
#Terjebak Gairah Sang Mafia 2
Bercumbu mesra
•
•
Victor hanya tersenyum dan merangkul pundak Ellia dari samping sembari mengusap wajahnya, "Iya, nanti gue tegur dia kok. Udah lah lu gausah ngambek gitu, udah gede kan?" ucapnya.
"Iyalah gue udah gede, tapi tetap aja gue kesel kalo si Danish terus-terusan ngeledekin gue dan bilang gue suka sama lu!" ucap Ellia.
"Emang kenapa sih? Kalau misal lu gak suka sama gue, yaudah gausah marah kali," ucap Victor.
"Nah tuh, si Victor bener. Justru kalo lu marah, itu artinya ucapan gue bener dong," sahut Danish.
"Diem lu! Jangan ikut campur deh sama urusan gue dan Victor!" sentak Ellia.
"Hahaha, jangan galak-galak jadi cewek nanti gak ada yang naksir loh!" kekeh Danish.
Ellia terpancing emosi dan hendak memukul Danish, namun Victor menahannya dengan cara mendekap erat tubuh gadis itu.
"Hey hey, kalem Ellia kalem! Lo gak boleh emosi kayak gitu disini," ujar Victor.
"Ck, dia tuh ngeselin banget!" geram Ellia.
Danish hanya tertawa mendengarnya, sedangkan Victor langsung memberikan kecupan hangat di kening serta kedua pipi Ellia bermaksud menenangkan gadis itu. Sontak Ellia terperangah kaget mendapatkan perlakuan seperti itu, begitu juga dengan Danish yang melihat secara langsung.
"Buset bro, lu cium si Ellia? Nanti dia makin kege'eran loh sama lu," ucap Danish.
"Gapapa, biar dia tenang dan gak emosi lagi," ucap Victor sambil tersenyum.
Ellia masih terdiam kaku memegangi pipinya, ia tak menyangka bisa mendapat kecupan dari Victor yang memang sudah lama ia inginkan.
Bruuukkk
Tiba-tiba saja, tubuh Victor ditabrak dari belakang oleh seorang wanita yang berjalan sambil memegang ponsel. Sontak Victor terkejut lalu reflek melepaskan Ellia dari rangkulannya.
__ADS_1
"Hey, jalan hati-hati dong! Gak lihat apa ada orang disini?" tegur Victor.
"Ma-maaf bang, sorry!" ucap wanita itu gugup.
Dan saat itulah Victor bertambah kaget, ia bertemu kembali dengan wanita yang selama ini ia cari-cari. Ya Aulia kini berdiri di depannya dengan wajah tak enak setelah menabrak Victor.
"Eh iya, gapapa kok. Kebetulan banget kita ketemu lagi disini, aku udah cari-cari kamu loh dari kemarin," ucap Victor sangat senang.
"Eee kamu siapa ya? Kenapa cari saya? Apa kita saling kenal?" tanya Aulia kebingungan.
"Kamu ingat gak waktu itu kita pernah ketemu dan tabrakan juga?" ujar Victor.
Aulia coba mengingat peristiwa itu berdasarkan ucapan Victor, barulah ia ingat saat dimana dirinya pertama kali bertemu dengan Victor dan bertabrakan dengannya di dalam kampus.
"Ohh, iya iya kamu yang waktu itu lari-lari di kampus kan? Kamu tuh siapa sih sebenarnya?" tebak Aulia.
"Benar banget, kenalin nama aku Victor! Terus ini teman-teman aku, Danish sama Ellia," ucap Victor mengenalkan diri.
"I-i-iya, terus ada apa kalian nyariin aku? Apa aku punya salah ya sama kalian?" tanya Aulia gugup.
"Eh eh, gak kok kamu gak ada salah sama kita. Justru aku cari kamu karena aku mau ngobrol sama kamu, kira-kira kamu bisa gak?" jawab Victor.
"Kayaknya kita cari tempat ngobrol yang agak enak deh, by the way nama kamu siapa? Tadi kamu belum sebut soalnya," ucap Victor sambil tersenyum.
"Oh iya, namaku Aulia kak. Salam kenal ya?" ucap Aulia.
Victor terkejut, nama gadis itu sangat mirip dengan nama adiknya. Victor pun semakin yakin jika yang berdiri di hadapannya ini adalah Alia, adiknya yang telah lama hilang.
"Oh Alia, apa ini benar kamu sayang?" batin Victor.
•
•
Sementara itu, Jeevan dan Queen pergi ke sebuah taman yang sepi untuk sekedar mereka. Tak ada siapapun disana kecuali mereka berdua, sebab Jeevan telah mengatakan pada penjaga taman untuk tidak mengizinkan orang lain masuk kesana selagi ia berbincang dengan Queen.
Queen tampak kebingungan saat melihat ke sekeliling dan hampir tidak ada pengunjung yang datang kesana, ia pun terheran-heran karena biasanya di setiap taman pasti akan ada pengunjung meskipun tidak banyak. Namun, kali ini di tempat ia berada benar-benar sangat sepi.
__ADS_1
"Jev, kamu heran gak sih? Kok taman ini sepi banget ya? Masa cuma kita yang ada disini? Apa gak ada orang lain yang mau kesini?" tanya Queen.
"Seharusnya sih ada, tapi mungkin mereka gak dibolehin masuk sama satpamnya," jawab Jeevan.
"Lah kok gitu? Emang kenapa mereka gak boleh masuk? Terus kok kita diizinin aja tuh tadi?" heran Queen.
"Ya karena satpam itu gak mau kalau ada yang ganggu kita sayang, makanya dia larang orang lain buat masuk kesini," jelas Jeevan.
"Apa sih? Maksudnya kamu udah sewa taman ini buat kita berdua gitu?" tanya Queen.
"Simpelnya begitu sayang, soalnya aku gak mau bicara sama kamu tapi ada orang lain di sekitar kita. Rasanya gak nyaman tau, aku jadi gak bisa lakuin apa yang aku mau secara leluasa," ucap Jeevan.
"Haish, kamu gak berubah ya? Emangnya kamu mau ngelakuin apa hayo? Jangan aneh-aneh ya! Ingat, aku belum bilang kalau aku udah maafin kamu dan mau terima kamu!" ucap Queen.
"Aku ingat kok Queen, makanya aku ajak kamu kesini supaya aku bisa dengar kamu maafin aku dan mau terima aku lagi di hidup kamu," ucap Jeevan.
"Entahlah Jev, tapi aku belum bisa pastiin itu sekarang. Soalnya aku juga gak tahu gimana perasaan aku ke kamu, walaupun kita udah sempat begituan kemarin," ucap Queen.
Jeevan tersenyum dan meraih dua tangan Queen untuk digenggam dengan erat.
"Kamu gak perlu pusing Queen, aku bakal yakinkan kamu kalau aku ini adalah jodoh yang kamu cari selama ini sayang!" ucap Jeevan.
"Gila kamu ya Jeevan? Bukannya mama kamu mau jodohin kamu sama si Caitlyn itu ya? Kenapa kamu masih aja ngarep sama aku sih?" heran Queen.
"Aku udah terlanjur cinta sama kamu Queen, jadi aku gak bisa berpaling ke lain hati," jawab Jeevan.
"Halah gombal aja kamu Jev! Aku lebih percaya Christiano Ronaldo lahir di Bekasi, daripada ucapan kamu barusan," ucap Queen.
"Hahaha, lucu banget sih kamu!" kekeh Jeevan sembari mencubit pipi gadis itu.
Queen sontak mendorong tangan Jeevan dari wajahnya, ia lalu memasang wajah jutek yang membuat Jeevan justru semakin gemas padanya. Tanpa aba-aba, Jeevan menarik wajah Queen dan langsung memakan bibir wanita itu dengan sangat bergairah.
"Mmpphh!!" Queen meronta-ronta sambil memukul tubuh Jeevan, tetapi gagal sebab Jeevan lebih menguatkan pelukannya.
Hingga akhirnya Queen luluh, ia tidak lagi berontak dan mulai terbawa suasana. Ciuman panas Jeevan pun dibalas oleh Queen, lidah mereka saling membelit kali ini disertai suara decakan basah.
"Kamu milik aku Queen, cuma aku yang boleh sentuh kamu!" bisik Jeevan di telinga Queen.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...