
#Terjebak Gairah Sang Mafia 2
Penyesalan
•
•
Dinda masih bolak-balik di ruang tamu, menunggu Queen dan Jeevan yang tak kunjung keluar dari kamar. Ia khawatir terjadi sesuatu pada Queen, ia ingin menyusul namun ia juga tidak mau mengganggu momen panas mereka. Namun, sudah hampir tiga jam mereka tak juga keluar dan membuat Dinda sangat khawatir.
"Duh, Queen gimana ya? Dia udah baikan apa belum? Si Jeevan ini jangan-jangan kasar lagi sama Queen, pokoknya gue gak bakal biarin dia bebas kalo emang dia begitu!" gumam Dinda.
Tak lama kemudian, Jeevan akhirnya muncul dengan wajah sumringah setelah berhasil mendapat kepuasan bersama Queen. Melihat itu, Dinda sontak menghampiri Jeevan dan bertanya padanya mengenai Queen. Dinda sangat khawatir, ia sampai terlihat panik saat ini.
"Heh! Lo kenapa lama banget di dalam? Lo apain aja si Queen, ha?" tanya Dinda.
"Sabar Dinda! Saya cuma bantu Queen hilangkan rasa panas di tubuhnya kok, dan itu berhasil. Sekarang Queen sudah tidak merasa tersiksa lagi berkat saya," jawab Jeevan santai.
"Gausah banyak gaya lu, bilang aja lu abis perkosa Queen lagi kan! Dasar tukang ambil kesempatan dalam kesempitan!" ujar Dinda.
"Loh saya gak perkosa Queen, kami saling menikmati satu sama lain Dinda. Lagipun, Queen sendiri yang paksa saya tadi. Padahal saya kesini hanya ingin bujuk dia supaya mau ikut sama saya pulang ke rumah," ucap Jeevan.
"Sekarang dimana Queen? Lo gak bikin sesuatu ke dia kan?" tanya Dinda.
"Queen masih belum sadarkan diri, dia pingsan tadi mungkin karena lelah habis bersetubuh dengan saya. Setelah cukup lama, saya akui tubuhnya sangat nikmat dan sempit," jawab Jeevan.
Plaaakk
"Dasar kurang ajar! Sana lu pergi dan jangan pernah kembali!" sentak Dinda sembari menampar wajah Jeevan.
"Kamu apa-apaan sih Dinda? Saya sudah bantu teman kamu loh, harusnya kamu makasih sama saya!" ucap Jeevan.
"Makasih? Buat apa? Karena lu udah nganu sama teman gue, iya? Lo gausah munafik deh, gue tahu lu lakuin itu dengan senang tapi tanpa paksaan kan Jeevan mesum!" ujar Dinda.
__ADS_1
"Hahaha, iya juga sih kamu benar Dinda. Saya memang rindu dengan tubuh Queen yang indah itu, tapi setidaknya kamu jangan usir saya lah. Saya masih mau disini sampai Queen sadar," ucap Jeevan.
"Lo mau ngapain lagi? Kurang puas lu udah nganu selama tiga jam tadi sampe bikin Queen pingsan?" tanya Dinda kesal.
"Saya pengen bicara sama Queen, saya mau ajak dia buat ikut saya pulang ke rumah," jawab Jeevan.
"Lo pikir lu siapa? Queen itu tinggal disini, dia gak akan kemana-mana. Jadi, mending lu pergi sebelum gue suruh orang buat usir lu!" ucap Dinda.
"Kamu diam aja Dinda, jangan ikut campur urusan saya sama Queen!" tegas Jeevan.
"Queen sahabat gue, gue berhak dong ikut campur kalau dia dalam masalah. Udah ah gue mau cek kondisi Queen dulu, awas ya kalo lu macam-macam lagi disini!" ujar Dinda.
"Gak akan, saya cuma mau tunggu Queen sampai sadar terus bawa dia pergi," ucap Jeevan.
Dinda menggeleng, "Emang dasar lu cowok gak punya perasaan! Mau sampai kapan sih lu paksa Queen buat ikut sama lu?" ucapnya.
"Sampai Queen mau kembali dan tinggal bersama saya lagi seperti dulu," jawab Jeevan santai.
"Terserah lu! Gue udah capek ngomong sama lu!" kesal Dinda yang langsung pergi begitu saja meninggalkan Jeevan.
•
•
Kini Dinda tiba di kamar Queen, ia membuka pintu secara perlahan dan berhati-hati karena tidak mau mengganggu istirahat Queen. Namun, ternyata Queen sudah lebih dulu bangun dan sekarang wanita itu bahkan tengah menangis sambil menutupi tubuhnya menggunakan selimut.
Dinda amat terkejut melihatnya, ia tak percaya jika Queen sedang menangis saat ini. Tanpa basa-basi, Dinda pun menghampiri Queen di ranjang untuk berusaha menghibur wanita itu. Dinda tahu saat ini Queen pasti sedih karena sudah membiarkan Jeevan menyentuh tubuhnya.
"Ya ampun Queen, lu kenapa nangis? Lu pasti nyesel ya karena udah serahin tubuh lu ke Jeevan tadi?" tanya Dinda khawatir.
Queen mendongak dan menganggukkan kepala, "Iya Dinda, gue nyesel banget. Seharusnya gue bisa tahan diri gue tadi, tapi gue malah goda Jeevan dan paksa dia buat sentuh gue. Emang dasar gue wanita kotor!" jawabnya.
"Hey, lu gak boleh ngomong gitu! Lu gak salah kok, yang salah itu minumannya si Reza!" ucap Dinda.
__ADS_1
Queen hanya terdiam saat Dinda mengusap-usap pundak serta bahunya, Queen masih tak percaya dengan apa yang baru saja ia lakukan bersama Jeevan. Ia benar-benar lepas kontrol, dan disaat ia sudah mulai sadar, Jeevan justru tidak mau berhenti untuk memasukinya.
"Hiks hiks huwaaa.." tiba-tiba saja Queen menangis sambil memeluk sahabatnya, ingatan mengenai kejadian barusan muncul kembali di kepalanya yang membuat ia sangat sedih.
"Eh eh Queen, lu kenapa dah? Lu jangan nangis Queen, lu gak boleh lemah dan lu harus tunjukin ke Jeevan kalo lu kuat!" ucap Dinda.
"Gak bisa Din, dia aja udah sentuh gue lagi tadi," ucap Queen terisak.
"Terus kalo dia udah sentuh lu kenapa? Lu mau pasrah aja gitu dan ikut sama dia lagi?" tanya Dinda.
Queen menggeleng, "Enggak, gue gak mau sama dia. Dia udah pergi kan dari sini Din? Gue benci banget sama dia!" ujarnya.
"Dia masih ada di depan, tapi nanti gue bakal suruh orang buat usir dia," ucap Dinda.
"Iya iya, cepetan ya lu usir dia dari sini! Gue gak mau ketemu sama dia lagi!" pinta Queen.
"Tenang aja Queen, cuma masalahnya dia tuh keras kepala banget. Gue udah berulang kali usir dia, eh dia gak mau pergi juga," ucap Dinda.
"Hiks hiks, semuanya gara-gara gue. Harusnya gue tadi gak suruh dia masuk kesini," ucap Queen.
"Lo jangan salahin diri lu sendiri Queen! Gue ada disini kok buat jagain lu dari si Jeevan, dia gak akan bisa paksa lu buat ikut sama dia!" ucap Dinda.
"Tadi aja lu gak bisa halangin dia buat enggak sentuh gue kan?" ucap Queen.
"Gue udah coba Queen, ya tapi gairah lu itu terlalu kuat sampai lu gak sadar dan malah maksa Jeevan buat sentuh tubuh lu. Sorry ya Queen, gue emang lalai tadi!" ucap Dinda.
"Gapapa, gue butuh pelepasan juga sih tadi. Kalau gak segera ada orang yang bantu, mungkin gue gak tahu lagi bakal gimana," ucap Queen.
"Tapi gue lebih rela lu sama si Reza loh daripada sama Jeevan, secara kan si Jeevan tuh orang jahat tau!" ucap Dinda.
"Iya sih, hiks hiks.." Queen kembali menangis dan Dinda pun mengeratkan pelukannya sembari berusaha menenangkan wanita itu.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...