
#Terjebak Gairah Sang Mafia 2
Sudah menyebar beritanya
•
•
Dinda pun melangkah menuju toilet dengan perlahan, sedangkan Erick menunggu di tempatnya sampai Dinda kembali. Wanita itu terus berjalan sembari mengusap perutnya, ia tersenyum berbicara pada sang anak yang masih berada di dalam kandungannya itu.
Setelah selesai menuntaskan keinginannya di toilet, Dinda langsung keluar berniat kembali menuju tempat Erick berada. Akan tetapi, alangkah terkejutnya Dinda saat ia bertemu dengan sosok pria bertopeng di hadapannya yang sangat membuat ia ketakutan dan reflek menganga.
"Ka-kamu siapa?" tanya Dinda pada pria itu.
Bukannya menjawab, pria itu justru mendekat dan membekap mulut Dinda secara tiba-tiba. Tentu saja Dinda terkejut lalu coba berontak saat pria itu memaksa membawanya menuju suatu tempat, Dinda sangat ketakutan dan ingin berteriak meskipun sulit sebab mulutnya dibekap.
"Mmppphhh mmppphhh!!" hanya itulah yang bisa dikeluarkan oleh Dinda dari mulutnya, ia benar-benar takut dan tak tahu harus apa.
"Sssttt diam kamu! Jangan berisik! Aku bukan orang jahat, aku cuma mau tolong kamu dari pria itu. Sekarang kamu ikut aku ya!" ucap pria itu.
"Mmppphhh mmppphhh..." Dinda menggeleng kuat sembari terus berontak dari dekapan lelaki itu, tetapi sangat sulit.
Lalu, akhirnya pria itu menghentikan langkahnya setelah menjauh dari tempat Erick berada. Dinda yang sudah lemas tak memiliki kekuatan lagi untuk berontak ataupun melawan, wanita itu pasrah saja meski ia sangat takut akan diculik oleh pria yang tak dikenalinya itu.
"Nah, sekarang sudah aman. Kamu bisa bebas dari pria yang jahat itu Dinda," ucap si pria.
Dinda langsung melongok lebar, "Darimana kamu tahu nama aku? Siapa sebenarnya kamu?" tanyanya pada si pria dengan bingung.
Sontak pria itu membuka topengnya, Dinda yang melihat bagaimana rupa pria itu langsung dibuat terkejut dan tak percaya. Ia sangat bingung apa yang terjadi sehingga bisa sosok itu ada di depan matanya saat ini, padahal sebelumnya mereka sudah berpisah cukup lama.
"Ini aku Dinda, pasti kamu masih mengenal siapa saya bukan?" ucap pria itu sambil tersenyum.
"Tom??" lirih Dinda sembari menggeleng pelan karena dibuat tak percaya olehnya.
__ADS_1
"Iya Dinda, baguslah kamu masih mengenali aku. Aku sangat rindu padamu Dinda, akhirnya kita bisa bertemu lagi sekarang," ucap Tom.
Dinda masih terus menggeleng heran, "Gak mungkin, gimana kamu bisa ada disini? Kamu kan seharusnya di Indonesia," ucapnya.
"Iya, tapi aku memilih mengikuti kamu sampai kesini sayang. Aku cinta sama kamu, aku gak mau kamu terus tinggal sama si Erick tua bangka itu," ucap Tom menjelaskan.
"Enggak, kamu gak bisa bawa aku pergi dari sini Tom. Aku nyaman kok tinggal sama mister Erick, dia baik dan tulus sama aku. Gak kayak kamu yang pengkhianat!" ucap Dinda.
"Kenapa kamu bicara begitu sayang? Aku tulus sama kamu, justru dia yang gak tulus dan cuma mengincar tubuh kamu. Kamu percaya dong sama aku Dinda!" ucap Tom.
"Buat apa aku percaya sama kamu? Kamu aja udah khianati aku dua kali loh Tom, apa aku masih harus percaya sama kamu?" ucap Dinda.
"Dinda, kali ini aku jujur sama aku kalau aku gak akan pernah berkhianat dari kamu. Bukan aku yang kasih tau alamat Queen ke Erick, aku juga gak tahu kenapa dia bisa ada disana," ucap Tom.
Dinda terdiam memikirkan perkataan Tom, ia mulai berpikir apakah mungkin Tom memang bukan orang yang memberitahu alamat Queen ke Erick. Namun, entah mengapa sulit sekali rasanya bagi Dinda untuk bisa percaya pada Tom setelah apa yang lelaki itu lakukan sebelumnya.
•
•
Disaat ia tengah berdiri di lobi kampus, tiba-tiba Fahrul yang merupakan mahasiswa asal Indonesia sama seperti Queen muncul menghampiri wanita itu dan menyapanya. Sontak Queen terkejut, ia reflek menoleh ke arah Fahrul lalu memberi senyum kecil kepadanya.
"Hai Queen! Kamu lagi nungguin siapa disini? Biasanya kamu kan di kampus gak terlalu lama, abis selesai pasti langsung pulang," tanya Fahrul.
"Iya Rul, aku bingung aja mau naik apa pulangnya. Soalnya aku gak bawa mobil, karena tadi pas berangkat aku bareng sama Andro. Jadinya sekarang aku bingung deh," jelas Queen.
"Ohh, kenapa gak minta antar sama Andro lagi?" tanya Fahrul heran.
Queen menggeleng, "Aku malas sama dia, jadi dia tuh tadi ngerjain aku tau. Dia gak bilang kalau cowok cewek berangkat bareng ke kampus itu dianggap pacaran, padahal kan aku sama dia gak ada hubungan apa-apa," ucapnya.
"Serius kamu gak pacaran sama Andro? Aku malah ngiranya begitu loh, soalnya udah beredar kemana-mana tuh berita," ucap Fahrul.
"Hah? Ya ampun, kok bisa secepat itu sih kesebarnya?" kaget Queen.
__ADS_1
"Ya begitulah disini Queen, ada kabar heboh apapun itu pasti cepat kesebar. Apalagi Andro kan idola kampus," ucap Fahrul.
"Sialan emang tuh orang! Awas aja kalo aku ketemu lagi sama dia nanti!" geram Queen.
"Sabar Queen! Gimana kalau kamu pulang bareng aku aja? Tenang, kalo pulang mah gak akan disangka pacaran kok!" ucap Fahrul menawarkan.
"Seriusan nih kamu mau antar aku pulang? Ada bayarannya gak?" tanya Queen.
Fahrul terkekeh dan menggeleng pelan, "Ya gak ada lah Queen, kamu kira aku ini supir taksi apa yang suka minta bayaran? Tenang aja, aku antar kamu gratis kok!" ucapnya.
"Oke, awas ya kalo nanti tiba-tiba kamu minta bayaran sama aku!" ucap Queen mengancam.
"Santai Queen, kamu kayak baru kenal aku beberapa hari aja!" ucap Fahrul.
"Ya emang kan? Baru juga sekitar tujuh hari kita kenalan," ucap Queen.
"Hehe, iya juga ya? Tapi, aku ini orangnya gak pernah minta bayaran kalau aku anterin orang lain. Apalagi kamu itu teman aku," ucap Fahrul.
"Yaudah, ayo buruan dah kamu anterin aku sebelum Andro muncul!" pinta Queen.
Fahrul mengangguk setuju, lalu mereka pun melangkah menuju tempat parkir bersama-sama. Sesampainya disana mereka langsung masuk ke mobil Fahrul dan memasang seat belt, Queen tersenyum menatap wajah Fahrul yang sedang mengendarai mobilnya.
"Kenapa kamu senyum-senyum gitu? Naksir sama aku?" tanya Fahrul sedikit menggoda.
"Hah apaan? Sembarangan aja kalo ngomong, aku—" ucapan Queen terjeda karena tiba-tiba Fahrul menginjak rem secara mendadak.
Ciiittt
"Ya ampun Fahrul! Kamu tuh kenapa sih ngerem mendadak? Ada apaan?" protes Queen.
"Maaf Queen, tapi itu tuh si Andro tiba-tiba nongol di depan!" ucap Fahrul menunjuk ke depan.
"Hah??" Queen reflek mengarahkan pandangannya ke tempat yang ditunjuk Fahrul, dan benar saja terdapat Andro tengah berdiri disana sembari merentangkan tangannya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...