
#Terjebak Gairah Sang Mafia 2
Kemana Dinda?
•
•
Aulia dan Nina kompak memutar bola mata, namun keduanya akhirnya menurut dengan perintah Jago dan melangkah masuk ke dalam rumah itu.
Singkat cerita, mereka kini sudah berada di dalam rumah besar tersebut. Mata ketiga gadis itu makin dimanjakan dengan berbagai hiasan yang ada disana.
"Waw mewah banget anjir! Berapa ya ini semua harganya kalo ditotal?" ucap Lova.
"Lo ngapa sih Va? Daritadi yang ditanyain harganya Mulu, kayak mampu beli aja!" kesal Aulia.
"Hehe kan cuma penasaran," kekeh Lova.
Lalu, muncul suara perempuan dari arah depan yang mengejutkan ketiganya.
"Siapa itu yang masuk ke rumahku?"
Sontak ketiga gadis itu mencari asal suara, mereka terperangah saat melihat seorang wanita yang datang dari depan mendekat ke arahnya.
"Hah Queen?" lirih ketiganya.
Mendengarnya, wanita tersebut pun langsung tersentak. Cepat-cepat ia melangkah menghampiri tiga gadis disana untuk memastikan lebih jelas.
Dan benar saja dugaan mereka tadi, wanita yang bersuara tersebut adalah Queen. Meskipun tampilannya beda, tapi mereka sangat yakin bahwa itu adalah Queenara Azwa Walters alias sahabat mereka dulu.
"Queen, ini beneran lu kan? Lu masih hidup Queen?" tanya Aulia seolah tak percaya.
"Hah gila sih! Akhirnya kita ketemu lagi my Queen!" timpal Nina.
Sementara Queen masih terdiam di tempat memandang ke arah tiga gadis yang tengah berbahagia itu.
"Aulia, Nina, Lova? Syukurlah kalian bisa kembali dalam keadaan baik-baik saja!" lirih Queen.
"Iya Queen, kita dibebasin sama mereka. Terus kita dibawa kesini karena mau ditemuin sama bos mereka, tapi kita belum tahu siapa sih bos mereka ini," ucap Aulia.
"Kalian gak mau peluk gue dulu? Kita kan baru ketemu loh setelah beberapa bulan," tanya Queen.
Ketiganya sempat saling pandang, tapi tak lama mereka langsung bergerak maju dan memeluk tubuh Queen erat.
"Aaaaa kita kangen banget sama lu Queen! Kita senang bisa ketemu lu lagi!" ujar Lova.
"Iya Queen, kita syok berat tau pas dengar dari Jeevan kalau lu udah meninggal," ucap Aulia.
__ADS_1
"Bener tuh, awalnya kita gak percaya tapi dia kasih bukti-bukti yang bikin kita yakin banget kalau lu udah gak ada," ujar Nina.
Queen terbelalak, ia tak menyangka Jeevan akan mengatakan seperti itu pada teman-temannya.
"Itu gak bener kok, dia mah cuma ngarang. Buktinya gue masih ada disini dan bisa kalian peluk, ya kan?" ucap Queen.
"Bener Queen, kita sekarang percaya kalo lu masih hidup dan belum meninggal. Gue senang banget akhirnya kita bisa kumpul lagi," ucap Aulia.
"Gue juga sama, gue senang banget bisa ketemu kalian dengan selamat! Tapi, kalian gak kenapa-napa kan beneran?" ucap Queen.
Mereka saling melepas pelukan, menatap satu sama lain dan tersenyum lebar.
"Iya, kita semua baik-baik aja. Si Jeevan itu emang sempat nyiksa kita waktu di penjara, terus mau jual kita di acara lelang. Untung aja pasukan si Jago ini datang dan bebasin kita," ucap Aulia.
"Bener Queen, makanya kita mau bilang makasih banyak sama si bos Jago dan Reza ini. Tapi, kita gak tahu siapa orangnya.
Queen hanya tersenyum mendengarnya.
"Eh ya, ini kok kalian cuma bertiga sih? Dinda mana?" tanya Queen heran.
Deg!
Seketika Aulia, Nina dan juga Lova baru tersadar jika mereka kehilangan satu sahabatnya.
•
•
Namun, disana tampak sangat sepi dan seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan yang membuat Jeevan berdecak kesal.
"Aaarrgghh!! Apa-apaan ini? Kenapa tempatnya sepi dan kotor begini?" ujar Jeevan.
"Gak tahu bos, sepertinya mereka sudah pindah markas. Mungkin karena terlalu bahaya kalau kita mengetahui markas mereka, jadinya mereka mutusin buat pindah," tebak Alden.
"Sial, dasar pengecut kamu Salman! Awas aja saya pasti bakal tangkap kamu!" geram Jeevan.
"Sabar bos! Kita bisa cari tahu keberadaan mereka lewat logo yang kita temukan kemarin," ujar Alden.
Sontak Jeevan menyeringai, ia mengeluarkan logo walters yang kemarin ditemukan Alden itu dan menatapnya senang.
"Kamu benar, ayo kita kembali ke markas dan suruh Fritzy lacak keberadaan mereka!" ucap Jeevan.
"Baik bos!" ucap Alden patuh.
Setelahnya, mereka pun pergi dari sana dan kembali ke markas untuk meminta bantuan Fritzy melacak lokasi kelompok walters.
Sesampainya di rumah, Jeevan justru berhadapan dengan Aqila alias mamanya yang sepertinya sudah menunggu sedari tadi.
__ADS_1
"Hai Jeevan! Akhirnya kamu datang juga, mama udah nunggu lama tau," ucap Aqila.
"Mama ngapain disini?" tanya Jeevan heran.
"Kamu kok kayak gak senang gitu mama ada disini? Kenapa Jeevan?" ucap Aqila.
"Ya jelas lah, karena mama udah bawa Queen kabur dari aku," ujar Jeevan.
"Ohh, kamu masih permasalahin soal itu? Ya ampun kamu tuh ya!" ucap Aqila.
"Sampai kapanpun aku gak akan maafin mama, sebelum mama kasih tau aku dimana Queen," ucap Jeevan dengan tegas.
"Buat apa kamu masih mikirin gadis itu sih Jeevan? Mama kan udah bilang, ada Caitlyn yang lebih cocok sama kamu," ucap Aqila.
"Aku lagi gak mau bahas itu ma, udah ya aku masuk dulu," pamit Jeevan.
Aqila menahan pergerakan Jeevan yang hendak masuk ke dalam rumah itu, sehingga Jeevan terpaksa tetap disana.
"Tunggu Jeevan!" pinta Aqila.
"Apa lagi sih ma? Kalau mama masih mau bahas soal Caitlyn, maaf aku gak ada waktu. Aku masih ada urusan yang lebih penting," ucap Jeevan.
"Tunggu dulu dong Jeevan, mama cuma mau bilang kalau besok Caitlyn datang ke Indonesia. Kamu jemput dia ya di bandara?" ucap Aqila.
Jeevan terdiam sesaat, setelah berpikir ia memutuskan mengiyakan saja ucapan mamanya.
"Yaudah, iya deh besok aku jemput dia. Sekarang mama biarin aku masuk dulu ya? Aku masih ada urusan penting soalnya ma," ucap Jeevan.
"Bagus, itu baru namanya anak mama. Yaudah, kamu boleh masuk. Lagi ada masalah juga katanya tuh di dalam," ucap Aqila.
"Hah masalah? Masalah apa ma?" tanya Jeevan.
"Mama juga gak tahu, lagian itu kan anak buah kamu jadi ya itu masalah kamu bukan masalah mama," ucap Aqila santai.
Jeevan berdecak kesal seraya menggeleng pelan, lalu masuk ke dalam bersama Alden.
Sementara Aqila tetap disana dengan tampang kesal memikirkan Queen.
"Gadis itu udah pergi jauh aja masih bikin masalah, bisa-bisanya Jeevan terpikat sama dia. Aku harus gimana lagi ya?" gumam Aqila.
"Ah aku tau, kayaknya aku harus temuin dia dan minta dia buat bujuk Jeevan supaya Jeevan mau menikah sama Caitlyn," sambungnya.
Tanpa berpikir panjang, Aqila langsung masuk ke mobilnya dan pergi dari tempat itu menuju kediaman Queen yang hanya ia yang mengetahuinya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1