ucap Jeevan.


"Makasih," singkat Queen dengan lirih.


Disaat Queen hendak melangkah, tiba-tiba Jeevan kembali memeluknya dan kali ini pria itu menumpahkan air matanya di bahu sang wanita.


"Queen, aishiteru.."


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2