Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia
Bab 51. Queen pasrah


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 2


Queen Pasrah




"Kata siapa? Kalian gak tahu kan apa yang udah saya lakuin bareng Queen tadi sebelum kalian datang?" ucap Jeevan menyeringai.


"Maksud lu? Emang lu abis ngapain sama Queen?" tanya Aulia penasaran.


"Hahaha, penasaran ya? Pengen tahu? Tapi, jangan pingsan ya kalau kalian tau saya habis bercocok tanam dengan Queen!" jawab Jeevan sambil terkekeh.


Jawaban Jeevan berhasil membuat tiga gadis itu tergelak keras, mereka sama sekali tak percaya dengan apa yang dikatakan Jeevan.


"Lo kayaknya udah gak waras ya Jev?" kekeh Nina.


"Iya tuh, mana mungkin Queen mau begituan lagi sama lu? Ngeliat lu aja dia udah muak kok," timpal Aulia.


"Nah kan, udah saya duga kalau kalian gak akan percaya sama kata-kata saya. Padahal semua yang saya bilang itu benar loh," ucap Jeevan.


"Lo gausah ngada-ngada deh, kita gak bakal percaya sama lu!" ucap Aulia.


"Terserah, intinya emang saya baru aja selesai bikin Queen puas sampai pingsan. Dia ketagihan sama tubuh saya loh Aulia," ucap Jeevan dengan pede.


"Kurang ajar! Jangan ngerendahin Queen kayak gitu di depan kita!" sentak Aulia.


"Dia ini kayaknya emang benar-benar minta dihajar deh Aul, udah lah kita panggil aja anak buah Queen buat usir dia!" sahut Lova.


"Bener tuh, dia mah gak perlu kita ladenin lagi!" ucap Nina tak mau kalah.


Jeevan hanya menyeringai dan tidak takut sama sekali dengan ucapan ketiga gadis itu, bahkan ia malah kembali duduk di sofa seolah tak terjadi apa-apa disana.


"Penjaga! Penjaga!!" Aulia berteriak memanggil anak buah Queen di sekitar sana.


"Aulia tunggu!" tiba-tiba saja Dinda muncul dan menghalangi niat Aulia.

__ADS_1


Sontak Aulia, Lova dan Nina menatap ke asal suara. Terdapat Dinda serta Queen juga yang sepertinya sudah berganti pakaian walau tampak masih lemas dan kesulitan berjalan, tentu saja mereka bertiga langsung menghampiri dua wanita itu untuk bertanya mengenai Jeevan.


Jeevan sendiri ikut mendekati Queen, ia senang karena Queen sudah sadar dan tampak banyak tanda merah di tubuhnya yang tentu akibat ulah dirinya. Jeevan ingat betul bagaimana liarnya permainan Queen tadi, baru kali ini ia mendapat balasan dari Queen saat di ranjang.


"Eh Queen, Dinda, kalian kenapa biarin cowok itu masuk kesini sih? Dia kan bahaya banget tau, dia musuh besar kita!" ujar Lova.


"Iya Queen, harusnya lu langsung usir dia begitu dia muncul di rumah lu!" sahut Aulia.


"Gue gak bisa guys, tadi ada sesuatu yang terjadi disini," ucap Queen lirih.


"Maksud lu gimana sih Queen? Sesuatu apa yang udah dilakuin Jeevan sama lu? Dia macam-macam lagi sama lu, iya?" tanya Lova panik.


Queen menggeleng, "Kali ini gue yang paksa dia buat masuk dan kalian jangan salahin dia ya!" jawabnya.


"Hah? Kok bisa sih Queen? Kenapa lu malah suruh dia masuk kesini?" tanya Lova tak percaya.


"Panjang ceritanya Va, intinya semua bukan salah Jeevan kok. Justru dia udah tolong gue tadi, kalau gak ada dia mungkin gue gak tahu lagi harus minta tolong sama siapa," jawab Queen.


Jeevan menyeringai tipis, sedangkan ketiga sahabat Queen itu menatapnya dengan penuh kebingungan.


"Ini ada apa sih? Jeevan nolongin lu apa Queen?" tanya Aulia penasaran.


Akhirnya mereka berlima duduk di sofa itu, dan Jeevan tetap berdiri pada tempatnya sambil terus memandangi Queen yang terlihat malu dan hanya bisa menyembunyikan wajahnya dari Jeevan.




Disisi lain, Caitlyn bersama Aqila sedang dalam perjalanan menuju rumah Queen. Mereka yakin sekali Jeevan pergi kesana, sebab Fritzy mengatakan jika Jeevan tidak ada di rumah. Aqila langsung sangat geram dan mengajak Caitlyn untuk menyusul Jeevan ke rumah Queen.


"Tante, emang tante beneran tau rumah Queen dimana?" tanya Caitlyn.


"Kamu tenang aja Caitlyn! Tante sudah pernah datang ke rumah dia dan ketemu langsung sama dia, jadi sekarang ini kita tinggal temui dia terus labrak dia supaya dia gak dekat-dekat lagi sama Jeevan!" jawab Aqila tegas.


"Iya tante, aku juga gak terima kalau si Queen itu masih aja terus deketin Jeevan! Padahal kita kan udah seringkali bilang ke dia supaya jauh-jauh dari Jeevan, tapi dia malah gak mau dengar!" ujar Caitlyn.


"Kamu gausah khawatir ya Caitlyn, tante seratus persen dukung kamu dan tante akan terus bantu kamu sampai bisa bersatu dengan Jeevan anak tante!" ucap Aqila.

__ADS_1


"Terimakasih tante, aku beruntung banget bisa dapat dukungan dari tante!" ucap Caitlyn.


"Jelas dong, lagian kamu itu yang terbaik kok sayang. Tante lebih setuju kamu sama Jeevan, dibanding perempuan gak jelas itu!" ucap Aqila.


"Ya tante," singkat Caitlyn sambil tersenyum.


Aqila terus memacu mobilnya dengan cepat, hingga mereka pun tiba di halaman rumah Queen yang besar dan luas itu. Aqila langsung menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Queen, ia dan Caitlyn pun turun dari mobil bersama-sama lalu melangkah menuju pagar.


"Tan, beneran ini rumahnya Queen? Kok bisa besar banget begini sih? Dia anak koruptor apa gimana?" tanya Caitlyn terkejut.


"Bukan sayang, tapi si Queen ini anaknya musuh keluarga tante," jawab Aqila.


"Apa tante??" Caitlyn terkejut sekali mendengar jawaban dari Aqila barusan.


"Iya sayang, kamu kaget kan pasti? Nah, tante juga begitu waktu pertama kali tau kalau Queen tuh anak musuh keluarga tante. Tapi, si Jeevan malah gak perduli dan tetap aja kejar-kejar dia," ujar Aqila.


"Duh, kok Jeevan gitu sih? Apa jangan-jangan si Queen udah pake guna-guna makanya Jeevan terus aja kejar-kejar dia?" ucap Caitlyn.


"Entahlah, udah yuk kita masuk!" ajak Aqila.


Caitlyn mengangguk setuju, mereka pun memanggil salah seorang penjaga disana dan meminta bertemu dengan Queen. Karena tak ingin berdebat, si penjaga itu memilih langsung pergi untuk menemui Queen di dalam. Sedangkan Caitlyn serta Aqila tetap menunggu disana.


"Kira-kira Queen mau gak ya ketemu sama kita, tante? Apa dia bakal sembunyi karena takut sama kita?" tanya Caitlyn pada Aqila.


"Tante gak tahu sih sayang, tapi kalaupun dia gak mau keluar dan ketemu sama kita, yaudah kita aja yang masuk ke dalam!" jawab Aqila santai.


"Benar juga, tante kok bisa pintar banget kayak gitu sih?" ucap Caitlyn.


"Hahaha, kamu juga harus begitu sayang kalau kamu mau masuk ke keluarga tante! Dan tante yakin kamu pasti bisa!" ucap Aqila.


"Pasti tante, pokoknya demi Jeevan aku bakal lakukan apapun itu," ucap Caitlyn.


Aqila tersenyum senang, lalu tak lama Queen muncul bersama Jeevan di sebelahnya. Keduanya berdiri di hadapan Caitlyn maupun Aqila, tentu saja Aqila langsung tercengang melihat keberadaan putranya disana.


"Ma, mama mau apa lagi sih datang kesini? Mama pasti pengen hasut Queen kan? Itu gak akan berhasil ma, karena disini ada aku!" ujar Jeevan.


Aqila sampai geleng-geleng dibuatnya, kelakuan putranya itu semakin membuatnya jengkel dan ingin terus marah-marah. Caitlyn pun juga menatap tak suka melihat Jeevan berdekatan dengan wanita lain di hadapannya, jujur saja ia merasa cemburu pada Queen.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2