
#Terjebak Gairah Sang Mafia 2
Ketahuan
•
•
Surya, Rezham dan Toyib alias anak buah Jeevan kini tengah bersantai ria di ruang istirahat. Mereka bertiga memang sedang menikmati waktu makan siang setelah lelah bertarung melawan gangster, untungnya luka mereka juga tidak terlalu parah dan mereka tidak perlu dirawat di rumah sakit.
Lain halnya dengan para pasukan Jeevan yang lain, cukup banyak dari mereka masuk rumah sakit akibat pembantaian yang dilakukan gangster itu. Hanya Jeevan, Alden, lalu ketiga pria inilah yang tidak terluka terlalu parah. Mungkin karena mereka bisa dibilang ahli dalam berkelahi.
"Sur, kira-kira menurut lo apa yang bikin pasukan walters bisa nipu bos Jeevan? Ini kali pertamanya loh tipuan mereka berhasil, biasanya kan selalu gagal tau," tanya Rezham bingung.
"Eee gue juga bingung deh, feeling gue sih sekarang yang megang kelompok walters bukan si Salman lagi deh," tebak Surya.
"Maksud lo?" tanya Rezham heran.
"Ya bisa jadi kan anaknya atau siapa gitu yang diwariskan dan dikasih kepercayaan buat jadi pemimpin? Toh si Salman udah tua," jawab Surya.
"Iya juga sih, tumben otak lu encer. Soalnya gak mungkin juga si Salman bisa nipu bos Jeevan, strategi dia kan udah basi dan gak jaman. Tapi, kira-kira yang gantiin siapa ya?" ujar Rezham.
"Uhuk uhuk uhuk..." tiba-tiba Toyib terbatuk dan membuat kedua sahabatnya merasa heran.
"Heh! Lo kenapa Toyib? Kalau lu masih sakit, yaudah sana ke ruang perawatan lagi minta diobatin!" ucap Surya.
"Ah enggak, gue cuma ngerasa tenggorokan gue gatel aja," bohong Toyib.
"Oh gitu, yaudah minum sana biar gak gatal lagi tuh tenggorokan lu!" suruh Surya.
"Iya tuh, biasanya tenggorokan gatal itu tanda kalau kita kekurangan minum. Lu udah minum berapa gelas hari ini?" sahut Rezham.
"Mana gue tahu, ngapain juga ngitungin gelas yang diminum? Kurang kerjaan amat," ucap Toyib.
"Yeh itu penting tau, sehari minimal kita harus minum delapan gelas air putih. Dah sana lu minum gih biar gak batuk lagi!" ujar Rezham.
"Iya iya, gue ambil minum dulu ya?" pamit Toyib.
Surya dan Rezham pun mengangguk, sedangkan Toyib langsung bangkit lalu berjalan ke luar dengan niat mengambil minum. Namun, langkah Toyib justru membuat Surya serta Rezham bingung. Pasalnya pria itu malah pergi ke kamar mandi, padahal dia mengatakan ingin mengambil minum.
"Sur, lu curiga gak sih sama sikap si Toyib? Dia kayaknya sembunyiin sesuatu deh dari kita, lihat aja dia malah masuk toilet tuh," bisik Rezham.
__ADS_1
"Lo bener, ayo kita ikutin dia deh! Dia udah bohongin kita, gue curiga dia pengkhianat juga sama kayak Tom," ucap Surya.
"Oke!" akhirnya karena penasaran, kedua pria itu pun bangkit dan mengikuti Toyib.
•
•
Sementara itu, Queen tengah mengamati sesuatu dari layar komputernya. Sepertinya Queen sedang berusaha mencari tahu dimana keberadaan Dinda, sebab hingga kini ia masih belum berhasil menemukan gadis itu. Queen sangat khawatir, ia terus berharap Dinda akan baik-baik saja.
Disaat Queen sedang fokus menatap layar komputer, tiba-tiba saja pintu ruangannya diketuk dari luar dan membuatnya terkejut. Untung saja Queen masih bisa menahan diri untuk tidak mengumpat, meskipun rasa kesalnya akan ia luapkan pada seseorang di luar sana.
TOK TOK TOK...
"Masuk!" teriak Queen dengan nada jengkel, tentunya sembari mengatur nafasnya.
Ceklek
Setelah pintu dibuka, Queen menoleh lalu menemukan sosok Reza berdiri di depan sana. Sontak Queen langsung menyuruh pria itu masuk, tapi sebelumnya ia memukul paha Reza dengan kuat hingga dia meringis kesakitan sekaligus bingung mengapa Queen memukulnya.
"Awhh!! Ini apa-apaan nona? Kenapa nona pukul saya? Apa salah saya? Saya kesini hanya ingin menyampaikan bahwa ada telpon dari pihak pengintai kita di markas Jeevan nona," ujar Reza.
"Hah? Serius lu? Yaudah, mana sini hp nya!" sentak Queen.
📞"Halo! Toyib, gimana? Lo dapat info apa kali ini dari markas Jeevan?" ujar Queen di telpon.
📞"Ya halo nona Queen, saya cuma mau sampaikan kalau saat ini pasukan Jeevan sedang banyak yang terluka. Bahkan, ada beberapa dari mereka yang dirawat di rumah sakit. Ini bisa dijadikan kesempatan buat nona untuk menyerang ke markas Jeevan, sesuai yang nona inginkan waktu itu," jelas Toyib.
Queen terdiam sejenak, ia memang berniat menyerang dan menghabisi Jeevan untuk membalas dendam. Tapi disisi lain, dirinya juga ragu sebab ada sedikit rasa yang terpendam di dalam hatinya untuk Jeevan.
📞"Oh ya nona, selain itu saya juga dapat info kalau sekarang pasukan Jeevan sudah mulai curiga tentang pergantian kepemimpinan di kelompok walters," sambung Toyib.
Deg!
Queen membulatkan matanya, bagaimana jadinya jika sampai Jeevan tahu kalau pemimpin walters sekarang adalah dirinya?
📞"Eee yasudah, lu yakinkan saja mereka kalau saat ini pimpinan walters masih bokap gue! Jangan sampai mereka tahu gue pemimpin walters sekarang!" perintah Queen.
📞"Ba-baik nona, akan saya lakukan dengan baik. Kalau begitu saya mohon izin akhiri telponnya nona, karena saya khawatir ada yang mencurigai saya nantinya," ucap Toyib.
📞"Iya iya, lu hati-hati disana jangan sampai ketahuan ya!" ucap Queen memperingati.
__ADS_1
📞"Baik nona!" ucap Toyib singkat.
Tut Tut Tut...
Setelahnya, Queen bergegas menutup telpon dan beralih menatap Reza yang masih berdiri di dekatnya saat ini.
"Ada apa nona? Kenapa nona terlihat panik?" tanya Reza penasaran.
"Gue baru dapat kabar dari Toyib, katanya pasukan Jeevan udah banyak yang curiga sama gue. Lu bisa bantu gue gak buat yakinin mereka kalau pimpinan walters masih tetap ayah gue?" jelas Queen.
"Bisa nona, tapi bagaimana caranya? Saya kan harus bertugas disini," bingung Reza.
"Ya gimana kek gitu, pokoknya lu lakuin sesuatu!" perintah Queen.
"Baik nona, akan saya laksanakan sesuai perintah nona! Kalau begitu saya permisi dulu nona?" pamit Reza.
Queen mengangguk, sedangkan Reza langsung pergi meninggalkannya.
•
•
Toyib yang sudah selesai menghubungi Queen, berniat keluar dari toilet karena ingin kembali ke tempat Surya dan Rezham berada. Akan tetapi, betapa kagetnya ia ketika membuka pintu dan melihat dua pria itu berdiri di hadapannya sambil tersenyum mencurigakan.
"Kalian berdua ngapain pada berdiri disini? Bukannya nunggu aja di tempat istirahat, emang pada mau pipis juga?" tanya Toyib.
"Maksud lu apa tadi telponan di kamar mandi terus bawa-bawa nama bos Jeevan? Siapa yang lu telpon, ha?" ujar Rezham.
Toyib tersentak kaget, ia benar-benar dibuat kikuk saat ini karena ternyata baik Rezham maupun Surya mendengar semua yang ia bicarakan dengan Queen di telpon tadi.
"Dia gak mau jawab Sur, gimana nih?" ucap Rezham pada Surya.
"Kita bawa aja dia ke bos Jeevan!" perintah Surya.
"Oke Sur!" Rezham menurut dan melangkah mendekati Toyib.
"Eh eh kalian mau ngapain?" tanya Toyib panik.
"Udah lu diem aja pengkhianat!" sentak Rezham.
Toyib terus meronta-ronta, tetapi pegangan Surya dan Rezham di tubuhnya sangat kuat. Kedua pria itu pun membawa Toyib pergi menuju ruang penyiksaan.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...