Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia
Bab 38. Berpisah dengan adik


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 2


Berpisah dengan adik




Singkat cerita, Aqila telah sampai di depan rumah bernomor 115 sesuai perkataan Tom. Ia pun turun dari mobil dan menatap sekeliling bangunan rumah yang mewah dan besar itu, ada sedikit rasa tidak percaya dari Aqila kalau Queen sekarang ini tinggal disana dengan rumah yang sangat mewah.


"Beneran ini rumahnya cewek itu? Kok bisa semewah ini sih? Saya gak nyangka kalau dia juga punya rumah seperti ini," gumam Aqila.


Setelahnya, Aqila langsung bergerak cepat menuju rumah tersebut. Ia ingin segera bertemu dengan Queen dan meminta gadis itu untuk menjauh dari putranya, sebab ia tidak senang jika Jeevan terus saja membahas tentang Queen dan sampai mengusir Caitlyn dari hidupnya.


"Dimana sih tuh anak?" Aqila terlihat bingung, tapi tak lama seorang pria datang menghampirinya dan menegurnya, ya dia adalah Jago alias anak buah Queen yang berjaga disana.


"Permisi Bu, cari siapa ya?" tanya Jago.


"Eh kebetulan ada yang muncul, ini saya mau ketemu sama Queen. Benar kan ini rumahnya dia?" jawab Aqila.


"Ya betul Bu, ibu ini siapa ya? Terus ada urusan apa sama nona Queen?" tanya Jago.


"Saya ada urusan penting sama dia, kamu panggil aja dia dan suruh dia temui saya disini! Majikan kamu juga kenal kok sama saya," jawab Aqila.


"Baik Bu, mohon tunggu sebentar!" ucap Jago.


Aqila mengangguk perlahan, lalu Jago pun mulai berbalik dan pergi menemui Queen di dalam sana. Jago mengatakan pada Queen bahwa ada seorang wanita yang datang ingin bertemu dengannya di luar, sontak Queen merasa penasaran siapa yang datang ke rumahnya saat ini.


Tanpa berpikir panjang, Queen segera melangkah ke luar untuk mencari tahu siapa yang datang. Betapa terkejutnya ia ketika melihat Aqila tengah berdiri di depan pagar sambil tersenyum tipis, ya Aqila telah melihat lebih dulu keberadaan Queen yang baru muncul itu.


Queen pun menghampiri wanita yang merupakan ibu dari Jeevan itu, ia memandang tak suka ke arahnya sebab Queen masih ingat betul betapa Aqila merendahkannya dulu. Sedangkan Aqila hanya tersenyum dengan kedua tangan dilipat di depan.


"Mau apa tante datang kesini? Tahu darimana rumah aku? Oh ya, pasti dari anak tante yang gak tahu diri itu ya?" ucap Queen dengan ketus.

__ADS_1


"Jaga bicara kamu ya! Kamu yang gak tahu diri, bukan anak saya!" sentak Aqila.


Queen tersenyum miring sembari menggelengkan kepala, Aqila pun dibuat makin emosi dengan tingkah gadis itu.


"Maaf ya tante, tapi yang aku bilang itu benar kok. Anak tante itu terus-terusan maksa aku buat ikut sama dia, padahal udah berulang kali aku usir dia dan tolak dia. Mendingan tante kasih tau dia deh buat lupain aku," ucap Queen.


"Justru itu, saya kesini karena saya gak mau Jeevan terus-terusan mikirin kamu. Sebaiknya kamu segera pergi dari sana, cari tempat tinggal yang jauh dari Jeevan!" ujar Aqila.


"Kenapa harus aku tante? Kenapa gak Jeevan aja yang tante suruh pergi dari aku?" tanya Queen.


"Kamu gausah banyak protes, cepat aja kamu nurut dan pergi dari tempat ini! Saya minta kamu sudah pergi sebelum Jeevan datang lagi kesini," ucap Aqila.


"Gak bisa tante, aku bakal tetap tinggal disini karena ini rumah aku. Kalau tante mau, ya tante suruh Jeevan jauhi aku," ucap Queen.


"Kamu itu keras kepala sekali ya?" kesal Aqila.


Queen kembali menggeleng dengan senyum tipisnya, ia berbalik dan berniat untuk pergi, tetapi Aqila menahannya dari belakang.




Disisi lain, Victor dan teman-temannya tengah berkumpul di markas mereka sembari menikmati makanan yang baru saja mereka rampas dari minimarket. Namun, tampak bahwa Victor masih melamun memegangi sebuah foto di tangannya yang membuat Danish serta Ellia penasaran lalu mendekatinya untuk mencari tahu.


"Vic, lu sebenarnya ngeliatin foto siapa sih? Dari kapan tau perasaan lu pegang foto dia terus, gue jadi penasaran siapa cewek yang ada di foto itu?" tanya Danish.


Victor menoleh dan menaruh sejenak foto tersebut di meja, "Ini foto adik perempuan gue, namanya Alia. Udah lama banget gue gak ketemu sama dia, sejak peristiwa banjir bandang di kampung gue dulu," jelasnya.


"Ohh, terus sampai sekarang lu kepisah gitu sama adik lu ini?" tanya Danish.


"Iyalah bro, kan gue ada disini sama kalian, sedangkan adik gue gak tahu ada dimana. Gue juga gak tahu dia masih hidup atau udah meninggal," jawab Victor pelan.


"Lo yang sabar ya Vic! Adik lu mungkin aja masih hidup, cuma dia dirawat sama orang lain yang perduli sama dia," ucap Ellia.

__ADS_1


"Semoga aja itu benar!" ucap Victor.


"Sekarang lu doain aja buat adik lu itu, jangan terlalu sedih juga! Sambil kita terus usaha buat cari info tentang adik lu itu," ucap Danish.


"Gimana caranya bro? Gue aja gak punya petunjuk apapun untuk bisa temuin dia," ucap Victor.


"Kita coba-coba aja dulu bro, pasti bakal ketemu kalau kita mau berusaha," ucap Danish.


"Iya tuh Vic, dan lu tenang aja karena gue sama Danish pasti bakal selalu bantu lu kok!" sahut Ellia.


"Thanks guys, kalo gitu mulai besok kita selain ngerampok juga coba cari info tentang adik gue ya? Jujur gue pengen banget ketemu dia lagi, walau kecil kemungkinannya kalau dia masih hidup," ucap Victor.


"Iya bro, kita pasti bakal bantu lu. Gue juga yakin kok adik lu masih hidup, sama kayak lu yang berhasil selamat dari banjir itu," ucap Danish.


"Ya tapi semoga aja adik gue gak diselamatin sama penjahat kayak gue, nanti hidup dia jadi kayak kita," ucap Victor sambil terkekeh.


"Hahaha, jahat-jahat gini juga mending bro daripada gak selamat kan?" ujar Danish.


"Iya sih, gue makasih banget sama bang Igor. Dia udah tolong gue dan rawat gue walau dengan cara yang salah, sampai gue tumbuh jadi penjahat kayak gini," ucap Victor.


"Tapi, tetap aja gue gak mau adik gue juga kayak gitu. Gue berharap dia ketemu sama keluarga yang baik hati dan mau rawat dia," sambungnya.


Danish menaruh tangannya di bahu Victor, mencoba menenangkan pria itu agar tidak terus bersedih memikirkan adiknya. Ellia pun turut mendekati mereka dan memeluk Victor secara erat, memang ketiganya sudah sangat dekat sejak bertemu pertama kali beberapa tahun lalu.


"Udah udah, jangan pada sedih-sedih terus! Kita mending istirahat aja yuk! Besok kan kita harus lanjutin misi kita yang lain, ingat loh pesan bang Igor sebelum dia di penjara," ucap Ellia.


"Iya, gue gak mungkin lupa sama pesan bang Igor. Lo mau tidur bareng gue gak?" sarkas Danish.


Sontak Danish langsung mendapat tatapan tajam dari Ellia, wanita itu menerjang tubuh Danish dengan cubitan dan pukulan.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2