Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia
Bab 22. Penyerangan


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 2


Penyerangan




Queen, Aulia dan Nina tiba di ruang tamu. Mereka bertiga kompak terkejut melihat keberadaan Dinda yang tengah bersama Lova disana, tampak dua gadis itu terduduk di sofa sambil tersenyum saling pandang. Tentu Queen sama sekali tak menyangka jika Lova berhasil bertemu dengan Dinda.


Tanpa berpikir panjang, ketiganya bergerak cepat menghampiri Dinda serta Lova disana. Mereka sudah tidak sabar untuk segera bertemu dan berbincang dengan Dinda, sudah lama sekali mereka tidak bertemu dengan gadis itu dan tentunya mereka sangat merindukan Dinda.


"Lova, Dinda!" Queen memanggil keduanya yang sontak membuat dua gadis menoleh ke arahnya.


"Itu mereka," Lova menunjuk ke arah Queen dan bangkit dari duduknya, mereka juga bergerak mendekati tiga gadis itu.


"Queen, Aulia, Nina?" ucap Dinda yang sangat senang bisa melihat teman-temannya lagi.


"Aaaaa Dinda!!" Queen, Aulia dan Nina bergerak cepat menghampiri Dinda lalu memeluk gadis itu dengan erat.


"Gue kangen banget sama lu sumpah! Lu kemana aja sih Dinda?" ucap Aulia.


"Iya ih Dinda, kita bertiga nyariin lu terus dari lama. Kita benar-benar khawatir banget sama lu, syukurlah lu sekarang udah bisa ketemu!" ucap Queen.


"Gue gak kalah kangen juga sama kalian, dari lama gue berharap bisa ketemu kalian lagi. Eh akhirnya doa gue terkabul juga, gue senang banget bisa ketemu lagi sama kalian!" ucap Dinda.


Pelukan mereka terlepas, Queen pun beralih menatap Lova untuk bertanya mengenai bagaimana gadis itu bisa bertemu dengan Dinda.


"Va, lu ketemu sama Dinda dimana?" tanya Queen.


"Eee tadi sewaktu di restoran, gue gak sengaja aja lihat perempuan yang mirip sama Dinda. Langsung aja gue samperin dia, eh ternyata beneran dia. Yaudah, kita kesini deh buat ketemu kalian," jelas Lova singkat.


"Kok bisa sih kalian ketemu di restoran? Dinda, emang waktu malam lelang itu lu kemana? Gue udah suruh orang buat bebasin kalian, tapi malah lu gak tahu kemana," ujar Queen.


"Gue sebenarnya juga mau ikut sama yang lain, tapi gue dibawa kabur sama orang yang beli gue. Terus gue diajak ke rumahnya deh," ucap Dinda.


"Nah loh, terus kenapa sekarang lu bisa tiba-tiba ada di Indonesia? Apa rumahnya orang yang beli lu itu ada disini?" heran Aulia.

__ADS_1


"Enggak sih, rumahnya ya disana. Gue dibawa ke Indonesia justru sama si Tom," ucap Dinda.


"Hah si Tom? Ma-maksud lu Tom yang anak buahnya Jeevan?" kaget mereka semua.


Dinda mengangguk, "Iya benar, Tom yang bebasin gue dari orang itu," jawabnya.


Queen serta yang lainnya terperangah tak percaya, bagaimana bisa seorang Tom membebaskan Dinda dari tawanan orang yang membelinya.




Pasukan walters telah tiba di depan markas kelompok Jeevan, mereka yang dipimpin oleh Reza itu bergerak cepat turun dari kendaraan mereka dengan membawa senjata api. Reza mengarahkan anak buahnya untuk mengepung markas itu, mereka akan menyerang dari segala sisi.


Mendapat serangan mendadak dari Reza dan pasukannya, sontak membuat para penjaga di markas Jeevan itu kelabakan. Bahkan, beberapa dari mereka terkena peluru yang ditembakkan oleh kelompok walters itu. Surya serta Rezham pun ikut panik sebab tak menyangka ini akan terjadi.


"Kalian semua mundur, kami sudah mengepung tempat ini dan kami bisa saja meratakan markas kalian jika kalian tidak mau menuruti perintah kami!" teriak Reza dengan lantang.


Kini pasukan Reza telah berhasil memukul mundur pasukan Surya dan Rezham, markas Jeevan itu telah dikuasai oleh kelompok walters yang melakukan penyerangan untuk membebaskan Toyib.


"Kurang ajar! Kalian berani datang disaat bos kami tidak ada, awas ya kalian!" geram Rezham.


"Jangan mimpi! Kami tidak akan pernah tunduk pada siapapun apalagi kalian!" tegas Surya.


"Baiklah kalau itu mau kalian, ayo semua kita ratakan tempat ini dan bikin mereka menyesal karena tidak mau tunduk!" perintah Reza.


"Baik jenderal!" ucap pasukannya serentak.


Pertempuran kembali terjadi, mereka saling adu tembak dan juga pukulan demi bisa masuk ke dalam markas Jeevan lalu membebaskan Toyib. Pasukan Jeevan yang ada disana hampir semua mengalami luka, tampaknya mereka sudah tidak mampu lagi bertahan menghadapi serangan tersebut.


"Ampun ampun, kami menyerah! Kalian mau apa sebenarnya? Kenapa kalian mendadak serang kami seperti ini?" ujar Surya memohon.


"Hahaha, baguslah kalau kalian mau menyerah. Sekarang biarkan kami masuk dan membebaskan Toyib teman kami dari sini, jangan ada yang menghalangi kami atau kami akan habisi kalian tanpa pamrih!" ancam Reza.


Surya dan Rezham saling memandang, sebelum akhirnya mereka mengangguk bersamaan membiarkan Reza dan pasukannya masuk ke dalam markas Jeevan itu.


Tanpa berpikir panjang lagi, Reza serta beberapa pasukannya mulai melangkah masuk ke dalam sana dan mencari keberadaan Toyib. Sedangkan yang lainnya tetap disana menjaga pasukan Jeevan.

__ADS_1




Sementara itu, Jeevan masih berada di luar bersama Caitlyn untuk mencari keberadaan Tom dan menemukan Dinda. Ya Jeevan terpaksa mengajak Caitlyn sebab gadis itu menangis tadi saat ia hendak pergi meninggalkannya, karena malas berdebat akhirnya Jeevan pun membawa Caitlyn bersamanya.


"Jev, emangnya kita sekarang mau ngapain sih? Kok kamu bilang bakal bahaya?" tanya Caitlyn penasaran.


"Udah deh, kamu gausah banyak tanya. Nanti juga kamu tau sendiri apa yang mau saya lakukan, sekarang kamu diam aja deh!" sentak Jeevan.


"Ih galak banget sih kamu! Apa salahnya coba kalau aku tanya? Aku kan cuma mau tau," ucap Caitlyn.


"Gausah mau tau, gampang kan? Masih untung saya mau ajak kamu, jadi kamu diam aja dan jangan ganggu saya!" ujar Jeevan.


"Iya iya, oke deh aku diam. Tapi, kalau kita ngobrolin soal perjodohan kita boleh kan Jev?" ucap Caitlyn.


Jeevan menatap wajah Caitlyn dengan tajam, "Kalau saya bilang diam, ya kamu diam aja Caitlyn! Jangan bikin saya emosi deh!" ujarnya tegas.


"Huft, kayaknya semua yang aku lakuin selalu salah deh di mata kamu. Aku bingung aku harus apa sekarang," ucap Caitlyn cemberut.


"Ya sesuai yang saya bilang, kamu diam aja dan jangan banyak bicara!" ucap Jeevan.


Akhirnya Caitlyn menutup mulutnya, ia memilih menurut karena tidak mau membuat Jeevan semakin marah padanya. Meskipun ia masih merasa kecewa sebab Jeevan selalu saja bersikap jutek, padahal ia sudah berusaha juga menggoda pria itu.


Drrtt


Drrtt


Ponsel Jeevan berbunyi, ia langsung mengambil earphone miliknya dan mengangkat telpon yang masuk ke ponselnya.


📞"Halo! Ada apa Alden?" tanya Jeevan di telpon.


📞"Lapor bos! Markas diserang oleh pasukan walters, mereka berhasil membawa kabur tahanan kita!" jawab Alden dengan nada panik.


📞"Apa??!" Jeevan terkejut bukan main, bahkan ia sampai menginjak rem secara mendadak sehingga membuat Caitlyn ikut kaget.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2