Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia
Bab 91. Buaya darat


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 2


Buaya darat




Queen yang masih kesal setelah perlakuan buruk yang dilakukan Andro padanya tadi, kini mendatangi dua orang temannya di kampus itu yang tengah terduduk bersama. Queen menghampiri mereka berdua lalu duduk di sebelah mereka, sontak hal itu membuat Rosi serta Oliv penasaran mengapa Queen tampak cemberut.


"Loh Queen, kenapa nih datang-datang kamu cemberut kayak gitu? Kamu lagi datang bulan?" tanya Oliv dengan heran.


"Iya ih, biasanya juga kamu paling ceria diantara kita. Lah ini tumben banget kamu kayak gini, ada apa sih Queen sayang? Cerita sini sama kita!" sahut Rosi sambil tersenyum.


Queen menoleh ke arah mereka sembari mengerucutkan bibirnya, "Aku lagi bete banget sama si Andro itu, dia udah ngerjain aku tau!" ucapnya.


"Oh ya? Emang dia ngelakuin apa?" tanya Oliv.


"Iya, jadi tadi kan dia datang ke rumah aku dan ajak aku berangkat bareng. Yaudah aku mau-mau aja kan, eh ternyata begitu aku sampai disini aku baru tau kalau cowok cewek yang datang barengan itu dianggap pasangan," jelas Queen.


Oliv dan Rosi reflek menganga lebar mendengar cerita sohib mereka itu, "Hah? Seriusan kamu baru tau itu sekarang? Ya ampun Queen, kamu kemana aja sih? Kamu kan udah lama kuliah disini, masa baru tahu?" ujar Rosi tak percaya.


"Ya aku kan gak pernah ngurusin masalah gituan, aku mah disini kuliah aja bukan mau cari tau soal yang gak penting," ucap Queen.


"Iya sih, kamu kan anaknya cuek banget. Tapi, jadinya kamu malah dimanfaatin kan sama si Andro. Tuh aku yakin deh dia pasti lagi senang banget cerita ke teman-temannya kalau kamu itu udah resmi jadi pacar dia," ucap Rosi.


"Ih gak mau, amit-amit deh aku kalau sampai pacaran sama dia! Secara dia itu kan terkenal buaya darat di kampus ini," ucap Queen.


"Iya kita juga tau kok, gak mungkin lah kamu yang cantik dan seksi gini mau sama dia. Lagian kalian gak cocok juga kali, mendingan kamu tuh sama si Fahrul sana kan sama-sama dari indo," ucap Oliv.


"Apaan sih? Terus emang kalau aku sama Fahrul dari indo, kita udah pasti berjodoh gitu?" ujar Queen.


"Hehe, ya belum tentu juga sih. Aku kan cuma kasih saran buat kamu Queen, soalnya kalian berdua kan sama-sama cakep gitu," ucap Oliv.

__ADS_1


"Gausah mikirin soal itu deh, aku tuh mau fokus kuliah bukan cari jodoh. Stop ya bahas cowok di depan aku!" ucap Queen.


"Iya iya, semoga kamu bisa kuliah dengan baik dan lulus dengan nilai terbaik juga! Kita disini bakal pegang kata-kata kamu, awas ya kalau kamu nanti kepincut sama cowok!" ucap Oliv.


Queen memasang wajah ketus, "Dih ya gak bakal lah aku kayak gitu, aku tuh orangnya punya prinsip dan aku gak akan melanggar prinsip aku sendiri!" ucapnya dengan tegas.


"Okay, sekarang kita ke kantin yuk! Bosan juga duduk disini doang gak ada minuman," usul Rosi.


"Boleh tuh, kali ini ditraktir sama Queen. Ya kan Queen?" sahut Oliv.


"Hah apaan? Kok jadi aku sih yang traktir?" kaget Queen.


"Hahaha, sekali-sekali mah gapapa kali Queen. Lagian kamu juga kan jarang banget traktir kita berdua," ucap Oliv.


"Hadeh, masa iya aku harus keluar uang banyak nih hari ini?" keluh Queen.


Oliv serta Rosi malah tertawa bersamaan sembari saling merangkul, sedangkan Queen masih mendengus kesal karena permintaan kedua sahabatnya yang tak masuk akal itu.




"Dinda, yuk kita cari barang yang mau kamu beli!" ajak Erick.


"Eee tunggu mister, sebelumnya aku mau ke kamar mandi dulu deh. Daritadi aku udah tahan-tahan, sekarang gak kuat lagi," ucap Dinda.


"Hah? Ya ampun, kamu tuh kalau kebelet harusnya langsung bilang dong sayang! Gak baik tau tahan buang air kayak gitu, bisa sakit nanti!" ucap Erick.


"Iya mister, tapi tadi kan kita lagi di perjalanan. Gak mungkin dong kalau aku minta turun di tengah jalan gitu aja," ucap Dinda.


"Iya sih, yaudah kamu ke toilet aja dulu! Mau saya antar atau enggak?" ujar Erick.


"Gausah mister, aku bisa ke toilet sendiri kok gak perlu dibantu," tolak Dinda.

__ADS_1


"Yasudah, saya tunggu disini ya? Kamu jangan lama-lama karena saya pasti khawatir sama kamu!" ucap Erick.


"Iya mister," ucap Dinda singkat.


Dinda pun melangkah menuju toilet dengan perlahan, sedangkan Erick menunggu di tempatnya sampai Dinda kembali. Wanita itu terus berjalan sembari mengusap perutnya, ia tersenyum berbicara pada sang anak yang masih berada di dalam kandungannya itu.


Setelah selesai menuntaskan keinginannya di toilet, Dinda langsung keluar berniat kembali menuju tempat Erick berada. Akan tetapi, alangkah terkejutnya Dinda saat ia bertemu dengan sosok pria bertopeng di hadapannya yang sangat membuat ia ketakutan dan reflek menganga.


"Ka-kamu siapa?" tanya Dinda pada pria itu.


Bukannya menjawab, pria itu justru mendekat dan membekap mulut Dinda secara tiba-tiba. Tentu saja Dinda terkejut lalu coba berontak saat pria itu memaksa membawanya menuju suatu tempat, Dinda sangat ketakutan dan ingin berteriak meskipun sulit sebab mulutnya dibekap.


"Mmppphhh mmppphhh!!" hanya itulah yang bisa dikeluarkan oleh Dinda dari mulutnya, ia benar-benar takut dan tak tahu harus apa.


"Sssttt diam kamu! Jangan berisik! Aku bukan orang jahat, aku cuma mau tolong kamu dari pria itu. Sekarang kamu ikut aku ya!" ucap pria itu.


"Mmppphhh mmppphhh..." Dinda menggeleng kuat sembari terus berontak dari dekapan lelaki itu, tetapi sangat sulit.


Lalu, akhirnya pria itu menghentikan langkahnya setelah menjauh dari tempat Erick berada. Dinda yang sudah lemas tak memiliki kekuatan lagi untuk berontak ataupun melawan, wanita itu pasrah saja meski ia sangat takut akan diculik oleh pria yang tak dikenalinya itu.


"Nah, sekarang sudah aman. Kamu bisa bebas dari pria yang jahat itu Dinda," ucap si pria.


Dinda langsung melongok lebar, "Darimana kamu tahu nama aku? Siapa sebenarnya kamu?" tanyanya pada si pria dengan bingung.


Sontak pria itu membuka topengnya, Dinda yang melihat bagaimana rupa pria itu langsung dibuat terkejut dan tak percaya. Ia sangat bingung apa yang terjadi sehingga bisa sosok itu ada di depan matanya saat ini, padahal sebelumnya mereka sudah berpisah cukup lama.


"Ini aku Dinda, pasti kamu masih mengenal siapa saya bukan?" ucap pria itu sambil tersenyum.


"Tom??" lirih Dinda sembari menggeleng pelan karena dibuat tak percaya olehnya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2