Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia
Bab 26. Akhirnya kita bertemu


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 2


Akhirnya kita bertemu




Queen dan Aulia masih berharap-harap cemas di pinggir jalan, mereka menunggu Dinda yang sedang ke kamar mandi bersama Nina. Pikiran mereka sungguh kacau, tentu tak ada yang mau jika Dinda sampai hamil sebab wanita itu masih terlalu muda dan belum memiliki seorang suami.


"Duh Queen, gue khawatir banget si Dinda hamil. Soalnya dari tanda-tandanya itu, udah menjurus ke arah kehamilan tau. Gimana ya semisal dia beneran hamil nanti?" ucap Aulia.


"Gak tahu Aul, gue juga lagi bingung ini. Ya kita doain aja semoga Dinda gak hamil, jujur hamil tanpa sosok suami itu gak enak banget tau!" ucap Queen.


Aulia tersentak dan reflek menatap wajah Queen, "Maksud lu gimana Queen? Emang lu tahu rasanya hamil di luar nikah?" tanyanya heran.


"Eee gu-gue..." Queen terlihat gugup dan bingung.


"Jelasin ke gue Queen, apa lu juga pernah hamil?" pinta Aulia.


"Iya Aul, dua bulan yang lalu gue sempat hamil anaknya Jeevan. Kala itu hidup gue benar-benar hancur, gue gak pengen punya anak dari si pria itu," ucap Queen lirih.


"Ya ampun Queen, gue gak nyangka banget lu pernah hamil anaknya si Jeevan. Terus terus, sekarang gimana sama kandungan lu?" ucap Aulia.


"Gue udah keguguran sebulan yang lalu," jawab Queen sambil menunduk.


"Hah??" Aulia terperangah kaget, perkataan Queen barusan sungguh membuatnya terkejut.


"Sorry banget Queen, gue jadi bikin lu teringat sama masa lalu yang menyedihkan itu. Gue benar-benar gak tahu Queen," ucap Aulia merasa bersalah.


"Gapapa Aul, yaudah lah gausah dibahas lagi toh itu udah masa lalu. Kita sekarang fokus aja sama Dinda ya!" ucap Queen tersenyum.


"Okay," lirih Aulia sembari menepuk bahu Queen.


Queen tersenyum miring, dan tak lama sebuah mobil muncul lalu berhenti di dekat mereka. Queen serta Aulia pun terkejut, mereka menatap ke arah mobil dengan wajah bingung.


"Queen, itu mobil taksi yang lu pesan bukan?" tanya Aulia berbisik di telinga sahabatnya.


Queen menggeleng, "Bukan, mobilnya gak kayak gini. Lagian ini terlalu bagus kali buat dijadiin taksi online," jawabnya.

__ADS_1


"Iya sih, terus ini mobil siapa dong?" heran Aulia.


"Mana gue tahu Aul? Kita tunggu aja sampe si pemilik mobil keluar!" ucap Queen.


"Iya deh," singkat Aulia.


Lalu, seorang pria keluar dari mobil tersebut. Queen langsung terkejut bukan main ketika melihat Jeevan lah yang muncul disana, begitupun dengan Aulia yang sama kagetnya dengan Queen. Kedua gadis itu benar-benar tak menyangka dengan kehadiran Jeevan disana.


"Hai Queen! Kamu apa kabar? Semoga kamu baik-baik aja ya sayang! Akhirnya kita bertemu lagi disini sekarang," ucap Jeevan tanpa rasa bersalah sedikitpun.




Disisi lain, Lova membuka pintu saat Arul datang. Gadis itu menatap jutek ke arah Arul seolah tak suka dengan kedatangan dia disana, sedangkan Arul sendiri hanya tersenyum seraya membungkuk setengah di hadapan Lova bermaksud memberi hormat pada nona nya.


"Selamat pagi nona, hari ini nona terlihat lebih cantik dari biasanya! Nona mau diantar kemana?" ucap Arul.


"Lo sejak kapan jadi buaya? Gue pengen ke rumah teman gue, lu antar sampe depan komplek aja ya?" ucap Lova.


"Gak bisa nona, saya kan diminta tuan untuk mengantar nona sampai tujuan," ucap Arul.


"Haish, lu masih aja ya nyebelin? Gue pikir lu udah berubah gitu, tapi gapapa deh yang penting gue bisa pergi dan gak diem di rumah aja," ucap Lova.


"Ohh, lu gak mau nih nganterin gue? Yaudah gapapa, gue kan bisa pergi sendiri. Sana gih lu balik aja!" usir Lova.


"Enggak nona, saya cuma bercanda. Ayo nona saya antar nona kemanapun nona mau!" ucap Arul.


"Bisa gak sih panggil nama gue aja? Gausah pake nona nona begitu, gue risih tau dengarnya!" ketus Lova sembari memutar bola matanya.


"Saya kan pengawal nona," ucap Arul singkat.


Lova mendengus kesal, ia berjalan melewati Arul dan menuju ke mobilnya di depan sana. Dengan cepat Arul menyusul wanita itu dan masuk ke dalam mobil, namun Arul sungguh kaget sebab Lova duduk di depan bersamanya.


"Eee nona, kenapa nona duduk di depan? Biasanya di belakang nona," tanya Arul heran.


"Emang kenapa? Masalah buat lu? Ini kan mobil gue, jadi suka-suka gue mau duduk dimana dong! Lu gausah sok ngatur deh!" ujar Lova.


"Maaf nona, saya cuma khawatir terjadi salah paham nantinya. Saya kan cuma pengawal nona," ucap Arul.

__ADS_1


"Gapapa, udah ah buruan lu bawa mobilnya terus kita pergi dari sini!" sentak Lova.


"Baik nona!" Arul mengangguk patuh dan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.




Dinda baru keluar dari kamar mandi setelah muntah-muntah cukup lama disana, ia menemui Nina yang menunggu di luar dan gadis itu pun tampak panik melihatnya. Nina langsung mendekati Dinda, memegang kedua pundak sohibnya seraya bertanya penuh penasaran.


"Din, lu gapapa kan? Muka lu pucat banget loh, jangan-jangan lu sakit. Kita ke rumah sakit aja yuk!" ucap Nina panik.


"Gausah Nin, gue baik-baik aja kok. Palingan ini gue cuma masuk angin sedikit," ucap Dinda.


"Ih tapi lu kelihatan pucat banget tau, gue khawatir lu kenapa-napa Dinda. Udah ya kita ke rumah sakit dulu buat cek kondisi lu?" paksa Nina.


"Lo gak perlu cemas gitu lah Nin, gue seriusan gak kenapa-napa. Kan gue sendiri yang ngerasain jadi gue tahu," ucap Dinda.


"Huh lu keras kepala banget sih!" kesal Nina.


Tak lama kemudian, Tom tiba-tiba muncul di dekat mereka dengan raut wajah panik. Tom langsung menghampiri Dinda serta Nina, lalu memegang tubuh Dinda dan menanyakan kondisinya.


"Dinda, kamu kenapa sayang? Tadi aku gak sengaja lihat kamu mual-mual gitu di luar, makanya aku izin sama Queen buat masuk kesini," ucap Tom.


"Serius lu udah izin sama Queen? Lu gak masuk diem-diem aja tanpa izin kan?" tanya Nina curiga.


"Buat apa saya begitu? Saya berkata jujur kok, kamu bisa tanya ke Queen kalau kamu emang gak percaya sama saya!" jawab Tom dengan tegas.


"Yaudah iya iya, gue percaya kok. Din, kita ke rumah sakit aja yuk! Gue khawatir banget lu kenapa-napa," ucap Nina pada Dinda.


Dinda menggeleng, "Gue gak mau Nin, kita lanjut jalan-jalan aja sama yang lain!" ucapnya.


"Ka-kamu sakit sayang? Ayo kita ke rumah sakit, biar aku yang antar kamu!" ucap Tom cemas.


"Gausah lebay deh Tom, aku baik-baik aja. Kamu bisa keluar sekarang!" ucap Dinda.


"Iya Dinda, tapi kamu kalau butuh apa-apa jangan sungkan-sungkan buat bilang sama aku ya! Aku pasti bakal bantu kamu sayang," ucap Tom.


Dinda hanya mengangguk sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2