
#Terjebak Gairah Sang Mafia 2
Ternyata Caitlyn
•
•
Praaangg
Tiba-tiba saja terdengar sebuah suara seperti barang jatuh dari arah kamar kosong di rumah itu, sontak Aqila serta Dean terkejut bukan main mendengar suara tersebut.
"Hah? Itu suara apa? Bukannya kamar itu kosong ya?" heran Dean.
Deg!
Surya dan Rezham sama-sama terkejut mendengar pertanyaan Dean, mereka berdua sangat khawatir bila Dean tahu bahwa di dalam kamar itu ada Caitlyn yang sedang disekap.
"Ki-kita gak tahu juga bos, mungkin aja itu cuma tikus atau hewan lainnya yang gak sengaja jatuhin barang," ucap Surya.
"Ah masa? Setahu saya disini kan gak ada binatang apapun itu, coba deh kamu cek kesana dan lihat apa yang ada disana!" perintah Dean.
"Eee gausah lah bos, palingan cuma tikus kok. Soalnya kemarin saya juga sempat lihat tikus gitu lari-larian di luar, bisa jadi dia masuk kesana bos tanpa sepengetahuan kita. Buat apa lah kita cek yang kayak gitu?" ucap Rezham.
"Kamu nolak perintah saya? Sudah berani kamu melawan saya?" ujar Dean.
"Eh bukan gitu maksudnya bos, kita cuma—"
"Sudahlah, kalau kalian gak mau cek biar saya yang pastikan sendiri ada apa disana!" sela Dean dengan cepat memotong ucapan Rezham.
Setelahnya, Dean langsung pergi menuju kamar yang tadi ia curigai. Aqila pun tampak mengikuti suaminya itu dari belakang, sedangkan Surya serta Rezham masih berusaha mencegah kedua bos itu walau sulit.
Begitu sampai di depan kamar tersebut, Dean menempelkan telinganya pada pintu lalu mencoba membuka pintu sambil mengetuk-ngetuk untuk memastikan apakah ada orang atau tidak di dalam sana.
"Halo! Apa ada orang? Kalau memang iya, kamu teriak yang kencang!" ucap Dean.
"Mmppphhh mmppphhh!!" suara itulah yang didengar oleh mereka, tentu saja Dean dan Aqila terkejut bukan main.
Dean langsung menatap wajah istrinya, ia juga memandang kesal ke arah Surya dan Rezham seolah siap menerkam kedua pria itu karena emosinya. Dean tak percaya jika ada seseorang di dalam sana yang mungkin sengaja disembunyikan oleh Surya serta Rezham darinya.
__ADS_1
"Itu suara siapa, ha? Apa tikus ada yang bersuara kayak gitu? Kalian berdua benar-benar kelewatan, siapa orang di dalam itu?!" bentak Dean.
"Ma-maaf bos, kami benar-benar gak tahu apa-apa. Ini semua perintah dari bos Jeevan," ucap Surya.
"Apa? Ohh, jadi ini ulah dia? Kalian memang keterlaluan! Sekarang berikan saya kunci kamar ini!" ucap Dean.
"Tapi bos, sebaiknya jangan masuk bos! Nanti kita bisa dimarahi bos Jeevan," ucap Surya.
"Kamu lebih takut sama Jeevan daripada saya, ha? Lagian kamu itu harus ingat, si Jeevan sudah bukan bos kamu lagi karena dia udah keluar dari bisnis kita!" sentak Dean.
Surya dan Rezham pun saling menatap kebingungan, mereka tak tahu harus apa sebab Dean terlihat benar-benar emosi saat ini.
"Kenapa kalian malah diam? Cepat serahkan kunci kamar ini ke saya! Kalau kalian tidak mau, nanti kalian tanggung sendiri akibatnya karena saya tidak akan segan-segan pecat kalian!" ujar Dean.
"Hah? Waduh jangan dong bos! Iya deh bos, ini saya kasih kuncinya bos," ucap Rezham ketakutan.
Akhirnya Rezham terpaksa menyerahkan kunci kamar tersebut kepada Dean, dengan cepat Dean mengambilnya dan membuka pintu kamar dengan kunci itu. Tanpa menunggu lama, Dean dan Aqila pun masuk ke dalam untuk mengecek siapa yang ada disana. Betapa terkejutnya mereka saat melihat Caitlyn berada disana dengan keadaan terikat dan mulut tersumpal.
"Mmppphhh mmppphhh!!" Caitlyn berusaha bersuara untuk meminta pertolongan kedua orang yang baru datang itu.
"Caitlyn?" kaget Aqila.
•
•
TOK TOK TOK...
"Bos, ini saya Alden bos. Bisa tolong buka pintunya sebentar bos?" teriak Alden dari luar.
Fritzy pun panik, ia melirik ke arah Jeevan yang sedang tertidur di sebelahnya dan tidak mungkin membangunkan pria itu. Ia segera bergerak turun dari ranjang, meski sangat sulit sebab bagian bawahnya terasa sakit sekali setelah digempur habis-habisan oleh Jeevan.
Wanita itu mengambil bathrobe dari dalam lemari, sebab pakaiannya sudah tidak bisa dikenakan lagi setelah dirobek paksa oleh Jeevan saat mereka bercocok tanam tadi. Ia juga berusaha bersikap tenang saat hendak menemui Alden di luar, ia tak mau membuat pria itu curiga padanya.
Ceklek
Pintu dibuka olehnya, seketika Alden melongok melihat penampilan Fritzy yang hanya mengenakan bathrobe berwarna putih. Terlebih gadis itu berada di dalam kamar Jeevan, padahal kamar Fritzy dengan Jeevan itu berjauhan. Sontak saja Alden merasa heran dan penasaran.
"Loh Fritzy, kok kamu bisa ada disini? Ini kan kamarnya bos Jeevan, ngapain kamu disini?" tanya Alden.
__ADS_1
"Eee iya Al, aku tuh tadi kasih sarapan buat bos Jeevan," jawab Fritzy.
"Terus kenapa kamu cuma pakai pakaian kayak gini? Udah kayak abis mandi aja," heran Alden.
"Gak lah Al, barusan aku gak sengaja ketumpahan air minum pas lagi di dalam. Makanya aku ganti pakai ini deh," bohong Fritzy.
"Ohh, terus kenapa kamu agak ngangkang gitu?" tanya Alden saat melihat kondisi kaki Fritzy.
Deg!
Fritzy tersentak kaget, ia bingung harus berbohong apa lagi pada Alden setelah pria itu mengetahui bahwa ada yang aneh pada kakinya. Fritzy berupaya merapatkan kedua kakinya, tapi yang ia dapat justru rasa sakit dan tanpa sengaja ia merintih sembari memejamkan mata.
"Awhh!!" Alden terkejut mendengar suara rintihan Fritzy, yang tentu membuat pria itu makin heran.
"Eh eh, kamu tuh sebenarnya kenapa Fritzy? Kaki kamu lagi sakit?" tanya Alden penasaran.
"Umm, iya nih sakit banget. Kayaknya gara-gara kecapekan deh," bohong Fritzy.
"Masa kecapekan? Emang kamu abis ngapain aja sih?" tanya Alden tak percaya.
"Haish, ya capek lah kan semalam abis jalan-jalan keliling sama bos Jeevan," jawab Fritzy.
"Oh gitu, terus bos Jeevan nya mana? Di luar ada temannya bos Jeevan tuh," ujar Alden.
"Hah siapa? Beneran teman bos Jeevan atau cuma ngada-ngada?" tanya Fritzy.
"Ya beneran lah, udah aku cek kok tadi ke depan. Makanya aku kesini sekarang buat panggil bos Jeevan," jawab Alden.
"Tapi, bos Jeevan lagi tidur. Mana pules banget lagi tidurnya, aku aja gak tega tadi buat bangunin dia," ucap Fritzy.
"Yah yaudah deh biar aku ke depan lagi temuin temannya bos Jeevan supaya dia bisa nunggu sampe bos Jeevan bangun," ucap Alden.
"Iya iya.." Fritzy mengangguk setuju dan membiarkan Alden pergi ke depan.
Fritzy akhirnya menghela nafas lega, Alden tak lagi curiga padanya dan malah pergi begitu saja menemui seseorang di depan sana. Disaat Fritzy hendak pergi, tiba-tiba tangannya dicekal oleh seseorang dari belakangnya.
"Tunggu Fritzy!"
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...