Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia
Bab 53. Ciuman penenang


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 2


Ciuman hangat




Queen kembali ke dalam rumahnya setelah Jeevan memutuskan pulang. Ia menemui teman-temannya yang masih ada disana dan ikut duduk di sofa dengan perasaan bimbang, tampak Lova serta yang lain langsung menghampirinya dan terlihat bingung dengan ekspresi Queen.


Aulia merangkul pundak Queen dan menarik dagu wanita itu, dari semua yang ada Aulia memang terlihat lebih khawatir saat Queen muncul dengan wajah sedihnya. Aulia benar-benar tak terima jika Jeevan atau siapapun itu menyakiti Queen, sahabat setianya.


"Queen, lu kenapa ngelamun aja begitu? Si Jeevan nyakitin lu lagi ya? Atau emaknya yang ada ngomong aneh-aneh ke lu? Bilang ke gue Queen, biar gue hajar mereka!" tanya Aulia.


"Hahaha, gak kok guys gue gapapa. Gue lagi mikirin sesuatu aja," jawab Queen terkekeh.


"Mikirin apa Queen sobat gue yang paling cantik?" tanya Lova dengan penasaran.


"Gue masih ragu buat terima Jeevan balik, kira-kira menurut kalian gimana ya? Gue takut banget dia bakal jahatin gue lagi," jelas Queen.


"Hadeh Queen, ini nih yang gue heran dari lu. Udah jelas-jelas si Jeevan tuh gak bener, kenapa lu masih aja berharap sama dia?" ucap Aulia.


"Iya Queen, saran gue mah yaudah lu gausah mikir buat balikan sama dia lah!" sahut Nina.


"Betul tuh, nanti malah lu yang repot sendiri kalo lu masuk ke keluarga dia. Kan lu tau sendiri keluarga dia kayak apa," timpal Lova.


"Masalahnya gue udah terlanjur berhubungan badan lagi sama dia, misalnya gue hamil lagi nanti gimana?" ucap Queen lirih.


Deg!


Keempat sahabatnya itu sama-sama terkejut, mereka kompak menganga mendengar ucapan Queen barusan.


"Hah? Emangnya si Jeevan semprul itu keluarin di dalam tadi?" tanya Dinda.


Queen hanya mengangguk sebagai jawaban, ia ingat betul bagaimana Jeevan mengeluarkan laharnya banyak sekali di dalam rahimnya. Padahal Queen sudah meminta Jeevan menumpahkan di luar, tetapi pria itu tak perduli dan seakan sengaja mengeluarkannya di dalam agar ia hamil.


"Ya ampun Queen, itu gawat banget sih! Jeevan emang benar-benar keterlaluan!" ujar Aulia.


"Kayaknya dia sengaja deh mau bikin lu hamil, mungkin itu salah satu rencana licik dia Queen supaya bisa balikan sama lu," sahut Lova.

__ADS_1


"Maybe, tapi terus sekarang gue harus gimana guys? Gue bingung banget asli," tanya Queen.


"Gue juga gak tahu Queen, masalah lu emang berat sih. Lu abis disentuh lagi sama cowok yang udah nyakitin lu, mungkin kalo gue jadi lu gue gak akan kuat," jawab Aulia.


"Ya sebenarnya gue juga gak kuat sih, kalau bukan karena papa mungkin gue udah bunuh diri dari lama gara-gara masalah ini," ucap Queen.


"Hus Queen! Lu jangan bicara kayak gitu dong, kita gak suka tau dengarnya! Kita gak mau lu sampe bunuh diri begitu, dan ingat masih ada kita disini buat lu!" ucap Lova.


"Tau ih, lu gak boleh ngomong begitu lagi ya Queen!" sahut Aulia.


"Iya guys, gue juga gak mungkin bunuh diri kok. Gue ini masih harus jagain papa, sampai papa bisa sembuh dan balik pimpin bisnis ini lagi," ucap Queen.


"Oh iya, bokap lu emang sakit apaan sih? Terus sekarang dia dirawat dimana? Kita mau jenguk dong," tanya Aulia penasaran.


"Papa sakit jantung, makanya gue sedih banget waktu dengar kabar dari dokter tentang kondisi papa. Tapi, untungnya sekarang papa semakin berangsur membaik," jawab Queen.


"Syukur deh kalo gitu! Terus apa kita boleh jenguk bokap lu?" ucap Nina.


Queen mengangguk, "Boleh kok, nanti gue ajak kalian ketemu sama papa ya?" jawabnya.


"Okay!" ucap mereka serempak.




Danish dan Ellia juga ikut datang kesana bersama Victor, mereka tidak mau membiarkan Victor pergi sendiri sebab itu cukup berbahaya. Meski sebelumnya mereka sempat berdebat karena Danish lebih ingin pergi merampok, tapi akhirnya Danish setuju dan mau ikut bersama Victor.


"Guys, thanks banget ya kalian udah mau temenin gue! Sekarang kalian bisa pergi kalau emang kalian mau lanjut rampok tempat lain, biar gue yang masuk dan cari cewek itu sendiri," ucap Victor.


"Gak Vic, gue cemas kalo lu pergi sendiri. Gue ikut ya temenin lu ke dalam?" pinta Ellia.


"Lo cemas banget kayaknya sama Victor, bener kan lu suka sama dia?" cibir Danish.


"Lo kenapa sih Dan? Jelas lah gue cemas, Victor kan teman gue. Kita udah sama-sama dari kecil, jadi wajar dong kalau gue cemas sama dia," ucap Ellia.


"Iya iya, kalo gitu gue ikut sama lu juga deh buat temenin Victor," ucap Danish.


"Ya terserah, awas ya kalau lu bilang gue suka sama Victor lagi!" kesal Ellia.

__ADS_1


"Udah udah, jangan pada ribut ngapa sih! Ayo kalian semua boleh kok ikut sama gue!" ucap Victor menengahi keduanya.


"Tuh, sekali-kali lu tegur dia dong Vic!" pinta Ellia.


Victor hanya tersenyum dan merangkul pundak Ellia dari samping sembari mengusap wajahnya, "Iya, nanti gue tegur dia kok. Udah lah lu gausah ngambek gitu, udah gede kan?" ucapnya.


"Iyalah gue udah gede, tapi tetap aja gue kesel kalo si Danish terus-terusan ngeledekin gue dan bilang gue suka sama lu!" ucap Ellia.


"Emang kenapa sih? Kalau misal lu gak suka sama gue, yaudah gausah marah kali," ucap Victor.


"Nah tuh, si Victor bener. Justru kalo lu marah, itu artinya ucapan gue bener dong," sahut Danish.


"Diem lu! Jangan ikut campur deh sama urusan gue dan Victor!" sentak Ellia.


"Hahaha, jangan galak-galak jadi cewek nanti gak ada yang naksir loh!" kekeh Danish.


Ellia terpancing emosi dan hendak memukul Danish, namun Victor menahannya dengan cara mendekap erat tubuh gadis itu.


"Hey hey, kalem Ellia kalem! Lo gak boleh emosi kayak gitu disini," ujar Victor.


"Ck, dia tuh ngeselin banget!" geram Ellia.


Danish hanya tertawa mendengarnya, sedangkan Victor langsung memberikan kecupan hangat di kening serta kedua pipi Ellia bermaksud menenangkan gadis itu. Sontak Ellia terperangah kaget mendapatkan perlakuan seperti itu, begitu juga dengan Danish yang melihat secara langsung.


"Buset bro, lu cium si Ellia? Nanti dia makin kege'eran loh sama lu," ucap Danish.


"Gapapa, biar dia tenang dan gak emosi lagi," ucap Victor sambil tersenyum.


Ellia masih terdiam kaku memegangi pipinya, ia tak menyangka bisa mendapat kecupan dari Victor yang memang sudah lama ia inginkan.


Bruuukkk


Tiba-tiba saja, tubuh Victor ditabrak dari belakang oleh seorang wanita yang berjalan sambil memegang ponsel. Sontak Victor terkejut lalu reflek melepaskan Ellia dari rangkulannya.


"Hey, jalan hati-hati dong! Gak lihat apa ada orang disini?" tegur Victor.


"Ma-maaf bang, sorry!" ucap wanita itu gugup.


Dan saat itulah Victor bertambah kaget, ia bertemu kembali dengan wanita yang selama ini ia cari-cari. Ya Aulia kini berdiri di depannya dengan wajah tak enak setelah menabrak Victor.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2